My Arrogant CEO

My Arrogant CEO
BAB 163 : Pertunangan Marisa


__ADS_3

Pukul 7 malam, tibalah saatnya pertunangan Marisa dengan Indra. Ruangan pertunangan mereka yang mewah dan elegan sudah di penuhi para tamu undangan yang berkesempatan untuk menyaksikan langsung acara pertunangan yang indah itu.


Di pandu oleh seorang host kenamaan, pertunangan itu pun resmi di gelar. Indra berlutut di hadapan Marisa dengan kotak cincin dan meminta Marisa untuk bersedia menjadi calon istrinya.


"Marisa Larasati, saya Indra Perdana dengan ini meminta kamu untuk bersedia untuk menjadi calon istri saya. Saya mohon dengan sangat agar kamu bisa menerima pertunangan ini dan menjaga hati dan raga kamu untuk saya hingga tiba saatnya hari pernikahan kita..." kata Indra yang di jawab langsung oleh Marisa.


"Saya Marisa Larasati, menerima kamu Indra Perdana sebagai calon suami saya dan saya siap menjaga hati dan raga saya sampai tiba saatnya hari pernikahan kita..." Marisa menerima lamaran Indra dengan mata yang berkaca-kaca.


Tepuk tangan pun riuh terdengar dari semua tamu undangan.


"Terima kasih, Sayang. I love you..." Indra berdiri dari berlututnya dan memasangkan cincin di jari manis tangan kiri Marisa.


"I love you to" selanjutnya Marisa yang memasangkan cincin di jari manis tangan kiri Indra.


Indra menjatuhkan ciuman mesra di kening dan kedua pipi Marisa yang di balas Marisa dengan mencium tangan Indra.


Selanjutnya Mama Indra memasangkan kalung di leher Marisa dan memeluknya erat. "Terima kasih, Sayang. Kamu mau menerima Indra sebagai calon suami kamu. Mama harap kamu mau mencintai dan menerima Indra dengan apa adanya. Sabar dan sayang sama Indra. Mama sekarang sudah lega karena Indra sudah menemukan cinta sejatinya" tutur Mama.


"Marisa juga berterima kasih karena Mama mau menerima Marisa untuk jadi calon istri dari Indra. Marisa janji akan selalu sayang dan sabar juga menerima Indra dengan apa adanya" kata Marisa.


Ayah Marisa juga memeluk Indra dan menitipkan Marisa kepada calon menantunya itu.


"Nak Indra, Ayah titip Marisa ya? Jaga dan sayangilah Marisa dengan sepenuh hati. Jangan pernah kecewakan Marisa dan selalu bimbing Marisa agar bisa menjadi calon istri yang baik" tutur Ayah.


"Iya Ayah. Saya berjanji untuk selalu menyayangi Marisa dan tidak akan mengecewakannya. Saya juga akan menjadikan Marisa sebagai satu-satunya cinta dalam hati saya" kata Indra.


Acara di lanjutkan dengan makan-makan prasmanan yang di sediakan untuk para tamu. Sementara Indra dan Marisa berdansa di iringi dengan musik jazz yang romantis.

__ADS_1


Indra menatap Marisa dengan lembut dan penuh perasaan cinta. Senyum kemenangan tidak lepas dari bibirnya. Marisa Larasati yang begitu Indra inginkan kini sudah resmi menjadi tunangannya. Tinggal selangkah lagi dan Marisa akan menjadi istrinya! Indra tidak sabar rasanya menunggu hal itu terjadi.


"Saya sangat mencintai kamu, Marisa. Saya tidak akan pernah melepaskan kamu! Apapun yang terjadi kamu akan saya pertahankan!" bisik Indra saat mereka berdansa.


"Saya juga mencintai kamu, Dra" Marisa balas berbisik.


Saat semua sibuk dengan kegembiraan yang ada, Andro malah sendiri di sudut ruangan dengan hati yang hancur menyaksikan kebahagiaan Marisa dan Indra. Tidak pernah terbayangkan oleh Andro kalau harus menyaksikan kakak kandungnya memasangkan cincin pertunangan di jari gadis yang sangat di cintai nya.


