
Mobil itu melaju kencang melintasi jalan bebas hambatan untuk meninggalkan kota Jakarta menuju kota Bandung. Didalamnya Herman duduk di samping seorang pria muda yang sedang mengemudi yang bukan lain adalah Henry Adiputra.
Henry sengaja membawa Herman jauh meninggalkan kota Jakarta untuk menghilangkan jejak. Maka itu di turunkan nya Herman di pinggiran kota Bandung.
"Kamu serius mau saya turunkan disini?" tanya Henry.
"Ya, Pak. Selanjutnya saya akan naik bus antarkota untuk membawa saya ke kampung halaman saya di Cirebon" jawab Herman.
"Baiklah, terima kasih atas kerjasama kamu membantu saya untuk membalas dendam kepada Indra Perdana"
"Sama-sama, Pak Henry. Tanpa diminta pun saya memang sudah berniat untuk membalas dendam kepada Indra! Justru saya yang berterima kasih pada Anda. Karena selama saya menjalani pengobatan, Anda sudah mengizinkan saya untuk tinggal di rumah Anda dan membiayai kebutuhan saya sehari-hari"
"Itu tidak seberapa. Saya senang bisa membantu kamu. Selanjutnya bagaimana dengan rencana kamu kedepan?"
"Untuk beberapa waktu saya akan bersembunyi di kampung halaman saya untuk mendinginkan suasana. Indra pasti akan melaporkan saya atas penganiayaan yang saya lakukan kepadanya"
"Bagaimana kalau kamu sampai tertangkap?"
"Saya akan melaporkan balik Indra yang sudah menganiaya saya sampai cacat seumur hidup! Walaupun pastinya akan sangat sulit untuk melawan Indra dalam perkara hukum, karena dia punya banyak uang! Tapi Anda tidak perlu khawatir! Saya tidak akan membawa-bawa nama Anda dalam masalah ini! Ini murni urusan dendam saya dengan Indra!"
Henry menatap Herman dengan iba. Benar juga kata Herman, sekarang dia sudah cacat seumur hidup. Pastinya akan sulit untuk mencari pekerjaan ke depannya. "Saya ada sedikit bantuan untuk kamu. Mungkin bisa kamu gunakan untuk membuka usaha di kampung halaman kalau masalah ini sudah lewat" kata Henry.
"Maksud anda?" tanya Herman.
__ADS_1
"Saya sudah mentransfer dana ke rekening kamu. Ada sedikit bantuan alakadarnya untuk kamu dan keluarga di kampung" jawab Henry.
Herman benar-benar merasa terharu akan sikap baik yang di tunjukkan oleh Henry. Orang ini baru berkenalan dengan Herman beberapa hari lalu di rumah sakit sewaktu Herman menjalani pengobatan dan Henry sedang memeriksa asam lambungnya.
Dari perkenalan itu Henry kemudia membawa Herman untuk tinggal di rumahnya karena Herman sudah tidak ada pekerjaan juga tempat tinggal dan bahkan kartu ATM nya juga di blokir oleh Indra.
Indra benar-benar menutup semua akses keuangan Herman dan untungnya Henry memberikan tempat tinggal tumpangan untuk Herman selama menjalani perawatan karena Herman juga saat itu cedera cukup parah.
Dari situlah Herman dan Henry merasa mereka memiliki kepentingan dan dendam kepada orang yang sama. Herman bahkan bersumpah untuk tidak kembali ke kampung halaman sebelum bisa menyiksa Indra.
Dengan bantuan ide dari Henry maka setelah merasa kondisinya cukup baik, Herman mulai menyelidiki keseharian Indra dan mengetahui kalau beberapa hari terakhir ini Indra selalu mengunjungi Alexandre bar.
Herman pun memilih hari ini sebagai hari yang tepat untuk membalas dendamnya kepada Indra dengan di antar oleh Henry. Bahkan seandainya saja Marisa dan Fero tidak datang saat itu, mungkin Herman sudah berhasil untuk melenyapkan Indra!
"Pak Henry, terimakasih! Anda benar-benar baik hati! Padahal Anda juga baru beberapa bulan berhenti dari Bank tempat Anda bekerja, tapi sekarang Anda malah mengirim uang ke rekening saya!" kata Herman.
