
Siang itu di ruangan CEO Perdana Enterprise, Melati sedang bermesraan dengan Indra. Kedua tangan Melati merangkul ketat pada leher Indra yang sedang sibuk menyesap buah dadanya. Sementara satu tangan Indra sudah berada dalam rok span selutut Melati dan tengah bergerilya didalam nya.
Melati sedang berada dalam puncak gairah nya saat itu. Melati sudah tidak tahan dengan rangsangan yang dia rasakan. Apalagi selama beberapa bulan menjalin hubungan gelap dengan Indra, Melati belum sampai pada tahap hubungan badan yang sesungguhnya. Sementara hampir setiap hari dia bermesraan dengan Indra di ruangan CEO.
"Pak Indra... Saya tidak tahan lagi..." bisik Melati seraya menarik tangan Indra dari dalam rok span selutut nya.
"Kenapa? Saya kan selalu bisa membuat kamu puas?" bisik Indra dan bergerak ingin memasukan lagi tangannya kedalam rok Melati.
Tapi Melati menahan tangan Indra. "Saya ingin yang itu, Pak Indra... Please..."
"Kamu ingin apa?"
Dengan berani Melati meraba celana panjang Indra di bagian antara kedua paha nya dan merasakan sesuatu yang sudah sangat di inginkan dan selama ini selalu di impikan oleh Melati.
Tubuh Melati semakin terasa gerah saat merasakan bagaimana keras dan besar nya sesuatu di balik celana panjang Indra.
"Saya ingin ini, Pak... Saya gak kuat lagi menahan keinginan ini... Saya juga ingin seperti Bu Marisa. Bisa merasakan kenikmatan dari senjata milik Anda ini..." Melati menghiba dengan tidak tahu malu nya!
"Lho, ini kan memang milik Marisa"
Melati langsung cemberut! "Tapi kan Anda sudah membakar saya selama ini! Anda bisa melampiaskan hasrat kepada Bu Marisa setelah Anda tiba di rumah! Tapi saya tersiksa sepanjang malam! Saya tidak sanggup lagi menahan rasa ingin..."
"Kamu kan masih gadis, Melati!"
"Memangnya kenapa kalau saya masih gadis?! Saya rasa hampir semua wanita seusia saya sudah melepaskan kegadisan mereka!"
"Tapi saya tidak bisa bertanggung jawab kepada kamu kalau saya merenggut kegadisan kamu!"
"Saya tidak akan meminta pertanggung jawaban anda, Pak Indra! Saya ikhlas...! Saya ingin menyerahkan sepenuhnya tubuh saya kepada Anda... Saya mencintai Anda... Saya tidak akan menuntut apa-apa ..."
Indra diam. Indra masih ragu untuk merenggut kegadisan Melati. Indra masih tidak tega kalau harus mengkhianati Marisa sejauh itu...
__ADS_1
"Pak Indra..." desak Melati sambil membuka lebar kedua pahanya dan menyingkapkan buah dadanya. Terlihat paha Melati yang mulus dan berkulit gelap serta buah dadanya yang besar dan padat di hadapan Indra. Sangat menggiurkan!
"Tidak bisa, Melati..." kata Indra dengan suara bergetar.
"Pak Indra jahat! Padahal Anda yang sudah membuat saya seperti ini! Saya iri kepada Bu Marisa. Dia bisa menikmati keperkasaan Anda kapanpun dia mau!" Melati kesal sekali sehingga menjauhi Indra dari sofa yang mereka duduki berdua.
Indra tidak tega melihat Melati seperti itu. Maka dengan cepat Indra menarik lengan Melati dan mendudukkan nya di atas sofa kembali.
"Mau apa lagi?!" tanya Melati kesal!
"Diam saja!" geram Indra!
"Saya tidak mau! Kepala saya pusing!"
Indra tidak berkata apa-apa lagi melainkan segera menaikkan rok Melati hingga keatas pinggulnya dan menurunkan CD nya hingga melewati sepatu hak tinggi nya!
Kini bagian bawah tubuh Melati sudah polos!
