
Selama beberapa hari ini Indra tidak ada di kantor dan di gantikan oleh Andro. Suasana kantor terasa lebih aman dan nyaman. Andro tidak pernah marah, tidak pernah membentak, apalagi berkata kasar!
Semua staf kantor yang setiap hari selalu berurusan dengan Indra sangat bersyukur karena tidak perlu bertemu dengan CEO mereka yang arogan dan menyebalkan itu!
Hingga akhirnya hari ini, setelah dua minggu lamanya Indra meninggalkan kantor, pria tampan tetapi arogan itu kembali datang dan menebarkan ancaman dan teror bagi semua penghuni Perdana Enterprise!
Pagi itu saja Indra sudah beberapa kali marah-marah bahkan pada semua orang yang di temui nya! Awalnya karena mendapati ruang kerjanya yang dia rasa sangat berantakan! Indra memanggil OB yang biasanya merapikan ruangan kerjanya dan memarahi OB tersebut selama tiga puluh menit!
Kemudian Indra juga memanggil Pak Rafi ke ruang kerjanya dan memeriksa pekerjaan kantor selama dua minggu ini, hasilnya beberapa pekerjaan di nilai kurang memuaskan dan membuat Indra marah-marah kepada Pak Rafi!
Selanjutnya Pak Nino, kepala bagian gudang itu juga kena semprot Pak Indra karena ternyata bagian gudang telat untuk mengirim barang ekspor ke luar negeri!
Indra juga memarahi OG yang bertugas di pantry karena merasa kopi hitam kesukaannya tidak sesuai ekspektasi!
Hari Senin itu seolah menjadi hari Senin yang paling mengerikan bagi semua staf kantor yang berurusan dengan Indra! Hingga akhirnya menjelang jam makan siang, Indra memasuki ruangan kerja Bella yang adalah sekretaris nya.
Bella merasa khawatir akan kena marah juga dari Indra. Bella sudah mendengar kabar kalau hari itu Indra marah-marah terus sedari pagi. Maka itu saat Indra memasuki ruangan kerjanya, wajah Bella langsung berubah tegang!
"Selamat siang, Pak Indra. Selamat kembali ke kantor" sapa Bella.
"Hm" seperti biasanya Indra hanya menjawab singkat dengan gumaman.
"Bagaimana kabarnya, Pak? Oh ya saya turut berduka cita atas meninggalnya Bu Sofie. Maaf saya tidak bisa hadir di rumah duka karena kebetulan saya sedang ada acara keluarga" kata Bella.
"Tidak apa-apa. Saya juga tidak ada di saat Sofie menghembuskan nafas terakhirnya karena masih berada di luar kota" kata Indra seraya duduk di depan meja kerja Bella. "Saya ada perlu sama kamu, Bella"
"Ada apa, Pak? Apakah ada sesuatu yang salah dengan pekerjaan saya selama Anda tidak berada di kantor? Semua schedule kerja Perdana Enterprise di atur oleh Pak Andro. Tapi memang ada beberapa hal yang belum di tanda tangani oleh Pak Andro karena beliau menunggu kepulangan Anda. Pak Andro bilang ada beberapa hal yang harus di diskusikan dahulu dengan Anda"
"Saya sudah memeriksa pekerjaan Andro selama dua minggu ini. Hasilnya cukup memuaskan walaupun tidak seratus persen sesuai dengan ekspektasi saya. Tapi saya saat ini tidak sedang ingin membicarakan masalah pekerjaan. Ada hal yang bersifat pribadi yang saya ingin tanyakan kepada kamu"
__ADS_1
..."Ada apa, Pak Indra?" tanya Bella dengan hati yang mendadak merasa khawatir....
"Saya ingin bertanya kepada kamu"
"Soal apa?"
"Apa yang kira-kiranya bisa menyenangkan hati wanita saat di jemput oleh pria yang sedang menjadi kekasihnya?"
Bella melongo sesaat setelah mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Indra!
"Heh! Kenapa kamu jadi bengong begitu?! Kamu ini kan seorang wanita! Masa kamu tidak tahu apa yang biasanya membuat kaum wanita senang?!" bentak Indra!
