My Arrogant CEO

My Arrogant CEO
BAB 219 : Keperkasaan Seorang Indra Perdana


__ADS_3

Melati benar-benar tidak mengerti dengan apa yang terjadi antara dia dengan Indra. Semuanya terasa begitu nikmat dan sangat memabukkan! Indra Perdana benar-benar adalah seorang pria sejati yang di impikan setiap wanita!


Seperti yang tadi siang terjadi di atas meja kerja Melati. Hanya dengan menggunakan jari-jarinya saja Indra sudah berhasil membuat Melati terkapar lemas bersimbah peluh dan kenikmatan! Satu hal yang baru Melati tahu kalau ternyata dengan gerakan jari-jarinya saja, seorang pria sejati bisa membuat seorang wanita terpuaskan!


Melati jadi bimbang dengan apa yang harus dia lakukan selanjutnya. Meneruskan hubungan dengan Indra, atau melepaskannya? Kalau di teruskan, lambat laun pasti Melati akan semakin jatuh kedalam jeratan nafsu Sang CEO, karena Melati tahu persis kalau apa yang Indra lakukan kepadanya hanyalah sebatas nafsu! Bukan cinta seperti kepada Marisa.


Sementara kalau di lepaskan, Melati merasa tidak sanggup untuk menjauhi Indra apalagi dia masih bekerja di Perdana Enterprise. Lagipula Melati masih memiliki satu tujuan utama yang membuat dia bertahan dalam pekerjaan nya. Sebenarnya dari awal bekerja di Perdana Enterprise pun, Melati sudah memiliki satu tujuan utama selain mendapatkan uang.


Melati berbaring sendiri malam itu di atas ranjang nya. Pikirannya masih terus tertuju pada Indra dan apa yang telah terjadi di antara mereka siang tadi di ruangan CEO. Tanpa sadar Melati mendesah lirih karena teringat bagaimana cara Indra mempermainkan bagian bawah tubuhnya yang paling sensitif.


Indra begitu lihai dalam mengolah bagian tersebut. Sampai-sampai Melati bisa mencapai puncak kenikmatan tanpa adanya pertemuan dua alat kelamin mereka. Padahal Indra tidak memasukan semua jari-jarinya kedalam bagian tubuh Melati karena khawatir merusak kegadisan Melati.


Tanpa Indra tahu kalau sebenarnya Melati sudah cukup berpengalaman dalam hal urusan ranjang walaupun tidak seluas pengalaman Indra. Melati sudah beberapa kali melakukan hubungan badan dengan kekasihnya yang berada di luar kota.


Tapi untuk saat ini Melati tidak perduli dengan kekasihnya! Bahkan Melati sudah beberapa hari tidak melayani video call maupun panggilan telepon dari kekasihnya itu. Melati sedang suka-sukanya kepada Indra dan tidak bisa memikirkan hal lain selain percintaan terlarang nya dengan Indra.


"Pak Indra tenyata begitu hebat dan jantan! Aku benar-benar mabuk kepayang di buatnya! Bagaimana cara nya agar aku tidak terlalu jauh terjerat kedalam pesona nya?! Aku tidak tahan untuk tidak menikmati permainan dan sentuhannya! Aku sangat menikmati setiap apa yang dia lakukan kepadaku setiap harinya! Aku tidak perduli kalau pada akhirnya antara aku dan dia tidak akan pernah bisa saling memiliki!


Bagaimana kalau akhirnya aku jatuh cinta pada Pak Indra?! Bagaimana jika aku tidak bisa melepaskan diri dan bahkan semakin tergila-gila padanya?! Bahkan saat ini saja aku sangat ingin merasakan lagi apa yang kami lakukan tadi siang di ruangan CEO! Aku ketagihan dengan permainan Pak Indra Perdana!"


Melati meraba bagian bawah tubuhnya yang mendadak terasa panas dan basah! Melati melakukan seperti apa yang Indra lakukan tadi siang padanya. Dengan mata terpejam dan bibir terus merintih seolah Melati sedang mengulang kembali apa yang terjadi antara dia dengan Indra!

__ADS_1


"Ah... Pak Indra... Aku tidak tahan...! Terus, Pak...! Terus...! Nikmat sekali, Pak..." desah Melati sendirian!


