My Arrogant CEO

My Arrogant CEO
BAB 167 : Meminta Bantuan Andro


__ADS_3

Indra untuk sejenak masih termanggu bingung sebelum akhirnya memutuskan untuk menemui Andro di rumahnya. Ya, siapa lagi yang bisa Indra mintai bantuan untuk saat ini kalau bukan Andro. Tidak akan ada yang lebih mengerti persoalan ini selain dari Andro.


Andro saat itu sedang berada di ruang kerja yang berada di lantai atas rumah kediaman mereka. Andro melirik Indra saat kakaknya itu memasuki ruangan kerja tanpa mengetuk pintu lebih dahulu.


"Masuk kok tidak ketuk pintu dulu apalagi menyebutkan salam?" tegur Andro halus.


"Maaf, saya panik" jawab Indra singkat dengan wajah yang pucat dan nafas yang tidak beraturan.


"Ada apa, Dra?" tanya Andro khawatir.


"Kamu harus bantu saya, Ndro! Saya ada masalah dengan Marisa. Marisa marah!" jawab Indra panik.


"Marisa marah? Ada masalah apa memangnya? Coba kamu tenangkan diri kamu dulu, baru setelah itu cerita pelan-pelan" Andro mengambil segelas air putih dari dalam lemari es dan di serahkan kepada Indra. Indra segera meminumnya sampai habis.


"Duduk dulu, Dra" kamu Andro seraya menarik lengan Indra untuk duduk di atas sofa yang berada didalam ruangan itu.


"Kamu harus membantu saya, Ndro! Tadi Marisa memergoki saya keluar dari unit apartemen milik Pak Tio! Saya kesana untuk menghadiri undangan pribadi yang di berikan oleh Pak Tio. Katanya ada hal yang ingin di bicarakan dengan saya tentang kerjasama asuransi perusahaan kita dengan perusahaan dia. Sesampainya saya disana, tidak ada Pak Tio sama sekali! Yang ada malahan tiga wanita cantik yang menggoda saya dan mengatakan bahwa mereka adalah hadiah dari Pak Tio untuk saya! Saya berusaha untuk keluar dari apartemen itu dan ketika saya keluar, Marisa dan Gery sudah ada didepan pintu!" tutur Indra menceritakan semuanya kepada Andro dengan terengah-engah.


Mata Andro membesar setelah mendengar cerita Indra. "Ini gawat, Dra! Marisa pasti salah paham kepada kamu! Pasti di kira nya kamu sedang main perempuan di apartemen tersebut!" katanya.


"Iya! Saya takut Marisa memutuskan hubungan dengan saya! Kamu mau tolong saya kan, Ndro! Kamu kan adik saya! Kamu harus menolong saya! Kamu juga pasti bisa bantu saya untuk bicara dengan Marisa!" desak Indra. Saat ada masalah seperti ini, barulah Indra meminta bantuan kepada Andro! Padahal dia yang sudah merebut Marisa dari tangan Andro!


"Kenapa kamu tidak bicara langsung saja kepada Marisa?"


"Saya sudah berusaha untuk menjelaskan! Tapi Marisa malah menangis dan pergi bersama Gery! Dia tidak mau mendengarkan penjelasan saya!"


"Lalu apakah Marisa mau mendengarkan penjelasan saya?"


"Pasti! Kamu kan pernah dekat dengan dia! Walaupun kamu tidak pernah di cintai oleh nya!"


Andro menelan ludahnya sendiri. Disaat seperti ini Indra masih bisa mengatakan hal yang menyakiti hati Andro! Apakah perlu mengatakan bahwa Marisa tidak pernah mencintai Andro?!


Tapi Andro tetaplah Andro yang tidak mungkin bisa menolak untuk memberikan bantuan kepada Indra. Apalagi Indra adalah kakaknya sendiri!


"Baiklah, saya akan mencoba bicara dengan Marisa" kata Andro.


"Katakan padanya kalau saya tidak menyentuh wanita-wanita itu sedikitpun!"


"Ya, nanti saya akan katakan"


"Katakan juga kalau saya sangat mencintai Marisa dan tidak akan mengkhianati Marisa!"

__ADS_1


"Ya..."


"Katakan juga kalau saya tidak akan pernah melepaskan dia!"


"Ya... Ada lagi yang ingin kamu katakan?"


