
Lama Indra mencium Marisa hingga akhirnya Marisa tersadar dan segera melepaskan diri dari pelukan Indra. Dengan tergesa-gesa Marisa menyeka bibirnya sendiri yang merah basah.
"Kenapa di seka?! Biarkan saja kering sendiri" kata Indra usil.
"Kenapa sih Anda selalu saja mencari kesempatan untuk mencium saya!" keluh Marisa.
"Lho, kan saya di bawah! Kamu yang di atas! Kamu yang mencium saya lebih dulu! Kalau akhirnya saya membalasnya kan itu juga karena kamu menikmatinya!"
Marisa tidak bisa menjawab karena merasa kalau memang dia duluan yang mencium Indra!
"Lagi-lagi Pak Indra berhasil mencium ku! Ih! Kenapa sih aku tidak bisa menolak! Kalau sudah begini jadinya, bagaimana aku bisa melepaskan diri dan melupakan dia!" rutuk Marisa dalam hatinya.
"Sekarang kita pergi belanja! Kamu ganti daster kamu!" kata Indra.
"Apakah harus? Saya kan tidak akan lama berada disini! Lagipula Anda juga sudah mulai membaik!" kata Marisa.
"Kamu ini bisa tidak sih kalau di ajak sesuatu tidak usah mencari alasan terus! Pokoknya kamu harus pergi bersama saya sekarang! Atau... Atau saya akan mencium kamu lagi!"
Marisa melotot! "Ya sudah! Saya ikut!"
Dan Marisa pun pergi bersama Indra ke sebuah tempat perbelanjaan dengan menaiki mobil yang di kemudikan oleh Pak Jukri.
Sesampainya disana Indra memborong banyak sekali pakaian yang mahal-mahal untuk Marisa. Bukan hanya itu saja, Indra juga membeli banyak peralatan kecantikan, sepatu-sepatu dan juga tas branded untuk Marisa.
"Kenapa Anda beli banyak barang seperti itu! Anda seperti orang yang sedang membeli seserahan pernikahan! Banyak sekali!" kata Marisa.
"Ini tidak seberapa! Kalau kita menikah nanti, saya akan bawakan kamu barang-barang satu supermarket!" kata Indra.
"Menikah dengan saya?! Anda halu!"
"Bukan halu! Itu obsesi terbesar saya!"
"Saya tidak percaya Anda punya niat untuk menikah! Pria seperti Anda tidak suka komitmen agar bisa mencicipi sana-sini tanpa ikatan!"
"Enak saja! Saya tidak cicip sana-sini! Saya hanya baru tidur dengan tiga orang wanita selama hidup saya! Walaupun banyak wanita yang menawarkan tubuhnya pada saya, saya juga pilih-pilih dulu!"
"Tiga wanita?! Termasuk Kayla?!"
"Oh ya, tidak termasuk Kayla!"
"Kenapa Anda tidak memasukkan Kayla kedalam daftar wanita yang Anda sudah tiduri?"
"Ya... Karena itu terjadi hanya satu kali dan juga tidak memuaskan! Dasar wanita murahan!"
"Ih! Amit-amit!" Wajah Marisa merah padam!
"Lho, saya juga tidak sengaja berhubungan dengan Kayla karena niat saya hanya memanas-manasi kamu! Akhirnya malahan saya terjebak saat Kayla menyerahkan diri kepada saya! Untungnya saya bisa melepaskan dia!"
__ADS_1
"Buat apa memanas-manasi saya?! Segala mencium dia di depan saya!"
"Kamu duluan yang memanas-manasi saya bersama Andro!"
"Memangnya saya dan Andro berbuat apa?!"
"Saat perpisahan kalian berdua di bandara, memangnya saya tidak panas?!"
"Ngawur!"
Marisa melotot saat melihat Indra mengambil beberapa pakaian tidur seksi untuk di masukan kedalam troli belanja.
"Eh! Apa-apaan itu ambil baju tidur seperti itu segala! Buat siapa?!" tanya Marisa.
"Buat kamu lah! Masa untuk Bu Jum!" jawab Indra.
"Saya tidak suka pakaian tidur seperti itu! Pasti dingin dan di gigit nyamuk!"
"Di vila saya tidak ada nyamuk! Memangnya di kosan kamu! Dan kalau dingin, kamu boleh tidur didalam dekapan saya!"
