
Indra tidak main-main untuk merencanakan kepergiannya bersama Melati ke luar kota. Kebetulan saat itu memang Indra sedang ada proyek pembangunan perumahan di Surabaya. Maka dengan penuh semangat Indra segera mengatur waktu kepergiannya bersama Melati.
"Kita akan pergi pada Jum'at pagi ini dengan menaiki pesawat kelas eksekutif. Kita akan mengadakan metting dengan klien disana untuk membahas pembangunan perumahan yang baru" kata Indra pada Melati yang saat itu sedang duduk bersamanya di atas sofa ruangan CEO.
"Berapa hari kita disana?" tanya Melati sambil memijiti bahu Indra dengan mesra.
"Tiga hari. Senin pagi kita pulang ke Jakarta"
"Baiklah, saya akan menyiapkan semua berkas-berkas yang akan kita bawa kesana"
Indra menarik tubuh Melati kedalam pelukannya dan mencium kening gadis itu. "Bukan hanya berkas-berkas untuk metting! Kamu juga harus mempersiapkan diri kamu untuk melewati malam pertama dengan saya!" kata Indra lalu dengan penuh nafsu meremasi kedua buah dada Melati yang merupakan bagian kesukaannya.
Melati yang licik segera menampakkan wajah tanpa dosa nya. Raut wajahnya menampakkan kemurungan yang sengaja di buat-buat. "Tapi, Pak Indra..."
"Ada apa?! Jangan bilang kalau Jum'at nanti kamu akan datang bulan!"
"Bukannya itu! Tapi saya merasa tidak enak hati pada Bu Marisa..."
"Kenapa kamu merasa tidak enak hati pada Marisa?! Kamu tidak mengambil saya dari dia. Marisa tetap adalah istri sah dan ibu dari anak saya. Tidak ada sedikitpun hak Marisa yang berkurang karena kehadiran kamu! Baik nafkah lahir maupun batin!"
"Tapi kan tetap saja kita ini sudah bermain api di belakang Bu Marisa..."
Indra memegang kedua belah pipi Melati dan mencium bibirnya dengan mesra. "Saat kamu ada di sisi saya, maka yang ada hanya kita berdua! Tidak ada orang lain yang bisa mengganggu kebersamaan kita!"
"Iya, Pak Indra..."
"Saya minta kamu tetap berada di sisi saya selama saya menginginkan kamu! Dan percayalah kepada saya, kalau kamu selalu bisa menyenangkan hati saya, maka saya akan terus mempertahankan kamu di samping saya!"
"Iya, Pak Indra..."
"Jadi persiapkan diri kamu untuk melayani saya selama kita berada di Surabaya! Saya tidak akan melepaskan kamu dari kamar hotel selama tiga hari kita disana!"
"Wah... Saya bisa rusak, Pak Indra..."
Indra memasukan satu tangannya kedalam rok Melati hingga membuat gadis itu menggeliat hebat.
"Awh... Pak Indra..."
"Kamu jangan takut, Melati Sayang! Saya akan membuat kamu merasakan bagaimana nikmatnya surga dunia!"
__ADS_1
"Kenapa harus di Surabaya, Pak Indra? Kita kan bisa melakukannya disini sekarang juga?"
"Saya ingin memperlakukan kamu secara spesial! Kita akan menginap di hotel termahal di Surabaya! Lagipula kita juga tidak bisa berlama-lama kalau tidak di luar kota! Kalau kita bercinta di Jakarta, saya tidak bisa menginap karena saya tidak bisa mencari alasan untuk mengelabuhi Marisa!"
"Dasar laki-laki! Selalu saja mencari kesempatan!"
"Kamu bilang apa?!" Indra gemas dan mengoyak bagian bawah tubuh Melati dengan jari-jarinya!
"Ah... Aduh... Pelan-pelan, Pak Indra! Jangan dalam-dalam!" pekik Melati dengan mimik wajah kesakitan.
"Kamu ini! Baru saya mainkan dengan jari saja sudah kewalahan! Bagaimana kalau saya menghujamkan senjata saya kedalam sini?!" Indra kembali mengoyak bagian bawah tubuh Melati dengan gemas.
"Awh...! Sakit, Pak Indra!" Melati kembali memekik.
"Tapi nikmat kan?"
"Nikmat tapi perih..."
