My Arrogant CEO

My Arrogant CEO
BAB 27 : Andro Mengunjungi Marisa


__ADS_3

Andro Perdana, adik kandung Indra Perdana ini penasaran pada seorang Marisa, sosok asisten pribadi sang kakak. Berawal dari pertemuan pertama mereka di lift, lalu Andro merekomendasikan Marisa untuk menjadi asisten pribadi Indra, dan akhirnya kini dia juga yang penasaran akan sosok Marisa.


Marisa adalah seorang gadis yang sangat cantik, baik, dan kelihatan sangat polos. Tapi kenapa Indra seolah tidak suka kalau Andro mendekati Marisa? Apa karena Indra merasa Marisa tidak sederajat dengan mereka?


Andro memang berbeda dengan Indra. Sejak kecil Indra sudah menempatkan dirinya sebagai seorang yang mempunyai kasta tinggi sehingga menjaga jarak dengan rakyat jelata. Indra selalu memandang seseorang dari status sosial dan pendidikannya.


Beda halnya dengan Andro, Andro lebih membaur, tidak pandang status sosial, dan juga welcome pada siapapun. Maka tidak heran jika Andro memiliki lebih banyak sahabat dibandingkan Indra sejak mereka kecil.


Indra hanya mau bersahabat dengan orang yang sederajat atau dirasa selevel dengan dirinya. Bahkan saat mereka masih di sekolah dasar, Indra pernah memukuli Andro hanya karena adiknya itu bermain bersama anak tukang kebun di sekolah mereka.


Dan kini mungkin hal itu juga yang membuat Indra tidak suka kalau Andro mendekati Marisa. karena di pandangnya Marisa bukan siapa-siapa.


"Indra seperti tidak suka aku mendekati Marisa. Padahal aku sangat menyukai gadis itu. Aneh! Sejak kapan Indra melarang aku dekat dengan seorang gadis? Aku saja tidak pernah mengurusi kehidupannya bersama Sofie!" fikir Andro.


Minggu pagi itu, Andro sudah terbiasa berolahraga di kawasan Monas yang tidak jauh dari tempat kos-an Marisa. Andro pun berinisiatif untuk mendatangi gadis itu di kos-annya. Agar mereka bisa lebih akrab dan Andro lebih tahu banyak tentang Marisa.


Kali ini Indra tidak bisa melarang Andro mendekati Marisa. Di kantor Indra boleh menjadi atasan Marisa dan Marisa adalah asisten pribadinya. Tapi diluar kantor, Andro adalah sahabat Marisa dan Indra bukan siapa-siapa Marisa.


Andro menjalankan mobilnya memasuki kawasan tempat tinggal Marisa. Kawasan padat penduduk dan banyak kontrakan petak-petak. Tapi untungnya masih bisa di lalui mobil pribadi. Bukan gang sempit yang hanya bisa masuk motor.


Andro melihat kontrakan petak-petak yang memiliki nomor-nomor seperti yang di ceritakan Marisa padanya. Andro pun menghentikan mobilnya dan keluar untuk mendatangi kos-an Marisa.


Saat itu suasana masih sepi karena biasanya orang-orang disana bangun pada jam sembilan lebih di hari Minggu. Hanya ada seorang wanita seksi memakai tank top yang sedang menjemur pakaian yang tak lain adalah Mbak Niki.


Melihat sebuah mobil mewah berhenti dan keluar sosok tampan tentu langsung membuat Mbak Niki kepo seketika. Dia langsung menghampiri Andro dan tidak perduli dengan cuciannya.


"Hei, Mas ganteng! Mau kemana?" tegur Mbak Niki.


Andro menoleh dan tersenyum sopan, membuat hati Mbak Niki jadi berbunga-bunga. "Pagi, Mbak. Saya cari kos-an Marisa." kata Andro.


"Marisa? Yang lagi PKL di perusahaan Perdana Enterprise?"


"Iya."


"Sebentar! Saya tahu, Mas ini pasti Pak Indra Perdana kan? Bos nya Marisa di perusahaan itu? Saya pernah liat foto Mas di HP Gery!"


"Saya bukan Indra, saya Andro."


"Hah? Sejak kapan Bapak ganti nama? Bagus juga Indra daripada Andro! Masih untung gak ganti jadi Indro! Bisa kena somasi nanti! Hik hik hik!" Kejulidan Mbak Niki pun mulai keluar.


Andro lagi-lagi hanya tersenyum sopan. "Jadi Mbak kenal Marisa?" tanyanya.


"Kenal! Itu kos-an nya yang di depan Bapak!" jawab Mbak Niki sambil menunjuk rumah yang ada dihadapan Andro.

