My Arrogant CEO

My Arrogant CEO
BAB 82 : Semakin Berat


__ADS_3

Indra membisu sepanjang perjalanan pulang dari tempat fitnes, sementara Kayla semakin merasa tidak enak karena merasa Indra tidak puas dengan pelayanannya.


Kayla memegang paha Indra yang saat itu sedang sibuk mengemudikan mobilnya. "Pak Indra, Bapak kecewa, ya? Saya minta maaf... Anda masih mau kan dekat dengan saya?"


katanya.


"Sudahlah, Kayla! Saya tidak ingin membahas kejadian tadi di fitnes center! Saya khilaf dan saya tidak akan pernah mengulanginya lagi! Kamu mau apa sebagai balasan atas apa yang telah kamu lakukan tadi untuk saya?" kata Indra.


Kayla malah mengelus-elus paha Indra sampai ke pangkalnya dan menyandarkan kepalanya di bahu Indra. "Saya tidak minta apa-apa, Pak Indra. Saya hanya ingin Bapak jangan pernah meninggalkan saya. Saya sudah jatuh cinta pada Bapak. Saya tidak akan menolak jika Anda ingin mengulanginya lagi. Kapanpun Anda mau"


"Saya tidak akan melakukannya lagi! Dan saya juga tidak bisa menjanjikan apa-apa pada kamu! Saya bebas meninggalkan kamu kapanpun saya mau!" kata Indra dingin.


Kayla melenggak kaget, "Kenapa Anda bicara seperti itu? Kita baru saja berhubungan! Saya tidak mau kita berakhir begitu saja. Saya rela Anda jadikan yang kedua! Saya tidak akan mengganggu hubungan anda dengan Bu Sofie!"


"Cukup, Kayla! Saya khilaf! Saya tidak ingin ada hubungan apa-apa dengan kamu! Saya hanya ingin dekat dengan kamu selama beberapa hari ini saja! Bukan untuk waktu yang lama!"


Mana mungkin Indra berterus terang kalau dia hanya memanfaatkan Kayla untuk memanas-manasi Marisa saja?!


"Baiklah, Pak Indra. Saya mengerti Anda kecewa dengan kejadian tadi. Saya bisa lebih baik lagi kedepannya. Saya harap Anda masih ingin kita mengulanginya lagi suatu saat nanti"


"Hm"


"Kapan saja Anda membutuhkan saya, saya akan langsung mendatangi Anda"


"Apakah kamu semudah ini menyerahkan tubuh kamu pada pria? Sudah berapa banyak pria yang pernah tidur dengan kamu? Apakah saya hanya salah satu pria yang bisa dengan mudah menikmati tubuh kamu? Saya tidak mengerti kenapa ada wanita semurah kamu!" tanya Indra tiba-tiba melayangkan pertanyaan yang membuat Kayla bersemu merah.


"Maaf, Pak Indra. Saya bukan wanita seperti itu. Saya melakukan itu semua karena saya memang sudah lama jatuh cinta pada Anda. Saya mencintai Anda sejak dari pandangan pertama. Saya rela melakukan apa saja agar bisa dekat dengan Anda! Kalau bukan karena seorang Indra Perdana, saya tidak mungkin seperti ini!" jawab Kayla bersungguh-sungguh.

__ADS_1


"Tapi saya lebih menyukai wanita yang sedikit jual mahal pada saya. Jadi saya juga tertantang untuk mendapatkannya!"


"Maaf, Pak Indra. Saya pikir kalau saya bisa melayani Anda sebaik mungkin, Anda akan menjadikan saya sebagai pelapis Bu Sofie"


"Nah, itu ada halte bus. Kami bisa turun disini. Saya tidak akan kembali ke kantor. Saya mau pulang! Kamu lanjutkan saja perjalanan kamu sendiri dengan naik bus atau apa saja terserah kamu!"


Indra menghentikan mobilnya di pinggir jalan dan mempersilahkan Kayla turun dari mobilnya.


"Baiklah, Pak Indra Sayang. Sampai jumpa besok" Kayla mencium pipi Indra sebelum turun dari mobil pria itu.


Indra tidak bicara apa-apa dan langsung tancap gas begitu Kayla turun dari mobilnya. Indra masih merasa kesal karena tidak bisa melepaskan hasratnya karena kehilangan gairah secara tiba-tiba!


