My Arrogant CEO

My Arrogant CEO
BAB 258 : Pencarian Marisa Dimulai


__ADS_3

Indra sampai dirumah Marisa saat malam hari. Tapi Indra merasa amat kaget karena ternyata Marisa tidak ada disana. Padahal tadinya Indra sudah yakin sekali kalau Marisa pergi ke Bogor kerumah orang tuanya.


"Kenapa menanyakan Marisa? Memangnya Marisa kemana?" Mama Marisa menjadi khawatir dengan keadaan Marisa apalagi menurut Indra, Marisa pergi membawa Syailendra.


"Saya juga bingung, Ma. Marisa berkata kepada supir pribadinya kalau dia akan pergi ke Bogor dengan taksi online. Marisa juga mengatakan kalau dia sudah meminta izin kepada saya padahal tidak" kata Indra.


"Bukannya kalian baru kemarin merayakan ulang tahun Syailendra?" tanya Ayah.


"Iya, Ayah" jawab Indra.


"Aneh, kemana Marisa pergi?! Tidak biasanya dia pergi tiba-tiba seperti ini!" Mama bertambah khawatir.


"HP nya juga tidak bisa di hubungi" kata Indra.


"Apakah Kak Indra bertengkar dengan Kak Marisa?" tiba-tiba Reno, adik Marisa yang kini sudah duduk di bangku SMA, bertanya kepada Indra dengan nada curiga.


Indra jadi bingung. Bukan hanya bertengkar, tapi malam kemarin Marisa sampai tidak membiarkan Indra masuk kedalam kamarnya. Tapi mana mungkin Indra menceritakan tentang masalahnya dengan Marisa. Apalagi itu semua akibat dari perselingkuhannya dengan Melati.


Akhirnya Indra menggelengkan kepalanya dan berkata. "Tidak, Reno. Saya tidak bertengkar dengan Marisa"


"Tapi kan aneh! Mana mungkin seorang istri pergi dari rumah suaminya dengan membawa anak mereka kalau tidak ada masalah" kata Reno. yang memang dulu sebenarnya lebih setuju jika kakaknya memilih Andro.


Akhirnya karena tidak menemukan Marisa dirumah orang tuanya, Indra memutuskan untuk kembali ke Jakarta pada hari itu juga. Indra pulang dengan hati yang gundah gulana. Indra merasa sangat khawatir dengan keadaan Marisa. Dimana Marisa saat ini? Dia tidur dimana bersama Syailendra?


"Ya Tuhan, Marisa... Kenapa kamu nekad seperti ini?! Bagaimana kalau terjadi sesuatu kepada kamu dan Syailendra! Apakah kamu tidak bisa memaafkan saya demi Syailendra?! Apakah satu kesalahan yang telah saya lakukan tidak bisa dimaafkan sehingga membuat kamu melupakan sejuta kebaikan yang telah saya berikan?" batin Indra.

__ADS_1


Indra sampai dirumahnya pada pukul sebelas malam sehingga tidak mungkin melanjutkan pencariannya terhadap Marisa. Mama Renata juga sudah tertidur dan Indra baru bertemu dengan mamanya itu pada keesokan harinya.


Mama Renata sangat kaget saat mendapati kalau Indra tidak menemukan Marisa di Bogor. Mama Renata menjadi marah besar karena merasa khawatir kepada Syailendra, cucu tunggal kesayangannya.


"Lalu kemana Marisa membawa Syailendra pergi?! Keterlaluan sekali wanita itu! Dasar wanita tidak tahu diri! Sudah di limpahi dengan kesenangan, di angkat derajat, juga di jadikan nyonya besar tapi sekarang malah pergi tanpa pamit dengan membawa Syailendra! Keterlaluan!"


'Brak!' Mama Renata menggebrak meja makan dengan nafas yang tersengal-sengal!


"Uhuk uhuk uhuk!" bahkan Mama Renata sampai terbatuk-batuk sambil memegangi dadanya.


"Sabar, Mam! Tenang!" seru Indra sambil mengusap-usap punggung Mamanya.


