My Arrogant CEO

My Arrogant CEO
BAB 179 : Sudah Percaya Sekarang?


__ADS_3

"Saya rasa dia tidak akan melakukan hal itu! Dia hanya menakut-nakuti kamu! Dasar kamu anak kecil! Mau saja di takut-takuti ular berbisa seperti itu!" kata Indra kesal.


"Masa sih..." Marisa ragu.


"Sudahlah, untuk apa kita membahas tentang hal q sama sekali tidak penting!"


"Tapi Dra. Kamu bilang kamu hanya sekali meniduri nya?"


"Iya, kamu tidak percaya?!"


"Kenapa memangnya?"


"Ya habisnya rasanya tidak enak! Saya jadi mual dan tidak mau mengulangi nya lagi!"


"Kayla bilang kamu sering melakukan hal itu dengan nya bahkan dimana saja!"


"Dasar wanita murahan!"


"Jadi dia bohong?"


"Tentu saja dia bohong! Memangnya saya ini sembarangan untuk meniduri wanita?!"


"Dia juga bilang kamu kuat seperti kuda liar!"


"Nah kalau itu benar dan kamu juga akan segera merasakannya!"


"Dia juga bilang kamu maniak!"


"Enak saja! Kalau itu tidak benar! Saya bukan maniak! Kalau saya maniak tidak mungkin saya hanya meniduri tiga wanita dalam hidup saya?! Saya bisa mendapatkan wanita mana saja yang saya inginkan, Marisa. Tapi saya tidak seperti itu! Saya hanya meniduri wanita itu kalau dia adalah kekasih saya! Kalau tentang Kayla itu saya anggap sebuah kecerobohan! Saya menyesal sekali karena pernah memasuki tubuhnya!"


"Saya jijik sama kamu! Kamu bekas orang lain!"


"Kamu kan sudah tahu dari awal! Kenapa sekarang mempermasalahkan nya?! Saya memang pernah tidur dengan ketiga mantan saya, tapi itu juga tidak rutin saya lakukan! Hanya sebagai kebutuhan saja! Mungkin hanya dua sampai empat kali dalam satu bulan saya melakukannya! Saya lebih suka mengurus pekerjaan saya daripada harus menikmati tubuh wanita!"


"Tapi kenapa kamu begitu penasaran dengan saya?! Kamu bahkan mencoba untuk memperkosa saya sewaktu kita di Sumedang?!"


"Kamu berbeda, Marisa! Kamu selalu membuat saya terangsang! Melihat betis kamu saja sudah bisa membuat pikiran saya melayang kemana-mana! Kamu memakai daster batik saja saya langsung bernafsu!" Indra me lu mat bibir Marisa kuat-kuat hingga mengeluarkan suara berdecak keras.


"Tapi saya sayang kamu, Marisa. Kalau saya tidak sayang, sudah dari dulu saya paksa kamu untuk menyerahkan kehormatannya kamu! Tapi semenjak saya sadar bahwa saya sangat mencintai kamu, saya berusaha keras untuk menahan diri. Saya mencoba untuk menghargai prinsip hidup kamu tentang keperawanan. Saya bahkan sudah enam bulan berhubungan dengan kamu tanpa bisa melampiaskan nafsu saya!"


Marisa diam... Perlahan Marisa mulai mempercayai Indra.

__ADS_1


"Oh ya, saya ingat satu hal! Saya tahu sekarang anak siapa yang sedang Kayla kandung! Saya bukti nya!" Indra melepaskan pelukannya pada Marisa untuk mengambil HP nya di atas meja lalu Indra mengotak-atik HP nya dengan tergesa-gesa seperti sedang mencari sesuatu.


"Ada apa?" tanya Marisa sambil mendekati Indra untuk ikut melihat apa yang ada di layar HP Indra.


"Nah ini dia! Ini adalah rekaman CCTV saat saya menjebak Kayla agar dia tidak menganggu saya lagi! Saya menggunakan rekaman CCTV ini untuk mengusir Kayla dari Perdana Enterprise juga dari kehidupan saya!"


Marisa memekik histeris saat melihat bagaimana layar HP Indra menunjukkan Kayla yang sedang bercinta dengan Mr Baba!


"Ih! Menjijikkan!"


"Nah, sekarang kamu sudah tahu kan anak siapa yang ada dalam perut Kayla? Tuh, mereka main sampai Mr Baba puas! Mr Baba mengeluarkan semuanya di dalam tubuh Kayla dan dia tidak memakai pengaman!"


