
Andro mendatangi rumah Marisa pada pukul tujuh malam. Saat itu Gery masih ada disana karena tidak tega meninggalkan Marisa sendiri. Apalagi Marisa tidak keluar dari kamarnya sejak siang tadi. Melihat kedatangan Andro seolah menjadi harapan bagi Gery kalau Andro pasti akan bisa mengobati luka hati Marisa.
"Pak Andro. Alhamdulillah akhirnya Anda muncul juga! Marisa sama sekali gak mau keluar kamar. Makan enggak, minum juga juga tidak!" kata Gery.
"Marisa pasti terguncang hebat atas kejadian ini" kata Andro.
"Jadi Anda sudah tahu ceritanya?"
"Indra sudah cerita kepada saya"
"Kakak Anda itu memang keterlaluan! Bisa-bisanya dia mengkhianati Marisa! Padahal Marisa kurang apa coba?!" Gery emosi!
"Tapi Ger, menurut saya Indra memang tidak melakukan apa-apa disana! Ini ada kemungkinan Indra di jebak! Saya bisa melihat bagaimana kesungguhan Indra bercerita kalau dia tidak melakukan hal itu! Dia tidak menyewa wanita-wanita itu untuk memuaskan dirinya! Indra tidak berbohong!" Andro coba membagi sudut pandang nya tentang masalah ini kepada Gery.
"Masa sih?!" Gery tetap curiga.
"Saya yakin! Indra bukan tipe pria seperti itu! Dia itu merasa dirinya sangat berharga sehingga tidak mungkin dia mau tidur dengan sembarangan wanita, apalagi sampai tiga orang sekaligus. Indra bukan maniak seperti itu. Saya berani jamin!"
"Tapi dia ada disana sama tiga cewek menjijikkan itu!"
"Sekarang coba kamu pikir. Indra punya beberapa apartemen sendiri. Untuk apa dia menyewa apartemen lain untuk bersenang-senang dengan wanita itu?! Indra datang kesana atas permintaan salah satu klien perusahaan kami. Menurut Indra, pihak dari perusahaan itu ingin bersilaturahmi dan memberikan sedikit bentuk rasa terima kasih untuk Indra atas kerjasama yang telah terjalin di antara mereka. Tapi sesampainya Indra disana dia tidak menemukan klien bisnis nya tapi malah menemukan tiga wanita itu"
"Oh... Jadi yang tadi itu bukan apartemen Pak Indra?!"
"Bukan"
"Oh ya, Pak Andro! Saya jadi ingat sesuatu! Siang tadi itu Marisa menerima pesan dari nomor yang tidak dikenalnya. Pesan itu yang memberitahu Marisa untuk datang ke apartemen itu! Marisa memperlihatkan pesan itu kepada saya dan kami langsung berangkat kesana"
"Nah! Betul kan?! Ini Indra di jebak!"
"Jahat sekali orang itu! Mau bikin hubungan Marisa dan Pak Indra berantakan! Saya juga awalnya mengira kalau Pak Indra yang beneran main perempuan!"
"Saya akan coba menelpon Pak Tio, klien bisnis yang meminta Indra untuk pergi ke apartemen itu"
__ADS_1
"Iya, coba deh!"
"Saya akan load speaker agar kamu bisa ikut mendengarkan"
Andro mencoba untuk menelepon Pak Tio dan langsung tersambung dengan CEO perusahaan asuransi itu.
"Halo" sapa Pak Tio " Selamat malam"
"Pak Tio, ini saya Andro Perdana" kata Andro.
"Ya, ada apa Pak Andro?"
"Maaf sebelumnya tapi saya ingin membicarakan masalah yang terjadi tadi siang. Saat kakak saya pergi ke apartemen yang Anda siapkan untuk bertemu dengan Indra"
"Oh ya. Saya minta maaf karena tidak bisa bertemu dengan Pak Indra siang tadi karena saya ada keperluan mendadak"
"Jadi benar, Anda yang menyiapkan tiga wanita itu untuk kakak saya?!"
Andro menghela nafas panjang. "Bukannya tidak berkenan lagi! Tapi kakak saya tidak suka sama sekali dengan hadiah yang Anda siapkan untuk dia!"
