
Setelah Sofie meninggal, Melati pun ikut merasa sakit hati kepada Marisa dan Indra yang dia pikir sudah menjadi penyebab utama kematian Sofie! Melati pun mencari tahu tentang Indra dan Marisa.
Beberapa bulan setelah itu Melati mendengar kabar kalau Marisa dan Indra bertunangan dan kemudian menikah. Melati yang saat itu sudah lulus kuliah mencoba mencari saat yang tepat untuk masuk kedalam kehidupan Indra.
Hingga akhirnya Melati mendapatkan kabar dari internet kalau Indra sedang mencari seorang asisten pribadi baru untuk sementara waktu karena istrinya sedang hamil. Melati pun mencoba melamar pekerjaan di Perdana Enterprise dan mengganti penampilannya sebagai seorang gadis elegan dan mewah menjadi seperti seorang gadis lugu dan polos seperti Marisa seperti anjuran Sofie.
Benar saja! Melati langsung di terima oleh Indra sebagai asisten pribadinya yang baru. Beberapa bulan kemudian Melati pun berhasil menggoda Indra dan menjadi kekasih gelapnya. Hanya saja Melati kebablasan karena tidak bisa mempertahankan dirinya untuk tidak melakukan hubungan badan dengan Indra.
Niat awal Melati yang hanya ingin menggoda Indra dan mendapatkan sebuah foto atau video yang akan di tunjukkan nya kepada Marisa pun jadi berantakan. Melati malah masuk jauh dalam jeratan pesona seorang Indra Perdana dan menjadi perusak rumah tangga sungguhan!
Kalau seandainya Sofie masih hidup, dia pasti akan kecewa kepada Melati karena adik sepupunya itu juga menikmati percintaan yang terlarang dengan Indra. Malahan Melati telah menjelma sebagai wanita simpanan yang hebat! Melati berhasil mendapatkan mobil mewah beserta barang-barang branded dan juga uang yang besar dari Indra Perdana.
Dan akhirnya saat ini Melati merasakan bagaimana sedihnya kehilangan Indra. Melati tidak menyangka kalau dia akan sesedih ini saat Indra meninggalkannya. Melati merasa sakit hati karena sudah terlanjur jatuh cinta juga kepada Indra.
Maka selanjutnya niat Melati untuk menghancurkan rumah tangga Indra dan Marisa lebih kepada dendam pribadi daripada membalaskan dendam Sofie.
"Lihat saja, Marisa! Sebentar lagi kamu akan kehilangan suami mu yang tampan, perkasa dan kaya raya itu! Kamu tidak akan bisa menanggung rasa sakit hati karena pengkhianatan yang telah Indra lakukan! Bahkan kalau bisa kamu lebih baik mati saja karena sakit hati dan aku bisa kembali mendapatkan hati Indra!" tekad Melati!
*******
Saat Indra tiba di rumahnya dan berganti pakaian, Marisa langsung curiga karena Indra tidak pergi mandi. Marisa tahu betul kalau Indra tidak pernah melewatkan untuk mandi sore kecuali jika sedang sakit. Tapi Marisa tidak bertanya kepada Indra kenapa dia tidak mandi sore itu.
Saat Indra turun ke lantai bawah untuk bermain bersama Baby Syailendra, Marisa mengambil baju kemeja dan jas Indra yang hari itu dia pakai ke kantor dan mendekatkan nya ke hidung.
Insting Marisa sebagai seorang istri pun kembali terbukti tatkala dia kembali mencium wangi parfum yang sama seperti saat Indra pulang dari Surabaya. Wangi parfum perempuan!
__ADS_1
Marisa merasa sakit di hatinya tapi dia belum memiliki bukti untuk menuduh Indra berselingkuh. Marisa mencoba untuk menahan dirinya. Walaupun saat itu darah nya terasa mendidih hingga ke ubun-ubun!
Saat malam harinya Marisa pun mencoba untuk berbicara dengan Indra. Setelah mereka berdua berada di kamar. Saat itu mereka sedang minum kopi bersama di atas sofa sementara Baby Syailendra sudah tertidur.
Marisa coba memancing Indra dengan menanyakan tentang Melati. "Bagaimana dengan Melati? Apakah kamu sudah memberhentikan dia dari pekerjaannya?" tanyanya.
