
Marisa bersama Fero sampai di bar Alexandre. Saat itu keadaan didalam bar masih ramai dan bising. Begitulah kehidupan malam di kota metropolitan, semakin malam justru semakin semarak.
Marisa merasa risih berada disana. Suasana bising, banyak wanita berpakaian minim berlalu lalang, pria-pria mabuk dengan mata yang jelalatan, juga bau minuman beralkohol yang menusuk penciuman.
Marisa tanpa sadar mengamit lengan Fero. "Tempat apa ini, Fero? Suasananya sangat tidak enak!" katanya.
"Ini bar, tempat orang mencari hiburan malam" jawab Fero.
"Gelap sekali, tapi banyak lampu berwarna-warni yang bikin pusing!"
"Ya, bar memang seperti ini"
"Banyak sekali wanita seksi"
"Ini kan tempat mereka jualan"
"Jualan apa?"
"Jualan diri lah!"
"Masya Allah! Sayang sekali! Padahal mereka cantik-cantik!"
"Tapi tidak ada yang secantik kamu, Marisa"
Marisa meruncingkan bibirnya seolah sedang mendengarkan gombalan dari Fero. Sementara Fero merasa dia mengucapkan kata-kata itu dengan tulus. Maka Fero segera menyambung ucapannya. "Aku serius! Tidak ada yang secantik kamu!"
"Dimana ya kita cari Pak Indra?" Marisa malah mengalihkan pembicaraan. Membuat Fero jadi manyun!
"Kita cari saja Indra di bartender. Dia kesini untuk minum-minum, kan?!" usul Fero.
"Bartender?"
"Ya, itu tempat para barista meracik minuman" Fero menarik lengan Marisa menuju bartender di sudut bar. Melewati banyak orang-orang yang sedang mabuk, dan juga bergoyang ria di temani musik DJ yang bising!
"Gila! Ini benar-benar tempat yang mengerikan! Mana mungkin mereka bisa bergoyang dengan musik bising dan suasana gelap seperti ini?! Jangan-jangan ini adalah penampakan neraka dunia!" batin Marisa.
Seorang pria paruh baya yang sedang minum-minum bersama dua orang wanita mencolek pinggang Marisa saat Marisa lewat di sebelahnya. Kontan saja Marisa memekik dan marah!
__ADS_1
"Apaan sih Anda colek-colek pinggang saya?!" bentak Marisa!
"Ada apa, Marisa?" tanya Fero.
"Ini nih! Om ini seenaknya saja colek-colek pinggang aku!" jawab Marisa.
"Hey, Om! Jangan kurang ajar ya!" bentak Fero marah pada si Om yang tadi mencolek pinggang Marisa.
"Yaelah! Gua colek dikit aja sewot! Kalau gak mau di colek jangan datang kesini!" kata si Om.
"Ini pacar saya! Mana mau dia di colek orang lain!" bentak Fero lagi!
""Cantik banget pacar Lo! Gimana kalau kita tukeran partner malam ini? Silahkan Lo bawa dua cewek gua ini! Gua bawa cewek Lo!" kata si Om semakin kurang ajar sambil terkekeh-kekeh menjijikkan!
"Dasar sinting!" maki Fero dan segera pergi tanpa mau meladeni kata-kata si Om lagi.
"Apaan kamu bilang-bilang pacar aku!" rutuk Marisa.
"Biar kamu gak di godain om-om itu! Kamu lihat saja sendiri! Aku bilang kamu pacar aku aja, dia masih minta aku untuk tukeran partner! Apalagi kalau kamu sendirian?!" kata Fero.
Marisa merasa kata-kata Fero ada benarnya juga. Diam-diam Marisa bersyukur karena bertemu dengan Fero malam ini dan bisa di antar sampai kedalam bar ini. Bayangkan kalau Marisa harus sendirian kesini?! Sama saja dengan masuk kedalam sarang setan!
"Mau minum apa, Om? Wiski? Vodka?" tanya barista itu.
"Saya sedang mencari seseorang" kata Fero.
