My Arrogant CEO

My Arrogant CEO
BAB 186 : Saya Milik Kamu Sekarang


__ADS_3

"Aaahhh..." Marisa melenguh saat merasakan gairah nya yang kembali bangkit akibat dari kocokan jari-jari tangan Indra.


"Saya akan melakukannya secara perlahan-lahan sekali... Kamu tidak usah khawatir, kalaupun ada yang terasa sakit dan kamu tidak tahan lagi, saya akan berhenti dulu" bisik Indra sambil mengecup lembut kening Marisa.


Marisa perlahan mengangguk dan saat itulah Indra menghentikan kocokannya dan menggantikan dengan senjatanya yang sudah amat keras menegang ke arah celah milik Marisa yang sudah sangat basah.


Marisa bisa merasakan bagaimana ujung benda keras itu menekan-nekan di depan gerbang milik nya seolah-olah minta untuk di bukakan pintu. Menekan dan menyundul untuk membuat Marisa meregangkan celahnya.


"Sulit sekali...!" desah Indra gemas dan lebih menekankan lagi.


"Akh...!!!" Marisa merasakan bagaimana miliknya mulai meregang dan membelah.


"Argh..." Indra semakin semangat untuk mendorong masuk kepala dari senjatanya kedalam tubuh Marisa.


'Brt...!' Ujung kepala senjata Indra berhasil memasuki tubuh Marisa!


"Aduh... Sakit...! Sakit, Dra! Sakit sekali...!" pekik Marisa kesakitan!


Indra menghentikan gerakannya dan menciumi bibir Marisa dengan lembut untuk menenangkan istrinya itu.


"Tahan, Sayang..." bisik Indra.


"Engh... Sakit... Udah ah... Udah..." ratap Marisa.


"Iya, Sayang... Iya..."


Hening sejenak dan Marisa mencoba mengatur nafasnya.


Indra memeluk Marisa dengan erat dan kembali menekankan senjatanya lebih jauh kedalam milik Marisa! Marisa pun kembali memekik karena merasakan perih dan robek pada bagian bawah tubuhnya!


"Ah... Sakit... Sakit..." Marisa meratap sambil mengernyitkan wajah cantiknya.


"Baru sepertiganya, Sayang..." desah Indra merasakan bagaimana nikmatnya dalam cengkeraman milik Marisa walaupun hanya sepertiga dari senjatanya yang baru masuk.


"Ya ampun...! Sakit Dra..."


"Tahan sebentar...!" Indra dengan gemasnya menekankan lagi senjatanya dengan kekuatan penuh sehingga masuk jauh kedalam milik Marisa. "Daripada sedikit-sedikit tapi sakit, lebih baik sakit sekalian saja!" pikir Indra.


"Ah...! Ukh!" Marisa nyaris berteriak keras tapi Indra menyumbat bibirnya sehingga Marisa tidak bisa berteriak dan hanya bisa menggigit bibir Indra untuk menahan rasa sakit yang begitu hebat di bagian bawah tubuhnya. Tubuh Marisa mengejang hebat dalam dekapan Indra.


Indra membiarkan Marisa mengigit bibirnya, hingga akhirnya perlahan terasa Marisa melepaskan gigitannya. Indra segera mengulum bibir Marisa dengan lembut.


Sementara senjata Indra sudah bersarang dalam milik Marisa yang terasa sangat sempit dan berdenyut-denyut! Indra tidak dapat melukiskan betapa nikmatnya saat itu dimana senjatanya terasa di remas-remas dan di hisap oleh tubuh Marisa. Apalagi Indra sudah lama tidak pernah melakukannya.


Perlahan Indra merasakan bagaimana Marisa mulai membalas ciumannya dan tubuh Marisa juga sudah tidak mengejang seperti beberapa saat yang lalu.

__ADS_1


Indra melepaskan ciumannya. Di tatapnya wajah Marisa yang sedikit pucat. "Marisa, Sayang..." panggilnya.


"Dra..." panggil Marisa pelan.


"Masih sakit?"


"Iya..."


"Sudah masuk seluruhnya"


"Perih Dra... Ampun..."


"Tahan ya, Sayang. Saya cabut sekarang"


"Pelan-pelan ya..."


"Iya" Indra perlahan menarik senjatanya dan tubuh Marisa langsung mengejang hebat.


"Ough... Pelan-pelan Dra..."


Senjata Indra berhasil di tarik hingga menyisakan ujung kepala didalam milik Marisa. Tapi tiba-tiba saja Indra kembali mendorong senjatanya itu kedalam tubuh Marisa!


"Aaaahhhkkk!" Marisa kembali memekik! "Kok di masukin lagi, Dra?!"