"Mau saya cium?"
"Mau... Mau banget..."
Mata Melati menatap Indra dengan pandangan menggairahkan sambil mengigit bibirnya sendiri!
Indra menatap tubuh Melati dengan tatapan serigala yang melihat buruannya!
"Kamu sudah tidak sabar, Sayang?" tanyanya.
Melati menganggukkan kepalanya. "Iya, cepetan dong, Pak Indra!"
Indra segera menempatkan dirinya di tengah kedua paha Melati untuk menikmati bagian bawah tubuh Melati sekaligus memberikan kenikmatan luar biasa kepada gadis itu!
Melati langsung mengerang nikmat dan meremas rambut Sang CEO dengan mata yang terpejam kuat! "Engh...!!! Akh...!!! Augh...!!!"
*******
Malam harinya di dalam kamar tidur, Indra mengutarakan rencana kepergiannya bersama Melati kepada Marisa. Indra mengatakan kalau dia dan Melati akan berada di Surabaya sekitar tiga hari.
"Kenapa lama sekali?" tanya Marisa.
__ADS_1
"Ya namanya juga proyek di luar kota! Kita harus benar-benar memastikan kalau proyek itu berjalan dengan baik!" jawab Indra.
"Ya sudah gak apa-apa"
"Maaf ya? Weekend ini saya tidak bisa ajak kamu dan Baby Syailendra main keluar"
"Iya, lain kali kan bisa" Marisa memegang lengan Indra dan memeluk bahunya. Marisa merasa bersyukur kalau malam ini Indra sudah tidak bersikap dingin lagi seperti malam kemarin. "Kamu jangan sampai lupa dengan aku dan Baby Syailendra ya!"
"Masa saya lupa sama kalian?"
"Aku cuma takut kalau kamu tergoda pada Melati saat berada disana!" Marisa teringat kembali pada masa lalu nya bersama Indra saat dia masih menjadi asisten pribadi Indra. Tanpa Marisa tahu kalau sebenarnya Indra sudah tergoda Melati sejak lama, bahkan saat awal-awal kedatangan gadis itu di Perdana Enterprise!
Indra memeluk tubuh Marisa dan menciumi rambutnya. "Mana mungkin saya tergoda pada Melati?! Saya kan sudah punya istri secantik bidadari!"
"Tapi nanti aku gak ada disana! Cuma ada Melati yang menemani kamu! Bagaimana kalau udara disana dingin dan kamu ingin..."
"Ingin apa?" tanya Indra sambil menatap mata Marisa dengan tatapan tajam.
"Ingin bercinta!" jawab Marisa sambil tersenyum kecut.
"Nah, makanya kalau begitu sebelum saya pergi ke Surabaya, kita bercinta dulu sepuasnya!" bisik Indra sambil perlahan membawa tubuh Marisa agar rebah di atas pembaringan.
Indra menindih tubuh Marisa, melucuti pakaiannya dan mulai menciumi leher, bahu dan buah dada Marisa. Tangan Indra merayap ke bagian bawah tubuh Marisa dan mengoyak nya dengan jari-jarinya sehingga membuat Marisa merintih nikmat. "Ah... Indra...! Aduh...!"
"Nikmat, Sayang?" baik Indra.
"Iya... Auh... Nikmat... Lagi...! Terus...! Iya! Iya! Disitu! Aufh...!!!"
Indra tidak berlama-lama memainkan tubuh Marisa dengan jari-jarinya, segera di santap nya bagian bawah tubuh Marisa yang sudah sangat basah itu sehingga membuat Marisa memekik penuh kenikmatan! Lama hingga Marisa akhirnya memohon-mohon kepada Indra agar segera memasuki nya!
"Gak tahan, Dra... Udah... Cepetan... Masukin sekarang... Please... Aku udah gak kuat...!"
Indra menuntaskan hasratnya malam itu pada Marisa dengan sepuas-puasnya hingga membuat Marisa terkapar tak berdaya dan tidak sanggup bangkit lagi!
Indra mendekap erat tubuh Marisa dan mencium keningnya. "Makasih, Sayang... Tubuh kamu luar biasa nikmatnya!" bisik Indra.
Tapi Marisa sudah tidak terlelap ke alam mimpi.
"Selanjutnya giliran melati!" tekad Indra dalam hatinya!
__ADS_1