My Arrogant CEO

My Arrogant CEO
BAB 213 : Pengkhianatan...


__ADS_3

Indra tidak bisa lagi menahan dirinya, di rundukkan nya kepalanya dan di dekatkan nya wajah ke dada Melati untuk segera menikmati keindahan buah dada milik Melati yang tampak sangat padat berisi.


Tapi Melati memang seorang wanita yang pandai bersandiwara dan menarik ulur cerita. Melati seketika menghindar dari Indra dan berlari ke ujung ruangan kemudian merapatkan diri ke tembok dengan wajah yang pucat ketakutan!


"Kenapa kamu menghindari saya?!" bentak Indra dan segera mengejar Melati ke ujung ruangan.


"Jangan, Pak Indra... Jangan... Saya belum pernah... " ratap Melati sambil merapikan blusnya dengan meneteskan air mata.


Indra yang tadinya begitu kesal dengan penolakan Melati mendadak menjadi iba begitu melihat air mata Melati. Indra sadar Melati adalah seorang gadis polos yang belum tahu apa-apa. Masih suci dan bersih. Maka Indra berusaha untuk bersikap sabar.


"Maafkan saya, Melati. Saya tahu kamu belum terbiasa. Sebaiknya saya tidak terlalu buru-buru. Saya harus mengajari kamu setahap demi setahap" kata Indra.


"Saya yang seharusnya meminta maaf kepada Anda, Pak Indra. Saya sungguh-sungguh menyesal tidak bisa melakukan hal itu untuk Anda..." kata Melati seolah bersedih.


Indra membawa Melati kedalam pelukannya. Pelukan pertama untuk wanita selain Marisa setelah setahun pernikahan mereka.


Melati sendiri tidak menolak saat Indra memeluk tubuhnya. Malahan Melati begitu nyaman dan meringkuk dalam dekapan Indra. Pelukan yang hangat dan menyenangkan. Melati dapat merasakan bagaimana detak jantung Indra yang beraturan.


"Kamu akan cepat belajar, Melati. Kalau hari ini saya berhasil meremas buah dada kamu, pasti nanti saya akan bisa melahapnya" bisik Indra.


"Tapi saya takut, Pak Indra. Saya takut kalau kita terlarut dalam keadaan ini. Bagaimana dengan Bu Marisa?" tanya Melati dalam dekapan Indra. Nada suaranya terdengar ketakutan padahal mimik wajahnya sedang menahan tawa, hanya saja Indra tidak bisa melihatnya.


"Tidak masalah dengan Marisa karena saat ini saya tidak bisa menikmati buah dadanya" jawab Indra enteng dan tanpa merasa bersalah.


Melati cekikikan didalam hatinya mendengar jawaban Indra itu. "Hik hik hik! Masuk sekarang kamu kedalam jebakan saya, Indra Perdana!" batin Melati puas.


"Apakah Anda memang menyukai buah dada saya?" tanya Melati seraya mendongak menatap Indra.

__ADS_1


Indra segera menjatuhkan ciuman mesra dan penuh gairah di bibir Melati. "Tentu saja, Sayang! Saya sangat menyukai buah dada kamu! Sangat padat dan kencang!" ucap Indra gemas sambil kembali tangannya meremasi buah dada Melati.


"Ah... Pak Indra... Jangan..." desah Melati.


"Tenang, Sayang! Saya tidak akan melahapnya sekarang. Saya hanya akan meremasinya, kamu mau kan?" kata Indra.


Melati mengangguk pasrah.


Indra pun dengan gemas segera meremasi buah dada Melati dengan gemas sehingga membuat Melati merintih-rintih penuh kenikmatan.


"Ah... Pak Indra...! Pelan-pelan... Sakit Pak..."


"Tapi nikmat kan, Sayang?" Indra lagi-lagi memanggil Melati dengan panggilan Sayang.


"Iya, Pak Indra... Ah..." Melati sampai merem melek merasakan bagaimana nikmatnya Indra meremasi buah dadanya.


"Nikmat, Pak Indra..." Melati tidak berdusta, saat itu dia benar-benar merasakan bagaimana nikmatnya remasan tangan Indra. Melati rasanya ingin sekali membuka kembali blusnya dan menyodorkan pucuk dari buah dadanya ke mulut Indra! Bahkan Melati ingin melepaskan seluruh pakaiannya agar bisa di nikmati oleh Indra.


