
Hari syukuran Baby Syailendra pun digelar di kediaman keluarga Perdana yang mewah. Pagi itu suasana sudah sangat ramai dan semarak dengan kedatangan para tamu yang akan ikut merayakan aqiqah Baby Syailendra juga peringatan satu tahun pernikahan Marisa dan Indra.
Acara resmi di mulai pada jam sembilan pagi. Dengan agenda pemotongan kambing aqiqah. Di susul dengan acara pengajian hingga siang hari dengan para tamu yang diberikan bingkisan makanan. Acara selanjutnya di mulai sore hari dengan agenda siraman rohani dan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an oleh seorang hafidz ternama dan di tutup dengan acara makan-makan.
Acara terakhir di gelar malam hari dengan agenda makan malam bersama keluarga Perdana. Para kerabat dekat Marisa dan juga Indra ikut pada acara makan malam tersebut.
Melati datang ke kediaman keluarga Perdana pada sore hari bersama Andro yang menjemputnya. Seolah sudah di anggap sebagai bagian dari keluarga Perdana, Melati selalu ada di samping Marisa dan ikut menjaga Baby Syailendra.
Malam harinya pun Melati ikut acara makan malam bersama keluarga Perdana dan duduk di samping Andro seolah dia adalah pasangan Andro. Bahkan beberapa kerabat banyak yang mengira Melati adalah kekasih Andro dan mengatakan bahwa Andro dan Melati adalah pasangan yang serasi.
Padahal dalam hatinya Melati merasa kesal dengan sikap Indra yang sedikitpun tidak memperhatikan dirinya. Jangankan untuk bicara, menatapnya saja Indra tidak pernah! Indra sibuk dengan Marisa dan Baby Syailendra.
Indra terlihat sangat sayang dan memperhatikan Marisa dalam sepanjang acara. Beberapa kali Indra terlihat merangkul Marisa atau menggendong Baby Syailendra. Hal-hal itu membuat Melati merasa sebagai seorang kekasih yang tidak dianggap.
Beberapa kali Melati mencoba mencari perhatian Indra seperti berbicara dengan nada suara agak keras di dekat Indra, tapi Indra tidak pernah menaruh perhatian sedikitpun kepadanya. Entah mengapa Melati jadi merasa sakit hati padahal dia tidak berhak sama sekali!
Melati akhirnya memutuskan untuk pulang saja ke rumahnya daripada terus menerus menanggung beban hati melihat kebahagiaan Indra bersama istri dan anaknya. Melati segera menyelesaikan makan malamnya dan pergi ke toilet tamu untuk merapikan riasan wajahnya.
Saat itulah Indra datang menghampiri Melati yang sedang menyisir rambutnya di depan kaca cermin wastafel yang ada didalam toilet tamu. Melati yang melihat Indra datang melalui bayangan kaca cermin wastafel segera membalikkan badannya dan mendapati memang Indra yang datang kesana.
"Pak Indra" sapa Melati berusaha tenang dan tersenyum manis padahal saat itu rasanya dia ingin marah, menangis, dan bahkan mengamuk pada Indra yang sedari tadi tidak pernah memperhatikannya.
"Selamat malam, Melati" Indra balas menyapa.
"Maaf, Pak Indra. Saya ingin pulang. Sudah larut malam" kata Melati dan mencoba untuk melewati Indra tapi langkahnya seketika terhenti karena Indra menarik lengannya sehingga menyebabkan Melati terhuyung dan hampir terjerembab kalau saja Indra tidak segera memeluknya.
Melati jatuh kedalam pelukan hangat Indra yang langsung mencium bibirnya dengan penuh gairah. "Hmfh... Hmfh..." nafas Melati terengah-engah saat Indra menciuminya dengan membabi buta!
__ADS_1
Walaupun dalam hatinya merasa sangat bahagia karena perlakuan Indra yang tidak di sangka-sangka itu, tapi Melati berusaha untuk mendorong Indra agar melepaskan ciuman dan pelukannya.
"Sudah, Pak Indra! Nanti ada yang datang!" kata Melati.
"Saya rindu sekali pada kamu" kata Indra sambil mencubit pipi Melati.