"Sial! Kenapa saya jadikan tidak bisa menikmati tubuh wanita yang saya sukai! Kepala saya pusing! Saya hampir sampai tapi begitu teringat Marisa, rasanya semua jadi hambar! Sebenarnya punya apa wanita satu itu! Hanya dengan mengingatnya sekilas saja, saya bisa langsung kehilangan nafsu pada wanita lain!" rutuk Indra!


*******


Bagaimana Indra yang sering sekali tiduran di pangkuan Kayla sambil Kayla membelai-belai pipinya, bagaimana Kayla yang sering dengan sengaja duduk di pangkuan Indra padahal Marisa juga ada disana dan masih banyak lagi kemesraan antara Kayla dan Indra yang di buat seolah sengaja di pertontonkan di hadapan Marisa.


Kalau sudah begini, Marisa yang semakin merasa tersakiti. Semakin hari Marisa merasa Indra semakin tidak memperdulikannya. Indra bahkan semakin menganggap Marisa seolah tak ada di satu ruangan yang sama dengannya.


Sampai tiba hari Sabtu, Indra dan Kayla pergi entah kemana dan saat itu Marisa sedang sibuk membuat laporan tentang hasil metting kemarin, tiba-tiba Sofie datang ke ruangan CEO dan melihat hanya ada Marisa disana.


"Selamat siang menjelang sore, Bu Sofie" sapa Marisa.


"Mana Indra?!" Sofie langsung menanyakan keberadaan Indra tanpa membalas lebih dulu salam dari Marisa.


"Pak Indra nya sudah pulang, Bu" jawab Marisa.

__ADS_1


"Pulang?! Ini kan baru jam dua!"


"Saya tidak tahu, Bu. Tapi beliau memang sudah meninggalkan kantor sekitar satu jam yang lalu"


Sofie mendekati Marisa. "Marisa, mumpung kamu ada disini! Saya tidak akan banyak berbasa-basi! Sekarang kamu jawab pertanyaan saya! Sejauh apa hubungan antara kamu dengan tunangan saya, Indra Perdana?!" tiba-tiba Sofie bertanya dengan nada yang seolah-olah menghakimi dan menuding Marisa!


Marisa tentu saja bengong. "Saya dan Pak Indra? Saya adalah asisten pribadi Pak Indra dan Beliau adalah atasan saya"


'Brak!'


Tiba-tiba Sofie menggebrak meja kerja Marisa sehingga membuat Marisa terlonjak kaget!


"Jangan bohong, kamu! Kamu ada hubungan gelap dengan Indra, kan?! Kamu ini wanita macam apa?! Kamu diam-diam menjalin cinta rahasia dengan Indra! Kamu kan tahu, Indra sudah bertunangan dengan saya! Kamu juga kekasihnya Andro! Adik dari Indra! Kamu ini mikir gak sih! Dimana otak dan hati kamu!" Sofie membentak Marisa dengan keras!


Wajah Marisa langsung pucat pasi! "Maaf, Bu Sofie. Saya benar-benar tidak mengerti dengan apa yang Ibu bicarakan. Saya sama sekali tidak ada hubungan apa-apa dengan Pak Indra. Sungguh!"


"Kamu jangan munafik, Marisa! Kamu ini seorang wanita penggoda! Perebut calon suami orang! Saya sudah memberikan kepercayaan penuh pada kamu, tapi kamu malah menyalahgunakan kepercayaan saya dengan berkhianat dengan Indra di belakang saya!"


"Tidak, Bu Sofie! Saya tidak pernah berkhianat apalagi menyalahgunakan kepercayaan yang Ibu berikan pada saya"


"Bagaimana saya mau percaya pada kamu?! Sudah beberapa hari ini Indra bersikap dingin pada saya! Telepon saya tidak diangkat! Pesan saya tidak pernah dibalas! Dan saya dengar kabar dari seorang teman saya kalau dia memergoki Indra bersama wanita lain! Wanita itu kamu, kan?!"


Marisa menggeleng panik. "Bukan, Bu! Itu bukan saya!"


"Jangan menyangkal kamu!" Sofie tidak memberikan kesempatan pada Marisa untuk bicara! Malah di tampar nya pipi Marisa tanpa Marisa sempat menghindar!


'Plak!'

__ADS_1


__ADS_2