"Sepertinya cukup! Awas kamu harus bisa menjelaskan kepada Marisa! Marisa harus bisa percaya kepada kamu! Awas kamu kalau Marisa tidak mau memaafkan saya!"


"Lho?! Kok saya yang di ancam!"


"Pokoknya kamu harus bisa membuat saya dan Marisa berbaikan!"


"Insya Allah..."


"Awas juga kalau kamu berani mendekati Marisa lagi! Saya akan habisi kamu!"


"Iya! Saya tidak akan merebut kembali Marisa dari tangan kamu! Saya bukan tukang tikung yang tega mengambil milik saudara kandung saya sendiri!"


"Kamu menyindir saya?! Maksud kamu saya ini seorang saudara yang tega?! Begitu!"


"Bukan begitu!"


"Tapi tadi kamu bicara begitu!"


"Nah! Itu baru namanya saudara yang baik!"


"Amin..."


"Ya sudah, kalau begitu sekarang juga kamu pergi ke rumah Marisa dan bujuk dia!"


"Sekarang?!"


"Iya, sekarang! Hati saya tidak tenang kalau belum berbaikan dengan Marisa!"


"Tapi sekarang Marisa pasti sedang bersedih sekali! Biarkan dulu agar hatinya tenang. Nanti agak sorean saya akan pergi ke rumahnya"


"Benar juga, biarkan saja dulu dia menenangkan perasaan nya"


"Ya"


"Makasih ya, Ndro. Kamu mau membantu saya"

__ADS_1


"Sama-sama"


"Apakah saya boleh bertanya satu hal kepada kamu?"


"Tentang apa?"


"Apakah kamu masih mencintai Marisa setelah dia bertunangan dengan saya?"


Andro tertegun mendengar kata-kata Indra.


"Kenapa diam? Apakah kamu masih mencintai Marisa?" desak Indra.


"Saya memang masih mencintai Marisa, Dra. Bagaimanapun dia adalah wanita pertama yang berhasil membuat saya jatuh cinta" kata Andro akhirnya.


"Tapi kamu tidak boleh berpikir sedikitpun untuk merebut kembali Marisa dari tangan saya!"


Andro tersenyum pahit. "Tentu saja, Dra. Kamu tidak usah khawatir. Saya mana mungkin bisa merebut kembali Marisa! Seperti yang kamu selalu bilang. Marisa tidak pernah mencintai saya!"


*******


Sementara itu Marisa pulang ke rumahnya dan langsung mengurung diri di kamarnya. Gery yang tahu kalau saat ini perasaan Marisa sedang kacau membiarkan saja Marisa sendirian untuk menenangkan perasaannya.


Gery lebih memilih untuk pergi ke dapur dan membuat mie instan karena merasa lapar. Gery belum makan siang dan begitupun dengan Marisa.


"Kasian banget, Marisa. Udah maried malah mergokin calon suami nya ngamar sama tiga cewek sekaligus!" batin Gery.


"Sudah aku bilang dari awal lebih baik memilih Andro daripada Indra! Eh dia gak mau nurut! Akhirnya begini! Marisa selalu merasakan sakit hati yang terus berulang! Sudah dari awal perkenalan sampai saat ini juga Pak Indra selalu menyakiti hati Marisa! Tapi Marisa memang sudah kebal dengan seluruh kelakuan Indra!"


Gery selesai membuat mie instan dan segera memakannya dengan lahap. Selesai makan Gery mengecek HP nya yang sedari tadi di silent karena sedang mengikuti kuliah.


Ternyata ada beberapa panggilan tak terjawab dari Andro. Juga ada beberapa pesan WA dari Andro yang menanyakan bagaimana keadaan Marisa.


"Andro nanyain Marisa? Berarti dia sudah tahu tentang masalah Marisa dengan Indra. Apakah si CEO arogan itu sudah cerita sama Andro?!" pikir Gery.


Gery pun segera membalas pesan dari Andro.


Ndro, Marisa saat ini sedang mengurung diri di kamarnya dan belum makan siang.


Tak lama kemudian ada balasan dari Andro.


saya titip Marisa. Nanti setelah magrib saya akan pergi kesana untuk menemui Marisa.

__ADS_1


Gery tersenyum saat membaca pesan dari Andro itu.


oke, Ndro! Aku tunggu disini sampai kamu datang! Pokoknya pepet terus, Ndro!


__ADS_2