"Cepat matikan video nya! Saya mau muntah!" Marisa menjauhi Indra ke sudut ranjang.


Indra tertawa terbahak-bahak lalu mematikan rekaman video di HP nya. Lalu menelepon Mr Baba.


"Mau telepon siapa kamu?" tanya Marisa curiga saat melihat Indra menyalakan load speaker HP nya.


"Mr Baba!" jawab Indra.


"Buat apa?!"


"St! Ini telepon nya sudah tersambung!" bisik Indra. "Selamat malam Mr Baba"


"Saya baik-baik saja. Bagaimana kabar Anda sebaliknya?"


"Saya juga baik-baik saja! Hahaha!"


"Kapan Anda berkunjung ke Indonesia?! Kita bisa makan malam bersama"


"Saya memang jarang berkunjung ke Indonesia. Tapi saya akan sempatkan untuk bertemu Anda jika saya sedang berada di Jakarta"


"Saya tunggu kabar selanjutnya"


"Pastikan, Pak Indra! Apalagi sekarang Kayla sedang mengandung anak kami! Dua bulan lagi dia akan segera melahirkan dan saya akan sering berkunjung ke Jakarta"


"Oh ya?! Anda masih berhubungan dengan Kayla?"


"Ya, Pak Indra. Hehehe. Kayla itu sangat menggairahkan! Setelah kejadian di apartemen waktu itu saya tidak bisa melepaskannya. Saya sudah menikahi Kayla secara siri dan sekarang dia sedang hamil besar"


"Oh... Selamat untuk kehamilan nya!"

__ADS_1


"Terima kasih, Pak Indra"


Indra menutup teleponnya dan menatap Marisa yang tampak bengong. "Sudah percaya sekarang?!"


"Kok bisa ya Kayla mengatakan pada saya kalau itu anak kamu?" kata Marisa.


"Ya kamu saja yang gampang percaya!"


"Sudah menikah dengan Mr Baba tapi masih saja mengganggu hubungan kita!"


"Ya mungkin dia iri karena akhirnya kamu yang saya pilih!"


"Mungkin..."


Indra mendekati Marisa dan memeluknya dengan erat. "Sekarang kamu percaya kalau saya hanya menginginkan kamu?!"


"Iya... Saya percaya"


"Saya juga ingin punya anak, Marisa! Tapi saya ingin kamu yang mengandung anak saya!"


"Iya, Dra... Saya juga mau mengandung anak kamu" Marisa mencium bibir Indra dengan mesra.


Dan akibatnya fatal! Indra merasakan gairah nya terbakar karena ciuman Marisa! Di lucuti nya baju tidur gambar kartun yang di kenakan Marisa dan langsung di lepaskan nya juga bra yang menutupi dada Marisa. Kini tubuh Marisa sebelah atas sudah polos di hadapan Indra!


Indra meneguk ludahnya sendiri dan langsung merasa haus saat melihat bagaimana indahnya tubuh bagian atas Marisa!


"Kamu semakin menggairahkan, Marisa!" Indra meremasi kedua dada Marisa dengan gemas!


"Jangan..." Marisa menggeliat.


Indra tak mampu lagi menahan nafsu nya, dengan rakusnya di lahapnya pucuk buah dada Marisa. Bergantian kiri dan kanan. Seolah tidak ada puasnya. Indra terus menghisapi kedua pucuknya tanpa perduli dengan erangan dan pekikan Marisa.


"Ah...! Indra...! Awh...! Aduh...! Akh...!"


Indra melepaskan hisapannya setelah dada Marisa banjir oleh air liurnya! Bahkan terlihat kedua pucuk dada Marisa sudah membengkak merah!


"Nikmat sekali, Marisa!" desah Indra lalu menyusupkan tangannya kedalam celana tidur Marisa dan merasakan kalau didalam sana sudah membanjir! Darah Indra bergolak hebat!


..."Kamu sudah basah sekali, Marisa!" desis Indra lalu mengocok bagian bawah tubuh Marisa dengan gerakan jarinya yang mengakibatkan tubuh Marisa kejang dan memekik histeris!...


"Ouwh...! Indra...! Aku tidak tahan...! Ah... Dra!" Marisa memejamkan matanya rapat-rapat karena tak sanggup menahan kenikmatan yang di berikan oleh jari-jari tangan Indra!

__ADS_1


"Saya juga tidak tahan, Marisa!" kata Indra gemas dan nekad melepaskan celana tidur Marisa!


__ADS_2