
Perasaan Indra masih saja gelisah hingga tiba Sabtu malam Minggu dimana dia biasanya melewati bersama Sofie. Indra merasa tidak ingin bertemu dengan Sofie apalagi setelah peristiwa dia meninggalkan Sofie di pinggir jalan waktu itu.
Melihat Marisa dan Andro yang pergi berdua sepulang kantor membuat Indra semakin terpuruk. Malam ini pasti menjadi malam perpisahan yang sangat istimewa bagi Marisa dan Andro karena esok pagi Andro akan berangkat ke Turki terkait kerjasama perusahaan Perdana Enterprise dengan pihak klien bisnis Istambul.
Andaikan malam ini aku yang menghabiskan waktu bersama Marisa...
Andaikan aku yang menjadi kekasih Marisa... Aku ingin jadi Andro, walau untuk satu malam saja...
Baru kali ini dalam sepanjang hidupku, aku ingin menjadi Andro...
Dengan langkah gontai Indra masuk kedalam mobilnya dan pulang ke rumah dengan tidak ada semangat. Padahal ini akhir pekan, malam panjang yang biasanya di pergunakan orang-orang untuk melepaskan penat bersama orang terkasih.
Sesampainya di rumah, Indra tidak menemui Mama dan malah langsung menuju ke kamarnya. Indra masuk kedalam kamar mandi dan melucuti seluruh pakaiannya dan menceburkan diri kedalam bath up dengan shower air hangat mengguyur deras di kepalanya.
Indra memejamkan matanya berusaha untuk melepaskan beban berat didalam batin nya yang sebenarnya tidak sanggup dia pikul sendiri.
Indra tidak tahu harus bercerita pada siapa... Bagaimana perasaannya yang saat ini galau dan sedih karena menyadari bahwa dia sudah jatuh cinta pada kekasih adiknya sendiri!
Indra tidak pernah terpuruk! Bahkan disaat kematian almarhum Papa dimana Mama dan Andro merasa sangat terpukul, Indra tetap berdiri tegak dan menjadi perisai sekaligus kekuatan untuk Mama dan Andro.
Untuk urusan pekerjaan, Indra juga bisa menghandle perusahaan keluarganya hingga menjadi bertambah sukses dan menggurita pasca di tinggal pergi almarhum Papa.
Tapi kenapa sekarang cuma karena seorang gadis bernama Marisa yang cuma berasal dari kalangan bawah pula, Indra bisa jadi seterpuruk ini?! Apakah ini karma karena selama ini Indra selalu menghina dan melecehkan Marisa?
Satu jam berlalu dengan sia-sia dan Indra masih saja dengan posisi berendam didalam bath up! Kamar mandi sudah di penuhi Yap karena shower air hangat yang terus dibiarkan mengalir begitu saja. Hingga Indra akhirnya tersadar kalau tidak ada gunanya terus berendam seperti ini.
Melupakan seorang Marisa pasti tidak akan sulit! Waktu akan cepat mengubah segalanya dan Marisa akan hilang pula dalam hati dan pikiran Indra. Indra akan bisa melanjutkan semuanya dengan baik-baik saja seperti saat tidak ada Marisa! Toh dari awal gadis itu memang tidak ada dalam hidup Indra!
Indra keluar dari dalam bath up dan memakai piyama. Di baringkan nya tubuhnya yang terasa lemah dan berat seolah tidak memiliki tulang belulang. Indra memejamkan matanya dan perlahan masuk kedalam alam bawah sadarnya.
Rasanya nyaman sekali... Andai Indra bisa selamanya tertidur pulas tanpa memikirkan Marisa. Atau setidaknya sampai dia bisa melupakan Marisa...
__ADS_1
Indra hampir tertidur kalau saja saat ini tidak terdengar suara ketukan pintu yang memaksa Indra kembali ke dunia nyata. Suara ketukan pintu yang keras dan terus menerus.
"Sial!" rutuk Indra dan terpaksa bangun untuk membuka pintu kamarnya.
"Sofie?!" kening Indra berkerut saat melihat ternyata Sofie yang ada didepan pintu kamarnya.
"Dra..." sapa Sofie lembut.
"Mau apa kamu kesini?" tanya Indra dengan raut wajah kesal dan tidak bersahabat.