"Bagaimana Mama bisa sabar?! Mama tidak tahu dimana keberadaan anak kamu sekarang?! Syailendra itu cucu kesayangan Mama! Dia adalah kebanggaan bagi keluarga Perdana yang terhormat! Pewaris Perdana Enterprise!"


"Pokoknya cari Marisa dan Syailendra sampai ketemu! Mama tidak bisa membayangkan bahwa keadaan Syailendra sekarang! Dimana dia tidur?! Makan apa dia?! Kedinginan ataukah kegerahan?!"


"Saya akan menemukan Marisa dan Syailendra hari ini juga, Mam!"


"Cari mereka di setiap sudut terminal! Cari juga di bandara karena Mama curiga Marisa pergi bersama Andro keluar negeri! Pokoknya kamu kerahkan orang sebanyak-banyaknya untuk melakukan pencarian atas diri Marisa! Berapapun banyaknya jumlah uang yang harus kita keluarkan, Mama tidak perduli!"


"Baiklah, Mam"


"Kalau kamu sudah menemukan Marisa, seret dia segera kehadapan Mama biar Mama patahkan kedua kakinya yang sudah lancang membawa pergi pangeran keluarga Perdana tanpa izin!"


"Mama sabar dulu, mungkin Marisa ada masalah yang tidak bisa diceritakan kepada kita sehingga dia merasa tertekan dan akhirnya pergi dari rumah ini"

__ADS_1


"Apa?! Marisa ada masalah?! Tidak mungkin, Indra! Dia sudah sangat beruntung bisa menjadi istri kamu dan tinggal di kediaman keluarga kita! Dia memiliki apa yang semua wanita dambakan! Suami tampan dan pengusaha sukses! Menjadi nyonya besar dari sebuah keluarga yang terhormat! Tidak kekurangan suatu apapun malahan bisa mengangkat derajat keluarganya di kampung! Kurang apalagi?! Kalau dia masih punya masalah, itu artinya dia seorang wanita tidak tahu diri yang tidak bersyukur!"


"Mungkin ada sesuatu yang tidak saya lakukan yang tidak sengaja telah menyakiti hatinya"


"Apa?! Apa kesalahan kamu yang menyakiti hatinya?! Mama lihat kamu selama ini selalu memanjakan dan memberikan semua apa yang Marisa inginkan! Kamu seorang suami yang tampan, berkuasa, kaya raya dan setia!"


"Kita kan tidak tahu apa yang Marisa rasakan, Mam"


"Apa?! Tidak ada satu masalah pun yang bisa membuat Marisa sedih dan sakit hati kecuali kamu berselingkuh!"


Indra sampai terbatuk-batuk saat mendengar kata-kata Mama tentang perselingkuhan.


"Kamu tidak berselingkuh dengan wanita lain kan, Indra?! Mama bisa memahami kepergian Marisa kalau kamu melakukan kesalahan seperti itu!" kata Mama lagi.


"Tidak, Mam. Saya sangat mencintai Marisa! Tidak mungkin saya berselingkuh dengan wanita lain!" kata Indra membela dirinya dari kesalahan.


"Mama percaya kepada kamu. Kamu tidak mungkin berselingkuh karena pasti kamu mewarisi sifat setia seperti almarhum Papa"


"Tapi saya tidak tahu kalau seandainya Marisa salah paham dan cemburu buta kepada wanita lain. Karena sebenarnya beberapa bulan ini Marisa sedang merasa cemburu kepada Melati"


"Jadi karena itu kamu memberhentikan Melati dari pekerjaannya?"


"Iya, Mam. Marisa juga rencananya akan kembali ke kantor setelah ulang tahun Syailendra. Tapi kenyataannya dia malah pergi dari rumah"


"Dasar Marisa! Kalau ada wanita yang dekat dengan suaminya, harusnya dia introspeksi diri! Bukannya malah cemburu buta dan melarikan diri bersama Syailendra! Wajar saja kan kalau pria sehebat dan setampan kamu banyak wanita yang mengincar!"

__ADS_1


__ADS_2