Tapi tentu saja rasanya tidak senikmat seperti apa yang terjadi tadi siang! Melati mengeluh sendiri karena merasa tidak puas dengan apa yang dia lakukan sendiri!


"Sial! Aku tidak tahan lagi! Aku ingin Pak Indra kembali mengacak-acak milik ku! Bahkan aku ingin sekali merasakan bagaimana nikmatnya kalau Pak Indra melakukan hal itu dengan miliknya yang pasti sangat besar dan kuat...


Baru jari-jari tangannya saja sudah bisa membuat aku kewalahan! Apalagi kalau sampai senjatanya yang menembus kedalam milik ku?! Ah...! Pasti luar biasa nikmatnya...!


Kapan aku bisa merasakan keperkasaan seorang Indra Perdana?! Aku tidak mungkin memintanya karena Indra mengira aku adalah seorang gadis perawan! Padahal aku sudah tidak tahan lagi ingin menyerahkan tubuh ku untuk di nikmatinya!


Aku ingin merasakan bagaimana nikmatnya menjadi seorang Marisa! Sial! Pasti malam ini Marisa sedang merintih-rintih menahan kenikmatan saat Indra menghujamkan senjata nya kedalam milik Marisa! Aku yakin pasti sekarang Indra sedang menggauli Marisa karena tadi siang tidak melakukannya kepada ku!" Melati jadi panas hati saat mengingat kalau Indra saat ini pasti sedang bercinta dengan Marisa!


Kenikmatan tubuh Marisa tidak ada duanya bagi Indra. Bahkan setelah melahirkan Baby Syailendra, tubuh Marisa justru terasa semakin nikmat untuk Indra! Jika ada satu kekurangan dari Marisa hanyalah karena dia tidak bisa memberikan buah dadanya untuk di nikmati oleh Indra karena masih menyusui bayinya.


"Ah... Marisa, Sayang...! Milik kamu nikmat nya luar biasa...!" desah Indra yang tidak henti menghujamkan senjata nya kedalam milik Marisa yang malam itu sudah di hampir satu jam di nikmati nya!


Marisa sendiri sudah mencapai puncak kenikmatan nya tapi tetap berusaha untuk melayani Indra dengan penuh gairah. Marisa memutar pinggulnya dengan lihai hingga membuat Indra semakin tidak tahan!


"Engh... Indra... Auh... Gimana rasanya?" bisik Marisa diantara rintihannya.


"Ugh...! Marisa! Nikmat, Sayang...! Argh...!" Indra mengerang keras dan semakin bernafsu untuk menghajar bagian bawah tubuh Marisa!

__ADS_1


Marisa memekik histeris karena tidak tahan dengan hujaman senjata Indra dan akhirnya malah dia sendiri yang sampai ke puncak kenikmatan untuk kedua kalinya!


"Ah... Indra... Aku gak tahan lagi...! Arkh.....!!!!!"


Indra menghujamkan senjata nya dalam-dalam pada milik Marisa hingga membuat mata Marisa mendelik ke atas dan tinggal menyisakan bagian putih nya saja!


"Sudah menyerah, Sayang?!" tanya Indra dengan nada suara bangga karena bisa menaklukkan Marisa!


"Aku gak kuat lagi, Dra...! Udah...! Ngilu..." rintih Marisa lemah...


Indra malah kembali menggerakkan pinggulnya maju mundur sehingga membuat Marisa mendesis-desis seperti kepedasan!


"Sh... Hah... Sh... Hah...! Ndra... Ndra... Aduh... Aduh...!"


"Sebentar, Sayang! Saya sudah hampir sampai!" Indra bergerak liar dengan kecepatan gila-gilaan mengacak-acak tubuh Marisa yang sudah tidak bertenaga lagi!


"Ah...! Gak kuat lagi...! Auh! Perih Dra!"


Justru hal ini yang paling di sukai oleh Indra! Saat dimana Marisa sudah tidak berdaya, saat itulah Indra melepaskan kenikmatannya pada tubuh Marisa!


Di iringi dengan satu hentakan keras dan erangan kenikmatan, Indra melepaskan kepuasan nya didalam tubuh Marisa!

__ADS_1


__ADS_2