__ADS_1


"Sepi, ya?"


"Ini kan hari Minggu! Pasti bangun siang lah! Rugi kalau Minggu bangun pagi!"


"Itu Mbak udah bangun?"


"Kalau saya kan beda! Saya punya dua anak kecil! Eh! Tapi tenang! Saya janda!"


"Kok bisa janda?"


"Ya namanya nasib mau gimana lagi?! Pak Bos lagi cari janda?"


Andro menggeleng panik. "Saya cari Marisa!"


"Mau apa cari sama Marisa?"


"Mau ngajakin jalan-jalan."


"Hah?!" naluri kekepoan Mbak Niki meningkat tajam! "Jalan-jalan kemana?!"


"Ke mall, atau apa kemana saja. Terserah Marisa."


"Kan dia udah ada pacar! Ganteng banget! Namanya Fero! Malam juga mereka pasti udah pergi berdua!"


"Ya gak papa. Kalau mau pacarnya boleh ikut sekalian!"


"Hah?!"


Tak ada jawaban. Hening.


"Assalamu'alaikum, Marisa." Andro mencoba memanggil lagi dan mengetuk pintu.


"Kalau ngetuk pintunya kayak gitu mana kedengeran! Gadis zaman sekarang kan pada mager! Sini saya aja yang bangunin Marisa nya!" kata Mbak Niki lalu menghampiri Andro dan menggedor pintu rumah Marisa!


'Brak! Brak! Brak!'


Andro sampai mengernyit dan menutup kedua telinganya.


"Woi!!! Marisa! Bangun! Ini ada Pak Bos ganteng yang nyariin elo!!!"


"Ya..." dari dalam terdengar suara Marisa yang bernada lemah.


"Tuh kan, bangun!" kata Niki senang.

__ADS_1


"Tapi gak gitu juga kali bangunin orangnya, Mbak! Bisa migrain nanti Marisa," kata Andro.


"Ah, Pak Bos ganteng bisa aja!" Mbak Niki dengan usil mencubit lengan Andro!


"Aduh!" Andro memekik.


"Tangannya putih banget! Banyak bulunya lagi!" kata Mbak Niki centil.


Andro pun hendak marah, tapi pintu rumah Marisa keburu terbuka dan gadis cantik yang Andro rindukan muncul disana membuat Andro lupa akan kemarahannya pada Mbak Niki.


"Hai Marisa," sapa Andro.


"Pak Andro?!" Marisa terkejut bukan main melihat ada Andro di depan rumahnya! Saat itu keadaan Marisa sangat berantakan! Rambutnya kusut dengan ikat rambut yang hampir lepas. Pakai tanktop ketat dan celana training gombrong. "Maaf, Pak! Saya baru bangun!"


"Gak apa-apa," Andro malah nyengir.


"Maaf saya berantakan,"


"Tetap cantik kok!"


"Ehem!!! Ehem!!!" Mbak Niki menggeram.


"Saya mau ke air dulu, ya? Bapak mau tunggu didalam?" tanya Marisa.


"Diluar aja," kata Andro.


"Iya, diluar aja! Bukan muhrim!" celetuk Mbak Niki.


"Iya Mbak, saya akan tunggu diluar!" kata Andro lagi.


Sementara itu, Marisa segera mandi cepat-cepat dan berganti pakaian. Sekilas dilihatnya wajahnya yang agak sedikit pucat karena habis menangis semalam.


"Aku sekarang jomblo. Aku udah gak punya pacar." batin Marisa sedih seraya memoles wajahnya dengan sedikit bedak dan bibirnya dengan sedikit pelembab bibir.


Teringat akan Andro membuat Marisa bergegas keluar rumah dan mendapati pria itu sedang asyik mengobrol dengan Gery. Malahan mereka sedang ngopi berdua ditemani gorengan.


"Maaf Pak Andro, saya lama." kata Marisa.


"Gak apa-apa, Marisa. Ini juga ada Gery kok." kata Andro.


"Iya, Mar! Pak Andro ini asyik banget! Jauh berbeda dengan Pak Indra Perdana yang nyebelin!" celetuk Gery, tapi lalu dia sadar telah menjelek-jelekkan Indra di hadapan Andro yang tak lain adalah adik dari CEO itu!


"Gery! Kok kamu jelek-jelekin Pak Indra!" kecam Marisa, takut Andro marah.

__ADS_1


Tapi Andro malah tersenyum.


"Ups! Maaf Pak! Tapi kakak Anda itu memang nyebelin!" kata Gery sambil cengengesan.


__ADS_2