My Arrogant CEO

My Arrogant CEO
BAB 14 : Aku Bagai Nyamuk yang Bodoh


__ADS_3

Sabtu pagi itu Marisa bertekad untuk mengajak bicara Indra atas ketidaknyamanan Gery kemarin saat bekerja di bagian gudang. Tapi sampai jam 10 siang Indra belum juga hadir di kantor.


Kali ini ketidakhadiran Indra membuat Marisa merasa nyaman. Mengingat bagaimana kemarin Marisa dibuat susah bukan main saat Indra menyuruhnya mencari berkas yang ternyata tidak ada sama sekali diruangan itu!


Marisa sampai tidak bisa keluar untuk makan siang dan malamnya dia merasa perutnya sakit karena asam lambung. Untung Gery membelikan minuman jahe hangat sehingga Marisa merasa membaik dan bisa bekerja lagi hari ini.


Hari ini Marisa pergi makan siang dengan Gery. Marisa sebenarnya ingin sekali bercerita pada Gery kalau dia dan Indra memang ada masalah karena Marisa menolak tinggal di apartemen mewahnya. Tapi entah mengapa Marisa belum sanggup untuk menceritakan semuanya kepada Gery. Terlebih masalah kecurigaan Marisa kalau kesulitan yang Gery alami kemarin adalah atas perintah Indra juga.


Alangkah terkejutnya Marisa saat kembali ke kantor dan memasuki ruangan CEO ternyata Indra Perdana sudah ada disana. Tapi yang membuat Marisa lebih terkejut lagi, Indra tidak sendirian di ruangan itu! Ada seseorang bersamanya. Mereka duduk berdua diatas sofa kantor.


Orang itu adalah seorang wanita dewasa yang tampak matang. Dengan tubuh yang tinggi semampai, rambut pirang sebahu, dan wajah yang cantik sempurna. Gaya make up dan pakaiannya menunjukkan kalau dia adalah seorang wanita karier yang sukses dan memiliki status sosial yang tinggi.


Langkah Marisa sempat terhenti sejenak, bimbang apakah dia harus masuk ke dalam ruangan itu atau lebih memilih pergi. Dalam hatinya Marisa menduga kalau wanita dewasa itu adalah tunangan Indra Perdana. Mengingat hari ini adalah hari Sabtu, akhir pekan. Jujur hatinya agak sesak.


"Marisa, masuk!" perintah Indra Perdana.


Marisa melangkahkan kakinya memasuki ruangan Indra Perdana. Wanita dewasa berwajah cantik yang ada bersama Indra mengulas senyum manis pada Marisa. Marisa membalasnya dengan senyuman dan anggukan.


"Selamat siang Pak Indra, selamat siang Bu." sapa Marisa sopan.


"Selamat siang, Marisa. Kenalkan, saya Sofie, tunangan Indra." kata wanita itu memperkenalkan dirinya sambil menyodorkan tangan. Benar dugaan Marisa, wanita itu adalah tunangan Indra Perdana.


Marisa menjabat tangan Sofie. "Saya Marisa."


"Indra tadi sudah cerita banyak tentang kamu. Katanya kamu adalah seorang mahasiswa yang sedang PKL disini."


"Iya Bu."

__ADS_1


"Selamat bergabung di Perdana Enterprise. Saya senang Indra punya asisten pribadi baru setelah asisten pribadi yang kemarin mengundurkan diri karena melahirkan."


"Terima kasih, Bu."


"Saya titip Indra, ya?"


"Hah?!" Marisa terkejut mendengar kata-kata Sofie lalu kemudian Menyesali keterkejutannya. Kenapa dia harus sebegitu terkejutnya?!


"Iya, saya titip Indra. Saya kan tidak sering bertemu dia. Kami hanya bertemu akhir pekan saja. Indra ini kadang telat makan! Maunya ngopi terus! Kopi hitam lagi! Tolong kamu ingatkan dia untuk makan siang dulu sebelum ngopi! Indra suka ngeyel kalau saya yang ngomong!" ujar Sofie seraya melirik manja pada Indra.


Indra yang sedari tadi tidak pernah sedikitpun melirik Marisa, mencubit pipi Sofie yang duduk di sebelahnya. "Kapan aku ngeyel kalau kamu bilangin, sayang?" tanya Indra.


"Lho, emang gitu kan?! Kamu suka ngeyel dan bandel kalau aku bilangin!"


"Oke, aku mau nurut sama kamu sekarang, cantik!" Indra menatap penuh rasa cinta pada Sofie.


