My Arrogant CEO

My Arrogant CEO
BAB 71 : Perasaan Cinta


__ADS_3

Beberapa hari setelah acara peringatan tujuh tahun meninggalnya Papa, Indra masih berkutat dengan perasaannya sendiri. Perasaan yang kini sudah tidak bisa di pendam dan di ingkari lagi.


Perasaan cinta, Ya! perasaan cinta pada Marisa yang kini terasa semakin nyata. Perasaan yang rasanya semakin menyiksa karena terpaksa di tahan dan di sembunyikan. Bahkan kalau saja bisa, rasanya Indra ingin berteriak sekencang-kencangnya pada dunia kalau dia sudah jatuh cinta pada Marisa!


Bertemu di kantor dan berada didalam satu ruangan yang sama bersama Marisa selama berjam-jam membuat Indra merasa semakin tersiksa. Melihat bagaimana cantik wajahnya, merdu suaranya, lembut sikapnya.


Andro benar, Marisa adalah seorang gadis yang sempurna dan tidak ada celanya! Kasta nya dari kalangan bawah tidak bisa menyembunyikan ataupun menutupi pesonanya. Benar kata pujangga bahwa sebuah permata tetaplah permata walaupun dia berada didalam kubangan lumpur!


Indra jadi lebih banyak diam, menatap Marisa secara sembunyi-sembunyi, memuji pesonanya dalam hati saja. Semakin hari Indra merasa Marisa terlihat semakin cantik dan ironisnya kecantikan itu adalah milik Andro, adiknya sendiri!


Indra harus sadar dan menerima bahwa Andro lebih pantas mendapatkan Marisa. Andro lebih peka menyadari keindahan Marisa. Andro lebih baik dalam memperlakukan Marisa. Andro juga tidak pernah melukai perasaan Marisa.


Berbeda dengan Indra yang dari awal tidak pernah menghargai Marisa dan memperlakukannya dengan baik. Merasa Marisa adalah gadis miskin yang bisa dibeli dengan uang!


Marisa sendiri merasakan perubahan pada sikap Indra. Apalagi sejak acara di panti asuhan Minggu lalu, Indra lebih pendiam dan menjaga jarak. Indra juga terlihat lebih murung dan tidak bergairah seperti biasanya.


Malahan Kamis ini Indra datang ke kantor sejak pagi hari padahal Marisa tahu kalau Indra ada jadwal fitnes. Marisa juga melihat Indra sedikit pucat, maka Marisa coba bertanya tentang keadaan Indra.


"Selamat pagi, Pak Indra" sapa Marisa.


"Pagi" jawab Indra tanpa menoleh sambil melangkah ke meja kerjanya.


"Bapak sehat?" tanya Marisa hati-hati.


Indra mengerutkan keningnya. "Saya sehat, apa maksud kamu bertanya seperti itu?!"


"Maaf Pak, hari ini Anda tidak pergi fitnes? Wajah Anda juga terlihat sedikit pucat"


"Saya tidak apa-apa! Saya hanya merasa bosan pergi ke tempat fitnes! Lagipula kemarin saya sudah pergi kesana!"


"Maaf sebelumnya, apakah Bapak sedang tidak enak badan? Apa perlu saya antar ke rumah sakit atau dokter?"


"Tidak perlu! Sudah jangan banyak bicara! Saya minta laporan tentang hasil metting kita kemarin! Segera kamu siapkan agar saya bisa segera evaluasi!"


"Baik Pak, sebentar saya siapkan"

__ADS_1


Suasana menjadi hening. Indra menatap Marisa diam-diam. Alangkah cantiknya gadis ini... Benarkah Indra tidak bisa memilikinya? Bukankah apapun yang di inginkan oleh Indra akan selalu jadi miliknya?!


saya tidak sakit Marisa,


saya hanya selalu memikirkan kamu...


Menjelang jam makan siang, Andro datang ke ruang CEO dan mengajak Marisa makan siang. Kejadian yang sama selama beberapa hari ini! Anehnya Indra merasa seolah-olah Andro pamer kemesraan dengan selalu datang ke ruang CEO!


Selanjutnya Andro pergi dengan Marisa. Dengan lengan Andro yang di lingkarkan di pinggang Marisa, seolah menegaskan bahwa Marisa adalah miliknya! Mereka baru akan kembali satu jam kemudian dan selama itu pula Indra menunggu dengan kesal di ruang CEO bahkan kadang sampai lupa pada makan siangnya!


sial! mereka yang pacaran, aku yang panas!


ini tidak bisa dibiarkan!


aku harus bertindak sebelum aku hancur sendirian!


