My Arrogant CEO

My Arrogant CEO
BAB 245 : Rahasia Melati


__ADS_3

Melati terkapar tak berdaya di atas ranjang apartemen milik Indra pada sore hari itu. Sementara Indra sudah meninggalkan apartemen itu sejak sepuluh menit yang lalu setelah puas menikmati tubuh Melati hingga membuat wanita itu beberapa kali mencapai puncak kenikmatan.


Melati merasa tidak sanggup untuk bangkit dari berbaringnya. Seluruh tubuhnya serasa remuk dan tidak bertulang lagi, tapi rasa puasnya bukan kepalang! Melati sangat menikmati detik-detik terakhir persetubuhan dengan Indra yang mungkin tidak akan pernah bisa dia rasakan lagi.


"Saya pergi sekarang! Sebentar lagi pukul lima sore dan saya sudah harus berada di rumah!" kata Indra saat sedang memakai jas nya ketika akan meninggalkan Melati yang masih berbaring lemah di atas ranjang.


Melati tertawa dalam hatinya. "Jam lima sore sudah harus berada di rumah?! Sok jadi Papa dan suami yang baik!" batin nya.


"Saya tidak kuat bangunan, Pak Indra... Anda sudah membuat seluruh tubuh saya serasa luluh lantak..." desah Melati.


"Kamu istirahat saja! Kamu boleh meninggalkan apartemen ini besok pagi setelah kamu merasa sudah pulih" kata Indra sambil menyisir rambutnya yang basah karena di keramas.


"Terima kasih, Pak. Saya akan segera pergi besok pagi dan tidak akan pernah menemui Anda lagi"


"Hm"


"Bu Marisa benar-benar beruntung memiliki suami seperti Anda..."


"Tentu saja! Saya juga beruntung sekali karena memiliki istri seperti Marisa!"


Melati mencibir diam-diam. "Katanya merasa beruntung tapi aku di makan juga!" batin nya.


"Saya pergi sekarang! Nanti uang sebesar tiga ratus juta akan saya transfer langsung ke rekening kamu!" kata Indra sambil mengambil kunci mobilnya dan hendak melangkah keluar dari kamar apartemen itu.


"Anda tidak akan mencium saya untuk yang terakhir kalinya?" tanya Melati dengan nada suara sedih.


Indra sejenak terdiam lalu kemudian menghampiri Melati dan mencium keningnya.


Melati merangkul leher Indra dan menciumi bibir pria itu hingga akhirnya Indra yang berusaha melepaskan ciumannya.

__ADS_1


"Sudah! Saya mau pulang! Jangan pernah mengganggu kehidupan saya lagi!"


Itulah kejadian terakhir sebelum Indra akhirnya benar-benar pergi meninggalkan Melati.


Melati kini sendirian. Kini tidak ada lagi rasa sedih dalam hatinya. Tidak juga ada rasa penyesalan. Yang ada hanya rasa dendam yang membara kepada Indra dan Marisa!


"Pergi saja sejauh yang kamu inginkan, Indra Perdana! Nikmati kedamaian rumah tangga mu bersama Marisa! Tapi semua itu tidak akan bertahan lama! Aku akan segera datang kembali untuk menghancurkan semuanya! Menghancurkan kebahagiaan dan ketenangan rumah tangga kamu! Karena itu adalah utama yang aku inginkan sejak pertama kali aku menginjakkan kaki di Perdana Enterprise!" gumam Melati geram!


aku tidak akan membiarkan kalian berdua hidup bahagia! aku akan membuat kalian berdua menderita! seperti apa yang sudah kalian berdua lakukan kepada Kak Sofie!!!


Kamu pasti tidak akan pernah menyangka kalau aku sebenarnya adalah sepupu dari almarhum bekas tunangan kamu, Kak Sofie! Kamu dan Marisa sudah membuat Kak Sofie menderita dan sakit hati, hingga akhirnya dia jatuh sakit dan meninggal dunia!"


Ternyata Melati tidak lain adalah saudara sepupu dari Sofie! Hanya saja Indra belum pernah bertemu dengan Melati selama berhubungan dengan Sofie karena saat itu Melati sedang berkuliah di luar kota.


