My Arrogant CEO

My Arrogant CEO
BAB 237 : Anak Om


__ADS_3

Marisa menganggukan kepalanya. "Iya, Ndro. Aku akan bicara langsung dengan Indra besok" katanya.


Perlahan-lahan Andro menidurkan Baby Syailendra di atas ranjang perawatan. Bayi itu tampak sedikit menggeliat tapi akhirnya kembali tertidur dengan nyenyak.


"Baby Syailendra sudah tidur. Panas nya juga sudah turun" kata Andro seraya menyelimuti tubuh mungil Baby Syailendra.


"Makasih ya, Ndro" kata Marisa sekali lagi berterima kasih pada Andro.


"Iya, Marisa" Andro memegang bahu Marisa walaupun kemudian segera di lepaskan lagi karena takut Marisa merasa tidak nyaman.


"Kamu lebih baik istirahat, Ndro. Kamu pasti capek sekali setelah beberapa jam dalam perjalanan ke Indonesia"


"Iya, saya akan berbaring di sofa bed. Ada sedikit waktu sebelum masuk waktu shubuh. Kamu juga sebaiknya tidur! Wajah kamu pucat sekali, Marisa" kata Andro prihatin. Setelah beberapa waktu berpisah, Andro melihat Marisa pucat dan sedikit kurus. Sakit rasanya hati Andro melihat Marisa seperti itu.


"Iya, aku akan tidur bersama Baby Syailendra" Marisa menempatkan diri di sebelah Baby Syailendra dan mulai memejamkan mata. Tidak lama kemudian Marisa langsung tertidur karena memang sudah sangat kelelahan sejak kemarin malam.


Andro sendiri membaringkan tubuhnya di atas sofa bed. Matanya nyalang menatap langit-langit ruangan rawat inap itu. Andro memikirkan Indra yang menurut perasaannya pasti sedang bersenang-senang dengan Melati.


"Ya Allah... Rasanya saya tidak sanggup lagi menahan diri untuk memberitahu Marisa tentang hubungan Indra dan Melati. Ini sudah keterlaluan! Bagaimana mungkin disaat anaknya sakit parah begini, Indra masih tidak bisa segera pulang! Aku tidak akan membiarkan Marisa terus menerus di bohongi! Aku harus mengambil keputusan!" batin Andro.


Disaat yang sama, Lilis yang berbaring di sudut ruangan juga masih belum bisa terpejam. Lilis merasa sangat terharu dengan kedatangan Andro yang langsung membuat Baby Syailendra tenang dan tertidur pulas.


Lilis merupakan seorang gadis belia yang baru bekerja di kediaman keluarga Perdana semenjak kelahiran Baby Syailendra untuk menemani dan membantu Marisa mengasuh bayinya. Tapi Lilis juga sempa, mendengar dari asisten rumah tangga yang lainnya kalau sebelum menikah dengan Indra, Marisa sebenarnya adalah kekasih dari Andro.


"Aneh aku sama Bu Marisa! Kenapa dia memutuskan Pak Andro yang begitu baik dan malah memilih Pak Indra! Jelas-jelas lebih baik Pak Andro daripada Pak Indra! Walaupun mereka sama gantengnya, tapi kan Pak Andro jauh lebih baik dan perhatian! Buktinya Pak Andro langsung pulang dari Italia begitu mendengar kalau Baby Syailendra sakit!


Pak Indra mana? Cuma gara-gara gak enak badan aja sampai menunda kepulangan! Padahal cuma ke Surabaya! Tidak sejauh Pak Andro! Mana HP nya gak bisa di hubungi. Memangnya gak enak badan harus sampai matiiin HP?! Ih kesel aku!


Melati juga sama saja! Tidak mau mengangkat telepon dari Bu Marisa! Pasti sengaja! Gak mau terganggu waktunya bersama Pak Indra! Jangan-jangan mereka ada hubungan spesial! Ya Allah! Astaghfirullah! Kok aku jadi su'uzan!" batin Lilis.

__ADS_1


Waktu pun merambat pagi, Marisa terbangun dari tidurnya karena merasakan kalau Baby Syailendra terbangun. Baby Syailendra tampak sudah duduk di atas ranjang perawatan sambil memainkan rambut Marisa.