"A... Apa?!" nada suara Pak Tio terdengar kaget.
"Ya, kakak saya sangat kecewa dan merasa Anda telah melakukan satu bentuk penghinaan terhadap nya! Apakah Anda pikir kalau kakak saya adalah seorang yang suka main perempuan?!"
"Maafkan saya, Pak Andro! Saya benar-benar tidak menyangka kalau Pak Indra tidak berkenan dengan hal tersebut. Sekali lagi saya mohon maaf..." kata Pak Tio memelas.
"Saya hanya khawatir kalau sampai kakak saya kecewa dan memutuskan kerjasama dengan perusahaan Anda" kata Andro lagi membuat Pak Tio jadi bercucuran keringat dingin.
"Saya harap hal itu jangan sampai terjadi! Saya betul-betul merasa menyesal..." Pak Tio terdengar meratap.
"Saya tidak habis pikir kenapa Anda bisa sepicik itu mengira kalau kakak saya adalah seorang penyuka wanita panggilan?!"
"Maaf, Pak Andro. Semua ini karena asisten saya! Dia yang mengatakan kepada saya bahwa Pak Indra adalah seorang penyuka wanita panggilan. Saya lalu memintanya untuk mengatur rencana untuk menyiapkan wanita sebagai hadiah untuk Pak Indra"
__ADS_1
"Asisten Anda?! Kok bisa dia mengatakan kalau kakak saya adalah penyuka wanita panggilan?!"
"Dia bilang kalau dulu dia adalah sahabat dari tunangannya Pak Indra. Bahkan dia juga mengenal Anda dengan baik. Jadi saya percaya saja pada perkataan nya"
"Siapa dia?!"
"Henry Adiputra"
"Ya Tuhan..." Andro kini paham apa yang sebenarnya terjadi. Andro juga ingat kalau beberapa waktu lalu dia sempat bertemu dengan Henry Adiputra di acara pertunangan Indra. Jadi ini alasannya?! Henry sengaja menyiapkan wanita-wanita itu untuk menggoda Indra?! Bukan tidak mungkin kalau yang telah menghubungi Marisa agar datang ke apartemen itu juga adalah Henry Adiputra sendiri! Pria itu masih menyimpan dendam kepada Indra karena dulu pernah menghancurkan karir nya hanya karena dekat dengan Marisa!
"Jangan khawatir, Pak Andro! Saya akan segera memecat orang itu dari perusahaan saya!"
"Tidak, Pak Tio. Saya minta Anda tidak usah sampai memecat Henry. Saya rasa ini adalah sebuah kesalahpahaman. Mungkin Henry juga yang salah menilai kakak saya. Sekarang Anda kirim saja no Henry kepada saya. Masalah ini biar saya yang memecahkan nya. Saya akan bicara dengan Henry dan saya juga akan membujuk kakak saya agar tidak memutuskan hubungan kerjasama dengan perusahaan Anda"
"Jadi, Anda akan membantu saya untuk memecahkan masalah ini?!"
"Ya, saran saya mulai sekarang Anda tidak boleh lagi percaya begitu saja pada perkataan seseorang. Apalagi dia baru saja anda kenal. Saya tahu Henry itu orang baru di perusahaan Anda karena sebelumnya dia bekerja di sebuah Bank"
"Iya Anda benar, Pak Andro. Saya akan menyimpan baik-baik saran Anda dalam pemikiran saya. Kalau begitu saya serahkan saja masalah ini kepada Anda. Kalau Anda minta saya tidak memecat Henry, saya akan turuti. Yang penting perusahaan Anda tidak memutuskan kerjasama dengan perusahaan saya"
"Insya Allah hubungan kerjasama antara perusahaan kita akan terjaga"
"Amin... Terima kasih, Pak Andro. Saya tidak tahu bagaimana caranya saya untuk membalas kebaikan Anda. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih"
"Sama-sama Pak. Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikum salam"
Andro menutup teleponnya dan melirik Gery yang tampak melongo menatap nya.
"Kenapa Ger? tanya Andro.
"Saya gak tahu mau ngomong apa lagi, Pak Andro! Anda benar-benar hebat! Top markotop!"
__ADS_1