"Saya sudah mendapatkan pekerjaan baru yang lebih baik dari pekerjaan saya yang lama. Saya sekarang berkerja di sebuah perusahaan asuransi. Ya walaupun mungkin keuangan nya belum sebesar waktu saya bekerja di Bank"
"Tidak apa-apa, Pak Henry! Yang penting pekerjaan itu berkah! Jangan seperti saya! Hanya karena beberapa gepok uang, saya rela melakukan apa saja yang di perintahkan oleh Indra walaupun itu adalah perbuatan yang salah! Pada akhirnya malah dia yang membuat saya cacat seperti ini! Kesetiaan saya selama ini seolah tidak ada artinya! Sekarang saya paham! Uang bukanlah segalanya! Itu malah akan membuat kita semakin terhina! Buktinya Anda yang baru saya kenal ternyata lebih bisa menghargai saya dari pada Indra! Anda menolong saya disaat saya terpuruk! Disaat orang-orang mungkin akan jijik melihat keadaan saya! Sekarang saya sudah cacat seperti ini! Bahkan mungkin pacar saya di kampung juga tidak akan sudi lagi untuk melihat wajah saya yang sekarang!"
Henry menepuk pundak Herman. "Jangan putus asa, Herman! Semoga cobaan ini membawa hikmah untuk kamu kedepannya!"
"Amin! Terima kasih sekali lagi, Pak Henry!"
__ADS_1
"Oya satu hal lagi! Saya senang kamu akhirnya bisa memberi tahu Marisa tentang fitnah yang telah kamu lakukan padanya atas perintah Indra! Semoga Marisa bisa terbuka matanya dan menyadari kebusukan Indra Perdana! Saya sudah muak melihat kebersamaan mereka!"
"Ya, semoga saja! Walaupun sepertinya Marisa akan tetap bisa memaafkan Indra! Marisa itu terlalu baik! Dia selalu bisa memaafkan Indra, seburuk apapun kelakuan Indra! Saya rasa sebenarnya Marisa juga mencintai Indra!"
*******
Herman benar, Marisa memang mencintai Indra! Sepanjang malam Marisa setia menemani Indra di depan ruang tindakan. Marisa hanya meninggalkan tempat itu disaat akan melaksanakan shalat shubuh saja.
Dalam doa nya selepas shalat, Marisa terus-menerus meminta kepada Allah SWT agar Indra selamat. Marisa memanjatkan doa nya sambil tiada hentinya menangis. Hanya nama Indra yang dia sebut dalam doa nya!
"Ya Allah... Tolong selamatkan Pak Indra... Selamatkan laki-laki yang paling aku cintai di dunia ini... Aku tidak sanggup kalau harus kehilangan dia...
Kalau aku di beri kesempatan untuk bisa menatap matanya lagi... Aku akan katakan kalau aku sebenarnya sangat mencintai dia... Aku tidak akan menutupi perasaan ini lagi...
Aku takut kalau aku tidak sempat untuk menyatakan perasaan ini... Aku selama ini sudah banyak kehilangan kesempatan untuk bisa mengutarakan cinta ini..."
Marisa kembali ke depan ruang tindakan dan ternyata pintu ruangan yang sedari tadi tertutup kini sudah terbuka lebar. Marisa merasakan jantungnya berdetak kencang! Apakah Indra sudah berhasil di selamatkan?!
Marisa segera masuk kedalam ruangan tindakan, tapi tidak ada Indra disana. Yang ada hanya seorang perawat sedang merapikan alat-alat yang digunakan saat melakukan tindakan.
"Suster, bagaimana pasien yang tadi ada di ruangan ini?! Kemanakah dia sekarang?!" tanya Marisa panik.
"Pasien sudah berhasil di tangani dengan baik, Bu. Dokter sudah menjahit luka-luka dan juga sudah mengobatinya. Tapi sampai saat ini pasien belum sadarkan diri. Sekarang pasien dibawa ke ruang radiologi diagnostik untuk melakukan CT scan untuk pemeriksaan lebih lanjut" jawab sang perawat.
__ADS_1