My Arrogant CEO

My Arrogant CEO
BAB 160 : Paket Untuk Marisa


__ADS_3

Melewati satu hari tanpa ada Indra Perdana, Marisa merasa tenang. Sejak kemarin siang, Indra tidak ada menghubungi Marisa. Begitu juga hari ini. Marisa sendiri tidak ada keinginan untuk menghubungi Indra lebih dulu. Sikap Indra kemarin sudah cukup menyakiti hati Marisa. Dimana Indra sudah mencampakkan bunga mawar merah yang dibawanya dan kemudian menginjak-injak nya.


Disaat seperti ini Marisa kadang merasa menyesal karena telah memilih Indra. Indra tidak pernah mau berubah! Sikapnya tetap saja arogan dan kasar!


seseorang, bagaimanapun dia mencintai mu. dia tidak akan berubah untuk mu. kecuali atas dasar keinginannya sendiri!


Marisa pergi ke kampus dengan ikut motor Gery. Sahabatnya itu bahkan sempat meledek Marisa saat Marisa minta ikut boncengan motornya.


"Kemana yayang Indra Perdana? Dia gak datang untuk menjemput kamu?" tanya Gery dengan senyum menggoda.


"Lagi enggak aja" jawab Marisa.


"Ah masa? Bukannya dia lagi bucin banget sama kamu? Mana mungkin dia tega membiarkan kamu pergi ke kampus tanpa pengawalan?"


"Aku juga kok yang minta dia tidak terlalu posesif sama aku! Aku risih, Ger. Jujur aku gak enak! Aku merasa terkekang..." kata Marisa dengan nada sedih.


"Hahahaha!" Gery malah tertawa terbahak-bahak!


"Kenapa kamu malah tertawa?! Ya sudah! Aku naik taxi online saja!" Marisa meraih HP nya dari dalam tas dan bermaksud untuk memesan taxi online.


"Eh! Jangan gitu dong! Aku kan hanya bercanda! Habisnya kelihatannya CEO arogan itu bucin banget sama kamu!"


Hari pun berlalu dengan cepat. Marisa benar-benar merasa bebas. Pulang kuliah dia makan-makan bersama teman-temannya di warung ketoprak Mang Epep. Setelah itu jalan-jalan ke mall, cuci mata dan nongkrong-nongkrong sambil ngopi.


Malam harinya Marisa masak-masak bersama Mbak Niki dan Gery, bahkan Fero juga. Mereka makan-makan bersama di teras rumah Mbak Niki sampai larut malam.


Marisa ingin sekali mengabadikan momen itu di sosial media miliknya, maka Marisa mengupdate story di Instagram nya tentang acaranya malam itu bersama Mbak Niki dan juga Gery. Suasana makan bersama di teras rumah dengan ikan asin, lalapan dan sambal goreng.


Story Marisa itu langsung di lihat oleh Indra dan langsung membuat hati Sang CEO jadi panas! Apalagi di story tersebut terlihatnya ada Fero juga!


"Keterlaluan! Sudah malam begini, malah kongkow-kongkow bersama Fero! Apa sih yang di inginkan oleh Marisa? Bukannya jaga etika sebagai kekasih seorang CEO penting di ibukota ini, malah bertingkah layaknya anak ABG labil!


Apakah pantas seorang mahasiswi yang menjadi kekasih CEO besar seperti saya malah menghabiskan malam bersama mantan pacarnya!

__ADS_1


Awas kamu Marisa! Kalau bertemu akan saya terkam kamu! Kamu mau membuat saya marah dan bersikap kasar lagi terhadap kamu?!


Tapi... Saya kan sedang tidak baik-baik saja dengan Marisa! Mana mungkin saya menegurnya atau memarahinya?! Yang ada hubungan kami malah akan semakin bertambah buruk!"


Indra menghela nafas panjang. Teringat lagi akan nasehat Bella kalau Indra harus bisa membuat Marisa nyaman. Agar gadis itu tidak mencari kenyamanan bersama dengan orang lain!