Indra agak terbatuk sedikit sebelum menjawab. "Ya, sudah. Baru tadi pagi saya bicara dengan dia"
"Kok kamu tidak cerita sama aku?"
"Saya baru saja mau cerita kepada kamu"
"Oh... Lalu apakah dia menanyakan alasan kamu memberhentikan dia dari pekerjaannya?"
"Dia tidak meminta kamu untuk menempatkan dia di posisi lain? Bagaimanapun juga kan dia sudah cukup lama menemani kamu sebagai asisten pribadi?"
Indra tersenyum sinis. "Dia tidak ada hak untuk meminta posisi lain di perusahaan!"
"Memangnya kamu tidak ada rasa sakit sedikit saja pada Melati?"
"Saya sudah memberikannya pesangon yang cukup besar!"
"Oh..."
Indra menatap Marisa dan memeluknya. "Sudahlah, Sayang. Kamu kan ingin saya memberhentikan Melati dari pekerjaannya? Saya sudah menuruti permintaan kamu itu. Jadi sekarang tidak ada gunanya lagi kita membicarakan tentang dia"
__ADS_1
Indra mulai bergerak menciumi bibir Marisa dengan mesra. Sudah lama sekali rasanya Indra tidak berciuman sebergairah ini dengan Marisa, karena biasanya Marisa segera tertidur setelah Baby Syailendra terlelap.
Marisa membalas ciuman Indra tapi masih dengan kecurigaan yang menggelayuti hatinya. Saat ciuman Indra mulai turun ke lehernya, Marisa mulai mendesah sambil meremasi rambut suami nya itu.
Ciuman Indra pun perlahan merambat ke bagian bawah leher Marisa, terus merayap kebawah hingga menyentuh bagian atas dari buah dada Marisa yang menonjol padat. Saat itulah Marisa melihat ada dua tanda merah di leher Indra.
Darah Marisa seketika itu juga langsung berdesir! Nafasnya terasa sesak dan jantung nya seperti berhenti berdetak. Marisa tahu persis kalau itu adalah bekas dari gigitan! Marisa sendiri seringkali membuat tanda seperti itu di leher ataupun bahu Indra jika mereka sedang bercinta.
Sementara Marisa sudah cukup lama tidak pernah berhubungan badan dengan Indra, lalu siapakah yang membuat tanda merah itu di leher Indra?!
Sudah jelas sekarang bagi Marisa kalau Indra memang sudah berselingkuh! Dengan siapa lagi kalau bukan dengan Melati?! Kalau Melati sampai bisa membuat tanda merah di leher Indra, berarti sudah sejauh apa hubungan antara mereka selama ini?!
Marisa merasa hatinya begitu terluka dan berdarah-darah! Luka yang begitu dalam telah tercipta dalam hati Marisa dan membuat sekujur tubuhnya bergetar menahan rasa sakit!
Kalau hari ini Indra memberhentikan Melati dari pekerjaannya, lalu kenapa mereka masih berhubungan?! Apakah disaat terakhir Melati bekerja di Perdana Enterprise, mereka masih berhubungan untuk merayakan perpisahan mereka?! Atau lebih parah dari itu, mereka sebenarnya sudah sepakat untuk tetap melanjutkan hubungan gelap itu walaupun Melati sudah tidak bekerja di Perdana Enterprise lagi?!
Saat Indra sudah meraba-raba tubuhnya, Marisa segera menjauh dari dekat Indra dan menggelengkan kepalanya. "Jangan sentuh aku!" desis nya perih!
"Kenapa, Sayang?" tanya Indra bingung.
"Aku tidak ingin melakukannya untuk saat ini!" kata Marisa sambil pergi meninggalkan Indra dan membaringkan tubuhnya di samping Baby Syailendra. Marisa bahkan langsung menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut!
Indra yang merasa sangat kesal dengan penolakan Marisa, hanya bisa menghela nafas panjang dan berusaha untuk bersabar.
"Sepertinya Marisa masih marah karena saya tidak bisa hadir saat Baby Syailendra sakit. Lama sekali dia marah kepada saya! Tapi ya sudahlah! Seorang Ibu muda memang kadang sensitif sekali! Untungnya saya sudah bercinta sepuasnya tadi dengan Melati! Sebelum saya bisa menikmati kembali tubuh Marisa!"
__ADS_1