My Arrogant CEO

My Arrogant CEO
BAB 129 : Saya Tidak Bisa! Saya Tidak Mau!


__ADS_3

Marisa perlahan membuka matanya, awalnya Marisa tidak menyadari apa yang sedang terjadi, matanya menatap sayu dan kemudian hendak di pejamkan kembali. Tapi kemudian Marisa merasakan lehernya di ciumi dengan beringas hingga kini matanya membulat dengan sempurna.


Marisa tersentak saat menyadari bahwa Indra ada di atas tubuhnya dan sedang menciumi leher nya. Nafas Indra yang terasa panas dan terengah-engah membuat Marisa merinding sekaligus berdebar-debar hebat!


"Pak Indra... Apa yang Anda lakukan?!" hardik Marisa.


Indra tidak menjawab melainkan terus menciumi leher Marisa dan kini ciumannya sudah menjalar ke bagian bahu Marisa!


Sekujur tubuh Marisa bergetar antara ketakutan dan ada rasa lain yang menjalari seluruh anggota tubuhnya. Rasa nikmat yang belum pernah di rasakan oleh Marisa sebelumnya. Darah muda gadis berusia dua puluh tiga tahun itu mengalir deras di setiap pembuluh darah nya!


"Pak Indra... Jangan... Jangan..." desah Marisa tersendat-sendat.


"Nikmati saja, Sayang!" bisik Indra lalu mengigit-gigit kecil leher Marisa dengan gemasnya.


"Aduh! Jangan, Pak Indra! Lepaskan saya!" Marisa menggeleng-gelengkan kepalanya agar Indra menyudahi ciumannya.


Indra mengangkat wajahnya dari leher Marisa dan kini ganti menatap tajam ke mata gadis itu. "Kenapa, Sayang? Bukankah kita saling mencintai?" tanyanya.


"Iya... Tapi saya tidak mau Anda berbuat seperti ini... Saya mohon... Jangan lakukan hal yang tidak senonoh kepada saya!"


"Saya dulu pernah mencoba melakukan hal itu kepada kamu, tapi kemudian kamu menolak. Oke, saya paham karena waktu itu kita tidak ada ikatan apa-apa. Tapi sekarang keadaannya sudah lain, Marisa! Kamu adalah kekasih saya dan saya ingin mencicipi kenikmatan dari tubuh kamu...!"


Tubuh Indra semakin menghimpit tubuh Marisa sehingga Marisa merasa agak sulit bernafas. Dada Indra yang berotot terasa sekali menindih dada padat Marisa!


"Jangan, Pak Indra... Dada saya sakit, jangan tindih saya"


"Dada kamu sakit?" Indra menarik sedikit tubuhnya dari dada Marisa tapi kemudian ganti tangan kanannya meremas dada Marisa yang padat dan kencang.


"Awh!!!" Marisa merintih antara sakit dan terpancing gairahnya.


"Ugh! Marisa, Sayang! Luar biasa, buah dada kamu benar-benar padat!" desah Indra dan remasan tangannya semakin menjadi-jadi, bergantian di kedua buah dada Marisa.

__ADS_1


"Jangan, Pak Indra...! Hentikan... Atau saya akan berteriak..." ancam Marisa tapi dengan nada yang lemah.


"Teriak saja, Sayang! Teriak sampai suara kamu habis! Dada kamu kini malah terasa semakin keras! Saya ingin sekali mengigitnya dan membenamkan wajah saya diantara belahan nya!"


Indra kini meraba ke bawah pakaian Marisa dan menyusupkan tangannya kebagian dada Marisa sehingga kini Indra sudah meremasi dada Marisa yang hanya di lapisi bra tipis! "Hm... Benar-benar padat!" desah Indra semakin bernafsu!


Marisa merasa tubuhnya semakin lemah dan tidak berdaya saat Indra terasa mengangkat bra nya ke atas sehingga kini Indra sudah menguasai dada Marisa dengan tanpa penutup lagi!


"Ah... Pak Indra...!" Marisa merintih dan tubuhnya melenting saat merasakan tangan Indra yang bersentuhan langsung dengan buah dadanya di sertai remasan yang kuat.


Indra sudah sering bercinta dengan wanita dan tahu persis bagaimana caranya membuat seorang wanita menggelinjang hebat dan akhirnya dengan sukarela mau menyerahkan diri sepenuhnya.


Dada Marisa yang sudah keras sekali itu di belai-belai pada bagian puncaknya dan kemudian memilin-milin nya dengan lembut. Di bagian bawah, Indra menekankan tubuhnya ke tubuh bagian bawah Marisa hingga gadis muda yang belum pernah merasakan hubungan intim itu merintih hebat karena tidak sanggup menahan rasa nikmat yang diberikan Indra.


