My Arrogant CEO

My Arrogant CEO
BAB 218 : Di Atas Meja Kerja


__ADS_3

Indra benar-benar merasa kesal kepada Andro! Setelah adiknya itu pergi meninggalkan ruangan CEO dengan satu ancaman kalau Andro tidak akan membiarkan perselingkuhan antara Indra dan Melati terjadi! Selain itu juga yang paling mengesalkan hati Indra adalah bahwa Andro masih menyimpan perasaan pada Marisa!


"Sial! Berani-beraninya Andro mengancam saya dan mengakui kalau dia masih menyimpan perasaan pada Marisa! Dasar adik tidak tahu diri! Marisa sudah jadi milik saya! Sudah ada Baby Syailendra juga di antara kami! Berani sekali Andro mengakui perasaannya terhadap Marisa!


Apalagi Andro juga sudah mencium aroma perselingkuhan antara saya dengan Melati! Apa urusannya dia dengan kehidupan pribadi saya! Saya mau berselingkuh dengan siapapun itu adalah urusan saya! Dia tidak berhak ikut campur ataupun memberi tahu Marisa tentang masalah ini! Mau apa dia?! Mau cari muka? Atau mencari perhatian Marisa?!


Lihat saja kalau sampai Andro berani memberi tahu Marisa tentang kecurigaannya kepada saya! Saya tidak akan menganggapnya sebagai adik lagi, bahkan kalau perlu saya usir dia dari Perdana Enterprise!"


Saat itulah Melati muncul kembali di ruangan CEO setelah makan siang. Wajah Melati tampak sedih dan muram. Melati duduk di tempat kerjanya yang berjarak tidak jauh dari meja kerja Indra.


"Pak Indra, apakah Pak Andro sudah pergi?" tanya Melati pada Indra.


"Tidak usah kamu khawatirkan! Andro biar saya yang urus!" kata Indra tegas.


"Sepertinya Pak Andro mencurigai ada sesuatu di antara kita..." nada suara Melati terdengar khawatir.


"Iya, dia memang mencurigai kita"


Wajah Melati memucat. "Bagaimana selanjutnya?! Apa yang harus kita lakukan?!"


"Kan saya sudah bilang, saya yang akan mengurusnya!"


"Tapi saya takut... Bagaimana kalau kita sudahi saja semua ini! Saya tidak mau terlalu jauh untuk berhubungan dengan Anda. Saya takut kalau sampai Bu Marisa tahu dari Pak Andro..."

__ADS_1


Apakah benar Melati begitu merasa khawatir kalau hubungannya dengan Indra di ketahui oleh Andro dan Marisa? Tidak sama sekali! Melati justru senang kalau sampai hubungannya dengan Indra tercium oleh Andro!


Indra mendekati meja kerja Melati lalu duduk di atas nya. Di belainya rambut Melati dengan lembut. "Kamu tidak usah takut! Marisa tidak akan percaya kepada Andro! Marisa itu sangat percaya kepada saya!"


"Tapi, Pak Indra! Kenapa Anda tidak mau melepaskan saya?! Saya sudah lelah...!" Melati berpura-pura putus asa dan hilang harapan.


"Saya masih membutuhkan kamu! Saya menyukai kamu dan saya tidak mau melepaskan kamu!" kata Indra tegas!


"Apakah anda begitu membutuhkan saya?!"


Indra menarik Melati agar berdiri sementara dia sendiri masih duduk di atas meja kerja Melati sehingga kini wajah Indra berada sejajar dengan dada Melati. Di dekap nya tubuh Melati dan Indra menyusupkan wajahnya di dada Melati yang membusung padat. Di ciumi nya dari luar buah dada yang begitu di sukai nya itu.


"Sudah, Pak Indra... Nanti ada Pak Andro lagi!" Melati mendorong sedikit kepala Indra.


"Ya sudah kalau begitu... Saya akan memberikan kesukaan Anda ini" Melati yang memang sudah biasa melayani Indra segera membuka sendiri kaitan bra nya dan menyodorkan nya ke mulut Indra yang langsung melahap pucuk buah dadanya dengan lahap!


