
Marisa berlari sekuat tenaga dan masuk ke dalam kamar kedua. Secepat kilat di tutupnya pintu dan di kuncinya. Nafas Marisa tersengal-sengal dan air mata membasahi wajahnya. Dadanya berdebar keras karena takut sekali kalau Indra akan datang!
Sementara itu Indra langsung bangkit dari ranjang dan mengejar Marisa. Alangkah kesalnya Indra karena mendapati kamar kedua sudah terkunci! Saat nafsu sudah merasuki pikiran seorang Indra dan tidak bisa di lampiaskan, maka yang ada hanyalah emosi dan perasaan terhina karena seorang wanita yang bukan apa-apa seperti Marisa sudah menolaknya!
Brak! Brak! Brak!
Indra menggedor keras pintu kamar kedua dimana Marisa ada didalamnya!
"Marisa!!! Buka pintunya!!!" teriak Indra.
Marisa terkejut sekali sehingga terlonjak dan mundur beberapa langkah dari pintu kamar!
"Tidak! Saya tidak akan membuka pintu!" teriak Marisa dari dalam kamar.
"Saya bilang buka pintunya!!!" teriak Indra lagi.
"Tidak!" pekik Marisa.
"Kamu keterlaluan Marisa! Dasar wanita tidak tahu diri! Kamu berani menghina seorang Indra Perdana dengan penolakan kamu?! Memangnya kamu ini siapa?! Para wanita lain mengantri untuk mendapat perhatian untuk bisa berdekatan dan bisa tidur bersama saya! Tapi seorang wanita rendahan yang tidak penting seperti kamu berani menolak saya!"
"Terserah Bapak mau bilang apa! Hina saya sesuka hati Bapak! Saya memang asisten Bapak yang bertugas melayani semua keperluan Bapak! Tapi tidak untuk yang satu itu! Saya masih gadis dan saya punya harga diri! Walaupun saya miskin tapi saya masih punya kehormatan!"
"Sombong sekali! Memangnya berapa harga diri dan kehormatan kamu?! Saya bisa bayar berapapun yang kamu mau!"
"Tidak! Bapak salah! Tidak semuanya bisa Bapak beli dengan uang! Bukankah Anda berkata kalau saya ini wanita tidak penting dan rendah?! Lalu apa yang saya bisa banggakan lagi selain harga diri saya kalau itu pun saya gadaikan?!"
__ADS_1
"Kamu akan menyesal Marisa!"
"Saya akan lebih menyesal kalau saya menjual harga diri saya malam ini pada Anda!"
"Padahal saya hanya minta satu malam dan sejuta malam berikutnya bisa kamu berikan pada Andro!"
"Tidak! Satu jam pun saya tidak mau!"
"Oke! Kamu berani menolak saya! Saya pastikan kamu tidak akan bisa bersama Andro! Saya tadinya akan mempertimbangkan untuk kamu bisa bersama Andro jika saja kamu mau menuruti keinginan saya malam ini! Tapi kalau begini keadaannya, saya pastikan kamu tidak akan bisa bersama Andro! Kamu camkan itu!"
"Saya tidak perduli! Saya bisa mencari pria lain selain adik Anda!"
"Saya tidak akan memberikan nilai bagus untuk PKL kamu di perusahaan saya!"
Indra kehabisan kata-kata untuk menaklukkan Marisa dan akhirnya menendang pintu kamar Marisa dengan keras! Seumur hidupnya baru kali ini seorang Indra Perdana mengalami kegagalan!
Marisa yang ada didalam kamar memekik histeris karena takut Indra akan berhasil mendobrak pintu kamar itu! Marisa memandang sekeliling kamar dan mencari alat yang bisa di pakai untuk memukul Indra jika pria itu mampu mendobrak pintu kamar.
Tapi tidak ada suara gedoran ataupun bentakan Indra lagi. Marisa melosoh jatuh duduk dan menangis sesenggukan. Sakit sekali rasanya hati dan perasaan Marisa atas semua apa yang Indra lakukan malam ini!
Indra yang sudah berani memeluk, mencium, meraba dan merobek baju Marisa! Meminta sesuatu yang bahkan belum pernah Fero lakukan di masa pacaran mereka yang sudah enam bulan!