Seharian itu Indra merasa benar-benar sakit, sakit melihat bagaimana kemesraan Andro dan Marisa. Indra merasa dada nya sesak, bahkan untuk sekedar menarik nafas. Jadi ini yang dinamakan perasaan cinta?! Berat dan sangat menyiksa!


Akhirnya satu gagasan muncul di benak Indra, gagasan untuk memisahkan Marisa dengan Andro untuk sementara. Sampai Indra berhasil mengikis dan kalau bisa melupakan perasaan cinta nya pada Marisa!


"Marisa sebentar lagi akan pergi dari perusahaan ini. Dia akan kembali ke kampusnya. Saya berharap hubungannya dengan Andro juga selesai!


"Selama sisa-sisa masa PKL nya disini, saya tidak sanggup melihat Marisa terus bersama Andro! Saya harus membuat Andro pergi untuk sementara, setidaknya selama dua Minggu sampai Marisa pergi dari perusahaan ini.


"Saya yakin selama dua Minggu ini saya akan berhasil melupakan Marisa! Saya akan bisa menguasai perasaan saya! Saya bisa melakukan apa saja, maka tidak sulit rasanya untuk melupakan Marisa!"


Indra pun segera merencanakan kepergian Andro ke Turki selama dua Minggu untuk menjalankan kerjasama proyek dengan sebuah perusahaan pertambangan disana.


Keesokan harinya masalah ini segera di bicarakan di ruang metting bersama para kepala bagian dan juga Andro. Andro merasa heran karena selama ini Indra bersikeras tidak tertarik dengan kerjasama yang pernah di tawarkan oleh pihak perusahaan dari Turki itu.


Andro tidak membicarakan masalah keheranannya itu di ruang metting. Setelah metting selesai, barulah Andro membicarakannya dengan Indra di ruang CEO dimana saat itu ada Marisa juga.


"Kamu bukannya tidak pernah tertarik dengan kerjasama yang di tawarkan Mr Ali?" tanya Andro pada Indra.


"Saya berfikir tidak ada salahnya kalau kita meluaskan bisnis Perdana Enterprise sampai ke timur tengah, bukan?" jawab Indra.

__ADS_1


"Ya rasanya kok mendadak aja, tiba-tiba gitu"


"Kenapa? Kamu tidak bersedia berangkat ke Turki untuk urusan bisnis ini?"


"Bukan begitu, hanya saja saya kan sedang sayang-sayang nya pada Marisa. Saya pasti akan terus merindukannya" Andro melirik mesra pada Marisa yang dibalas kerlingan oleh Marisa.


Indra hanya bisa menghela nafas berat.


sabar... sabar...


"Kamu kan hanya pergi selama dua Minggu. Setelah itu kamu akan bertemu lagi dengan Marisa" kata Indra.


"Berarti saat saya pulang, kamu juga selesai masa PKL disini" kata Andro pada Marisa.


"Iya juga ya... Gak kerasa" kata Marisa.


"Kamu akan kembali kuliah dan sibuk dengan urusan kampus"


"Iya, memangnya kenapa?"


"Kamu tidak akan meninggalkan saya, bukan? Kamu akan tetap bersama saya? Saya akan mengunjungi kamu setiap hari!" Andro mulai merajuk.


Marisa tersenyum. "Tentu saja, aku tidak akan melupakan kamu! Aku akan tetap bersama kamu"


"Janji, ya?!"


"Ya, aku janji"


Indra jadi kesal melihat bagaimana kemesraan Andro dan Marisa! Indra mendengus dan berkata, "Cukup! Ini kantor! Bukan tempat pacaran! Kenapa kalian berdua jadi lebay dan menjijikkan seperti itu! Kamu berangkat saja dengan tenang, Dro! Kalau kamu berhasil mendapatkan tender proyek ini, sepulangnya kamu dari Turki, kita lamar Marisa. Agar kamu tidak perlu takut kehilangan dia lagi!"


"Wah!" mata Andro berbinar. "Kamu serius, Dra?!"


"Kapan saya pernah bercanda?!" Indra menaikkan sebelah alisnya.


"Kalau begitu saya akan berangkat ke Turki dan mendapatkan tender besar untuk Perdana Enterprise!" kata Andro semangat!

__ADS_1


__ADS_2