"Saya tahu, Pak. Tapi yang membuat saya bingung adalah kenapa Anda menanyakan hal itu?! Apakah ada seorang gadis yang akan Anda jemput?"
"Ya, saya akan menjemput kekasih saya"
"Luar biasa!" desis Bella.
"Ups! Maaf, Pak Indra. Saya hanya kaget saja mendengar kalau Anda memiliki kekasih baru. Seperti yang saya ketahui, Bu Sofie kan baru beberapa hari meninggal dunia"
"Kamu kan tahu selama beberapa waktu terakhir ini hubungan antara saya dan Sofie tidak baik-baik saja. Bahkan sebenarnya hubungan antara kami berdua sudah berakhir sebelum dia jatuh sakit"
"Jangan-jangan Bu Sofie jatuh sakit karena tidak sanggup berpisah dengan Anda!"
"Mungkin juga! Tapi saat ini kita sedang tidak membahas masalah Sofie! Saya sedang membicarakan kekasih baru saya. Saya ingin sekali bisa menyenangkan hatinya hari ini"
Bella berpikir sejenak sebelum akhirnya memberikan Indra satu gagasan yang bagus. "Bagaimana kalau Anda menjemputnya dengan membawakan satu buket bunga mawar merah! Bunga mawar merah itu pertanda dari rasa cinta! Kekasih Anda pasti senang!"
"Hm... Benarkah seperti itu?" Indra tampak menimbang-nimbang.
__ADS_1
"Iya, Pak Indra! Saya juga pasti akan sangat senang kalau kekasih saya membawakan saya bunga mawar merah!"
"Oke, saya akan menjemputnya siang ini dengan membawakan dia bunga mawar merah! Sekalian saya ajak dia makan siang!"
"Semoga berhasil, Pak Indra!"
"Terima kasih Bella! Kalau ide kamu ini berhasil, saya pasti akan banyak meminta saran dari kamu!"
"Saya akan dengan senang hati membantu Anda!"
Indra pun membeli sebuah buket bunga mawar merah yang dibawanya saat menjemput Marisa dan akhirnya malah membuat nya bertengkar dengan gadis itu!
Alangkah kagetnya Bella saat tiba-tiba Indra muncul di ruangannya dan menggebrak meja kerja dengan penuh amarah!
"Ada apa, Pak Indra? Apakah saya telah membuat kesalahan?" tanya Bella gugup.
"Kamu telah membuat suatu kesalahan besar!" bentak Indra!
"Ada apa?"
"Kamu bilang kalau kekasih saya akan senang dengan bunga mawar merah yang saya bawakan! Tapi hasilnya sangat mengecewakan! Bukannya senang, kekasih saya malah bertengkar dengan saya! Dasar kamu ini sekretaris tidak becus! Menyesal saya meminta saran dari kamu!"
Lemas rasanya seluruh tubuh Bella karena Indra marah besar begitu! Padahal tadinya Bella sudah bersyukur karena tidak ikut menjadi sasaran kemarahan Indra hari ini! Eh nyatanya Bella kebagian juga amarah dari Sang CEO!
"Ya Tuhan! Kenapa aku harus mendapatkan kemarahan Pak Indra yang mengerikan! Kalau aku bisa memilih, aku lebih senang kalau perusahaan ini di pegang oleh Pak Andro saja! Biar Pak Indra Perdana pergi saja sejauh-jauhnya!" batin Bella!
"Sekarang kamu harus bertanggung jawab! Karena hubungan saya dengan kekasih saya itu jadi berantakan karena ide buruk kamu!" bentak Indra lagi!
"Maafkan saya, Pak. Tapi kenapa Anda dan kekasih Anda harus bertengkar? Setahu saya semua wanita suka bunga, bahkan waria juga senang akan bunga! Kalau kekasih Anda tidak senang, itu artinya dia wanita yang aneh!" kata Bella.
__ADS_1
"Enak saja kamu bilang kekasih saya wanita yang aneh! Dia itu adalah seorang gadis yang cantik dan sangat baik!"
"Bisakah Anda ceritakan bagaimana kejadiannya sehingga Anda bertengkar dengan dia?"