"Saya tidak mau! Saya mau yang itu saja!" Marisa menunjuk deretan baju tidur katun lengan panjang yang bercorak kartun.
"Itu buat anak-anak!"
"Buat gadis juga bisa kok! Saya punya banyak baju tidur Doraemon!"
"Tapi seorang gadis dewasa harus memakai lingerie seksi seperti ini!"
"Ya sudah! Ambil sana! Kamu tetap seksi memakai pakaian apapun! Bahkan saat memakai daster pun, kamu tetap menggairahkan!" Indra berkata seraya meleletkan lidahnya.
"Bisa tidak sih Anda bicara sopan?! Tidak usah bicara hal yang mesum! Saya masih di bawah umur!" hardik Marisa!
"Di bawah umur?! Kamu sudah dua puluh tiga tahun dan seorang mahasiswi tingkat akhir!"
"Tapi saya masih gadis!"
"Kalau begitu serahkan kegadisan kamu pada saya!"
"Enak saja! Halalin dulu saya!"
"Oke, kalau itu yang kamu mau! Kita panggil penghulu ke vila malam ini juga!"
"Emang saya ini mahasiswi yang suka nikah kontrak di puncak!"
"Hahahaha! Tahu juga kamu masalah yang seperti itu! Katanya masih di bawah umur!"
Sepanjang acara belanja hari itu, Marisa dan Indra tidak henti-hentinya berdebat. Tanpa di sadari itu justru semakin membuat mereka akrab dan dekat satu sama lain.
__ADS_1
Hingga mereka pun pulang ke vila di saat jam makan siang. Di vila sudah tersedia makan siang spesial. Marisa dan Indra pun makan bersama dan setelah itu Marisa menyiapkan obat untuk Indra minum juga mengoleskan salep di luka-luka Indra.
Saat Marisa hendak pergi ke kamarnya untuk shalat Dzuhur dan beristirahat, tiba-tiba HP Indra berbunyi dan Marisa sempat melihat nama Gery di layar HP Indra.
"Pak Indra, ada telepon dari Gery!" kata Marisa antusias.
"Biarkan saja!" kata Indra acuh.
"Kenapa Anda bicara seperti itu! Anda kan sudah bilang kalau Gery bisa menelepon saya lewat HP Anda! Bagaimana jika ada kabar penting dari kampus atau keluarga saya?!"
"Ya sudah! Angkat sana!"
Marisa meraih HP Indra dan melihat ternyata wallpaper HP tersebut masih fotonya.
"Masih foto saya?" kata Marisa.
"Sudah saya bilang kalau saya mencintai kamu" kata Indra.
"Saya angkat telepon dari Gery, ya?"
"Load speaker! Saya mau dengar!"
"Iya, dasar kepo!" Marisa mengangkat telepon dari Gery dan menyalakan load speaker nya. "Halo Gery"
"Halo Marisa! Ya Allah! Aku kangen!" terdengar suara Gery yang bersemangat!
"Aku juga kangen!" kata Marisa dan langsung membuat mata Indra melotot!
" Gimana kabarnya kamu?"
"Alhamdulillah, Ger"
"Kenapa HP kamu gak aktif?!"
Marisa melirik Indra yang masih melotot. Rasanya tidak mungkin kalau Marisa mengatakan bahwa Indra tidak mau meminjamkan nya charger HP.
"HP aku kayaknya rusak! Udah coba aku cas tapi gak masuk"
"Oh... Kapan kamu pulang? Senin depan kita mulai kuliah lagi, lho!"
"Ya, aku segera pulang. Begitu Pak Indra sudah membaik, aku akan pulang"
"Tapi CEO arogan itu gak galak sama kamu?!" tanya Gery dan itu membuat Marisa mengigit bibirnya sendiri!
Gery tentunya tidak tahu kalau posisi HP Indra saat itu sedang load speaker! Akibatnya Indra kembali melotot!
"Ger, Pak Indra baik sekali kok sama aku" kata Marisa agar Indra tidak marah.
__ADS_1
"Iya, biasanya kan nyebelin banget tingkat dewa!" kata Gery lagi-lagi menyinggung perasaan Indra!
Indra tidak bisa menahan perasaan kesal nya lagi! Dengan kasar di renggut nya HP dari tangan Marisa!