My Arrogant CEO

My Arrogant CEO
BAB 249 : Kemarahan Mama Renata


__ADS_3

Marisa segera merapikan rambut dan riasan wajahnya agar tidak terlihat habis menangis. Andro benar, Marisa harus pulang ke rumah dengan keadaan tersenyum demi anaknya, Baby Syailendra.


"Ndro, aku berterima kasih karena kamu tadi sudah begitu membelaku didepan Melati" kata Marisa.


"Itu sudah kewajiban saya sebagai seorang saudara, Marisa" kata Andro.


"Kamu sudah tahu tentang perselingkuhan antara Indra dengan Melati?" tanya Marisa.


"Saya belum tahu persis, tapi saya sudah ada prasangka kepada mereka sejak sebelum saya pergi ke Italia" jawab Andro.


"Makanya kamu pernah mengingatkan saya untuk tidak terlalu percaya kepada Melati?"


"Iya, kamu benar"


Marisa menghela nafas panjang. "Apa salahku, Ndro? Aku sudah berusaha untuk menjadi seorang istri yang baik dan patuh kepada Indra..."


"Kamu tidak salah, Marisa. Indra dan Melati yang salah. Mereka di butakan oleh nafsu sehingga mereka tidak bisa mengingat kebaikan kamu"


"Apakah semua pria akan seperti itu? Akan tergoda oleh wanita lain begitu ada kesempatan?"


"Tidak semuanya seperti itu, Marisa. Masih banyak pria setia di dunia ini, kok!"


"Aku tidak menyangka sama sekali, Ndro. Selama ini Indra begitu baik dan sayang kepadaku dan juga anaknya. Aku tidak tahu kalau dibelakang ku, Indra malah sudah menjalin hubungan gelap dengan Melati sejak awal-awal aku melahirkan anaknya!"


"Hubungan mereka sudah di tahap yang jauh?"


Marisa mengangguk getir. "Iya, Ndro... Mereka sudah melakukan hubungan terlarang..."


"Ya Allah... Indra!" keluh Andro kesal bahkan sampai mengepalkan tinjunya! "Bagaimana sekarang keputusan kamu? Apakah kamu akan menanyakan langsung hal ini kepada Indra?"

__ADS_1


"Aku pasti akan menanyakan masalah ini secepatnya. Mungkin hari ini juga setelah Indra pulang kantor. Aku tidak mau memendam rasa sakit ini seorang diri. Aku bisa sakit! Aku ingin mendengar langsung dari mulut Indra kalau dia memang telah menduakan aku dengan Melati!"


"Apakah kamu akan memaafkan Indra kalau dia mengakui semuanya dan meminta maaf?"


"Aku pasti akan selalu memaafkan semua kesalahan yang Indra buat kepadaku. Aku sudah terlalu sering merasakan sakit akibat perlakuan Indra bahkan sejak pertama aku mengenalnya"


"Jadi kamu mau memperbaiki hubunganmu dengan Indra?"


Marisa menggeleng. "Kalau untuk memperbaiki, aku tidak bisa..."


"Maksud kamu? Kamu mau meninggalkan Indra?!"


"Ya" Marisa mengangguk perlahan.


"Marisa, kamu jangan gegabah! Pikirkan juga masa depan Baby Syailendra!"


"Aku tidak mungkin bisa kembali hidup bersama dengan suami yang sudah tidur dengan wanita lain! Aku tahu masalalu Indra! Dia sudah pernah tidur dengan beberapa orang wanita sebelum menikah denganku! Tapi aku menerima semuanya dan menganggap bahwa itu adalah masalalu Indra! Tapi sekarang dia melakukannya lagi setelah dia jadi suamiku?! Aku tidak bisa menerima kenyataan itu, Ndro! Apapun kesalahan yang Indra lakukan, aku akan selalu memaafkannya kecuali satu hal! Perselingkuhan!"


"Lalu aku harus mengorbankan perasaan ku demi keutuhan keluarga Perdana?!" Marisa memandang penuh sakit dan kecewa kepada Andro.


Andro segera menyentuh tangan Marisa "Maafkan saya, Marisa. Maksud saya bukan seperti itu! Semuanya terserah kamu. Kalau kamu sudah tidak bisa bersama Indra, saya tidak bisa memaksakan"


"Saat ini saja aku sudah tidak sanggup untuk menahan rasa sakit ini, Ndro! Kalau saja aku tidak punya Baby Syailendra, pasti aku sudah pergi jauh dari kediaman keluarga Perdana!"