"Lho, ini kan malam Minggu! Ini malam dimana kita biasanya menghabiskan waktu berdua! Kenapa kamu malah bertanya seperti itu?" Sofie tampak kecewa.
"Kenapa kamu tidak menelepon saya lebih dulu kalau mau kesini? Saya bisa jemput kamu kan?"
"Bagaimana aku bisa telepon kamu? Hp kamu saja tidak aktif dari siang! Aku bahkan sampai menelepon Bella dan menanyakan kamu! Bella bilang kamu sudah meninggalkan kantor dari jam lima sore!"
Indra ingat kalau dia memang tidak memegang HP nya sedari siang, bahkan Indra tidak tahu saat ini HP nya berada dimana. Di rumah atau ketinggalan di kantor? Kalau Sofie bilang HP Indra tidak aktif, mungkin HP nya sekarang dalam keadaan mati daya!
"Iya gak apa-apa. Yang penting sekarang aku sudah ada disini kan?" kata Sofie seraya melemparkan senyum manis.
"Ayo masuk kedalam, buat apa kita bicara didepan pintu kamar seperti ini" Indra masuk kedalam kamar, Sofie segera mengikuti dan tidak lupa menutup pintu kamar itu. Mereka lalu duduk berdua di sofa.
Sofie menyandarkan kepalanya di bahu Indra. Bahu Indra adalah bahu ternyaman untuk Sofie. Sofie tidak merasakan ada gerakan dari Indra. padahal biasanya kalau Sofie sudah bersandar seperti ini, Indra akan merangkul bahu atau memeluk tubuhnya.
Sofie mengangkat kepalanya dari bahu Indra untuk mengecup pipi tunangannya itu. Masih tidak ada respon dari Indra.
"Dra, kamu tidak mau pergi keluar?" bisik Sofie.
"Saya sedang kurang enak badan. Saya lelah, tadi di kantor banyak pekerjaan yang harus saya urus" kata Indra.
"Oh, kalau begitu kita disini saja. Kita gak usah pergi kemana-mana"
__ADS_1
"Iya, kamu mau minum atau makan? Saya akan meminta pelayan untuk membawa makanan untuk kamu"
"Gak usah, aku udah makan tadi sore sebelum kesini. Aku mau yang lain, Dra"
Indra menoleh, "Kamu mau apa?"
"Pertama-tama aku mau minta maaf soal peristiwa terakhir pertemuan kita. Aku sadar kalau aku yang salah. Gak seharusnya aku mendesak kamu segera menikahi aku padahal kamu masih banyak misi dan target yang harus dikejar. Maafin aku, ya?"
"Ya, gak apa-apa. Saya juga sudah tidak ingat peristiwa itu. Ada lagi yang kamu mau? Mungkin kamu mau perhiasan baru atau berlian yang sedang trend?"
"Bukan itu, Dra! Yang kedua aku mau..."
"Mau apa?"
Sofie membelai-belai paha Indra dengan sorot mata penuh gairah. "Aku mau tidur berdua malam ini sama kamu, Dra... Aku kangen banget sama kamu..." bisiknya.
"Kamu mau kita melakukannya disini? Dikamar ini?"
Sofie mengangguk dan belaian pada paha Indra semakin keatas. "Kita kan pernah melakukannya beberapa kali disini, Dra. Dikamar ini"
"Iya, saya juga ingat. Tapi itu saat Mama dan Andro sedang tidak ada"
"Mama pasti sudah tidur, Andro juga tidak ada, aku gak liat ada mobil Andro didepan"
"Bagaimana kalau besok Mama lihat ada kamu disini? Mama tidak suka seorang wanita menginap di rumah pria"
"Aku tidak akan menginap. Aku akan pulang kalau kamu sudah puas"
"Saya tidak akan puas hanya dengan satu kali main! Kamu seperti tidak tahu saja kalau saya ini seperti apa!"
"Hik hik hik. Aku tahu kamu pasti kangen sama aku! Kita udah beberapa hari gak ketemu. Makanya aku malam ini kesini buat kamu"
__ADS_1
"Jadi kamu mengantarkan tubuh kamu untuk saya?" Indra menatap Sofie sejenak dan tidak menunggu lama dia langsung menyergap Sofie di atas sofa itu...