My Arrogant CEO

My Arrogant CEO
BAB 69 : Minggu Pagi Itu


__ADS_3

Malam Minggu itu Andro mengunjungi Marisa dan minta agar gadis itu mengantarnya ke sebuah pusat perbelanjaan untuk membeli merchandise yang akan di bagikan besok pada anak-anak di panti asuhan.


Marisa dengan senang hati mengantar Andro. Marisa membantu memilihkan buku Yasin kecil dan jilbab untuk anak perempuan dan sarung untuk anak laki-laki.


"Kenapa Mama gak ikut kita beli merchandise?" tanya Marisa saat mereka pulang dari pusat perbelanjaan dimana mereka membeli merchandise.


"Mama ke katering. Pesan makanan buat besok, sama Sofie. Makanya kita yang cari merchandise" jawab Andro.


"Oh..." Marisa ber-oh panjang.


Mereka pulang sekitar jam sembilan malam dan Andro juga tidak berlama-lama di kosan Marisa. Selesai ngopi bareng Gery, Andro pun berpamitan.


"Besok saya jemput kamu jam delapan pagi" kata Andro.


"Oke" kata Marisa.


"Selamat malam, Sayang" bisik Andro.


"Selamat malam juga" balas Marisa.


"Sayang nya mana?" Andro merajuk.


"Kamu kok jadi mnaja?"


"Gak tahu, efek jatuh cinta kayaknya"


Marisa jadi tersenyum mendengar kata-kata Andro.


"Ya udah, kalau kamu gak mau bilang Sayang, aku pulang sekarang" kata Andro lalu bersiap masuk kedalam mobilnya.


Marisa meraih lengan Andro hingga pria tampan itu kembali menoleh. "Ada apa?" tanyanya.


"Selamat malam, Sayang" bisik Marisa.


Senyum Andro langsung cerah secerah mentari! Di peluknya Marisa erat-erat dan di kecupnya kening gadis itu.


"Saya tahu, Marisa. Kamu pasti akan bilang Sayang pada saya!" kata Andro.


"Iya. Aku sayang kamu" kata Marisa.


"Saya juga. Sekarang saya pulang dulu"


"Ya, hati-hati ya"


Andro masuk kedalam mobilnya dan pergi di sertai lambaian tangan Marisa. Marisa baru masuk kedalam rumah nya saat mobil Andro sudah hilang di belokan.

__ADS_1


Sampai didalam rumah, Gery tampak masih ada di ruang tamu sambil makan kacang.


"Kamu gak pulang?" tanya Marisa.


"Sayang, kacang dua kelinci nya masih banyak!" jawab Gery.


"Ya Allah, habiskan aja. Aku mau shalat isya dulu" Marisa hendak pergi ke toilet yang terletak di samping dapur saat tiba-tiba Gery memanggilnya.


"Tunggu sebentar, Mar! Aku ada yang mau di bicarakan"


"Ada apa?" Marisa penasaran dan duduk di samping Gery, di atas tikar yang ada di ruang tamu kecil itu.


"Kamu ada hutang penjelasan sama aku!"


"Penjelasan apa?"


"Tentang Pak Indra dan Pak Andro. Aku bingung, Mar! Waktu kamu sakit, Pak Indra yang heboh jagain kamu! Sampai gak masuk kantor segala! Sampai hampir botak kepala ku mencari alasan untuk Pak Nino! Uh! Kalau kamu tahu bagaimana kepo nya seorang Pak Nino itu! Dia mau tahu bangettttt! Gak henti-hentinya dia mancing-mancing aku supaya ngasih tahu kamu dan Pak Indra kemana!


Nah sekarang! Aku lihat kamu juga mesra sama Pak Andro! Terus sebenarnya pacar kamu itu yang mana?! Siapa?! Ada hubungan apa kamu sama dua CEO kakak beradik itu?!" Gery berapi-api!


"Aku gak ada hubungan sama Pak Indra! Cuma aku memang lagi dekat sama Pak Andro!" kata Marisa.


"Kok Pak Indra sebegitunya?!" Gery masih berapi-api.


"Mana aku tahu!" Marisa angkat bahunya.