"Oh, cari yang kayak gimana, Om? Mau yang kurus apa yang bohay? Yang masih virgin juga ada!" kata barista itu seraya melayangkan senyuman penuh arti pada Fero.
"Saya sedang mencari saudara. Barusan katanya dia minum disini. Dia minta di jemput karena sedang mabuk berat"
"Oh, cari saudara? Kirain cari selimut malam"
"Kamu bisa bantu saya?"
"Maaf, Om. Kalau masalah cari saudara silahkan cari sendiri saja! Saya sibuk! Apalagi Om tidak pesan minuman!"
"Saya akan kasih tip buat kamu kalau kamu mau bantu saya mencari saudara saya itu!"
__ADS_1
"Nah, kalau itu bisa di atur, Om! Siapa nama saudara Om itu? Mungkin saya kenal kalau dia udah sering minum disini" barista yang katanya sedang sibuk itu kini mau membantu Fero.
"Namanya Indra, ini fotonya!" Fero melirik Marisa. "Kasih liat fotonya, Mar!"
"Oh ya" Marisa segera memperlihatkan foto Indra pada barista itu.
"Oh! Pak Indra yang ini! Ini sih udah beberapa malam emang minum disini! Orang kaya! Royal banget! Selalu kasih tip gede buat barista disini!" kata barista itu.
"Jadi dia malam ini minum disini?! Sekarang dimana dia?" tanya Marisa semangat.
"Dia udah pulang. Belum begitu lama sih! Kayaknya dia emang lagi mabuk berat! Biasanya kan dia pulang menjelang pagi"
"Oh, sudah pulang?! Kamu tahu dimana dia suka simpan mobilnya?!"
"Kalau orang kayak sih biasanya simpan mobil di pelataran parkir depan! Coba aja cari disana!"
"Ya udah, kita cari Pak Indra disana, mungkin dia masih ada disana!" kata Marisa pada Fero.
"Ya udah, ayo" Fero memberikan selembar uang seratus ribuan pada barista itu dan segera keluar dari dalam bar bersama Marisa untuk menuju pelataran parkir di bagian depan bar.
Marisa dan Fero berjalan menyusuri banyaknya mobil-mobil mewah yang ada disana hingga akhirnya Marisa mengenali ada mobil Indra di sebelah ujung kanan.
"Fer! Itu di sebelah sana ada mobil Pak Indra!" seru Marisa.
"Ya udah, ayo kita kesana!" kata Fero.
Marisa dan Fero berjalan cepat menuju ke tempat dimana Marisa melihat ada mobil Indra. Dan benar saja! Begitu mereka sampai disana, mereka menemukan Indra tapi dalam keadaan yang tidak baik!
Indra terkapar tak berdaya dengan wajah berlumuran darah dan ada sesosok orang berpenutup kepala yang sedang menyiksa Indra!
Marisa memekik histeris dan meminta sosok tersebut untuk berhenti menyiksa Indra. Tapi sosok tersebut malah menyuruh agar Marisa pergi darisana.
"Tidak! Aku tidak akan pergi! Siapa kamu?! Tega sekali kamu menyiksa Pak Indra sampai seperti ini! Kamu pikir kamu ini siapa?! Malaikat maut yang berhak mencabut nyawa seseorang?!" hardik Marisa marah.
"Hahahaha! Dasar wanita bodoh! Selama ini selalu di perlakukan tidak baik tapi masih saja menaruh perhatian pada Indra! Tapi memang begitulah watak seorang perempuan! Mereka lebih menggunakan hati daripada logika! Sudah tahu selalu menyakiti, tapi tetap saja mau berkorban!" kata sosok itu malah menyindir Marisa.
Marisa merasa heran. Siapakah orang yang berada di balik penutup kepala ini?! Dia seolah tahu kalau selama ini Indra selalu memperlakukan Marisa dengan tidak baik!
__ADS_1
"Siapa kamu sebenarnya?! Kamu kenal dengan aku dan Pak Indra?!" tanya Marisa.
"Hahahaha! Tentu saja! Bahkan aku tahu! Kalau pria yang ada di sebelah kamu itu adalah mantan pacar kamu!" kata sosok itu seraya menunjuk ke arah Fero.