"Kamu tenang dulu, Marisa. Kamu berserah kepada Allah SWT dan minta petunjuknya dengan shalat istikharah. Jangan tergesa-gesa mengambil keputusan. Tunggu sampai hati kamu tenang dan pikiran kamu segar"


"Iya, aku pasti bisa melakukan hal yang kamu sarankan tadi"


"Saya akan bantu berdoa untuk kebahagiaan kamu, Marisa"

__ADS_1


"Amin... Kamu memang selalu baik kepadaku, Ndro..." disaat-saat seperti ini, barulah Marisa merasakan bagaimana baiknya seorang Andro Perdana. Andro yang tidak pernah menyakiti perasaan Marisa sedikitpun. Tapi justru selalu tersakiti oleh Marisa.


Marisa pun kembali ke rumahnya bersama Andro. Sementara mobil Marisa dan supirnya sudah tiba lebih awal. Saat Marisa masuk kedalam rumah bersama Andro, tampak Mama Renata sudah berada di ruang tamu dengan wajah yang dingin.


"Dari mana kalian?!" tanya Mama langsung tanpa basa-basi.


"Kebetulan saya bertemu Marisa dan mengajaknya pulang bersama, Mam" jawab Andro.


"Marisa kan bawa mobil sendiri!"


"Memangnya kenapa kalau Marisa pulang bersama saya, Mam?"


"Marisa itu istri Indra! Tidak pantas kalau kamu mengajaknya untuk pulang bersama, Andro! Kalau sampai Indra tahu kan, tidak enak juga! Indra sedang sibuk bekerja di kantor demi kemajuan perusahaan kita, sementara kamu membawa istrinya pergi berduaan!"


Andro menghela nafas panjang, selama ini Mama Renata selalu saja menyudutkan dirinya tanpa tahu apa yang telah Indra lakukan di luaran sana.


Marisa yang juga merasa tidak enak hati karena Mama terus menyudutkan Andro, mencoba membela Andro. "Mam, maaf sebelumnya. Tapi antara saya dengan Andro tidak ada apa-apa. Kami cuma kebetulan bertemu"


"Bagus, Marisa! Kamu ini semakin kesini semakin berani ya?! Kamu selalu saja tidak bisa menjaga diri kamu agar menjaga jarak dengan Andro! Kamu ini istri Indra! Jaga kehormatan Indra! Selama ini Mama tidak pernah membicarakan masalah ini dengan kamu! Tapi kamu tidak bisa di kasih hati! Kamu selalu saja membiarkan Andro mendekati kamu! Mulai dari saat Baby Syailendra sakit, lalu sekarang kamu pergi berduaan dengan Andro!


Bagaimana kalau ada yang memergoki kamu bersama Andro dan menyebarkan berita tentang kalian berdua di media?! Kamu mau menjatuhkan harga diri Indra?! Indra itu seorang pengusaha terkenal dan terhormat! Kamu harus tahu diri apalagi Indra yang sudah mengangkat derajat kamu dan keluarga kamu!" Mama Renata kini marah kepada Marisa sehingga membawa-bawa derajat keluarga Marisa!


Andro langsung maju untuk membela Marisa! "Mama! Mama tidak boleh bicara seperti itu kepada Marisa! Marisa tidak akan pernah mempermalukan Indra! Kecuali Indra yang mempermalukan dirinya sendiri!"


"Apa kamu bilang, Andro?! Indra tidak akan pernah mempermalukan dirinya sendiri karena dia tahu sekali bagaimana harus bersikap dan bertindak! Kamu yang justru tidak tahu dimana posisi kamu sehingga selalu saja mendekati Marisa! Kalau begini terus, Mama minta kamu kembali saja ke Italia agar kamu bisa segera melupakan Marisa!"


Andro tersenyum pahit, "Oh, jadi Mama mengusir saya?! Baiklah, Mam! Saya akan pergi dari rumah ini! Tapi saya juga akan membawa Marisa dan Syailendra ikut dengan saya!"


"Andro!!!" Mama meneriakkan nama Andro dengan kesal dan tangannya melayang keras ke pipi Andro yang adalah anak bungsunya itu!

__ADS_1


'Plak!' satu tamparan keras mendarat di pipi Andro!


Marisa sendiri sampai memekik saking kagetnya!


__ADS_2