
Marisa pulang ke rumahnya dengan perasaan yang kacau. Pertemuannya kembali dengan Kayla membuat sebuah keraguan di hati Marisa. Padahal tinggal seminggu lagi waktu pernikahannya dengan Indra. Surat keterangan sehat juga sudah Marisa dapatkan untuk syarat membuat administrasi pernikahan, tapi kini bayangan tentang sebuah pernikahan seolah menjadi suatu bayangan yang menakutkan bagi Marisa.
Marisa tidak bisa membayangkan jika suatu saat nanti, saat dia dan Indra sudah bersatu sebagai pasangan suami istri, Kayla tiba-tiba muncul bersama seorang anak kecil dan meminta pertanggungjawaban dari Indra karena anak itu adalah hasil hubungan gelapnya di masa lalu dengan Indra!
Marisa jadi teringat kasus para selebriti yang kini sedang viral, dimana wanita dari masa lalu sang suami datang bersama seorang anak kecil dan meminta tanggung jawab di sertai bumbu-bumbu drama untuk mencari sensasi agar laris di undang di berbagai acara talk show.
Dunia ini kan sudah terbalik, kalau di masa dulu memiliki hubungan gelap apalagi sampai memiliki anak adalah sebuah aib yang harus di sembunyikan, kini hal tersebut adalah jembatan untuk meraih materi dan popularitas. Seolah rasa kali tidak ada lagi dan memiliki dosa di masa lalu adalah kebanggaan!
"Sekarang apa yang harus aku lakukan? Apakah aku tetap menjalani pernikahan dengan Indra atau aku lebih baik mundur saja?" batin Marisa gundah gulana. "Aku tidak bisa mundur! Mana mungkin aku bisa membatalkan pernikahan ku dengan Indra?! Undangan pernikahan sudah di sebar. Pernikahan sudah di daftarkan di KUA. Segala macam pernak-pernik pernikahan sudah di siapkan wedding organizer. Gaun dan perhiasan sudah di pesan. Kalau aku membatalkan semuanya, bukan cuma aku yang malu tapi kedua belah pihak keluarga juga akan menanggung malu!"
"Ya Allah... Berikan petunjuk Mu kepada hamba... Agar hamba bisa memilih jalan yang terbaik..."
"Aku tidak mau disaat aku sedang menikmati kebahagiaan bersama Indra dan mungkin juga saat itu aku sudah memiliki seorang anak, tiba-tiba Kayla datang mengganggu pernikahan ku! Menuntut tanggung jawab dari Indra agar mau mengakui anak nya!"
Marisa sampai tidak bisa tenang hari itu. Bahkan saat Indra menelepon pun, Marisa tidak semangat untuk menanggapi nya. Indra menanyakan apakah Marisa sudah selesai membuat surat keterangan sehat nya. Marisa pun mengatakan kalau urusan itu sudah selesai dan tinggal menyerahkannya kepada petugas KUA.
"Kenapa suara kamu terdengar seperti tidak bersemangat begitu?" tanya Indra yang dapat merasakan perbedaan dari suara Marisa.
"Saya tidak apa-apa. Saya ngantuk" jawab Marisa singkat.
"Kamu jangan bohong. Kamu tidak enak badan?"
"Saya baik-baik saja"
"Atau kamu kangen saya buat basah ya?..."
__ADS_1
Marisa merasa jengah dan jijik mendengar kata-kata Indra. Marisa kembali teringat akan kata-kata Kayla tentang permainan ranjang nya bersama Indra yang penuh kenikmatan, bahkan Kayla menyebut Indra sebagai kuda liar dan maniak.
"Nah, kamu diam?! Berarti kata-kata saya ada benar nya?!" kata Indra.
"Apa sih?! Aku tidak berpikiran seperti itu! Saya tidak mau itu!" sergah Marisa.
"Kalau begitu saya akan pergi kesana sekarang! Saya ingin menikmati keindahan bukit kembar kesayangan saya!"
"Saya bilang saya tidak mau!" nada suara Marisa meninggi dan membentak Indra!
