
Andro mengantarkan Marisa sampai di depan kos-annya. Andro sebenarnya menyadari ada sesuatu yang di pendam Marisa dan menyebabkan perubahan pada sikap dan raut wajahnya.
"Apakah saya boleh mampir sebentar ke kos-an kamu?" tanya Andro saat mereka berdua masih di dalam mobil.
"Tidak usah, Pak. Saya ingin beristirahat. Lagipula ini sudah malam. Saya tidak mau jadi gunjingan, maaf..." kata Marisa.
Andro merasa ada satu perbedaan lagi. Kalau biasanya Marisa yang menawarkan untuk mampir dulu, sekarang malah Marisa yang tidak mengizinkan.
"Saya paham. Saya akan pulang sekarang. Tadinya saya mau mampir karena saya rasa kamu butuh seseorang untuk bercerita. Kamu agak berbeda, Marisa. Kamu berubah setelah selesai dari toilet." kata Andro.
"Saya sudah bilang kalau saya tidak enak perut," sangkal Marisa.
"Apakah karena Indra? Apakah Indra menemui kamu dan melakukan atau mengatakan sesuatu yang buruk pada kamu? Tadi Indra pamit pada Sofie, katanya mau mengisi daya HP nya. Tapi saya rasa Indra menghampiri kamu." Andro masih berusaha mengajak Marisa bicara.
Marisa segera menggeleng. "Tidak! Saya tidak bertemu dengan Pak Indra saat ke toilet tadi!" nada suara Marisa meninggi.
"Oke, jangan marah dulu dong! Saya kan cuma mau kamu bercerita kalau memang kamu ada masalah dengan Indra. Kalau tidak ada ya, tidak apa-apa. Kalau begitu saya pulang dulu."
"Maaf, saya agak labil. Perut saya tidak enak. Mungkin saya mau datang bulan..."
"Selamat malam, Marisa. Istirahat dan mimpikan saya..."
"Selamat malam, Pak Andro..."
"Andro!" Andro menegaskan kalau dia ingin di panggil dengan nama saja.
Marisa menatap kedua mata Andro dan melihat ada tuntutan disana. "Baiklah, Andro..."
Andro tersenyum manis. Sangat tampan...
"Ya Tuhan... Manis sekali pria satu ini... Tapi kenapa ia bisa memiliki seorang kakak yang tidak punya rasa menghargai sama sekali..?" batin Marisa.
"Terima kasih untuk hari ini, Marisa. Saya sayang kamu..." bisik Andro.
__ADS_1
"Saya juga terima kasih..."
Andro mendekati Marisa dan merundukan wajahnya. Marisa panik dan berusaha menggeleng karena tidak mau di cium oleh Andro. Tapi Andro keburu menjatuhkan ciuman lembut di kening Marisa. Setelah itu Andro membelai-belai rambut Marisa dengan lembut.
Marisa merasa benar-benar tersentuh oleh kehangatan dan kelembutan Andro. Marisa tidak bisa menahan kesedihannya. Marisa menjatuhkan wajahnya di dada Andro dan menangis tanpa suara...
Andro memeluk Marisa sambil mengusap-usap punggung nya. "Kamu kenapa, Marisa?" tanyanya pelan.
Marisa menggeleng dalam pelukan Andro. Marisa tidak bisa menceritakan kenapa dia sampai menangis seperti itu... Terlalu berat dan terlalu memalukan... Marisa juga tidak mau Andro kecewa... Andro terlalu baik untuk mengetahui kebejatan moral kakaknya!
"Kamu tidak boleh menangis seperti ini! Kalau ada masalah, kamu langsung bilang pada saya. Saya akan selalu ada di samping kamu, karena saya sayang kamu." kata Andro.
"Tidak ada apa-apa Pak, eh! Maksud saya, Andro. Saya hanya tersentuh saja dengan kebaikan kamu. Kamu baik sekali pada saya. Padahal saya bukan siapa-siapa. Saya hanya sekedar lewat di kehidupan kamu sebagai seorang mahasiswi yang sedang PKL di perusahaan kamu." kata Marisa.
"Saya tidak akan membiarkan kamu hanya sekedar lewat, tapi akan membuat kamu menetap. Kalau kamu sudah selesai PKL di Perdana Enterprise, saya akan mengajak kamu tunangan agar kamu tidak bisa pergi dari samping saya."
"Kamu serius?" tanya Marisa.
"Kamu akan melindungi saya?"
