My Arrogant CEO

My Arrogant CEO
BAB 97 : Pembicaraan Gery dan Fero


__ADS_3

Marisa akhirnya pulang ke kos-annya dengan perasaan tidak menentu. Walaupun mungkin keputusannya untuk resign dari Perdana Enterprise adalah satu keputusan yang salah, tapi setidaknya Marisa merasa lega karena sikap Gery sudah mulai melunak.


Sepulangnya Marisa, Gery membereskan gelas bekas ngopi ke dapur. Gery juga sekalian mencucinya lalu kemudian mengambil wudhu untuk melaksanakan shalat isya. Namun saat Gery kembali dari dapur, Gery kaget melihat ada Fero ada di ruang tamunya yang kecil.


"Fero?!" seru Gery.


"Ger. Aku mau bicara sebentar" kata Fero.


"Aku shalat isya dulu!"


"Oke, aku tunggu"


Gery segera melaksanakan shalat isya dan kemudian menemui Fero di ruang tamu. Gery merasa heran, ada apa Fero malam-malam begini datang ke kos-annya?! Bukankah tadi motor Fero terlihat ada di depan rumah Mbak Niki?! Sudah lama sejak Fero putus dengan Marisa, sejak saat itulah Gery juga tidak lagi dekat dengan Fero.


"Ada apa, Fer?" tanya Gery.


"Aku mau bicara sebentar sama kamu, Ger" jawab Fero.


"Mengenai apa?"


"Mengenai Marisa"


"Marisa? Ada apa dengan Marisa? Bukannya kalian berdua udah lama putus?"


Fero menghela nafas panjang. "Aku masih merasa bingung aja dengan Marisa. Tadi aku dengar dari Mbak Niki"


"Yayang Niki, kali!" sela Gery.


"Aku gak manggil dia yayang!" sungut Fero.


"Oh, kirain panggilannya juga yayang, kan dia panggil kamu dengan sebutan yayang Fero!"


"Aku gak gitu kok!"


"Terus apa kata Mbak Niki?"

__ADS_1


"Katanya Marisa pacaran sama Andro, adiknya Indra yang CEO itu"


"Oh, iya! Itu betul sekali! Bahkan nih, mereka akan lamaran sepulangnya Pak Andro dari Turki nanti!"


Fero mendadak merasakan hatinya panas! "Marisa pernah bilang sama aku kalau dia belum niat nikah muda!"


"Ya, itu kan sama kamu! Kalau sama Pak Andro mungkin beda! Apalagi Pak Andro kan udah dibawa ke Bogor! Di kenalin sama ayah dan mama Marisa!"


"Udah sejauh itu?!"


"Iya!"


"Lalu, kenapa Marisa jadi pacaran sama Andro?! Bukannya Marisa udah sama Indra?"


"Kata siapa Marisa sama Pak Indra?!"


"Kata Herman. Supir pribadinya Indra! Dia sendiri yang bilang sama aku kalau Marisa ada main sama CEO nya itu! Itu juga yang bikin aku akhirnya memutuskan hubungan dengan Marisa"


Masya Allah!" Gery sampai menepak jidatnya sendiri! "Herman bilang begitu sama kamu?! Dasar tukang fitnah! Pantes sekarang dapat nasib buruk! Di pecat tanpa pesangon dan di gebukin pula! Azab tuh namanya!"


"Di pecat dan di gebukin?! Sama siapa? Sama Indra?!"


"Maksud kamu, Herman memfitnah Marisa? Herman membohongi aku?! Apa motifnya?!"


"Mana aku tahu! Yang jelas aku adalah orang yang paling tahu bagaimana Marisa! Begitu hancurnya perasaan Marisa saat kamu tiba-tiba mutusin dia! Dan sejak saat itu Pak Andro mulai mendekati Marisa. Cukup lama juga hingga akhirnya Marisa mau menerima Pak Andro!"


Fero menelan ludahnya sendiri. Kini Fero mulai merasakan penyesalan karena begitu saja percaya pada omongan orang. Fero jadi kehilangan Marisa yang sebenarnya masih sangat dia cintai.