Di akhir-akhir hayatnya, Sofie sempat menghubungi Melati dan menceritakan semuanya tentang Indra yang sudah mengkhianatinya dan lebih memilih Marisa. Saat itu Melati sudah hampir lulus dari kuliahnya dan mengunjungi Sofie yang sedang terbaring lemah di ranjang perawatan rumah sakit.


*******


Saat itu Melati yang mendengar kabar kalau Sofie kritis, sempat menjenguk Sofie. Melati menangis melihat bagaimana keadaan kakak sepupu nya yang sangat mengenaskan. Dengan wajah pucat dan badan kurus kering. Tidak ada lagi seorang Sofie yang cantik dan elegan.


"Kak Sofie...! Ya Tuhan...! Kakak sakit apa, Kak?! Kenapa kakak tidak pernah bercerita tentang penyakit kakak selama ini?!" kata Melati dengan berderai air mata.


"Melati... Kakak juga baru menyadari bahwa kakak selama ini mengidap kanker..." kata Sofie dengan nada suara yang sudah sangat lemah.


"Kakak yang sabar ya?! Kakak harus kuat dan aku yakin pasti kakak bisa sembuh!" Melati menggenggam erat tangan Sofie.


Air mata Sofie menetes, kepalanya menggeleng. "Tidak, Melati. Kakak tidak akan punya waktu lebih lama lagi... Kakak akan segera pergi dari dunia ini..."


"Kak Sofie! Kak Sofie tidak boleh bicara seperti itu! Kak Sofie harus yakin dan percaya! Gak ada penyakit yang tidak bisa di sembuhkan!"

__ADS_1


"Tapi penyakit yang kakak derita sekarang ini tidak akan pernah sembuh karena kakak juga memiliki satu penyakit batin yang luar biasa besar..."


Mata Melati membelalak. "Kak Sofie kenapa? Kakak punya masalah batin apa? Cerita sama aku, Kak! Siapa tahu aku bisa sedikit membantu meringankan beban Kak Sofie"


"Masalah ini bahkan tidak kakak ceritakan kepada Mama dan Papa..."


"Masalah apa, Kak?"


"Tunangan ku... Indra..."


"Ya, ada apa dengan dia? Dimana dia saat ini?! Bukankah seharusnya dia berada disini untuk menjaga Kakak?!"


"Dia sudah tidak menginginkan aku lagi... Dia sudah terpikat pada wanita lain... Aku tidak bisa menahan nya untuk pergi meninggalkan ku. Bahkan saat ini pun dia sedang bersama wanita itu! Wanita jahat yang telah merebut hatinya dariku!"


"Siapa dia, Kak?! Siapakah wanita jahat yang sudah merebut tunangan mu itu?!"


"Namanya Marisa. Dia adalah asisten pribadi Indra di kantor..."


"Keterlaluan! Kurang ajar!" Melati menggeram kesal!


"Maka dari itu aku ingin meminta bantuan mu, Melati. Hidup ku tidak akan lama lagi. Aku sangat menderita karena perbuatan Marisa dan Indra! Aku tidak rela! Aku akan membawa dendam ini sampai ke liang lahat!"


"Ya Tuhan..."


"Kalau aku sudah meninggal dan suatu saat kamu mendengar kabar Indra menikah dengan Marisa. Aku minta agar kamu datang kedalam kehidupan Indra dan merebutnya dari Marisa! Kamu harus bisa menjelma menjadi seorang wanita lugu dan sopan seperti Marisa! Padahal hatinya busuk dan sudah mengincar Indra sejak awal! Aku ingin Marisa merasakan sakit hati seperti apa yang aku rasakan sekarang!"


"Tapi, bagaimana mungkin aku memikat suami orang?"


"Aku mohon, Melati! Anggaplah ini sebagai permintaan terakhir ku kepada kamu. Tolong aku... Aku ingin kamu bisa merebut Indra atau setidaknya bisa membuatnya terpikat walaupun sesaat. Kamu bisa mengambil bukti foto atau video dan memberikannya kepada Marisa!"

__ADS_1


Melati terdiam mendengar kata-kata Sofie...


__ADS_2