"Kamu sudah bangun, Sayang" sapa Marisa lalu langsung memeluk tubuh anaknya dengan erat. Terasa tubuh Baby Syailendra sudah tidak demam lagi. "Alhamdulillah anak Mama sudah baikan" Marisa segera menyusui Baby Syailendra dengan posisi berbaring di atas ranjang perawatan.


Sementara itu Lilis yang juga sudah terbangun segera menghampiri Marisa dan memegang dahi Baby Syailendra. "Alhamdulillah Baby Syailendra sudah gak panas, Bu! Sejak kedatangan Pak Andro!" katanya.


"Iya, Alhamdulillah" kata Marisa.


"Pak Andro-nya sekarang kemana ya, Bu? Kok gak ada?" kata Lilis lagi.


"Saya juga gak tahu, saya baru bangun. Mungkin keluar cari makanan"


"Ibu mau makan apa? Saya belikan keluar ya?"


"Nanti saja, Lis. Sebentar lagi"


Saat Lilis pergi ke kamar mandi itulah, Andro muncul kembali di ruangan itu dengan membawa satu kantong paper bag yang ternyata berisi makanan dan minuman untuk sarapan Marisa bersama Lilis.


"Ini saya bawakan kamu dan Lilis sarapan" kata Andro sambil meletakkan paper bag di atas meja.


"Ya ampun, gak usah repot-repot, Ndro. Aku bisa minta Lilis beli sarapan sendiri" kata Marisa.


"Ya gak apa-apa, Marisa. Sekalian aku sarapan tadi"


"Makasih ya"


"Sama-sama. Bagaimana sekarang anak Om yang tampan sudah bangun?" Andro mendekati Marisa yang sudah selesai menyusui Baby Syailendra dan kini sedang duduk sambil memangku anak itu.


Marisa merasa agak risih, sudah dua kali sejak malam tadi Andro menyebut Baby Syailendra sebagai anak om. Biasanya Andro menyebut keponakan Om. Tapi entah kenapa Marisa enggan meralat kata-kata Andro itu.

__ADS_1


Andro mengambil Baby Syailendra dari pangkuan Marisa. Saat membuat gerakan mengambil itulah Andro membungkuk hingga kepalanya dekat sekali dengan wajah Marisa. Marisa bahkan bisa mencium wangi segar dari rambut Andro. Wangi yang sudah lama sekali tidak pernah di hirup nya semenjak hubungannya dengan Andro selesai.


Baby Syailendra kini berada dalam gendongan Andro. Bayi tampan itu tampak senang sekali. Beberapa kali dia tertawa geli saat Andro mengangkat tubuhnya tinggi-tinggi sambil mencium perutnya.


Marisa ikut tersenyum melihat bagaimana anaknya begitu bahagia dengan Andro. Bahkan Baby Syailendra seperti anak kecil yang tidak dalam keadaan sakit. Dalam hatinya Marisa mengucap syukur atas kehadiran Andro saat itu.


"Kamu makan sana sama Lilis! Kok bengong" kata Andro saat mendapati Marisa terdiam sambil memandanginya.


Marisa gelagapan. "Oh ya, aku akan segera sarapan" katanya lalu bergegas menuju meja di mana terdapat paper bag yang tadi di bawa Andro.


"Itu aku beliin nasi uduk sama teh manis" kata Andro lagi.


"Makasih ya" Marisa melihat Lilis sudah keluar dari kamar mandi dan segera memanggilnya, "Lis, ayo kita sarapan dulu!"


"Iya, Bu" Lilis segera menghampiri Marisa dan mereka makan bersama. Sementara Andro tetap bermain dengan Baby Syailendra.


"Akrab banget ya Baby Syailendra sama Pak Andro" kata Lilis mengomentari.


"Iya, Alhamdulillah" kata Marisa.


"Seperti sama Papa sendiri"


"Iya"


"Kalau Pak Indra gimana, Bu? Sudah menuju Jakarta?"


"Saya baru mau menelepon Pak Indra sekarang" kata Marisa dan segera menyelesaikan sarapannya lalu menelepon Indra. Tapi dua kali Marisa mencoba untuk menelepon, Indra tidak mengangkat telepon dari Marisa padahal HP nya aktif.


Marisa mulai jengkel! Tadi malam dia sudah merelakan Indra untuk tetap berada di Surabaya karena sedang tidak enak badan. Tapi pagi ini Indra malah tidak mengangkat telepon dari Marisa! Padahal Indra sudah berkata akan pulang pagi-pagi!

__ADS_1


__ADS_2