
Indra melepaskan Marisa dan segera masuk kedalam kamar mandi yang ada di ruangan itu. Sementara Marisa perlahan mencoba meluruskan tubuhnya yang sedari tadi membungkuk dan mencoba melangkah untuk memungut CD nya yang tercecer di lantai.
"Awh..." Marisa merintih karena merasakan kakinya lemas dan bagian bawah tubuhnya berdenyut sakit. Malahan kini di rasakannya ada cairan hangat yang meleleh keluar sehingga membasahi paha sampai ke betisnya. Cairan pelepasan Indra...
Saat itulah Indra muncul dari kamar mandi dan segera memapah tubuh istrinya. "Lemas sekali, Marisa?" tanyanya khawatir.
"Iya, kaki aku lemas. Ini juga perih..." jawab Marisa dengan wajah mengernyit.
"Saya akan gendong kamu ke kamar mandi. Segera kamu dinginkan bagian bawah tubuh kamu dengan shower"
"Iya..."
Indra menggendong tubuh Marisa ke kamar mandi dan mendudukkannya di atas toilet.
"Kamu keluar aja. Aku bisa sendiri" kata Marisa.
"Ya sudah, kamu beres-beres dulu. Saya akan pesan makan siang untuk kita" kata Indra.
"Iya, aku laper banget"
Indra meninggalkan Marisa didalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan merapikan pakaiannya yang sudah berantakan. Marisa melihat keadaannya sendiri di cermin yang ada dikamar mandi. Blus yang terbuka kancing-kancingnya, bra yang terangkat keatas dadanya sehingga membuat buah dada Marisa membusung dengan penuh tanda merahbekas gigitan Indra. Di bagian bawah Marisa melihat rok span nya yang terangkat sampai ke pinggul dan CD nya yang masih di pegang di tangan sebelah kiri.
"Ya ampun aku berantakan sekali..." keluh Marisa dan mulai merapikan dirinya.
Begitu selesai, Marisa melihat Indra sudah duduk di sofa dengan di temani makan siang untuk mereka berdua. Marisa melihat banyak sekali makanan yang Indra pesan. "Banyak sekali pesan makanan nya?" tanyanya.
"Kamu pasti lemas sekali, makan siang yang banyak agar ada tenaga untuk metting nanti!" jawab Indra.
Marisa duduk di sebelah Indra dan menyandarkan kepalanya di bahu Indra yang segera di sambut Indra dengan kecupan bertubi-tubi di rambut dan kepala Marisa.
"Maafkan saya, Marisa. Saya kasar sekali tadi" kata Indra.
"Gak apa-apa kok" kata Marisa.
"Saya bernafsu sekali! Saya sudah seminggu tidak bertemu kamu. Saya tidak tahan untuk segera menikmati tubuh kamu"
"Iya, aku paham. Aku senang kok bisa melayani kamu tadi"
"Terima kasih, kamu nikmat sekali! Sangat sempit dan mengigit! Saya puas luar biasa!"
__ADS_1
"Kamu juga luar biasa..."
"Nanti malam saya akan menikmati tubuh kamu lagi! Saya masih belum puas sepenuhnya! Saya akan tebus kenikmatan yang sudah satu minggu tidak saya rasakan!"
"Boleh, Pak Indra... Nikmati saya malam nanti sepuas hati Anda"
"Terima kasih, Sayang" Indra mencium kening Marisa dengan lembut.
"Makasih juga makanan nya. Kayaknya enak-enak" Marisa melirik makanan di atas meja.
"Ya sudah kamu segera makan. Saya suapi ya?" Indra sampai menyuapi Marisa makan siang itu.
"Kamu juga makan, dong!" Marisa ikut menyuapi Indra sehingga mereka jadi saling menyuapi.
Satu jam kemudian Indra dan Marisa mengikuti metting dengan Mr Tae, klien dari Korea Selatan. Marisa dengan cekatan menyampaikan presentasinya sehingga membuat Mr Tae kagum dan sangat tertarik dengan proyek yang di tawarkan oleh perusahaan Indra.