"Hmh...! Slurp...! Slurp...!" Indra menjadi begitu rakus seperti anak bayi yang menyusu pada ibunya.


Melati sendiri mendekap erat kepala Indra ke dadanya dan terus merintih nikmat... "Ah... Pak Indra... Kuat sekali hisapan nya...! Ah... Pelan-pelan, Pak...! Gak kuat...!"


Tapi Indra malah semakin aktif meremas dan menghisapi buah dada Melati, membuat Melati merasa tidak tahan dan merasakan kalau bagian bawah tubuhnya menjadi lembab karena rangsangan pada buah dadanya.


"Pak Indra...! Saya tidak tahan... Jangan siksa saya! Please...!" bisik Melati di telinga Indra.

__ADS_1


Indra melepaskan kulumannya pada buah dada Melati dan menatap wajah gadis itu yang tampak sudah merah menahan rangsangan yang hebat.


"Kamu tidak tahan dan merasa tersiksa kenapa?!" tanya Indra dengan gemas.


"Saya... Saya..." Melati tidak sanggup melanjutkan kata-katanya.


Indra tahu persis apa yang saat ini di rasakan oleh Melati. Indra merasa kasihan juga pada Melati. Selama beberapa bulan menjadi asisten pribadi sekaligus simpanan Sang CEO, Melati selalu memberikan kenikmatan kepada Indra lewat buah dadanya tapi tidak pernah sekalipun Melati merasakan kenikmatan yang lain. Padahal sebagai seorang wanita dewasa yang berusia dua puluh tahunan, gairah Melati selalu bergejolak setiap kali Indra menikmati keindahan buah dadanya!


"Kasihan anak ini! Saya yakin selama ini dia bertahan dalam rangsangan yang hebat namun tidak bisa di lepaskan! Saya juga sebenarnya selalu bergairah setiap kali saya menikmati keindahan buah dadanya, tapi saya bisa melampiaskannya dengan Marisa d malam nanti! Bagaimanapun juga saya tidak memerlukan kenikmatan yang lain dari Melati karena saya hanya ingin buah dadanya saja!


Saya tidak bisa mengkhianati Marisa terlalu jauh! Marisa adalah satu-satunya wanita yang ingin saya sentuh karena dia adalah istri saya! Saya tidak mau melakukan hal itu dengan Melati karena saya khawatir akan sulit melepaskannya jika saya sudah tidak membutuhkannya lagi! Apalagi dia masih gadis!


Tapi saya tidak tega melihat bagaimana Melati tampak bernafsu sekali! Beberapa bulan saya membuat nya menjadi pemuas nafsu karena saya tidak bisa menikmati buah dada Marisa! Rasanya tidak ada salahnya kalau saat ini saya berikan Melati sesuatu yang lain. Yang bisa membuatnya mabuk kepayang!"


Indra turun dari meja kerja Melati dan ganti membaringkan tubuh Melati disana. Melati sendiri tampak kaget dan hendak bangkit dari berbaringnya. "Pak Indra! Anda mau apa?!"


"Diam saja! Saya tahu kalau selama ini kamu selalu merasa tersiksa karena perbuatan saya!" geram Indra dan menindih tubuh Melati dengan posisi masih berdiri di depan meja kerja Melati sehingga hanya dadanya yang menindih dada Melati.


Sementara di bawah sana tangan Indra bergerak memasuki rok span panjang Melati dan langsung menuju ke pangkal pahanya yang merapat.


"Buka lebar paha kamu!" bisik Indra tegas!


Melati segera menurut dan membuka lebar-lebar kedua pahanya karena memang inilah yang dia inginkan dari dulu! Dan Melati langsung mengerang keras karena merasakan bagaimana nikmatnya saat Indra menyusupkan tangannya lewat samping cd-nya untuk meraba bagian bawah tubuhnya dan kemudian mempermainkan sesuatu yang sudah sangat basah disana...

__ADS_1


"Ah...! Pak Indra...! Ah... Enak, Pak! Enak!" Melati kelojotan di atas meja kerjanya sambil meremasi buah dadanya sendiri!


__ADS_2