Pria macam apa itu?! Dengan gayanya yang jumawa dan penampilannya yang sempurna tapi ternyata punya pikiran rendah! Merasa bisa membeli semuanya bahkan kehormatan seorang wanita dengan uang!
Indra diluar kamar juga bisa mendengar suara tangisan Marisa yang menyayat hati. Perasaan Indra bergetar hebat! Kenapa ada perasaan seperti ini?! Perasaan apa ini?! Kesal?! Marah?! Bukan! Ini bukan perasaan kesal atau marah! Justru perasaan Indra sedih mendengar tangisan Marisa! Lalu kenapa Indra harus merasa bersedih?!
__ADS_1
"Hanya karena suara tangisan seorang wanita rendah yang berasal dari kalangan bawah, kenapa aku harus merasa sedih seperti ini?! Seolah aku mendengar suara tangisan dari Mama ku sendiri!"
Indra merasa hatinya bertambah sakit mendengar tangisan Marisa yang masih berkelanjutan. Indra memilih masuk ke dalam kamar utama dan menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang dan mencoba untuk tertidur.
Semantara Marisa yang masih menangis merasa terkejut dengan nada dering panggilan dari HP nya. Marisa memeriksa nama yang tertera di layar HP nya. Ada nama Andro disana.
Tapi rasanya tidak mungkin untuk saat ini Marisa menerima telepon dari Andro! Bisa-bisa Andro mendengar suara Marisa yang serak akibat menangis dan akhirnya Andro tahu kalau Marisa sedang bermasalah dengan Indra.
Tak lama kemudian ada panggilan telepon lagi. Kali ini dari Gery. Gery pasti khawatir karena Marisa belum sempat membalas pesan dan meneleponnya hari ini.
Bagaimanapun Marisa tidak ingin menjadi penyebab masalah antara Andro dan Indra. Masalah malam ini tidak perlu ada yang tahu! Baik Andro ataupun Gery! Ini terlalu memalukan dan menjijikkan! Andro dan Gery pasti tidak akan tinggal diam atas perlakuan Indra pada Marisa dan akhirnya akan menimbulkan keributan.
"Sebaiknya aku tidak usah mengangkat telepon dari Pak Andro ataupun Gery. Besok aku bisa bilang kalau aku ketiduran karena kelelahan. Tapi bagaimana aku menghadapi Pak Indra besok? Aku takut... Aku khawatir dia akan meneruskan niat jahatnya padaku!"
Marisa benar-benar merasa benci pada Indra. "Dasar CEO kurang ajar! Tidak tahu etika! Pantas dia bersikap agak beda padaku! Padahal dia sudah berencana jahat padaku! Dia pikir aku ini Kayla yang mau saja menjadi wanita simpanannya?!
"Aku harus bisa melepaskan diri dari Pak Indra besok! Setelah acara peletakan batu pertama aku akan pergi dari sini! Aku harus kembali ke Jakarta tanpa harus bersama Pak Indra! Bahaya kalau aku harus melewatkan satu malam lagi bersama Pak Indra di villa ini! Bagaimanapun caranya aku harus bisa pergi!"
Akhirnya dengan susah payah Marisa berhasil memejamkan matanya dan tertidur. Tapi Marisa masih merasa ketakutan hingga sampai bermimpi di kejar-kejar Indra dalam tidurnya!
Marisa menjerit histeris di tengah malam dan kembali menangis sesenggukan. Apalagi teringat kembali semua apa yang telah Indra lakukan? Semua yang telah Indra katakan...
Perlahan Marisa membuka pintu kamar dan mengintip keluar kamar. Tidak ada Indra diluar sana. Dengan berjinjit Marisa mengintip kamar utama dan melihat Indra tertidur pulas. Belum memakai bajunya dan mengeluarkan suara dengkuran halus
Marisa masuk ke kamar mandi dan mengambil air wudhu, perlahan sekali agar suaranya jangan sampai membangunkan Indra. Marisa pun melaksanakan shalat malam dan meminta perlindungan dari Allah SWT agar dia bisa selamat dari Indra Perdana selama berada di kota ini.
__ADS_1