My Arrogant CEO

My Arrogant CEO
BAB 220 : Yang Seperti Kamu


__ADS_3

Pagi itu Andro sengaja tidak pergi ke kantor. Andro merasa muak dengan kelakuan Indra yang di curigai telah mengkhianati Marisa dengan bermain api bersama Melati! Andro yakin kalau antara Indra dan Melati telah terjadi sesuatu yang lebih dari sekedar hubungan atasan dan bawahan. Andro juga tidak percaya dengan adanya kerusakan pada pintu ruangan CEO sehingga bisa terkunci dari dalam!


"Saya tidak percaya kalau pintu ruangan CEO rusak! Yang ada kemungkinan besar kalau telah terjadi sesuatu dengan Indra dan Melati didalam ruangan itu! Keterlaluan sekali kalau Indra sampai tega mengkhianati Marisa! Marisa sudah menyerahkan cinta dan kepercayaan nya secara penuh pada Indra! Gila sekali kalau Indra sampai tergoda wanita seperti Melati!


Saya saja merasa tidak tertarik kepada Melati! Marisa jauh lebih cantik daripada Melati! Saya juga dari awal sudah bisa merasakan kalau Melati tidak sebaik seperti apa selama ini di tunjukan nya! Ada sesuatu yang di sembunyikan gadis itu! Tapi apa...?" Andro terus bergumul dengan pikirannya sendiri yang penuh dengan prasangka kepada Indra dan Melati!


Agak siangan barulah Andro keluar dari kamarnya dan bertemu dengan Marisa di ruang keluarga. Marisa saat itu sedang mengasuh Baby Syailendra yang sekarang sudah mulai belajar merangkak.


Andro merasa iba melihat Marisa dan Baby Syailendra. Di hampiri nya Marisa dan di gendong nya Baby Syailendra.


"Hai, Sayang. Sini sama Om" kata Andro sambil menciumi Baby Syailendra yang ada dalam gendongannya.


Baby Syailendra tertawa ceria dalam gendongan Andro. Selama ini memang Andro sering sekali menggendong Baby Syailendra dan bayi itu selalu merasa nyaman dalam dekapan Andro.


"Ganteng banget keponakan Om!" kata Andro seraya mendekap erat Baby Syailendra ke dadanya.


"Kamu tidak ke kantor?" tanya Marisa pada Andro.


"Saya sedang tidak enak badan" jawab Andro sekenanya.


"Kamu sakit? Makan dulu atuh! Trus minum obat!"


"Iya, nanti saja"


"Saya akan buatkan teh manis hangat untuk kamu. Sebentar ya?!"


"Eh, tidak usah!" kata Andro seraya menggelengkan kepalanya.


"Tidak apa-apa! Kalau tidak enak badan itu jangan di biarkan! Harus segera di obati!" Marisa segera pergi ke dapur dan membuatkan teh manis hangat untuk Andro.


Tidak lama kemudian Marisa sudah muncul kembali dengan secangkir teh hangat di tangannya.


"Nih minum, biar Baby Syailendra aku ambil dulu" kata Marisa seraya menaruh cangkir teh di atas meja.


"Makasih ya, padahal gak usah repot-repot" Andro menyerahkan Baby Syailendra kepada Marisa dan meminum teh hangat yang di buatkan oleh Marisa. Terasa manis dan menghangatkan tubuh.


"Sarapan dulu sana" kata Marisa.

__ADS_1


"Iya, kamu bawel banget sih!" kata Andro seraya tersenyum.


"Namanya juga saudara. Ya harus saling memperhatikan"


"Oke, saya sebentar lagi makan. Ngomong-ngomong Mama mana?"


"Tadi katanya mau ke arisan di antar supir"


"Oh... Pantesan dari tadi saya gak lihat Mama"


"Mama sama Indra sempet nanyain kamu juga sih tadi waktu sarapan. Gak biasanya kamu absen di meja makan pas jam sarapan"


"Iya, tadi rasanya berat banget pas mau bangun"


"Kamu sudah bilang sama Melati kalau kamu gak enak badan?"


"Untuk apa saya bilang sama dia?"


"Lho, kamu kan dekat sama dia?"


"Tidak ah!"


"Saya memang tidak menghendakinya kok!"


"Ah kamu mah jual mahal! Emangnya kamu mau cari wanita yang seperti bagaimana lagi?"