"Aduh...! Pak Indra...! Ah... Ah... Hentikan Pak... Hentikan...! Akh!!!" Marisa tidak sanggup lagi menahan rintihannya.


"Bagaimana rasanya, Sayang?" bisik Indra sambil menggoyangkan pinggulnya semakin menekan ke bagian bawah tubuh Marisa.


"Keras sekali, Pak Indra..." rintih Marisa setengah sadar.


"Eh..." Marisa mengangguk perlahan dengan mata di pejamkan rapat!


"Ini baru diluar, Marisa! Sekarang saya buka pakaian kamu, ya?"


Marisa tidak menjawab.


Indra mengangkat pakaian Marisa ke atas dan kini dada Marisa terpampang jelas di depan mata Indra. Untuk sesaat Indra terpana melihat bagaimana indahnya pemandangan yang tersaji di depan matanya.


"Luar biasa!" desis Indra dan langsung membenamkan wajahnya diantara kedua dada Marisa.


Saat itulah tiba-tiba di telinga Marisa terngiang-ngiang kata-kata Gery sebelum akhirnya Marisa ikut dengan Indra ke vila itu.

__ADS_1


hati-hati kamu selama bersamanya! ingat kalian bukan muhrim! jangan terlalu berdekatan dan jangan biarkan setan ambil alih!


"Masya Allah!" batin Marisa tercekat! Kalau malam ini Marisa bersedia menyerahkan kehormatannya kepada Indra, maka apa bedanya Marisa dengan Sofie ataupun Kayla?! Tidak ada bedanya! Gampangan dan ujung-ujungnya di tinggalkan Indra!


"Ih!" Marisa mendorong kepala Indra yang saat itu masih menyusup di antara belahan dadanya!


"Kenapa, Marisa?" tanya Indra heran.


"Saya tidak mau! Lepaskan saya! Menjauh dari saya!" kata Marisa ketakutan.


"Menjauh?! Kamu gila ya?! Saya sudah terlanjur bangun! Saya tidak bisa berhenti cukup sampai disini!" bentak Indra.


"Tapi saya tidak bisa! Saya tidak mau!"


"Kamu sudah terlanjur membakar saya!"


"Lepaskan saya, Pak Indra! Saya mohon...!"


"Kamu sengaja mempermainkan saya?! Membangkitkan gairah saya dan kini tidak mau menuntaskan nya?!"


"Maafkan saya..."


"Kamu takut saya tidak bertanggung jawab?! Saya akan menikahi kamu! Saya tidak pernah berkata seperti ini bahkan kepada Sofie sekalipun! Kamu dengar?! Saya akan menikahi kamu! Kalau perlu besok kita langsung pergi ke Bogor dan melangsungkan pernikahan! Saya tidak berbohong! Apakah kamu tidak bisa percaya kepada saya?!"


"Saya... Saya percaya... Tapi saya tidak bisa melakukannya sekarang... Saya takut berdosa..."


"Ya ampun!" Indra sampai memukul jidatnya sendiri karena tidak mengerti dengan jalan pikiran Marisa!


"Saya mohon... Pak Indra... Beri saya kesempatan untuk bisa mempertahankan kesucian saya sampai malam pertama kita. Saya akan menyerahkannya dengan suka hati asalkan kita sudah sah menjadi suami istri. Bukankah Anda bilang kalau Anda mencintai saya? Kalau Anda bersungguh-sungguh, tolong berikan saya waktu dan kesempatan untuk bisa mempertahankan diri... Jangan sampai saya menyesal telah meninggalkan Andro demi memilih untuk bersama Anda..." ratap Marisa dan air mata mulai bercucuran membasahi wajahnya.


Indra terkesiap melihat bagaimana Marisa menangis di bawah tindihan nya. Indra merasa sakit hati melihat air mata membasahi wajah Marisa. Apalagi Marisa berkata kalau jangan sampai dia menyesal telah meninggalkan Andro!

__ADS_1


Indra akhirnya dengan berat hati mengangkat tubuhnya dari tubuh Marisa dan berbaring di samping Marisa. Di rengkuh nya tubuh Marisa kedalam pelukannya dan membelai-belai rambut gadis itu.


"Ya sudah. Kalau kamu tidak mau, saya juga tidak akan memaksa! Tapi kamu jangan menangis lagi! Sudah cukup air mata kamu yang jatuh selama ini karena ulah saya! Saya minta maaf, sekarang kamu jangan menangis lagi, ya! Saya sayang sama kamu, Marisa..." bisik Indra tulus.


__ADS_2