My Arrogant CEO

My Arrogant CEO
BAB 235 : Hadiah Untuk Melati


__ADS_3

Sorenya setelah selesai mandi dan turun ke lantai dasar untuk makan bersama Melati, barulah Indra menghidupkan daya HP nya. Saat itulah masuk banyak sekali laporan panggilan telepon dari Marisa di sertai beberapa pesan yang mengabarkan bahwa Baby Syailendra sedang dalam keadaan sakit dan mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.


Satu hal yang membuat Indra sangat terkejut adalah saat dia melihat foto dan video Baby Syailendra yang terbaring lemah di ranjang perawatan. "Ya Tuhan..." desis Indra dan saat itu juga rasa bersalah merayapi relung hatinya. Anaknya sedang berada di rumah sakit sementara Indra disini sedang sibuk mengejar kenikmatan tubuh Melati.


"Ada apa?" tanya Melati khawatir.


"Syailendra sakit!" jawab Indra.


"Ya Allah! Sakit apa? Bagaimana keadaannya sekarang?!" Melati sok perduli padahal dalam hatinya tidak merasa kasihan sedikitpun.


"Saya akan menelepon Marisa! Saya telah bersalah karena tidak menghidupkan daya HP sedari pagi!"


"Kan saya sudah bilang kalau sebaiknya Anda menghidupkan HP!"


"Iya, lagipula kenapa Marisa tidak menelepon kamu? Padahal dia tahu saya sedang bersama kamu!"


"Iya, saya tidak menerima telepon dari Marisa" kata Melati berbohong karena sesungguhnya dia justru membiarkan telepon dari Marisa.


"Kita kembali ke kamar sekarang!" Indra segera menyelesaikan makan nya dan kembali ke kamar bersama melati"


"Kamu diam dulu! Saya akan menelepon Marisa!" kata Indra lalu menelepon Marisa. "Halo, Sayang" sapa Indra saat telepon nya tersambung dengan Marisa.


"Halo, Ndra! Ya Allah! Kamu kenapa sih, Dra?! Gak bisa di hubungi dari pagi!" seru Marisa yang terdengar marah dan sedih.


"Saya minta maaf. Saya tidak enak badan. Saya berbaring di tempat tidur seharian" kata Indra, ini tidak sepenuhnya berbohong karena Indra memang seharian itu berada di tempat tidur.


Marisa yang tadinya merasa kesal, menjadi khawatir karena mendengar kalau Indra sedang sakit. "Kamu sakit, Ndra? Udah makan? Udah minum obat?"


"Sudah, saya baru saja bisa bangun dari tempat tidur dan langsung makan. Tapi saya tidak minum obat. Saya cukup minum suplemen. Bagaimana sekarang keadaan Baby Syailendra?! Dia sakit apa?!"


Melati yang ada di dalam ruangan itu hanya bisa duduk di atas ranjang sambil terus mencibir. "Dasar istri manja!" rutuknya.


"Semalaman dia tidak mau tidur. Akhirnya menjelang pagi badan nya menjadi demam. Aku segera membawanya ke dokter bersama Lilis. Tapi menurut dokter, Baby Syailendra harus di rawat di rumah sakit karena keadaannya sudah lemah..." tutur Marisa sedih...


"Ya Tuhan...! Kalau begitu saya akan pulang sekarang!" kata Indra panik!


"Gak apa-apa, Dra. Kalau kamu sakit, kamu pulang besok pagi saja. Baby Syailendra juga sekarang sudah agak membaik. Dia sudah mau makan dan minum susu"


"Tapi saya khawatir dengan keadaan Baby Syailendra! Sekarang kamu bersama siapa di rumah sakit?"

__ADS_1


"Aku sama Lilis. Tadi Mama sudah kesini tapi sekarang sudah pulang karena aku khawatir Mama jadi drop kalau harus ikut menjaga Baby Syailendra di rumah sakit"


"Kamu juga jangan terlalu lelah! Kalau Baby Syailendra sedang tidur, kamu segera tidur juga. Biar Lilis yang menjaga Baby Syailendra. Nanti bisa bergantian dengan Lilis kalau Baby Syailendra bangun"


"Iya, Ndra"


"Jadi saya tidak usah pulang sekarang?"