"Ya! Tentu saja! Saya akan selalu menjadi pelindung kamu."
"Dari apapun?"
"Dari apapun dan siapapun!"
"Terima kasih! Kalau begitu, saya masuk dulu, ya?"
"Iya, sayang!"
Marisa tersenyum dan turun dari mobil Andro. Sampai di dalam kos-annya, Marisa tidak sanggup lagi menahan air matanya. Marisa menangis sesenggukan karena merasa takut dan sedih oleh perlakuan Indra tadi di kediamannya.
Indra begitu sombong dan jahat! Apakah Indra bisa menerima kalau Marisa jadi kekasih Andro? Rasanya tidak mungkin! Manusia jahat itu pasti akan selalu mengganggu ketentraman Marisa sampai Marisa menuruti keinginannya untuk menyerahkan kehormatannya!
__ADS_1
"Tapi Andro bilang dia akan melindungiku dari apapun dan siapapun. Sepertinya aku harus bicara pada Andro kalau Indra suatu saat melecehkanku lagi! Tapi bagaimana kalau mereka sampai ribut hanya gara-gara aku? Mama mereka pasti merasa sedih kalau kedua putranya bertengkar. Tapi kalau aku menolak, Pak Andro pasti akan sedih... Dia serius sekali kepadaku! Kenapa aku menjadi dilema seperti ini? Niat ku untuk PKL di Perdana Enterprise jadi membawa dampak besar dalam kehidupan pribadiku!"
Saat itulah HP Marisa berbunyi. Ada pesan WA masuk dari nomor Indra yang sudah di buka blokirannya oleh Marisa. Dengan mata yang masih sembab, Marisa membaca pesan beruntun yang masuk.
"Mau apa lagi sih orang ini?!" gerutu Marisa.
"Kamu pikir kamu sudah berhasil masuk ke dalam keluarga Perdana?!"
"Tidak akan pernah! Sekali lagi saya katakan tidak akan pernah!"
"Walaupun Mama saya menyukai kamu dan adik saya jatuh cinta setengah mati pada kamu, saya tidak akan pernah menerima kamu sebagai bagian dari keluarga saya!"
"Kamu hanya bisa masuk ke dalam keluarga saya jika kamu mau menemani saya satu malam saja!"
"Hanya satu malam! Kenapa kamu begitu keras kepala?!"
"Kalau kamu tidak bersedia, saya akan pastikan kamu tersiksa sampai mati berdiri!"
Marisa bergidik kesal dan mematikan daya HP nya. Di bantingnya dengan kesal HP itu ke atas ranjang lalu kembali menangis sesenggukan.
"Jahat sekali kamu, Pak Indra! Kamu masih belum puas untuk menghina dan mengganggu saya! Saya ini salah apa!" jerit Marisa sedih.
Sementara itu disaat yang sama, Indra juga sedang berbaring di tempat tidurnya sambil memegang HP nya. Beberapa pesan WA yang dikirim pada Marisa tiba-tiba tidak bisa terkirim.
"Pasti gadis sombong itu mematikan data HP nya!" rutuk Indra kesal.
Malam itu Indra jadi uring-uringan sendiri karena tidak bisa melupakan kecantikan Marisa. Marisa yang manis, Marisa yang memiliki bentuk tubuh indah, Marisa yang menggemaskan dan menggairahkan!
"Saya harus bisa mendapatkan Marisa! Walaupun hanya satu malam saja! Padahal kalau saja dia mau melayani saya, dia akan menyesal pernah menolak keinginan saya! Saya pasti akan merelakan hubungannya dengan Andro dan tidak akan memintanya lagi! Itupun kalau dia tidak ketagihan!" gumam Indra.
Sudah tiga kali Indra memiliki kekasih. Pertama saat di bangku kuliah, kedua saat Indra masih menjadi wakil CEO di Perdana Enterprise di kala Papanya masih hidup, dan ketiga adalah Sofie yang sudah menjadi kekasihnya selama enam bulan ini. Ketiga kekasihnya itu sudah berhasil di bawa ke atas ranjang.
Indra tidak pernah tidur dengan wanita yang bukan kekasihnya. Baru kali ini Indra merasa tertarik dan ingin tidur dengan wanita yang adalah karyawan kantornya, yaitu Marisa. Dan Indra benar-benar merasa penasaran akan bagaimana nikmatnya kalau ia bercinta dengan Marisa.
__ADS_1