
Pagi itu Andro menemui Henry di ruang kerja nya. Henry agak kaget juga saat melihat Andro muncul di ruangannya dengan senyum tipis yang terkesan dingin.
"Selamat pagi, Pak Andro Perdana" sapa Henry.
"Selamat pagi, Pak Henry Adiputra" balas Andro.
"Apakah Anda ada keperluan dengan Pak Tio? Apakah Anda sudah membuat janji dengan beliau? Saya rasa tidak ada jadwal perusahaan Anda metting dengan Pak Tio pagi ini"
"Saya memang sedang tidak ada agenda dengan Pak Tio. Saya justru sudah meminta izin kepada beliau untuk bicara langsung dengan Anda"
"Bicara dengan saya? Tentang apa?"
"Tentang apa yang sudah Anda lakukan kepada kakak saya, Indra Perdana"
Wajah Henry betina tegang, bahkan setelah itu Henry mengeluarkan suara batuk yang jelas di buat-buat. "Apa yang telah saya lakukan kepada Pak Indra?" tanyanya berusaha santai.
"Saya sudah mengetahui dari Pak Tio bahwa Anda yang berinisiatif untuk mengirim tiga wanita penghibur kepada kakak saya! Tahukah anda kalau karena masalah itu Indra dan Marisa bertengkar?! Bukannya tidak mungkin kalau Anda juga yang menghubungi Marisa agar datang ke apartemen itu!" tutur Andro dengan suara tenang dan berwibawa.
"Memang saya yang berinisiatif untuk mengirimkan tiga wanita yang kepada Pak Indra. Tapi saya tidak pernah menghubungi Marisa agar dia datang kesana! Saya kan sudah bilang, saya sudah lose contacts dengan Marisa" Henry pura-pura tidak tahu dan pasang wajah tanpa dosa.
"Oke, anggap saja bukan Anda yang menghubungi Marisa. Tapi saat ini Indra marah besar kepada Pak Tio karena Indra tidak menyukai sama sekali tiga wanita yang di kirimkan untuk nya itu! Indra ingin memutuskan hubungan kerjasama dengan perusahaan asuransi Pak Tio, dan Anda tahu akibatnya? Orang pertama yang akan Pak Tio salahkan dalam masalah ini adalah Anda sendiri!"
Kali ini wajah Henry benar-benar berubah pucat! "Saya tidak bermaksud untuk membuat Pak Indra marah. Saya justru ingin membuat nya senang! Setahu saya Pak Indra itu adalah seorang pria yang sangat menyukai wanita cantik! Buktinya dia jatuh cinta kepada asisten pribadinya, Marisa!"
"Indra memang menyukai wanita cantik, tapi dia tidak sembarangan mau berhubungan dengan wanita tidak jelas! Apalagi dia sudah memiliki tunangan secantik Marisa!"
"Ya ya ya! Saya tahu Marisa memang sangat cantik dan saya juga sangat menyukainya! Sama hal nya seperti Anda bukan?!"
__ADS_1
Andro tidak menjawab.
"Baiklah, Pak Andro. Saya mengaku bersalah karena telah mengirimkan tiga wanita itu untuk Pak Indra. Saya minta maaf. Saya mohon kepada Anda agar bisa membujuk Pak Indra agar jangan sampai memutuskan hubungan kerjasama dengan perusahaan ini" akhirnya Henry mengaku bersalah dan meminta maaf kepada Andro.
"Saya sudah memikirkan masalah itu. Saya juga tidak mau hubungan kerjasama antar perusahaan jadi terputus hanya karena masalah pribadi"
"Apakah Anda bisa membantu?"
"Saya sudah bicara kepada Indra untuk tidak memperpanjang masalah ini. Saya juga membujuknya agar tidak memutuskan hubungan kerjasama dengan perusahaan ini"
"Apa kata Pak Indra?!" Henry bertambah banyak penuh harap.
"Dia bersedia untuk melupakan masalah ini dengan syarat asalkan saya bisa membantu nya untuk menyelesaikan masalah nya dengan Marisa dan menyatukan mereka kembali"
"Ah" Henry mengeluarkan suara tertahan karena bisa membayangkan betapa berat nya untuk Andro karena harus menyatukan Indra dengan Marisa yang sangat ia cintai.