"Iya, aku tahu. Lagipula Pak Indra kan juga udah tunangan"


"Tuh! Apalagi gitu! Kamu jangan coba-coba jadi pelakor! Kalau kamu rebut tunangan orang, aku gak mau jadi sahabat kamu lagi!"


"Iya, aku tahu"


"Pak Andro udah baik banget, Mar! Dia itu sempurna dan gak bercela! Beda banget sama kakaknya! Aku yakin kalau Pak Indra deketin kamu juga bukan dengan niat tulus! Dia cuma mau main-mainin kamu!"


"Iya..." Marisa menghela nafas panjang.


"kamu benar, Gery. Pak Indra tidak mencintai aku! dia hanya menginginkan cinta semalam dengan ku!" batin Marisa.


*****


Minggu pagi sesuai janjinya, Andro menjemput Marisa di kos-an nya untuk mengajak gadis itu ke panti asuhan untuk acara peringatan tujuh tahun meninggalnya Papa Andro.


Andro berpakaian rapi dengan celana panjang hitam dan kemeja pendek motif batik. Marisa diam-diam mengakui kalau pria di hadapannya ini sangat manis!


Begitu juga Andro, alangkah terpesonanya Andro saat datang ke kosan Marisa dan melihat bagaimana gadis itu telah berdandan dan siap untuk berangkat. Andro sampai terbengong-bengong.

__ADS_1


Marisa sangat berbeda pagi ini. Marisa mengenakan pakaian muslim yang menutupi auratnya. Gamis panjang berwarna pastel di padukan dengan jilbab segitiga senada. Riasan wajahnya juga tipis-tipis saja tapi malah semakin menambah keanggunannya!


"Kenapa bengong?" tanya Marisa sambil melambaikan tangan di depan wajah Andro.


Andro mengerjapkan matanya. "Maaf, abisnya kamu cantik banget!"


"Makasih"


"Saya jadi pangling. Kamu cocok pakai baju muslim seperti ini, Marisa"


"Insya Allah bisa secepatnya aku Istiqomah menutup aurat"


"Amin, biar cuma saya yang bisa lihat kamu dengan dandanan terbuka, kalau kamu sudah saya halalkan"


Marisa hanya tersenyum.


"Ya udah, kita berangkat sekarang yuk! Mama juga pasti udah nungguin" kata Andro.


"Oke" kata Marisa seraya mengunci pintu rumahnya.


Marisa pun berangkat bersama Andro menuju rumah Andro. Sampai disana, Mama tampak sedang mempersiapkan merchandise yang kemarin di beli Marisa dan Andro untuk di bawa ke panti asuhan. Semua merchandise itu di masukan kedalam mobil Mama oleh supir pribadinya.


Mama senang sekali melihat Marisa datang bersama Andro. Mama langsung memeluk Marisa dan memuji kecantikannya.


"Marisa Sayang! Subhanallah! Kamu cantik sekali! Andro memang tidak salah pilih wanita!" kata Mama.


"Mama bisa aja" kata Marisa.


"Beneran lho! Kamu cantik sekali!" Mama membelai pipi Marisa dengan lembut. "Oh ya, Mama juga mau bilang makasih karena kemarin kamu udah nganterin Andro cari merchandise buat anak-anak panti"


"Iya, Ma. Sama-sama"


"Kita berangkat sekarang aja?" tanya Andro.


"Iya, semua barang-barang juga udah di masukin kedalam mobil. Kalau makanan nanti di antar langsung ke panti sama pihak katering" kata Mama.


"Ya udah. Ayo Sayang, kita berangkat" kata Andro pada Marisa.


"Pak Indra mana? Apa dia gak ikut?" tanya Marisa.


"Indra gak pernah ikut ke panti, katanya dia kan yang selama ini sibuk cari duit. Jadi dia gak ada waktu buat ke panti" jawab Andro.


"Iya, Indra itu selalu sibuk sama kerjaannya" kata Mama.


Saat itulah tiba-tiba Indra muncul dengan setelan casual. Celana jeans biru, kaos warna hitam dan di padukan dengan jaket Hoodie warna biru cerah.

__ADS_1


"Kata siapa saya gak ikut?! Saya juga akan menghadiri peringatan tujuh tahun meninggalnya Papa" kata Indra dan matanya pun bertatapan dengan Marisa.


__ADS_2