My Arrogant CEO

My Arrogant CEO
BAB 248 : Tangisan Marisa


__ADS_3

Melati membelalakkan matanya saat mendengar perkataan Marisa yang benar-benar membuat dirinya tersudut. "Jangan asal ngomong kamu! Aku bukan wanita murahan! Justru kamu yang harusnya bisa instrospeksi diri! Kenapa Indra sampai berpaling kepada ku?! Itu artinya kamu seorang istri yang tidak berguna! Makanya suami mu mencari kepuasan pada wanita lain!" Melati mencoba untuk membalikkan perkataan Marisa.


"Sekarang kalau kamu tidak murahan, kenapa kamu mau menyerahkan diri kamu kepada seorang pria yang jelas-jelas tidak mencintai kamu! Indra hanya mencari kepuasan sesaat dari kamu! Buktinya dia segera bisa mencampakkan kamu setelah aku ingin kembali ke kantor!" bentak Marisa tidak mau kalah! "Kalau Indra mencintai kamu, dia tidak akan mendepak kamu dari perusahaan! Yang ada dia akan mempertahankan kamu dan meninggalkan aku! Tapi ini kebalikannya! Indra lebih memilih untuk kembali bersamaku!"


"Indra tidak mencintai kamu lagi, Marisa! Indra hanya mempertahankan kamu karena kalian sudah memiliki anak!"


"Terserah kamu mau bilang apa! Tapi yang jelas kenyataannya kamu sudah di tinggalkan oleh Indra! Dan aku yakin kamu hanya di berikan sedikit uang untuk tutup mulut?! Murah sekali ya harga diri seorang Melati?!"


Melati tidak sanggup lagi menahan emosinya! Di layangkan nya satu tangan ke wajah Marisa untuk menampar pipi istri dari Sang CEO!


Marisa tidak diam saja! Marisa hendak menahan tangan Melati! Tapi sebelum tangan Marisa menangkap tangan Melati, ada satu tangan lain yang lebih dulu menangkap tangan Melati!


Melati dan Marisa sama-sama menoleh pada sesosok pria yang saat itu mencekal keras tangan Melati!


"Andro!" seru Marisa dan Melati bersamaan karena memang yang mencekal lengan Melati saat itu tidak lain adalah Andro!


"Berani kamu menyentuh Marisa sedikit saja, saya yang akan menampar wajah kamu dengan keras!" bentak Andro pada Melati!


Melati menatap Andro dan Marisa yang kini berdiri berdampingan dengan mata berkilat marah. "Kamu curang, Marisa! Kamu membawa Andro sebagai backing!" teriaknya!


"Marisa tidak membawa-bawa saya sebagai backing-nya! Marisa datang sendiri kesini! Saya yang mengikutinya dan ternyata dia bertemu dengan kamu disini! Wanita penggoda suami orang!" bentak Andro lagi!


"Kamu bilang aku penggoda suami orang?! Lha kamu sendiri apa?! Kamu penggoda istri kakak kandung kamu sendiri! Menjijikkan!"


"Saya lebih dulu mencintai Marisa di bandingkan dengan Indra!"


"Tapi Marisa lebih memilih Indra! Dasar kamu lelaki bodoh! Budak cinta!"


Andro merasa kesal sekali kepada Melati dan mencekal lengan wanita itu dengan lebih keras hingga membuat Melati memekik kesakitan!

__ADS_1


"Aduh! Sakit! Lepaskan aku, Andro Perdana! Lepaskan! Sakit!" teriak Melati kesakitan!


"Jangan pernah lagi mengganggu Marisa atau kamu akan berurusan dengan saya!" Andro menghempaskan lengan Melati hingga wanita itu tersungkur ke lantai restoran!


"Kurang ajar!" jerit Melati!


"Pergi kamu sekarang juga dari tempat ini!" bentak Andro!


Melati mendengus kesal lalu melirik ke arah Marisa. "Awas ya kamu Marisa! Urusan kita belum selesai! Aku tidak akan pernah membiarkan kamu dan anak kamu hidup tenang dan bahagia! Aku akan mengambil Indra kembali! Aku bersumpah!" ancamnya!


"Aku tidak takut! Kamu boleh ambil Indra kapanpun kamu mau bahkan kamu boleh mengambilnya sekarang juga! Aku tidak perduli!" teriak Marisa!