Indra merasa semakin bahagia dan bangga memiliki Marisa sebagai istrinya. Marisa bukan hanya cantik, baik hati, pintar memasak dan juga nikmat di atas tempat tidur, tapi Marisa juga sangat cerdas dan punya kharisma tersendiri. Setiap klien yang melihat dan menyimak presentasi yang di sampaikan oleh Marisa pasti akan langsung tertarik dan itu membawa keuntungan luar biasa untuk perusahaan Perdana Enterprise.
Perusahaan Indra semakin berkembang dan menggurita semenjak menikah dengan Marisa. Sehingga Indra menghadiahi Marisa dengan merenovasi rumah keluarganya di Bogor sehingga menjadi megah dan mewah.
*******
Indra terbaring dengan senyum penuh kepuasan. Bagaimana tadi Indra memeras keringat Marisa hingga istrinya itu terkapar tak berdaya setelah di bawa Indra ke puncak kenikmatan berkali-kali. Tapi Marisa memang pantang menyerah, dia selalu bisa segera bangkit untuk kembali bertempur dengan Indra yang luar biasa kuatnya.
Marisa muncul dengan lingerie seksi merah marun nya dan segera ikut duduk di samping Indra yang berbaring. Dengan manja Marisa meletakkan kepala Indra di pangkuannya.
"Makasih ya, Sayang. Kamu benar-benar membuat saya puas maksimal malam ini" kata Indra sambil mencubit pipi Marisa.
"Sama-sama, Sayang" kata Marisa sambil membelai-belai rambut Indra yang tadi habis di remas-remas nya saat tidak kuasa menahan rasa nikmat.
"Tidur yuk? Ini sudah malam sekali" kata Indra.
"Aku ada kabar gembira buat kamu, Dra" kata Marisa.
"Ada apa?" Indra menaikkan alisnya.
Marisa mengambil sesuatu di bawah bantal dan memberikannya kepada Indra. "Ini kabar gembiranya"
Indra mengambil benda di tangan Marisa dan mencermati nya. Sebuah alat tes kehamilan dengan ada dua garis biru yang berarti positif hamil.
__ADS_1
Indra menatap Marisa dengan mata membelalak tidak percaya. "Ini punya kamu?"
Marisa mengangguk.
Indra langsung duduk dan memegang kedua bahu Marisa. "Ini hasil tes kehamilan kamu?!"
"Iya"
"Dan kamu positif hamil?!"
"Iya, seneng gak mau jadi papa?"
"Ya Tuhan, Marisa! Saya senang sekali! Saya akan punya anak?!"
"Iya, akan ada seorang Indra kecil, nantinya"
"Penerus keluarga Perdana!"
Marisa mengangguk.
"Kapan kamu menggunakan alat ini?!"
"Waktu kamu masih di Surabaya"
"Kok kamu gak cerita?"
"Kan surprise!"
"Ya Tuhan, makasih Marisa!" Indra memeluk Marisa erat-erat dengan perasaan yang sangat bahagia di cium nya kening Marisa berkali-kali lalu keningnya, bibirnya, pipinya.
"Sama-sama, Dra" kata Marisa seraya tersenyum manis.
"Mulai sekarang kamu harus menjaga kesehatan dan kondisi kamu baik-baik! Kamu juga harus makan yang banyak dan bergizi tinggi! Kamu juga tidak boleh kelelahan! Dan astaga! Tadi saya sudah menggempur kamu habis-habisan! Kenapa kamu juga tidak bilang segera kalau kamu sedang hamil?! Kamu malah menduduki senjata saya dan bergoyang liar di atasnya! Kamu nakal, Marisa! Bagaimana jika Perdana kecil terguncang dan terkena ujung senjata Papa nya!" hardik Indra!
"Habisnya enak sih, Dra!" jawab Marisa sembari cekikikan.
"Kamu benar-benar berani! Mulai sekarang kamu tidak boleh lagi main di atas tubuh saya! Mulai sekarang saya akan menggauli kamu dengan posisi yang aman dan tidak akan bergerak terlalu kasar dan terlalu dalam lagi!"
"Ah masa? Memangnya kamu tahan untuk tidak menggeluti saya habis-habisan?!"
__ADS_1
"Tentu saja saya bisa karena saya akan selalu ingat kalau anak saya ada didalam kandungan kamu!"