My Arrogant CEO

My Arrogant CEO
BAB 194 : Didalam Ruangan CEO.


__ADS_3

Senin pagi, Marisa meminta izin pada Andro untuk bisa ikut mobilnya karena hari itu Indra akan pulang dari Surabaya dan Marisa akan ikut menemani Indra dalam metting bersama klien dari Korea Selatan.


Andro pun mengizinkan Marisa untuk ikut mobil nya dan mereka pergi ke kantor berdua.


Marisa dan Andro pun berada dalam satu ruangan yang sama, Andro jadi teringat kembali saat Marisa masih menjadi asisten pribadi Indra. Pada saat itu Marisa adalah kekasih Andro, sebelum akhirnya Indra mengambil Marisa dari Andro.


"Indra pulang kapan, Mar?" tanya Andro saat mereka sedang dalam ruangan CEO pagi itu.


"Agak siangan kayaknya. Terus rencananya Indra akan langsung metting dengan Mr Tae dari Korea Selatan setelah makan siang" jawab Marisa.


"Kalau begitu saya akan pergi ke pelabuhan. Ada pengiriman barang ke Merak siang ini. Kamu bisa handel persiapan metting ini sendiri?"


"Boleh, aku bisa sendiri kok"


"Aku on the way sekarang ya?"


"Oke"


Sepenggal Andro, Marisa pun sibuk dengan laptopnya untuk mempersiapkan agenda metting siang itu. Beberapa hari tidak ikut ke kantor, pekerjaan Marisa jadi bertumpuk-tumpuk. Untungnya beberapa pekerjaan sempat juga di handel oleh Bella.


Jam baru menunjukkan pukul sepuluh pagi, Marisa yang sedang fokus pada pekerjaannya mendengar pintu ruangan terbuka. Marisa menyangka kalau yang datang adalah Andro karena baru beberapa menit yang lalu meninggalkan ruangan.


"Ada yang ketinggalan, Dro?" tanya Marisa dengan mata masih menatap layar laptopnya.


"Ini saya, Indra suami kamu! Bukan Andro!" kata seorang yang masuk kedalam ruangan yang ternyata memang Indra!


Marisa kaget dan langsung berdiri dari duduknya. "Dra?! Kok udah nyampe?" tanyanya.


"Sengaja naik pesawat yang paling pagi. Agar bisa makan siang dulu bersama istri saya sebelum pergi metting" jawab Indra.


"Ya ampun!"


"Kenapa kamu kira saya adalah Andro?"

__ADS_1


"Andro baru saja meninggalkan ruangan ini barusan. Dia mau ke pelabuhan Tanjung Priok dan memantau pengiriman barang disana"


"Jadi dari pagi kalian berdua disini? Bekerja dalam satu ruangan yang sama?" nada suara Indra mengandung kecurigaan.


"Nah, mulai deh! Kami sibuk dengan laptop masing-masing!"


"Iya, saya percaya. Sini saya peluk kamu!" Indra membuka lebar kedua tangannya.


Marisa segera menghampiri dan masuk kedalam pelukan Indra yang sangat di rindukannya.


"Kangen banget ih!" kata Marisa manja lalu mencium pipi Indra.


Indra balas mencium kening Marisa "Saya juga kangen! Saya tidak bisa tidur semalaman karena ingat terus sama kamu!"


Indra dan Marisa bertatapan dengan mesra dan kemudian bibir mereka berdua saling menempel dan saling mengecup, beberapa saat kemudian mereka sudah larut dalam ciuman yang penuh gairah. Saling mencium, saling menghisap, saling mengigit.


Kedua tangan Indra tidak tinggal diam, di remas-remasnya bokong Marisa dengan gemas sehingga rok span Marisa terangkat ke atas menyibakkan paha mulusnya.


Ciuman Indra pun mulai menelusuri leher Marisa sehingga membuat Marisa merasa geli dan tubuhnya mulai memanas. Apalagi kini Indra bukan hanya mencium tapi mulai menjilati leher Marisa.


Indra tidak menjawab melainkan terus menciumi leher Marisa. Di bawah sana Indra sudah berhasil membuat rok span Marisa terangkat dan tangan Indra sudah menelusup di antara kedua belah paha Marisa.


Marisa tercekat dan berusaha untuk mendorong dada Indra. "Jangan di pegang-pegang, Dra..."