"Sabar Indra... Sekarang kamu harus bisa mengerti perasaan Marisa, membuatnya nyaman dan tidak boleh bersikap kasar kepadanya! Atau kamu akan kehilangan dia! Sementara kamu belum mendapatkan apa yang kamu inginkan dari Marisa!" gumam Indra pada dirinya sendiri!


*******


Keesokan harinya Marisa di kaget kan oleh suara ketukan di pintu rumah nya di sertai dengan suara orang mengucap salam. Siang itu Marisa sedang asyik tidur-tidur setelah selesai pulang dari kampus nya.


Dengan gerakan lambat Marisa membuka pintu rumahnya dan mendapati seorang pria berpenampilan rapi berdiri di teras rumahnya. Jelas terlihat kalau pria itu adalah seorang petugas kurir ekspedisi.


"Selamat siang, ini rumah Kak Marisa?" tanya kurir itu.


"Iya, saya Marisa" jawab Marisa sambil berpikir untuk mengingat-ingat apakah dia memesan paket. Sepertinya tidak!


"Paket? Saya tidak memesan paket"


"Ini memang di pesan oleh orang lain untuk dikirim ke alamat Kak Marisa"


"Paket apa? Siapa yang kirim?"


"Paket elektronik, pesanan dari Pak Indra Perdana"


Indra lagi!


Marisa menanda tangani surat pemesanan dari kurir dan setelah itu kurir langsung menelepon rekan nya agar masuk kedalam gang. "Iya, ini benar rumahnya Kak Marisa. Masukin aja mobilnya kedalam!"


Tak lama sebuah mobil colt pengangkut barang masuk kedalam gang dan berhenti tepat di depan rumah Marisa. Melihat barang bawaan mobil colt pengangkut barang itu membuat Marisa melenggak kaget dan geleng-geleng kepala!


"Ya Allah!" gumam Marisa.

__ADS_1


Bagaimana Marisa tidak kaget, mobil itu penuh dengan kardus-kardus besar yang dari luar saja jelas terlihat berisi TV, kulkas, AC, dan seperangkat audio!


"Mau di simpan dimana, Kak?" tanya kurir.


"Tunggu dulu! Ini semua sudah di bayar kan?" tanya Marisa karena merasa khawatir kalau-kalau dia yang harus bayar di tempat! Rugi besar! Buat apa membayar banyak untuk barang yang tidak di perlukan?!


"Iya, Kak. Ini semua sudah lunas"


"Oh ya udah, simpan aja dulu di teras"


Kurir yang berjumlah tiga orang itu segera menurunkan barang-barang bawaan dari mobil dan di taruh di teras rumah Marisa yang langsung penuh sesak!


"Makasih ya" kata Marisa setelah semua barang selesai di turunkan. Tidak lupa Marisa memberikan uang tip kepada para kurir itu.


Mbak Niki yang kepo segera menghampiri Marisa dan memeriksa barang-barang yang baru datang itu dengan pandangan super julid.


"Wah wah wah! Marisa! Banyak banget ini barang-barangnya! Lagi banyak uang ya?! Ampe ganti seluruh perabotan elektronik!" kata Mbak Niki berapi-api!


"Tahu tuh, Indra! Ada-ada saja kelakuannya yang aneh-aneh! Buat apa pesan banyak barang elektronik begitu?! Buang-buang uang!" kata Marisa kesal!


"Ya ampun, Marisa! Elo bukanya bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah! Ini rezeki nomplok!"


"Tapi kan buat apa?! Saya masih ada TV kok! Belum rusak! AC juga buat apa?! Kulkas buat apa?!"


"Buat gua aja!"


"Yang ada juga listrik di rumah kita gak bakalan cukup daya nya, Mbak! Kita kan masih pake yang golongan 450 kWh! Masih subsidi pemerintah!"


"Iya juga ya?! Yang ada malahan sering ngejepret nanti! Apalagi barang-barang nya pada mewah begitu! Pasti gede Watt nya!"


"Masak nasi bareng nyalahin air aja ngejepret!"


"Terus gimana dong?! Kan sayang udah di datang kesini?! Apa Lo minta aja biaya sama Pak Indra buat naikin daya listrik jadi 1200 kWh! Jadi kuat!"

__ADS_1


__ADS_2