"Aku juga gak tahu kenapa waktu itu begitu aja percaya sama omongan Herman. Malahan Herman juga memanggil seorang wanita yang juga berkata kalau Marisa ada hubungan gelap dengan Indra!" kata Fero.


"Pasti wanita itu Kayla!"


"Ya, kalau gak salah namanya Kayla!"


"Kayla itu udah lama deketin Pak Indra! Dia pasti ikut-ikutan fitnah Marisa karena dia gak suka sama Marisa!"

__ADS_1


"Lalu kenapa bisa ada kabar seperti itu kalau antara Marisa dan Pak Indra gak ada hubungan apa-apa?!"


"Aku juga curiga nya kalau Pak Indra sebenarnya ada perasaan sama Marisa! Buktinya waktu Marisa sakit, dia yang heboh ngurusin Marisa! Dasar CEO jaim! Makan tuh jaim! Jadi ketikung sama adiknya! Hahahaha!"


"Jadi gimana dong, Ger?! Aku udah bersalah sama Marisa!"


"Ya mau gimana lagi! Nasi sudah menjadi bubur dan gak akan bisa balik lagi jadi beras! Lagipula Marisa udah sama Pak Andro sekarang!"


"Aku harus minta maaf sama Marisa!"


"Alah buat apaan?! Yang ada nanti Mbak Niki ngamuk! Tadi Marisa sempet cerita kalau Mbak Niki sensi waktu kamu gak sengaja ketemu dan ngobrol sebentar sama Marisa! Udahlah sekarang kamu urusin aja Mbak Niki sama anak-anaknya! Kerja aja lebih keras agar bisa mencukupi kebutuhan mereka! Kalau bisa segera aja halalin! Jangan pacaran lama-lama kalau sama janda! Kalau soal minta maaf sama Marisa, nanti aja pas lebaran!"


Fero jadi diam mendengar kata-kata Gery. Terserah apa kata Gery, yang pasti Fero akan minta maaf pada Marisa. Karena telah memutuskan hubungan dan tidak mau mendengarkan penjelasan Marisa sedikitpun.


Saat itulah tiba-tiba terdengar gedoran di pintu rumah Gery yang langsung di ikuti dengan terbukanya pintu dan ternyata sosok Mbak Niki yang muncul di depan pintu.


"Yayang Fero! Ngapain disini?! Katanya mau pulang! Tapi motor masih ada di depan rumah Gery! Pasti ada Marisa juga kan didalam rumah! Mana Marisa?! Keluar! Jangan ngumpet! Woi!!! Marisa keluar lo!" Mbak Niki malah marah-marah dan bikin suasana gaduh di rumah Gery!


"Apaan sih, Mbak Niki! Marisa gak ada disini! Marisa ada di rumahnya!" kata Gery kesal!


"Iya, Nik. Aku kesini cuma mau tanya Gery kira-kira halaman kantor nya bisa di pake gak buat syuting iklan. Ada proyek dari sutradara. Aku di suruh cari kantor yang halamannya bisa di pake syuting!" kata Fero mengarang cerita!


"Yang bener!" Mbak Niki masih curiga!


"Ya bener lah! Tapi kata Gery gak bisa. CEO nya gak akan ngizinin" kata Fero.


"Awas ya kalau kesini cuma mau ngepoin Marisa apalagi minta tolong Gery supaya bisa nyomblangin kamu sama Marisa!"


"Ya enggaklah!"


"Ya udah sekarang kamu pulang! Ini kan udah malem! Besok pagi kan kerja lagi!"


"Oke, aku pulang dulu! Assalamu'alaikum"


"Wa'alaikum salam, yayang!"

__ADS_1


Mbak Niki pun akhirnya pulang ke rumahnya dan Fero juga meninggalkan rumah Gery. Tinggalah Gery yang kini termenung sejenak di depan pintu karena masih syok dengan kedatangan Mbak Niki.


"Mengerikan! Ini mah bisa-bisa si Fero bakalan jadi SUSIS kalau nanti udah nikah sama Mbak Niki! Suami sieun istri!" batin Gery.


__ADS_2