My Arrogant CEO

My Arrogant CEO
BAB 78 : Aku Mencintai Indra Perdana


__ADS_3

Marisa duduk di kursi kerjanya dan segera menyibukkan dirinya dengan menyusun laporan metting Jumat kemarin yang harus segera di berikan pada Indra untuk di tanda tangani.


Marisa mencoba fokus pada pekerjaannya tapi pikirannya tidak bisa di ajak berkonsentrasi. Bagaimana bisa berkonsentrasi jika suara bercandaan Indra dan Kayla sangat jelas terdengar dan memaksa mata Marisa untuk melirik pada keduanya.


"Sebenarnya apa sih yang ada di pikiran Indra Perdana itu?! Baru saja kemarin memeluk ku, tapi pagi ini dia malah asyik bercanda dengan Kayla! Padahal aku baru saja berpikir kalau mungkin dia mulai ada rasa sayang kepada ku.


Padahal dia sama sekali tidak pernah berubah! Dia hanya ingin mempermainkan perasaan ku saja! Tapi kenapa aku malah berpikir yang muluk! Aku bahkan sudah jatuh kedalam pelukannya dan bersandar di bahunya!"


Marisa lalu teringat pada Andro yang kini sedang berada di Turki. Yang sedang bekerja keras agar saat nanti pulang bisa meyakinkan Indra untuk melamar Marisa.


"Hey Marisa! Kenapa kamu tidak fokus saja untuk memikirkan Andro?! Andro yang baik dan jelas-jelas mencintaimu! Andro yang tidak pernah menyakiti hati dan perasaan mu. Andro yang selalu berusaha untuk membahagiakanmu.


Tapi kamu masih saja memikirkan Indra! Indra yang tidak pernah menghargai mu! Bahkan selalu merendahkan mu dan berpikir kamu hanyalah seseorang yang tidak penting!


Lihat sekarang apa yang terjadi?! Indra sedang bermesraan dengan Kayla tepat di hadapan mu! Indra seperti tidak menganggap kamu ada di ruangan ini!"


"Marisa! Kamu ini kenapa sedari tadi melihat terus ke arah sini?!" tiba-tiba Indra membentak Marisa hingga membuat Marisa terlonjak saking kagetnya.


"M... Maaf, saya tidak sengaja" kata Marisa gugup.


"Tidak sengaja tapi terus curi-curi pandang!" Indra membentak lagi.


"Kamu tidak bisa berkonsentrasi pada pekerjaan kamu karena ada saya disini?" tanya Kayla ikut-ikutan bicara.


"Bukan begitu, saya hanya agak sedikit bingung menyusun laporan metting" kata Marisa.


"Ya sudah! Kalau kamu tidak bisa berkonsentrasi karena ada saya disini, saya akan keluar" kata Kayla sambil bangkit dari duduknya.


"Tidak! Jangan keluar dari sini! Saya masih membutuhkan kamu!" kata Indra seraya menarik tangan Kayla dan memandang penuh harap.


Marisa merasa mual!


"Tapi, Pak Indra. Kasihan Marisa. Dia melirik kesini terus" kata Kayla lalu membelai pipi Indra dengan mesra.


Marisa rasanya ingin menangis sejadi-jadinya!


Indra memegang tangan Kayla yang ada di pipinya. "Tidak, kamu tidak boleh pergi! Kalau perlu Marisa yang saya suruh untuk meninggalkan ruangan ini! Ini ruangan saya! Marisa hanya seorang bawahan yang bisa saya singkirkan kapan saja saya mau!" kata Indra tanpa perduli perasaan Marisa sama sekali.


"Pak Indra jangan gitu, ah! Kasihan kan Marisa lagi LDR-an sama Pak Andro!" kata Kayla tapi kemudian matanya melirik sinis pada Marisa seolah melecehkan Marisa.

__ADS_1


Mata Marisa terasa hangat. Bahkan tanpa bisa dibendung, air matanya menetes ke pipi. "Saya akan pergi sekarang dan menyelesaikan tugas saya di ruangan lain" kata Marisa lalu segera mengambil laptopnya dari atas meja kerjanya beserta tas kecilnya dan bergegas pergi dari ruangan itu.


Bahkan Marisa masih sempat mendengar Indra terkekeh geli saat Marisa melangkah keluar ruangan.


Terdengar juga suara Kayla, "Jangan nangis dong, Marisa!"


Marisa tidak menjawab melainkan segera masuk kedalam ruangan metting yang sepi. Tidak ada seorangpun disana dan hari ini memang tidak ada jadwal metting.


