
Marisa hanya bisa menghela nafas panjang sambil mengusap dadanya. Betapa jumawanya seorang Indra Perdana sehingga dia merasa masih butuh selir setelah memiliki ratu secantik Sofie!
"Ya, Pak Indra. Terserah Anda mau berbuat apa. Anda memang memiliki segalanya. Tapi kalau boleh saya memberikan sedikit masukan, saya mohon Anda mempertimbangkan perasaan Bu Sofie. Saya sebagai seorang wanita merasa ikut tersakiti. Apa Anda tidak punya sedikit saja rasa bersalah kepada Bu Sofie?" kata Marisa.
"Kamu pikir kamu ini siapa?! Kamu cuma bawahan saya! Bahkan kamu juga belum tentu berjodoh dengan adik saya! Kamu tidak pantas bicara seperti itu pada saya! Sekarang lebih baik kamu urusi saja urusan kamu sendiri! Jaga Andro baik-baik agar dia jangan sampai selingkuh di Turki sana! Saya sudah merestui hubungan kamu dan Andro! Bukannya berterima kasih kamu malah ikut campur urusan pribadi saya!" Indra berang.
"Maaf, Pak Indra yang terhormat. Saya hanya memberi sedikit masukan saja. Kalau Anda tidak berkenan, saya minta maaf. Jangan perdulikan kata-kata saya barusan. Dan satu lagi, mengenai Pak Andro. Anda tidak usah khawatir! Saya tahu Andro itu seperti apa! Saya yakin dia sangat mencintai saya dan tidak akan mengkhianati saya dan saya tidak salah pilih!" kata Marisa yakin.
"Terserah kamu lah! Saya mau makan siang diluar bersama Kayla. Mungkin saya tidak akan kembali kesini untuk hari ini. Kamu handle semua pekerjaan saya! Jangan lupa agenda metting untuk besok! Jangan membuat kesalahan sedikitpun! Ingat! Waktu kamu tinggal dua Minggu lagi di perusahaan ini! Bekerja sebaik mungkin kalau kamu mau dapat rekomendasi bagus dari saya! Yang memberikan kamu nilai bukan Andro, tapi saya!"
"Baik, Pak Indra"
Indra meninggalkan ruangan CEO dan kini tinggal Marisa sendiri. Marisa mengepalkan tinjunya dengan kesal.
"Ya, lebih baik kamu pergi! Indra Perdana! Pergi juga dari hatiku! Aku sudah tidak sanggup lagi sebenarnya lebih lama berada disini! Aku terpaksa! Aku tidak akan pernah mengingat lagi semua apa yang terjadi antara kita berdua!
Kamu harus bersabar, Marisa! Tunggu sebentar lagi. Semuanya akan segera berakhir! Semua penderitaan, penghinaan, dan rasa sakit ini!
Dan pada saatnya nanti, kamu tidak akan pernah sakit lagi saat melihat seorang Indra Perdana bersama wanita lain! Karena kamu sudah bisa melupakannya!" Marisa terus-menerus menguatkan hatinya sendiri.
*******
Sementara itu Indra memang pergi makan siang bersama Kayla. Mereka makan siang di restoran seafood favorit Indra. Kayla merasa senang sekali akhirnya bisa mendekati CEO tampan yang menjadi impiannya di perusahaan tempatnya bekerja selama hampir tiga tahun ini.
Indra sendiri sebenarnya tidak sengaja bertemu dengan Kayla di lift pagi tadi. Kayla saat itu menyapa Indra dengan sangat ramah. Indra yang sedang galau karena selalu ingat pada Marisa akhirnya berpikir untuk memanfaatkan Kayla.
__ADS_1
"Selamat pagi, Pak Indra" sapa Kayla dengan senyuman manis.
"Pagi" balas Indra datar.
"Kebetulan saya satu lift dengan Bapak. Padahal saya sudah lama bekerja di perusahaan ini"
"Oh ya? Berapa lama?"
"Hampir tiga tahun, Pak"
"Kamu di bagian apa?"
"Saya di bagian pemasaran, Pak"
"Tapi kamu sering melihat saya?"
"Saya luar biasa?" pancing Indra.