"Tidak usah, kamu kan sedang sakit juga"


"Maafkan saya, Marisa"


"Gak apa-apa, Sayang"


"Kamu jangan bergadang ya! Saya tidak mau kamu juga ikut sakit!"


"Kamu juga! Jangan lupa minum obat ya!"


"Iya, Sayang"


Akhirnya Indra selesai menelepon Marisa dan saat itu waktu sudah menunjukkan pukul enam sore. Indra bimbang apakah lebih baik pulang sekarang atau besok saja.


"Dia sudah agak baikan. Sudah mau makan dan minum susu" jawab Indra.


"Ya Allah... Kasihan sekali, Baby Syailendra..."


"Iya, saya khawatir sekali dengan dia"


"Kalau begitu kita pulang saja sekarang!"


"Tapi Marisa bilang tidak apa-apa kalau saya pulang besok"


"Tapi saya khawatir pada anak Bapak"


"Bagaimana ya? Saya ingin menikmati tubuh kamu semalam ini lagi!"


Rasanya ingin Melati bersorak kegirangan mendengar kata-kata Indra! Indra berat untuk pulang ke Jakarta karena masih ingin menikmati tubuhnya!


Tapi bukan Melati namanya kalau tidak pandai bersandiwara, Melati membelalakkan matanya dan berkata, "Pak Indra! Kita sudah berhubungan badan dari kemarin sampai seharian ini!"

__ADS_1


"Saya masih ingin satu malam lagi!" kata Indra sambil menatap tajam mata Melati.


"Tapi, Pak Indra... Kalau saya hamil bagaimana? Bapak terus menerus mengeluarkannya didalam..."


"Itu gampang! Kalau perlu saya nikahi kamu untuk menjadi istri kedua saya walaupun secara diam-diam!"


Melati menggeleng, "Saya tidak berani untuk bermimpi sejauh itu, Pak"


"Tapi kamu tidak sedang bermimpi Melati! Lihat ini, saya sudah menyiapkan sebuah hadiah spesial untuk kamu!" Indra mengajak Melati untuk berbaring di atas ranjang dan memperlihatkan satu foto di layar HP nya. Foto sebuah mobil mewah keluaran terbaru berwarna merah menyala.


"Bagus sekali!" kata Melati.


"Kamu suka?" tanya Indra.


"Siapa wanita yang tidak akan suka melihat mobil semewah itu, Pak!"


"Mobil ini sudah jadi milik kamu!"


"Ah, Bapak bercanda!"


"Tidak! Saya sama sekali tidak bercanda! Saya sudah menyelesaikan pembayaran untuk mobil itu dan besok kamu akan melihat mobil itu di depan rumah kamu!"


Melati tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya, di peluknya tubuh Indra dengan erat dan di cium nya bibir Indra dengan mesra!


"Pak Indra! Anda serius?! Ya ampun! Makasih banyak, Pak! Padahal tidak usah repot-repot!" kata Melati.


"Saya serius, Sayang! Itu hadiah untuk kegadisan kamu!" bisik Indra sambil mulai meraba-raba buah dada Melati.


"Makasih ya, Pak! Saya bahagia sekali! Akhirnya saya punya mobil! Mobilnya mewah lagi!"


"Sama-sama, Sayang!" Indra melepaskan pakaian Melati dengan penuh gairah dan langsung melahap buah dadanya dengan gemas!


"Ugh... Pak Indra...!" desah Melati!


"Saya sangat menyukai buah dada kamu, Melati!" kata Indra lalu menghisap kuat pucuk buah dada Melati.


"Aduh...! Pak Indra!" pekik Melati seraya meremas rambut Indra. "Hisap yang kuat, Pak...! Ah... Ah... Iya... Seperti itu...!"


Tidak tinggal diam, tangan Indra merayap ke bawah dan membelai-belai CD Melati. Malahan dengan cepat Indra melepaskan CD itu dan mengoyak bagian bawah tubuh Melati dengan tangannya sehingga membuat Melati menjerit histeris! Tangan Indra bergerak begitu liar dan kasar dibawah sana!

__ADS_1


Melati ingin memberikan pelayanan terbaik malam itu kepada Indra, maka di tariknya tangan Indra dan Melati mendorong dada Indra agar rebah di atas ranjang. Melati melucuti pakaian Indra dan melihat bagaimana senjata Indra sudah tegak mengacung keras dan Melati pun membungkukkan badannya untuk melahapnya!


__ADS_2