"Yang seperti kamu!"


Marisa terdiam sejenak sebelum akhirnya tersenyum.


"Kenapa senyum?" tanya Andro.


"Yang seperti aku tidak ada! Aku kan tidak punya saudara kembar! Adik aku satu-satunya Reno kan cowok!" seloroh Marisa.


"Ya minimal yang hatinya baik seperti kamu"


"Lho, Melati kan baik!

__ADS_1


"Marisa, jangan percaya seseorang hanya dari luarnya saja! Bisa-bisa sebenarnya hatinya busuk!"


"Melati itu baik banget lho! Dia selalu nanyain kabar aku, Mama dan juga Baby Syailendra"


Andro menghela nafas panjang. Marisa memang terlalu baik dan tidak bisa berpikiran jelek kepada orang lain. Marisa begitu mempercayai orang-orang di sekitarnya.


Andro merasa tidak tega juga untuk menceritakan kepada Marisa tentang kecurigaan nya kepada Indra dan Melati. Lagipula Marisa tidak akan mudah percaya kecuali Andro memiliki bukti yang cukup kuat.


Andro juga tidak bisa membayangkan apa yang terjadi jika ternyata dugaannya benar kalau ada sesuatu antara Indra dan Melati. Bagaimana perasaan Marisa? Apakah Marisa akan hancur? Marah? Meminta perpisahan dengan Indra? Lalu bagaimana juga dengan nasib Baby Syailendra? Bayi kecil yang baru berusia lima bulan itu tidak boleh kehilangan kasih sayang kedua orang tuanya! Kebahagiaan Baby Syailendra tidak boleh hancur cuma karena seorang wanita murahan seperti Melati!


Andro terpaksa mengubur dalam-dalam keinginan hatinya untuk bercerita kepada Marisa tentang kecurigaannya. Andro justru mulai berpikir untuk memisahkan Indra dengan Melati agar kebahagiaan Marisa dan Baby Syailendra tetap utuh.


"Saya harus menemui Melati dan bicara langsung padanya agar dia melepaskan Indra! Ya, sebaliknya saya segera menemuinya!"


Andro pun segera menemui Melati pada keesokan harinya. Pada jam makan siang, Andro sengaja menghubungi Melati dan mengajaknya makan siang diluar. Melati pun menyetujuinya dan mereka bertemu di sebuah rumah makan dekat kantor.


Andro tidak banyak berbasa-basi melainkan langsung menuju ke arah pembicaraan yang penting dengan Melati. "Saya tidak mau berlama-lama bicara dengan kamu! Saya mengajak kamu bertemu disini karena saya ingin kamu menjauhi Indra secepatnya!" kata Andro tegas!


"Maksud kamu apa?" tanya Melati sok polos.


"Saya tahu kalau di antara kamu dan Indra ada hubungan spesial!"


Kali ini Melati menyunggingkan senyuman sinis dan berkata. "Saya memang memiliki satu hubungan spesial dengan Pak Indra"


Andro langsung merasa muak mendengar kata-kata Melati! "Bagus kalau kamu mengakuinya! Sekarang saya minta kamu untuk menjauhi Indra! Jangan ganggu lagi Indra! Indra sudah memiliki istri dan juga anak! Sementara kamu masih gadis! Jadi kamu tidak boleh menggangu rumah tangga orang! Kamu kan masih bisa mencari pasangan yang single dan tulus mencintai kamu!"


"Maksudnya Pak Indra tidak tulus mencintai saya?"


"Tentu saja tidak! Indra tidak mungkin meninggalkan Marisa cuma gara-gara seorang wanita seperti kamu!"


"Saya juga tahu kok kalau hubungan saya dengan Pak Indra tidak memiliki masa depan!"


"Nah! Kalau kamu tahu seperti itu, kenapa kamu tidak mundur?!"


"Saya saat ini belum bisa melepaskan Pak Indra karena saya mencintainya! Kecuali..."


" Kecuali apa?"

__ADS_1


"Kamu mau menggantikan Pak Indra sebagai kekasih saya?! Bagaimana? Apakah kamu bersedia? Kamu selama ini selalu bersikap acuh kepada saya! Apakah salah kalau saya mendekati Pak Indra?!"


Andro melenggak kaget mendengar kata-kata Melati!


__ADS_2