"Sudah Marisa, jangan di ladeni!" kata Andro seraya merangkul bahu Marisa.


"Dasar pasangan menjijikkan!" umpat Melati sambil membanting kakinya dan segera pergi dari restoran itu.


Marisa mengigit bibirnya sendiri sampai berdarah karena tidak mau menangis di depan Andro. Pria terbaik yang di dulu di lepaskan nya karena lebih memilih Indra yang kemudian kini Andro malah menjadi garda terdepan dalam membelanya saat Indra ternyata menyakitinya!


Andro sendiri merasa sangat sedih melihat keadaan Marisa. Andro tahu bagaimana perasaan Marisa karena Andro juga pernah merasakan hal yang sama. Disaat dulu Andro mengetahui kalau Marisa telah menerima Indra disaat Andro sedang berjuang keras di Turki untuk masa depan mereka.


Tapi Andro tidak menaruh dendam pada Marisa. Justru Andro selalu menjadi pembela Marisa. Saat Marisa kerepotan mengurus Baby Syailendra yang sedang sakit dan kini saat Marisa merasa terluka oleh pengkhianatan Indra dan Melati.


"Marisa, kamu mau minum sesuatu? Biar saya pesankan" kata Andro lembut sambil mengusap tangan Marisa yang ada di atas meja.


"Aku tidak ingin apa-apa. Aku mau pulang saja. Aku sudah terlalu lama meninggalkan Baby Syailendra" kata Marisa seraya menarik tangannya yang di usap-usap oleh Andro.


"Saya akan membawa kamu pulang!" kata Andro tegas!


"Aku bawa mobil sendiri. Ada Pak Mukti juga yang tadi mengantarkan aku kesini"

__ADS_1


"Saya akan menyuruh Pak Mukti untuk pulang sendiri! Kamu ikut saya pulang!"


"Ya sudah terserah kamu saja!"


Marisa akhirnya ikut masuk kedalam mobil Andro setelah lebih dulu menyuruh supirnya pulang duluan.


Didalam mobil, Andro tidak segera menghidupkan mesin mobilnya. Andro tahu pasti saat ini hati Marisa sedang terluka parah setelah mengetahui perselingkuhan Indra dengan Melati.


Wajah Marisa semakin pucat dan matanya sembab.


Andro berdehem pelan sebelum akhirnya berkata. "Kamu mau menangis, Marisa? Menangislah! Jangan kamu tahan lagi! Lepaskan semua beban yang kamu rasakan. Saya tidak akan membawa kamu pulang sebelum kamu selesai menangis"


Marisa menatap Andro dan akhirnya air matanya berjatuhan dengan derasnya seperti untaian kalung mutiara yang terputus.


"Aku... Aku salah apa, Ndro? Sampai-sampai Indra tega berbuat seperti ini kepadaku?" tanya Marisa dan akhirnya membenamkan wajahnya diatas dashboard mobil Andro untuk kemudian menangis sesenggukan seperti anak kecil!


Andro membiarkan Marisa menangis sepuasnya. Andro tidak bisa berbuat apa-apa untuk menenangkan Marisa karena dia sama sekali tidak ada hak untuk sekedar merangkul ataupun menyeka air mata Marisa yang adalah istri dari kakaknya.


Cukup lama Marisa menangis hingga akhirnya perlahan-lahan tangisan nya mereda. Marisa mengangkat wajahnya dan menyeka air mata yang membasahi wajahnya. Bahunya masih sesekali berguncang karena masih menahan sakit didalam hati.


Andro yang sedari tadi begitu sabar menunggu Marisa berhenti menangis, mengulurkan sebuah sapu tangan kepada Marisa. "Nih, seka wajah kamu yang basah"


Marisa mengambil sapu tangan itu dan menyeka air matanya sampai kering.


"Perasaan kamu sudah lebih baik dari saat tadi?" tanya Andro.


"Masih sakit sekali... Tapi sudah jauh lebih baik..."


"Kamu harus kuat, Marisa! Baby Syailendra pasti sedang menunggu kamu dirumah. Kamu harus pulang dengan keadaan tersenyum untuk anak kamu"

__ADS_1


__ADS_2