My Arrogant CEO

My Arrogant CEO
BAB 81 : Lagi-lagi Gagal!


__ADS_3

Indra membawa Kayla ke fitnes center pribadinya. Dimana Indra bisa nge-gym sepuasnya tanpa harus berbaur bersama dengan orang lain.


Baru saja memasuki ruangan fitnes, Kayla sudah merangkulkan kedua tangan di leher Indra dan mencium bibir Indra. Indra membalas ciuman Kayla dengan penuh nafsu. Keduanya berciuman lama dan ketat.


Yang ada di benak Kayla saat ini adalah menyerahkan dirinya kedalam pelukan Indra dan melayani Indra sebaik mungkin. Agar Indra terkesan dengan pelayanan Kayla dan tidak akan meninggalkan wanita itu.


"Pokoknya saat ini Pak Indra harus bisa aku dapatkan dan aku buat ketagihan dengan permainan cintaku! Kalau dia sudah tahu rasanya bercinta denganku, dia pasti akan menjadikan aku simpanan pribadinya! Aku bisa dapat uang banyak dan apartemen pribadi! Pak Indra kan memiliki banyak apartemen mewah!" batin Kayla.


Kayla mulai merapatkan tubuhnya ke tubuh Indra dan menggesek-gesekan bagian-bagian tubuhnya yang sensitif ke tubuh Indra. Ciuman Indra pun terasa semakin liar tanda kalau pria itu sudah bernafsu sekali pada Kayla.


Indra menurunkan ciumannya ke leher Kayla dan memberikan gigitan-gigitan kecil yang membuat wanita itu merintih-rintih manja. "Ouh...! Pak Indra...! Pelan-pelan gigitnya! Sakit...!" rintih Kayla sambil meremas rambut Indra yang masih sibuk menciumi lehernya.


"Kamu sangat menggairahkan, Kayla!" bisik Indra.


"Anda boleh melakukan apa saja kepada saya, Pak Indra! Saya sangat mencintai Bapak... Sudah lama saya menginginkan saat-saat seperti ini... Oh...!"


"Kamu mau saya apakan?" Indra *******-***** gemas payudara besar milik Kayla.


"Awh...! Apa saja Pak Indra! Lakukan semuanya kepada saya! Puaskan nafsu Bapak!" Kayla sudah setengah menjerit.


"Kamu bersedia kalau saya lakukan itu sekarang juga, disini? Di fitnes center ini?"


"Dimana saja yang Anda mau, Pak Indra Sayang...!"

__ADS_1


"Tadinya saya memang ingin nge-gym hari ini. Tapi kami sudah membangunkan nafsu saya!" geram Indra.


"Andai bisa nge-gym lain kali, Pak Indra... Tapi untuk saat ini, saya mohon... Nikmati tubuh saya...Ah...!" desah Kayla saat merasakan kenikmatan dari jari-jemari Indra yang sudah memasuki rok span pendek nya.


Indra tidak bisa menahan hasratnya, apalagi dia juga sudah lama tidak meniduri Sofie. Rasanya tidak apa-apa kalau sesekali mencoba wanita yang sudah tidak gadis lagi! Yang penting bisa memuaskan hasratnya! Lagipula sayang kalau wanita secantik dan seseksi Kayla jika tidak di manfaatkan!


Apalagi Kayla sudah benar-benar pasrah menyerahkan dirinya! Sekarang saja wanita itu sudah duduk di atas pangkuan Indra yang duduk di lantai! Indra belum pernah bercinta selain di atas ranjang, baru kali ini ada wanita yang begitu liarnya mau saja di pakai di lantai tempat fitnes seperti saat itu!


"Baiklah, Kayla Sayang! Saya akan buat kamu melayang setinggi-tingginya! Kamu tidak akan bisa melupakan saat-saat ini! Saat dimana tubuh seksi kamu akan saya nikmati sepuasnya!" bisik Indra dan dengan cekatan Indra sudah melucuti pakaian Kayla.


Blus Kayla sudah terbuka seluruh kancing nya dan rok span pendek nya sudah terangkat sampai ke pinggul! Tangan-tangan Indra kini bebas menjamah apa saja yang di inginkan nya!