"Maafkan saya, Marisa. Saya tidak bisa berhenti untuk menikmatinya...!"


"Ough...! Ini nikmat sekali, Marisa..." desah Indra. "Sempit sekali...! Dasar perawan! Akh...!"


Marisa merintih terus tapi kali ini tidak meminta Indra untuk menghentikan gerakannya. Malahan kini kedua tangan Marisa balas memeluk tubuh Indra yang ada di atasnya dengan erat!


"Aduh...! Indra...! Akh...! Akh...! Awgh...!!!" Marisa memekik histeris!


Indra menghentikan gerakannya. "Sakit, Mar?" bisiknya.


"Aduh... Jangan berhenti, Dra... Jangan..." pinta Marisa yang membuat gairah Indra terbakar!


"Jangan berhenti?! Bukannya sakit, Mar?!"


"Enak... Dra... Enak... Sekarang enak..."


"Marisa...!" Indra menggeram keras dan kembali melakukan gerakan keluar masuk dengan agak cepat!


"Ah...!!! Enak, Dra...! Enak banget...!" Marisa lupa diri saking nikmatnya! Pinggulnya yang besar bergoyang mengimbangi gerakan Indra! "Aduh! Aduh!"


"Argh...! Marisa...! Terus, Sayang...! Ah! Luar biasa gerakan pinggul mu..!" desah Indra merasakan bagaimana kenikmatannya semakin bertambah.

__ADS_1


"Gak kuat, Dra..."


"Lepaskan saja... Keluarkan yang banyak!"


"Ah... Geli Dra...! Nikmat...!"


"Saya percepat ya? Biar kamu *******!" Indra dengan kasar menggerakkan pinggulnya hingga membuat Marisa merasakan kenikmatan yang luar biasa! Pinggul Indra naik turun dengan kasar dan cepat di tambah sesekali gerakan memutar yang seolah akan mengebor tubuh Marisa!


Di iringi satu jeritan keras Marisa mencapai puncak kenikmatannya! Matanya mendelik tinggal putihnya saja, tubuhnya melenting dan mengejang, kuku-kukunya mencakar punggung Indra dengan ganas!


Sementara Indra merasakan bagaimana senjatanya di remas-remas dengan dahsyat oleh Marisa akibat dari ******* yang sedang melanda Marisa!


Indra sendiri merasakan bagaimana sebenarnya dia juga sudah ingin mencapai puncak kenikmatan tapi Indra berusaha bertahan karena masih belum puas menggempur tubuh Marisa.


"Ah... Indra..." Marisa melemah dan lemas dalam tindihan Indra.


Indra menciumi wajah Marisa.


"Saya belum, Mar..." bisik Indra.


"Aku lemes..."


"Diam saja, nikmati saja"


Indra menarik tubuhnya dari tubuh Marisa untuk duduk dan Indra bisa melihat bagaimana seprai putih yang di tidurinya kini penuh dengan bercak-bercak merah.


Indra merasa khawatir juga melihat bagaimana banyaknya darah kegadisan Marisa. Di belai nya rambut panjang Marisa dengan penuh kasih sayang.


"Terima kasih, Marisa. Kamu sudah memberikan sesuatu yang sangat berharga untuk saya nikmati" kata Indra.


"Iya, Dra. Saya milik kamu sekarang" kata Marisa.


"Kalau begitu saya lanjutkan lagi ya?"


"Ya... Pelan-pelan..."


Indra menempatkan dirinya di belakang tubuh Marisa dan meminta Marisa agar berbalik membelakanginya. Dengan satu kaki Marisa yang di angkat olehnya, Indra kembali menyarangkan senjatanya ke tubuh Marisa dengan posisi menyamping.


"Argh...!!!" Marisa kembali memekik saat merasakan kembali benda keras itu memasuki tubuhnya! Kali ini tidak sesulit tadi tapi malah terasa lebih nikmat! Apalagi saat Indra mulai menggerakkan pinggulnya maju mundur dan tangannya yang bebas meremasi buah dada Marisa dari belakang!


"Ah... Indra...! Aduh... Aduh... Enak banget!" Marisa kembali merasakan kenikmatan rasa lemas dan sakit yang tadi di rasakan nya lenyap entah kemana berganti rasa nikmat yang membuat Marisa ikut menggerakkan pinggulnya ke arah sebaliknya seolah-seolah menjemputi kedatangan senjata Indra di tubuhnya!


"Akh...! Marisa! Kamu hebat, Sayang!" desah Indra keenakan!


"Nikmati tubuh saya, Dra... Nikmati sepuasnya..." rintih Marisa.

__ADS_1


"Nakal kamu!" Indra menggeram gemas lalu menghujamkan senjatanya sedalam mungkin kedalam milik Marisa!


__ADS_2