
Andro menghela nafas panjang. Kenapa Marisa harus menelepon nya?! Bukankah semenjak menikah dengan Indra, Marisa nyaris tidak pernah menghubungi Andro walaupun itu hanya sekedar menanyakan kabar?!
Ternyata Marisa menelepon untuk mengabarkan bahwa Mama sedang sakit dan meminta Andro untuk pulang ke Indonesia. Hanya satu telepon singkat. Tapi efeknya sangat luar biasa untuk hati Andro!
Andro jadi kembali ingat Marisa, mengingat semuanya tentang Marisa. Andro bahkan langsung merasa rindu pada Marisa... Marisa yang selama tiga bulan ini selalu coba untuk di lupakan dan sepertinya Andro nyaris berhasil. Andro sudah mulai bisa tidur nyenyak, makan banyak, berpikir tenang.
Tapi semua itu seketika lenyap hanya karena Andro mendengar suara Marisa lewat sambungan telepon! Hanya karena sebuah telepon, usaha keras Andro selama tiga bulan untuk melupakan Marisa langsung gagal total!
"Bagaimanapun juga saya harus pulang untuk menemui Mama yang sedang sakit. Walaupun nanti saya akan bertemu dengan Marisa dan tinggal satu atap dengan nya. Melihat kemesraan Marisa bersama Indra. Menahan rasa sakit yang belum sembuh juga!"
"Marisa... Saya sudah mencoba untuk melupakan kamu mati-matian! Tapi yang ada saya rasa sakit ini seolah membuat saya mati sungguhan!"
"Kalau saja ada obat yang bisa saya minum untuk bisa melupakan kamu dan menghilangkan rasa cinta dan sakit ini, saya akan membeli obat itu berapapun harganya!"
Andro pun memutuskan untuk pulang ke Indonesia. Malam itu Andro langsung memesan tiket pesawat dengan jadwal penerbangan paling awal dan segera menyiapkan semua keperluan lainnya.
Keesokan paginya Andro sudah berada dalam pesawat menuju Indonesia.
"Mam... Tunggu Andro, ya. Andro segera pulang ke rumah dan menemui Mama..."
Andro pun sampai di bandara pada pukul 12 siang dan langsung menuju ke rumah dengan menaiki taksi online. Begitu sampai di rumah, Andro segera menuju kamar Mama. Di buka nya pintu kamar Mama dan Andro mendapati Mama yang sedang tertidur di atas ranjangnya.
Sesaat nafas Andro tercekat! Bukan karena melihat Mama yang sedang tertidur, tapi karena melihat seseorang yang sedang menunaikan shalat Dzuhur di samping tempat tidur Mama.
Marisa yang saat itu baru selesai menunaikan shalat Dzuhur, langsung mengarahkan tatapannya ke arah pintu yang terbuka dan menyebabkan mata nya bertemu dengan mata Andro.
"Hai, Andro. Assalamu'alaikum" sapa Marisa dengan senyuman yang langsung meruntuhkan seluruh hati Andro.
"Wa'alaikum salam, Marisa" balas Andro salah tingkah. "Bagaimana keadaan Mama?"
"Mama baru saja tidur. Keadaannya sudah membaik dan sudah aku beri obat juga" kata Marisa sambil merapikan alat-alat shalat nya.
"Alhamdulillah, syukurlah kalau Mama sudah membaik. Saya khawatir sekali dari kemarin!"
"Aku juga khawatir. Aku gak kemana-mana dari kemarin. Aku juga bobo disini semalam. Indra kan sedang ke Surabaya"
__ADS_1
"Oh, Indra sedang tidak ada di rumah?"
"Iya, tadinya aku mau ikut ke Surabaya. Tapi kan Mama sakit, jadi aku jaga Mama aja"
"Makasih ya, Mar. Kamu sudah menjaga dan merawat Mama dengan baik"
"Iya kan kewajiban aku juga. Oh ya apa kamu sudah makan?"
"Belum, dari bandara aku langsung kesini"
"Kalau begitu aku siapkan makan ya?"
"Kamu sendiri sudah makan?"