"Iya pokoknya kalau kamu nakal lagi, ngopi sebelum makan siang, nanti Marisa yang kasih aku laporan!" kata Sofie lalu melirik Marisa "Oke, Marisa?"


"Baik, Bu." jawab Marisa kaku dengan posisi masih berdiri mematung.


"Kalau kamu mau lanjutan pekerjaan kamu, silahkan Marisa. Saya sama Indra gak akan lama. Saya cuma nganterin Indra kesini untuk ambil berkas yang mau dia kerjain di rumah!" kata Sofie.


"Iya, Bu." Marisa duduk di kursinya dan mulai fokus pada pekerjaannya. Tapi pikirannya sama sekali tidak bisa difokuskan! Suara-suara Indra bersama Sofie malah mengganggu pekerjaannya. Suara mereka bercanda berdua.


Marisa melirik ke arah sofa dan melihat bagaimana Indra sibuk dengan laptopnya, sementara Sofie duduk di sebelahnya dengan menaruh dagu lancipnya di bahu Indra-ikut melihat ke arah laptop Indra.


"Ini serius lho, sayang! Lokasi dimana aku mau membangun real estate itu jauh dan jalannya jelek! Kamu gak bisa ikut kesana! Nanti kamu bisa mabuk perjalanan!" kata Indra.

__ADS_1


"Ih! Tapi kan pemandangannya bagus! Aku mau ikut refreshing kesana!" rajuk Sofie.


Marisa menduga kalau Sofie ingin ikut ke lahan di luar kota yang rencananya akan di bangun perumahan sebagai projeknya yang baru. Marisa tahu karena Indra sudah pernah membahasnya dalam metting bersama para kepala bagian di kantor.


Marisa menjadi bete sendiri melihat bagaimana kemesraan dan kemanjaan Sofie dan Indra. Bukan karena cemburu! Sekali lagi bukan! Tapi setidaknya Indra dan Sofie bisa menghargai keberadaan Marisa di ruangan itu! Saat itu Marisa merasa kalau dia tak lebih dari seekor nyamuk!


Indra Perdana yang dingin dan arogan itu ternyata bisa juga bersikap hangat kepada pasangannya. Yang sama sekali tidak pernah bisa terfikir dalam kepala Marisa! Beda dengan sikapnya jika sedang berhadapan dengan Marisa! Tentu saja! Hei Marisa, memangnya kau siapa?! Kau hanya seorang bawahan dan tidak mungkin bisa mendapatkan sikap hangat dari seorang Indra Perdana!


Detik-detik berlalu terasa lama sekali. Indra dan Sofie tidak berhenti bercanda mesra. Bahkan suatu saat Marisa memergoki Indra mencium kening Sofie, tapi matanya memandang sinis pada Marisa seolah-olah berniat pamer!


Mau tak mau Marisa mulai emosi. "Apaan sih?! Nyium tunangannya kok sambil mandang aku sinis gitu?! Di kiranya aku panas, apa?!" rutuk hati Marisa sambil menunduk menghindari pandangan Indra yang menusuk!


Sofie sendiri agak tercekat saat Indra mencium keningnya di hadapan Marisa yang duduk tak jauh dari mereka berdua. Sofie memandang bingung pada tunangannya tapi Indra tampak sedang tersenyum sinis pada Marisa.


Tanpa sadar Sofie ikut melirik pada Marisa yang tampak langsung menundukkan wajahnya. Perasaan Sofie tidak enak. Nalurinya sebagai seorang wanita merasakan ada satu hal yang tidak beres!


Apa betul perasaan ini? Indra sengaja mencium keningnya di hadapan Marisa untuk memanasi gadis itu?! Tapi apa motif nya?!


"Aku bosen, Ndra. Kita ngopi yuk?!" kata Sofie pada Indra.


"Oke, ini kerjaan aku juga udah selesai kok. Kita ngopi di cafe yang biasa ya, sayang?" kata Indra.


Indra menutup laptopnya dan berdiri seraya merangkul pinggang Sofie. Tanpa berkata apa-apa pada Marisa, Indra pergi membawa Sofie.


Masih untung bagi Marisa karena Sofie masih sempat berpamitan padanya. "Sampai jumpa lagi, Marisa!"


"Iya Bu, sampai jumpa." jawab Marisa.

__ADS_1


Marisa menghembuskan nafas lega saat Indra dan Sofie sudah pergi dari sana. "Sepertinya kali ini aku lebih malang dari seekor nyamuk! Nyamuk saja masih bisa mendekat, menggigit, dan menghisap sedikit darah. Sementara aku?! Aku bagai nyamuk yang bodoh!" batin Marisa.


__ADS_2