Marisa bukannya menyelesaikan pekerjaannya tapi malah melipat kedua tangannya di atas meja dan menangis tersedu-sedu. Hatinya merasa sangat sakit karena perlakuan Indra barusan.


Sadarlah Marisa bahwa dia telah jatuh cinta pada Indra Perdana


Kalau bukan cinta, mana mungkin Marisa bisa sesakit ini!


Setelah apa yang kamu lakukan selama ini kepadaku,


apakah masih harus dia tambah lagi luka hati ku?


Apakah masih belum cukup rasa sakit yang selama ini aku rasakan?


Kenapa kamu bisa sekejam ini?


Terima kasih telah melukai hatiku sedalam ini...


Semoga aku bisa membenci mu setelah ini...


Agar aku tidak sakit lagi...


Agar aku bisa menerima kenyataan...


Bahwa aku tidak boleh mencintai kamu...


Pantas aku selama ini tidak bisa membencinya,


pantas selama ini aku tidak bisa meninggalkan pekerjaanku di tempat ini,


pantas selama ini aku tidak bisa jatuh cinta pada Andro!


Aku mencintai Indra Perdana

__ADS_1


Satu kenyataan yang mengerikan yang baru Marisa sadari sekarang! Lalu apa yang harus dia lakukan sekarang? Menangis seperti ini tidak akan menyelesaikan masalah!


Indra Perdana seorang pria arogan yang tidak punya hati! Apa yang bisa Marisa harapkan dari perasaan cintanya pada Indra? Tidak mungkin CEO arogan itu membalas perasaan ini?! Lalu kenapa juga Marisa harus jatuh cinta pada Indra?! Kenapa bukan pada Andro yang jelas lebih baik dan lebih mencintainya daripada Indra!


Lama Marisa merenung hingga akhirnya dia sadar kalau ini adalah waktunya untuk bekerja dan Marisa tidak boleh larut dalam kesedihan hanya karena melihat Indra bermesraan dengan Kayla.


Marisa segera menyelesaikan pekerjaannya dan kembali ke ruangan CEO. Indra ada disana tapi kali ini sudah tidak bersama Kayla. Indra melirik sedikit pada Marisa yang sedang memasuki ruangan.


"Siang, Pak Indra" sapa Marisa karena saat itu jam menunjukkan pukul sepuluh siang.


"Dari mana saja kamu?!" tanya Indra dingin.


"Saya dari ruangan metting" jawab Marisa.


"Kenapa kamu meninggalkan ruangan saya?! Kamu ini kan asisten pribadi saya! Kalau saya ada perlu sama kamu, bagaimana?!"


"Maaf, saya cuma tidak ingin mengganggu Bapak yang sedang berduaan dengan Kayla"


"Hm, jadi kamu kenal Kayla?"


"Dia kekasih Bapak, bukan? Dulu dia pernah meminta saya untuk menjauhi Anda karena menurutnya Anda menjauhinya setelah mengenal saya"


Kening Indra berkerut. "Kayla waktu itu belum menjadi kekasih saya. Kamu ngawur atau ngarang?"


"Kayla yang bilang sendiri pada saya"


"Oh... Jadi gadis itu memang menyukai saya sejak dulu? Hahahaha. Saya baru saja menyadari keberadaannya di kantor ini dan langsung menyukainya. Mungkin dulu saya kurang memperhatikan kalau ada karyawan secantik dia disini"


Marisa tidak perduli. Diam dan tidak menanggapi.


"Oh ya Marisa. Kalau kamu sudah selesai PKL disini. Saya akan segera menjadikan Kayla sebagai pengganti kamu!"


Marisa tetap diam.


"Menurut kamu, bagaimana sosok Kayla? Dia cantik, seksi dan sangat menarik bukan?!" Indra mengerling pada Marisa.


Marisa habis kesabaran. "Bagaimana dengan Bu Sofie? Apakah Anda tega mengkhianati dia?! Dia sudah sangat baik pada Anda dan dia juga adalah tunangan Anda!"


Indra malah terkekeh-kekeh. "Sofie? Hahahaha. Dia itu ratu untuk saya. Sementara saya juga butuh selir untuk hiburan saya! Dulu kamu menolak untuk jadi selir saya, bukan? Apa salah kalau kini saya memilih Kayla? Saya ini Indra Perdana! Apapun bisa saya dapatkan dengan kharisma dan kekuasaan saya!"

__ADS_1


__ADS_2