"Belum. Aku shalat dulu tadi"
"Kalau begitu kita makan bersama yuk?! Eh!" Andro seketika tersadar, apakah masih boleh mengajak Marisa untuk makan bersama? "Maaf, saya mungkin salah bicara"
Tapi Marisa tidak menolak, malahan mengangguk dan berkata "Oke, kita makan bareng aja. Mumpung Mama tidur"
Marisa yang merasa kalau Andro tidak mengikuti langkahnya, merasa heran dan kembali ke kamar Mama. Disana Marisa melihat bagaimana Andro masih diam mematung.
"Andro, hey! Bukankah kita akan makan bersama?" tanya Marisa.
"Hah?!" Andro kaget sekali karena memang sedang melamun! "Ya Allah! Maaf, Mar. Saya kecapean kayaknya. Kamu bilang apa tadi?" tanya Andro gelagapan.
"Kita makan bersama" jawab Marisa.
"Oh, iya! Oke!" kata Andro seraya memamerkan senyum palsu nya. "Kamu duluan, saya menyusul di belakang"
Andro pun dengan terpaksa harus ikut ke ruang makan untuk makan bersama Marisa. Bukan karena tidak lapar, tapi karena hal ini malah semakin membuat Andro gagal move on dari Marisa!
Apalagi saat ini mereka makan satu meja dan Marisa dengan telaten menyiapkan makanan untuk Andro. Andro lagi-lagi terbawa perasaan padahal Marisa melakukan semua itu karena dia merasa memang harus menyiapkan makanan untuk Andro.
"Begitu mendengar kalau kamu mau pulang, aku segera masak buat menyambut kedatangan kamu. Kamu kan selama ini pasti selalu makan makanan barat, jadi aku masakin makanan Indonesia" kata Marisa.
__ADS_1
Andro melihat hidangan yang tersaji di atas meja makan yang langsung membuat liur nya menetes. Ada sayur asem, tempe dan tahu goreng, sambal terasi goreng, ikan asin dan juga emping! Mantap!
"Apa kamu gak repot masak sebanyak ini?" tanya Andro.
"Aku sudah biasa masak kok" jawab Marisa.
"Kamu sering masak ya selama tiga bulan ini?" tanya Andro lagi.
"Iya, kalau gak ke kantor aku pasti masakin Mama dan Indra. Ayo sekarang kamu yang coba masakan aku"
Mereka pun mulai makan.
"Wah, ini lezat sekali!" seru Andro dan kembali memasukkan satu suapan ke mulut nya.
"Pasti kamu kangen makanan Indonesia" kata Marisa.
"Enggak kok, Mar. Ini memang benar lezat! Beruntung sekali Indra punya istri seperti kamu. Sudah cantik, baik hati, pintar masak juga! Eh! Apakah saya salah bicara?!"
"Ah biasa aja"
Andro tidak melanjutkan kata-katanya. Tapi dalam hati dia berkata. "Saya berkata jujur, Marisa. Indra adalah seorang pria yang paling beruntung karena bisa memiliki kamu..."
Selama makan, mata Andro sering sekali melihat ke arah Marisa yang tampak tidak menyadari dan asyik makan. Marisa yang tidak pernah berubah. Tetap cantik, menarik dan suka makan.
"Kamu sekarang gemukan ya, Mar" kata Andro tiba-tiba.
Marisa menatap Andro dan melihat ke arah tubuhnya sendiri. "Ya sepertinya memang seperti itu, hahahaha"
"Kamu bahagia sekali ya menikah dengan Indra? Eh! Maaf, saya salah bicara lagi!"
"Gak apa-apa, kok. Aku memang bahagia menikah dengan Indra"
Hati Andro serasa sakit! Luka lama yang terasa berdarah kembali! Tentu saja Marisa bahagia menikah dengan Indra karena Indra adalah pria pilihan nya! Pria yang di cintai nya!
"Ya Allah... Kenapa masih saja terasa sakit begini?! Apakah tidak ada cara untuk bisa mengurangi perasaan ini? Saya lelah ya Allah..." Andro meratap didalam hatinya...
__ADS_1