Andro mengangguk. "Ya, mereka sudah berbaikan lagi sekarang"
"Luar biasa! Anda memiliki hati yang sangat luas!" ucap Henry penuh kekaguman.
"Lalu apakah saya harus membalas dendam kepada orang yang telah menyakiti hati saya? Apakah dengan membalas dendam maka semua masalah akan terselesaikan?! Tidak juga, bukan?! Adalah lebih baik kita memaafkan orang lain yang telah menyakiti hati kita" kata Andro seraya menaikkan sebelah alisnya.
"Saya minta maaf, saya tahu maksud perkataan Anda" kata Henry tersindir.
"Untuk kali ini Anda selamat. Anda tidak akan di berhentikan dari pekerjaan Anda di perusahaan ini. Saya sudah bicara dengan Pak Tio untuk mempertahankan Anda walaupun sebenarnya dia sudah punya niat seperti itu"
Henry hanya bisa menundukkan kepalanya.
__ADS_1
"Saya harap Anda mau memikirkan masalah ini dengan baik. Mulai saat ini Anda jangan pernah lagi mengganggu hubungan antara Marisa dengan Indra. Lupakan semua dendam Anda kepada Indra selama ini. Saya tahu kakak saya pernah melakukan kesalahan besar kepada Anda. Karena itulah sekarang saya menolong Anda agar Anda tidak kehilangan pekerjaan Anda lagi"
"Iya, Pak Andro. Saya tidak bisa kehilangan pekerjaan ini... Saya punya kewajiban untuk menghidupi keluarga saya... Saya minta maaf..."
"Saya sudah memaafkan Anda, dan saya juga ingin meminta maaf atas nama kakak saya"
Henry benar-benar merasa terharu dengan pengorbanan Andro. Seorang adik yang telah rela untuk kebahagiaan kakak nya.
"Saya kagum dengan cara Anda memperlakukan kakak Anda, Pak Andro" kata Henry.
"Karena Indra adalah kakak saya dan selamanya akan tetap seperti itu"
"Luar biasa! Kenapa bukan anda yang mendapatkan Marisa! Anda lebih baik daripada Indra dari segi manapun!"
Andro hanya bisa tersenyum pahit dan menepuk pundak Henry. "Saya tidak seberuntung Indra dalam hal itu... Kalau begitu saya pamit dulu. Semoga dengan adanya hal ini Anda akan bisa meniti karir Anda dengan lebih baik lagi! Saya doakan Anda bisa menjadi orang sukses!"
"Amin... Pak Andro, saya juga berharap setelah ini Anda akan bisa mendapatkan wanita yang lebih baik dari Marisa dan khusus di kirimkan oleh Allah SWT untuk Anda!"
"Amin... Terima kasih banyak atas doa nya"
"Saya juga berterima kasih kepada Anda atas pertolongan Anda kepada saya. Kalau tidak ada Anda, pasti sekarang saya sudah kehilangan pekerjaan saya lagi"
"Sama-sama"
Andro pun meninggalkan perusahaan itu dengan hati yang tenang. Kini sudah selesai masalah antara Indra, Marisa dan Henry. Semoga setelah ini tidak akan ada lagi masalah yang bisa memisahkan Marisa dan Indra karena sebentar lagi Marisa akan lulus kuliah dan itu artinya semakin dekat dengan tanggal pernikahan dengan Indra.
Dua bulan kemudian Marisa pun meraih gelar sarjana nya. Indra yang mendampingi Marisa saat wisuda bersama dengan keluarga Marisa yang datang dari Bogor. Selanjutnya Indra pun merayakan hari wisuda Marisa dengan makan malam super mewah bersama dengan keluarga Marisa dan juga Mama Renata. Indra juga turut mengajak Andro tapi Andro menolaknya dengan alasan ada urusan penting di luar negri.
__ADS_1
Andro pergi ke Italia, memisahkan diri dari keluarga nya yang sedang merayakan hari wisuda Marisa bersama dengan keluarganya. Tidak mungkin Andro sanggup berada di tengah-tengah mereka. Melihat bagaimana akrabnya Indra dengan Marisa dan keluarganya.