Kayla sendiri sudah lupa daratan, lupa bahwa dia hanya di jadikan pemuas nafsu belaka, lupa kalau Indra sudah memiliki seorang tunangan, lupa kalau itu adalah perbuatan maksiat!


Kayla memekik-mekik sejadi-jadinya saat Indra sudah menggantikan peran jari-jemari nya dengan ciuman dan hisapan di sekujur tubuh Kayla. Bahkan dengan tidak tahu malunya, wanita itu mengambil kendali dan meloloskan celana pendek Indra sampai ke lutut!


"Kamu mau apa, Kayla Sayang?" tanya Indra gemas.


"Saya sudah tidak tahan lagi, Pak Indra!" desis Kayla dan mendorong dada Indra agar rebah di lantai dan dengan liarnya Kayla menaiki tubuh Indra!


Kayla tidak menemui kesulitan saat membantu Indra untuk memasuki tubuhnya yang memang sudah siap tempur. Bagai seekor kuda betina yang binal, Kayla memegang kendali permainan dan membawa Indra dalam pergulatan yang ganas!


Tapi bukan Indra Perdana namanya jika membiarkan seorang wanita mengendalikan dirinya! Indra menghentak tubuh Kayla dengan kasar hingga wanita itu menjerit keras dan jatuh ambruk di atas tubuhnya!

__ADS_1


Indra membalikkan tubuh Kayla dan kini ganti mengendalikan permainan! Di acak-acak nya tubuh Kayla hingga wanita itu terkapar lemas tak berdaya dengan banjir keringat dan suara serak karena habis-habisan menjerit dan mengaduh!


"Ampun... Pak Indra...! Saya tidak sanggup lagi..." rintih Kayla lemah saat Indra masih saja mengaduk-aduk tubuhnya dengan beringas.


Saat itulah Indra merasa tiba-tiba rasa nikmat itu hilang! Berganti dengan rasa hambar dan memuakkan! Seketika itu juga gairah Indra lenyap!


Terbayang di mata Indra kecantikan wajah Marisa, senyum manis Marisa, kelembutan Marisa, ketabahan Marisa, kealiman Marisa! Bagaimana Marisa yang selalu memaafkan semua kesalahan Indra dengan tidak pernah membalas sedikitpun. Bagaimana Marisa yang bisa membuat Indra nyaman walaupun hanya dengan sebuah pelukan sesaat.


Lagi-lagi seperti saat bercinta dengan Sofie, Indra gagal melanjutkan permainan! Indra menarik tubuhnya dan menjauhi Kayla dengan tergesa-gesa. Indra merasakan kepalanya berdenyut sakit dan perutnya terasa mual!


Tanpa bicara apa-apa Indra segera pergi ke toilet untuk membersihkan dirinya. Di basahi nya seluruh tubuhnya dengan air hangat yang mengucur deras dari shower.


"Marisa... Marisa... Saya menginginkan kamu... Saya mencintai kamu...!" desah Indra pilu dan hampir menangis dalam kegalauannya!


Sementara Kayla yang masih terbaring lemah di atas lantai hanya bisa bersyukur karena merasa sudah tidak sanggup lagi melawan gairah Indra!


Saat akhirnya Indra keluar dari toilet, Kayla sudah merapikan pakaiannya dan memeluk tubuh Indra yang hanya berbalut handuk selutut.


"Maafkan saya, Pak Indra... Anda sangat luar biasa! Saya kalah telak. Saya tahu Bapak belum sampai, tapi Bapak sangat memperhatikan kondisi saya dan memilih menghentikan permainan kita. Kalau tidak, saya pasti sudah pingsan!


Bapak baik sekali dan saya merasa tidak enak. Bagaimana kalau kita lanjutkan di apartemen mewah Bapak? Saya akan beristirahat sejenak disana dan nanti malam saya berjanji akan lebih baik dalam melayani Anda. Saya akan lebih kuat lagi menahan semua gempuran Anda!" kata Kayla dengan tidak tahu malunya!


Indra mendengus kesal. "Segera bersihkan diri kamu! Kita pulang sekarang!"

__ADS_1


__ADS_2