Tentu saja Indra bingung karena tidak biasanya Marisa bicara dengan nada setinggi itu. "Marisa, Sayang?! Kamu kenapa?! Kamu barusan membentak saya?!" tanyanya.
"Sudahlah! Saya mau tidur! Besok kita sambung lagi! Saya akan datang ke kantor untuk menyerahkan surat keterangan sehat ini" kata Marisa lalu memutuskan sambungan teleponnya.
Indra mengerutkan keningnya. "Kenapa Marisa jadi ketus begitu?! Apakah dia sedang sakit? Ataukah dia sedang datang bulan?! Biasanya wanita yang sedang datang bulan sering sensitif?" Indra merasa khawatir pada keadaan Marisa. Hati Indra merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan Marisa.
Akhirnya malam itu juga Indra pergi ke rumah Marisa. Padahal bukan saat nya Indra menemui Marisa karena mereka baru bertemu kemarin malam. Tapi perasaan Indra tidak akan tenang jika belum bertemu dengan Marisa.
Indra sampai di rumah Marisa pukul sembilan malam dan langsung masuk kedalam karena sudah memiliki kunci duplikat rumah Marisa. Suasana ruang tamu sudah gelap dan Indra langsung masuk kedalam kamar Marisa.
Marisa tampak tidur pulas dengan selimut yang menutupi tubuhnya. Indra tersenyum menatap kecantikan wanita pujaannya itu. Indra sering datang diam-diam seperti ini dan biasanya dia akan segera menciumi Marisa dan melucuti pakaiannya untuk menikmati tubuh Marisa walaupun Indra masih bertahan untuk tidak sampai memetik kegadisan kekasih nya itu.
Tapi untuk saat ini Indra merasa tidak perlu melakukan itu. Melihat bagaimana Marisa tidur nyenyak seperti itu saja sudah bisa membuat Indra bahagia. Indra naik ke atas ranjang Marisa dan membelai-belai rambut Marisa dengan lembut. Marisa memang sangat cantik! Indra merasa bersyukur akhirnya bisa memiliki gadis itu.
Indra merunduk dan menjatuhkan satu kecupan lembut di kening Marisa membuat gadis itu akhirnya membuka mata dan bertatapan dengan Indra. Ada satu kilatan ngeri terpancar di mata Marisa tapi Indra tidak menyadarinya.
__ADS_1
"Selamat malam, Sayang" sapa Indra sambil tersenyum manis.
"Malam, ngapain kamu kesini?" tanya Marisa sambil menjauh sedikit dari sisi Indra.
"Saya kan calon suami kamu, kapan pun saya mau, saya bisa menemui kamu disini"
jawab Indra.
"Pasangan calon pengantin kan tidak boleh sering bertemu!"
"Kata Mama, saya masih boleh bertemu kamu sebelum tiga hari menjelang pernikahan kita"
"Oh begitu?"
"Iya" Indra meraih tangan Marisa dan mencium nya. "Sebenarnya saya tidak akan kesini malam ini. Tadi pekerjaan di kantor sangat menumpuk. Saya harus menyelesaikan beberapa proyek penting sebelum tiba hari pernikahan kita. Tapi ketika saya mendengar suara kamu yang seperti sedang tidak enak badan, saya segera memutuskan untuk datang kesini"
"Saya kan sudah bilang kalau saya baik-baik saja"
"Tapi hati saya tidak yakin! Lihat sekarang wajah kamu agak pucat. Kamu sudah makan malam apa belum?"
"Sudah"
"Kamu jangan terlalu kelelahan, Marisa. Kalau kamu sakit nanti kan, repot. Sebentar lagi hari pernikahan kita. Jaga kesehatan kamu atau saya akan menempatkan asisten rumah tangga untuk melayani semua kebutuhan kamu disini?"
"Ya, hari ini memang saya agak kelelahan. Tapi saya akan segera segar kembali saat bangun besok pagi. Saya tidak membutuhkan asisten rumah tangga"
__ADS_1
"Atau kamu membutuhkan kehangatan saya?" bisik Indra dengan mata menatap tajam pada Marisa.