"Bukankah kamu bilang hari ini kita akan melakukannya?" bisik Indra.


"Tapi jangan disini!"


"Kenapa?! ini ruangan saya! Saya berhak melakukan apapun disini!"


"Ah... Tapi Dra..." Marisa tidak bisa meneruskan kata-katanya karena dibawah sana tangan Indra sudah menelusup kedalam cd-nya dan merambah sesuatu yang ada didalamnya. Sesuatu yang sudah satu minggu tidak Indra jamah dan sekarang Indra sudah bergerilya disana.


"Kamu sudah basah, Marisa!" bisik Indra gemas saat merasakan bagaimana bagian bawah tubuh Marisa sudah membanjir karena kenakalan jari-jari tangan Indra.

__ADS_1


"Ah... Indra... Ah..." Marisa menyerah dan lemas dalam dekapan Indra, menikmati jamahan tangan Indra yang sudah satu minggu tidak di rasakan nya.


"Kenapa, Sayang?" bisik Indra.


"Nikmat sekali... Dra... Auh...! Iya, disitu, disitu! Dra... Terus... Ah... Ah..." Marisa semakin membuka lebar kedua pahanya agar Indra bisa leluasa mengacak-acak bagian bawah tubuhnya.


Tubuh Marisa bergetar hebat dalam dekapan Indra dan Indra segera membawa Marisa ke atas sofa yang ada di ruangan itu dan mendudukkan nya. Di buka nya kedua kaki Marisa lebar-lebar setelah lebih dulu melepaskan cd-nya.


Tanpa tunggu lama Indra segera membenamkan wajahnya di antara kedua belah paha Marisa. Indra menemukan sesuatu yang sudah lama tidak di nikmati nya, maka di lahap nya bagian itu dengan rakus dan liar!


Sementara Marisa menutup mulutnya dengan kedua tangan untuk menahan jeritannya! Marisa benar-benar merasakan sensasi kenikmatan yang luar biasa pada bagian bawah tubuhnya! Tubuh Marisa melejang-lejang di atas sofa!


"Ah... Udah Dra... Udah... Gak kuat... Akh!!!" Marisa mati-matian menahan kenikmatan yang luar biasa sekaligus takut kalau suaranya sampai terdengar keluar ruangan.


Bukannya berhenti, Indra malah semakin liar mengerjai bagian bawah tubuh Marisa sehingga kini terlihat kepalanya maju mundur dengan cepat di antara kedua belah paha mulus Marisa!


"Udah Dra...! Please! Aku gak kuat...! Argh...!" Marisa meremas rambut Indra kuat-kuat saat gelombang puncak kenikmatan menghampirinya! Tubuhnya melenting yang langsung di sambut dengan hisapan kuat bibir Indra pada bagian bawah tubuhnya!


Saat itulah Indra melepaskan Marisa. Membiarkan Marisa lemas di atas sofa dengan nafas terengah-engah.


Indra menyeka bibirnya yang belepotan dengan senyuman licik dan tatapan nakal. "Milik kamu lezat, Marisa!" kata Indra.


"Nakal ih...!" kata Marisa dengan wajah memerah!


Indra membuka kancing-kancing blus Marisa dan membuka bra nya, selanjutnya Indra sudah sibuk dengan kedua buah dada Marisa yang besar dan padat. Dihisap sekaligus di kunyah nya kedua pucuk buah dada Marisa dengan bergantian tapi malah semakin membakar Marisa! Membuat gairah Marisa kembali memanas! Apalagi tangan Indra kembali turun kebawah dan mengacak-acak milik Marisa sehingga basah kembali!


"Aku gak kuat, Dra... Masukin sekarang..." rintih Marisa dan meraba-raba celana Indra untuk melepaskan kancing dan menurunkan resleting nya. "Keluarin senjata kamu, Dra...!" Marisa menuntut!


Indra duduk di sebelah Marisa dan menurunkan celana nya sebatas lutut dan mengeluarkan senjata nya yang sudah menegang dan keras laksana baja!


"Kamu mau ini, Marisa?" tanya Indra.


"Iya..." Marisa memegang senjata Indra dengan tatapan mata yang seperti orang haus!

__ADS_1


"Kalau begitu, ayo naik ke pangkuan saya! Duduk di atas senjata saya ini! Biarkan dia menancap pada tubuh kamu dengan cara kamu menduduki nya!" perintah Indra.


__ADS_2