"Anda kan sedang merayakan hari ulang tahun pernikahan dengan Bu Marisa. Harusnya Anda fokus kepada Bu Marisa hari ini!" kata Melati sok prihatin dengan keadaan Marisa.
"Memangnya kalau saya sedang merayakan anniversary, saya tidak boleh merindukan kamu?" tanya Indra.
"Tidak boleh dong!"
"Kenapa?"
"Kan ada Bu Marisa di samping Bapak. Lagipula sedari tadi juga Anda tidak pernah memperhatikan saya"
"Iya, saya mengerti. Saya juga tidak mau menganggu acara Anda dengan keluarga pada hari ini" Melati mencoba menutupi perasaan cemburunya.
"Ini yang saya suka dari kamu! Kamu sangat pengertian dengan posisi saya!"
Melati hanya tersenyum tipis sambil menundukkan kepalanya dan itu membuat Indra semakin suka kepadanya. Di raihnya dagu Melati dan kembali di ciumi nya bibir ranum Melati dan kali ini gadis itu membalasnya. Indra kemudian melepaskan ciumannya dan membalikkan badan Melati agar mengahadap ke arah cermin dan Indra memeluknya dari belakang.
"Saya ingin memegangi buah dada kamu! Semenjak berhasil meremasi nya dua hari yang lalu saya jadi ingin terus!" bisik Indra dan dengan cepat segera memegang kedua buah dada Melati dan meremasi nya dari arah belakang.
Indra bisa melihat dari bayangan kaca cermin kalau Melati tampak sangat menikmati remasan tangan Indra di kedua belah buah dadanya. Mata Melati menatap cermin dengan sayu dan mulutnya sedikit terbuka memperlihatkan gigi nya yang gingsul, erotis sekali! Melati sampai mengigit bibirnya kuat-kuat agar tidak mengeluarkan de sahan nikmat!
"Kamu cantik, Melati!" bisik Indra gemas.
__ADS_1
"Engh..." Melati hanya mengerang.
Melati membiarkan Indra meremasi buah dadanya, padahal dalam hatinya Melati terus membatin:
"Pokoknya selama berada di hadapan Indra, aku harus pura-pura tidak cemburu kepada Marisa! Aku harus menjadi orang ketiga yang cerdas! Orang ketiga akan bisa bertahan dalam hati seorang pria jika dia selalu pengertian dan bersabar menunggu sampai si pria punya waktu untuknya!
Kalau orang ketiga bersikap terlalu menuntut, yang ada si pria malah akan bosan dan kembali kepada istrinya!
Maka itu aku tidak boleh cemburu apalagi menuntut! Aku harus bisa membuat Indra nyaman dan dia semakin tergila-gila kepadaku! Aku juga harus bisa mengulur waktu dalam permainan ini! Aku jangan dulu menyerahkan diri sepenuhnya melainkan memberikan nya sedikit demi sedikit dan pada akhirnya Indra akan mengemis-ngemis untuk bisa mencicipi tubuh ku!"
Melati melepaskan dirinya dari cengkraman Indra yang masih terus sibuk meremasi buah dadanya. "Sudah, Pak! Saya takut kalau ada yang datang!" katanya.
Indra menghela nafas panjang. "Ya sudah, kamu boleh pulang!"
"Baik, Pak"
"Kamu pulang dengan Andro?"
"Iya, tadi dia bilang akan mengantarkan saya pulang"
"Awas kamu kalau sampai membiarkan Andro mencium kamu didalam mobilnya!"
Melati membelalakkan matanya! "Mana mungkin saya melakukan hal itu!"
"Bagus! Saya percaya kepada kamu! Hanya saja saya merasa khawatir kalau apa yang barusan saya lakukan akan memancing gairah kamu dan membuat kamu merelakan Andro memesrai kamu!" Indra meremas kencang buah dada Melati hingga gadis itu memekik! "Apalagi buah dada kamu yang kencang ini! Ini hanya milik saya! Kamu mengerti?!"
"Ya, Pak... Saya mengerti, tapi jangan keras-keras dong meremas nya! Kan sakit...!" Melati merajuk manja.
__ADS_1