Indra bertekuk lutut di hadapan Melati yang duduk di atas sofa lalu membuka lebar-lebar kedua paha Melati sehingga bagian bawah tubuh Melati semakin terlihat jelas! Lalu dengan satu gerakan cepat, Indra sudah merundukan kepalanya di antara kedua belah paha Melati dan melakukan hal yang membuat Melati langsung merasa tidak menginjak bumi lagi! Rasanya sungguh luar biasa hingga Melati merasa terbang tinggi ke langit ketujuh!
"Arkh... Oh...! Ugh...! Pak Indra.. ! Apa yang Anda lakukan?! Argh...!!! Nikmat sekali rasanya, Pak.....!!!!!" erang Melati!
Indra tidak menjawab melainkan semakin sibuk membuat Melati terbang melayang! Indra memang paling mahir dalam mempermainkan bagian tubuh rahasia seorang wanita sehingga membuat siapapun yang pernah bercinta dengan Sang CEO tidak akan pernah bisa melupakan rasanya!
Sementara Melati merasakan campur aduk dalam hatinya! Rasa nikmat yang luar biasa, rasa puas, juga rasa bangga! Bagaimana tidak?! Seorang CEO tampan yang sangat terhormat dan kaya raya seperti Indra kini berada di antara belahan kedua belah paha nya. Bahkan Melati bebas meremas dan menjambak rambut Indra!
Melati benar-benar merasa menang atas Marisa! Suami Marisa kini bertekuk lutut untuk bisa mencicipi kenikmatan tubuh Melati! Kebanggaan tersendiri bagi Melati karena bisa membuat Indra melakukan hal seperti yang sedang di lakukan nya kini!
"Ah... Ah... Akh...!" rintih dan desah berhamburan keluar dari mulut Melati. Sementara Indra tidak sedetikpun melepaskan bagian bawah tubuh Melati dari cengkraman nya! Walaupun Melati menggelepar-gelepar dan bibirnya memohon untuk Indra mengehentikan sejenak saja aksi nya.
Hingga akhirnya di iringi satu pekikan kepuasan, Melati mengejang hebat dan kedua tangannya menekan kepala Indra kuat-kuat agar semakin rapat ke bagian bawah tubuh nya! Perlahan Melati pun melemas dan terkapar tak berdaya di atas sofa dengan senyum kepuasan yang maksimal.
__ADS_1
Indra meluruskan tubuhnya dan melu mata bibir Melati dengan gemas. Melati segera membalas ciuman Indra dengan sangat liar. Di sesapi nya bibir Sang CEO yang baru saja memberikan kenikmatan yang luar biasa kepadanya.
Setelah lama barulah ciuman keduanya terlepas... Nafas keduanya saling memburu dan terengah-engah.
"Nikmat, Sayang?" tanya Indra sambil menatap tajam mata Melati.
"Uh...! Nikmat nya luar biasa, Pak Indra...! Saya pasti tidak akan bisa tidur nanti malam karena ketagihan!" jawab Melati dengan tidak tahu malu!
"Besok saya kasih lagi!"
"Apakah Anda juga selalu melakukan hal itu kepada Bu Marisa?!"
Indra tersenyum. "Tentu saja! Marisa itu istri saya!"
"Dan apakah dia melakukan hal yang sebaliknya kepada Anda?"
"Tentu saja! Kami bahkan sering melakukannya secara bersamaan! Memangnya kenapa kamu menanyakan hal itu?!"
"Kalau begitu izinkan saya melakukan seperti apa yang Bu Marisa lakukan juga kepada Anda..." Melati meraba bagian bawah tubuh Indra, melepaskan kancing celana, menurunkan resleting juga sekaligus menurunkannya hingga ke lutut!
Mata Melati membelalak saat melihat apa yang terpampang di depan matanya! Begitu besar, kekar dan mengerikan!
"Ayo, lakukan! Jangan diam saja!" kata Indra sambil mendorong kepala Melati mendekat ke arahnya!
"Luar biasa...! Besar sekali... Pak Indra...!" desah Melati.
"Sekarang tugas kamu adalah membuat saya puas!"
"Dengan senang hati, CEO ku yang perkasa..."
Dan tanpa menunggu lama lagi, Melati langsung melahap benda keras itu dengan penuh nafsu!
__ADS_1
Indra langsung menggeram saat merasakan kenikmatan yang di berikan oleh wanita yang bukan istrinya itu! "Argh...! Terus, Melati! Ugh...! Hisapan kamu tidak kalah nikmatnya dengan Marisa!"