"Tentu saja, Pak! Anda luar biasa, sempurna dan segala-galanya!" Kayla tanpa malu-malu menunjukkan kekagumannya pada Indra.
"Kamu mau ikut saya ke ruangan saya?" kata Indra pelan dengan mata menatap tajam pada Kayla.
Mata Kayla langsung berbinar mendengar kata-kata Indra. "Tentu saja, Pak! Saya akan ikut kemanapun Anda menghendakinya!"
"Bagus! Kalau begitu kamu ikut saya ke ruangan saya dan tidak usah bekerja hari ini! Saya ingin mengenal kamu lebih jauh"
__ADS_1
"Lebih jauh dan lebih dekat..." bisik Kayla seraya mengedipkan sebelah matanya.
"Ya, lebih dekat luar dan dalam" Indra balas berbisik dengan tatapan mata yang pastinya merontokkan hati wanita manapun.
Seperti itulah kejadiannya dan Indra membawa Kayla ke ruangan CEO. Memperlakukan Kayla dengan mesra hingga membuat Kayla seperti melambung karena merasa mendapatkan CEO impiannya selama ini.
Tanpa Kayla tahu apa yang sebenarnya tengah terjadi dalam hati Indra. Indra yang hanya memanfaatkannya untuk memanas-manasi Marisa, agar Marisa menjauh dan Indra bisa lebih cepat melupakannya.
Kayla memang cantik dan seksi, tapi Indra tidak terlalu menyukainya. Terlebih Kayla terlalu mudah di dekati dan Indra tidak suka wanita murahan seperti itu. Tapi untuk saat ini Indra memang membutuhkan Kayla yang bisa dengan mudah di dekati untuk membuat Marisa menjauh.
Saat makan siang berlangsung, tanpa sungkan-sungkan Kayla malah menyuapi makanan ke mulut Indra. Bahkan saat berdua didalam mobil pun, Kayla sengaja duduk dengan kaki di silangkan dan memamerkan keindahan paha nya yang mulus.
Indra tertarik juga dengan keseksian Kayla. Tapi Indra memang tidak berselera pada sosok seperti Kayla yang tipe wanita penggoda. Indra lebih suka wanita yang terhormat seperti Sofie. Yang bisa di ajak ke tempat tidur saat sudah ada kepastian dan setelah kenal beberapa lama.
Indra sudah sering menemui wanita seperti Kayla, yang kadang di tawarkan oleh rekan bisnisnya sebagai pemulus kerjasama atau sekedar hadiah saat selesai menjalin suatu hubungan bisnis yang menguntungkan. Tapi Indra tidak pernah tertarik ataupun bersedia menerima hadiah berupa wanita.
Indra dengan sombongnya selalu berkata kalau dia punya selera tinggi terhadap tipe wanita dan meminta wanita-wanita itu untuk kembali kepada orang yang telah mengirimkannya pada Indra.
Indra baru tiga kali berhubungan dengan wanita dan semuanya masih gadis. Berasal dari kalangan atas dan bukan wanita murahan. Indra bahkan membuktikan sendiri kalau Ketiga wanita yang pernah menjadi kekasihnya dan berhasil di tiduri nya adalah perawan asli, termasuk Sofie.
Indra merasa dirinya terlalu mahal dan terhormat untuk tidur dengan wanita yang sudah tidak gadis lagi. Maka sebagaimana Kayla mencoba memamerkan keindahan tubuhnya, Indra sama sekali tidak tertarik.
Seharian itu Indra menghabiskan waktu sampai sore dengan Kayla, mengajak wanita itu makan dan jalan-jalan. Tapi pikiran Indra tetap tertuju kepada Marisa.
Asisten pribadi nya yang berasal dari kalangan bawah tapi memiliki harga diri yang tinggi. Yang tidak bisa dibeli dengan harga berapapun. Yang tidak mau tidur dengan Indra walaupun hanya satu malam saja.
__ADS_1
Seorang wanita bernama Marisa. Seorang wanita yang mahal, berharga, berhati baik dan wanita itu adalah milik Andro! Bukan miliknya! Dan wanita itulah yang di cintai Indra Perdana.