Bukan hanya Andro, seseorang juga tampak memperhatikan Marisa dengan tatapan mata sedih dan tidak percaya. Seorang pria muda berwajah tampan yang usianya kurang lebih sama dengan Andro.


Henry Adiputra!


Dialah yang saat itu menatap Marisa di salah satu sudut ruangan dengan pandangan sedih dan tidak percaya.


Marisa bertunangan dengan Indra?! Bagaimana hal itu bisa terjadi?!


Henry Adiputra yang saat itu sedang menemani atasannya di tempat kerjanya yang baru yaitu sebuah perusahaan yang bergerak di bidang asuransi untuk hadir di pesta pertunangan Marisa dan Indra.


Awalnya Henry antara percaya dan tidak mendengar kalau atasannya mendapat undangan ke pertunangan itu, tapi kini setelah melihat sendiri bagaimana Marisa dan Indra di persatukan dalam satu pertunangan yang indah dan mewah, Henry cuma bisa geleng-geleng kepala.


Henry masih ingat bagaimana sikap arogan Indra terhadap Marisa saat mereka ada proyek perumahan di Sumedang, juga saat Indra marah besar di acara permainan golf yang akhirnya membuat Henry kehilangan pekerjaannya yang lama.


Dan kini Marisa ada di sisi Sang CEO arogan itu, menjadi pasangannya dan melambungkan pertunangan?! Luar biasa! Indra bisa mendapatkan apapun yang dia inginkan! Dengan harta yang berlimpah dan kekuasaan yang dimiliki nya, Indra bisa membuat Marisa jatuh kedalam pelukannya dan melupakan semua sifat Indra yang minus!


Henry saat itu memilih tidak menemui Marisa dan Indra untuk mengucapkan selamat. Henry lebih memilih mendekati Andro yang saat itu menyendiri di sudut ruangan.


Henry ingat kalau Marisa dulu nya adalah kekasih dari Andro. Dan kini malah bertunangan dengan Indra yang adalah kakak dari Andro. Mungkin ada baiknya Henry bicara dengan Andro untuk mengetahui lebih banyak tentang Marisa dan Indra.

__ADS_1


Henry duduk di kursi yang ada di sebelah Andro dan menyapa pria itu. "Selamat malam, Pak Andro Perdana" sapanya.


Andro melirik kearah Henry. "Selamat malam, apakah saya mengenal Anda?"


"Tidak, tapi saya mengenal Anda. Siapakah orang yang tidak mengenal Anda dan juga kakak Anda?"


"Orang-orang mungkin mengenal Indra, tapi tidak semuanya mengenal saya" Andro tersenyum kecil.


"Tapi saya sering mendengar cerita tentang Anda dari Marisa" kata Henry memancing.


Andro langsung tertarik dan terlihat antusias. "Cerita tentang saya dari Marisa? Anda mengenal Marisa?"


"Ya, saya sahabatnya. Mungkin Anda pernah mendengar Marisa bercerita tentang saya, Henry Adiputra"


Andro coba mengingat-ingat. "Ah! Saya ingat! Anda Henry Adiputra yang kehilangan pekerjaan karena membawa Marisa pergi saat acara golf, kan?"


"Ya, benar sekali! Sekarang saya bekerja di sebuah perusahaan asuransi yang kebetulan bekerjasama lagi-lagi dengan Perdana Enterprise"


"Oh, syukurlah. Saya saat itu juga merasa tidak enak saat mendengar cerita tentang Anda"


"Sudahlah, itu hanya masa lalu! Saya juga tidak pernah bertemu lagi dengan Marisa sejak kejadian itu. Kini saat kembali bertemu dengan Marisa, saya merasa heran karena Marisa justru bertunangan dengan Indra! Bukan dengan anda! Setahu saya saat itu Marisa adalah kekasih Anda"


Andro tersenyum pahit. "Kenyataannya memang seperti itu. Marisa lebih memilih Indra daripada saya. Marisa tidak perduli kepada saya yang begitu mencintainya"


"Saya turut bersedih..."


"Terima kasih atas simpatinya" Andro dan Henry pun saling berjabat tangan.

__ADS_1


__ADS_2