"Aduh... Aku tidak tahan... Remasan tangan Indra benar-benar membuat aku kewalahan! Baru remasan tangan! Bagaimana kalau dia melahapnya?! Ah... Pasti luar biasa nikmatnya! Tapi aku harus bersabar... Ya! Aku harus bisa mengulur-ulur waktu agar Indra semakin penasaran dengan tubuh ku! Pada saatnya nanti dia yang akan bertekuk lutut untuk memohon-mohon padaku agar mau melayaninya di tempat tidur!" tekad Melati!


Indra terus meremasi buah dada Melati hingga akhirnya Melati mendorong tubuh Indra dengan pelan. "Sudah, Pak Indra... Sebentar lagi ada metting. Saya takut kalau Mbak Bella atau Pak Rafi datang kesini untuk mengingatkan metting itu" kata Melati.


Indra mendengus kesal! "Ya, kamu benar juga! Sudah hampir jam sembilan" katanya.


"Saya akan merapikan blus saya dulu, Pak"


"Iya, setelah itu siapkan semua berkas-berkas yang di perlukan dalam metting"

__ADS_1


"Baik, Pak"


Melati hendak melangkah ke kamar mandi tapi dengan gemas Indra memeluk tubuh Melati dan kembali meremas buah dadanya dengan agak keras.


"Awh...!" Melati memekik kesakitan.


"Kamu menggemaskan sekali, Melati Sayang!" bisik Indra.


Melati hanya tersenyum sambil menunduk.


Indra melepaskan pelukannya dan membiarkan Melati melangkah ke kamar mandi.


"Saya benar-benar merasa penasaran dengan Melati! Dia seperti Marisa, begitu polos dan lugu! Saya tidak bisa menahan diri untuk tidak menyentuh nya! Tidak apa-apa lah! Yang penting saya tidak menyakiti perasaan Marisa! Marisa tetap satu-satunya wanita yang saya cintai! Sementara Melati hanya sekedar mainan selama beberapa waktu selama dia menjadi asisten pribadi saya! Setelah itu saya tidak akan segan-segan mendepak Melati dari Perdana Enterprise! Tapi untuk sementara waktu ini saya membutuhkan buah dadanya yang padat dan ranum untuk memuaskan dahaga saya" batin Indra puas. Indra merasa sangat senang karena merasa sudah bisa memanfaatkan Melati.


Sementara itu Melati juga punya pemikiran sendiri. Melati merasa Indra sudah masuk kedalam jebakan nya karena sudah bisa mengkhianati Marisa.


"Akhirnya Indra Perdana berhasil masuk kedalam jebakan ku! Dia sudah tidak peduli lagi bahwa dia sudah mengkhianati Marisa!" batin Melati puas!


Melati menatap bayangan wajahnya sendiri pada cermin yang ada di kamar mandi. Seulas senyum licik tersungging di bibirnya.


"Rasakan kamu, Marisa! Makanya jangan sombong kalau jadi perempuan! Kamu pikir kamu bisa mempertahankan seorang Indra Perdana di samping kamu! Kamu tidak lebih dari hanya sebuah mesin pembuat anak untuk meneruskan keturunan keluarga Perdana!" gumam Melati. "Aku tahu kalau kamu juga adalah seorang pencuri! Kamu sudah mendapatkan Indra dengan cara mencuri nya dari Sofie! Pasti kamu tidak tahu kalau aku mengetahui semuanya! Pada saatnya nanti kamu akan sadar dan hanya akan menyesali nasibmu sendiri!"


Melati memasukkan tangannya kedalam blus nya sendiri dan mempermainkan pucuk dari buah dada sendiri. Saat itu sebenarnya gairah Melati juga sudah terbakar dan menuntut pelampiasan.


"Ah... Ah..." Melati mendesah sendiri didalam kamar mandi itu untuk memuaskan hasratnya malahan satu tangannya lagi kini masuk kedalam rok panjang nya untuk meraba-raba tubuh bagian bawahnya sendiri yang terasa agak lembab dan basah.


"Pak Indra Perdana... Saya tidak sabar lagi menunggu waktu dimana Anda akan mencabik-cabik seluruh tubuh saya dengan nafsu yang sudah tidak bisa Anda tahan lagi! Dan saat waktu itu tiba, saya tidak akan menolak lagi..." desah Melati.

__ADS_1


__ADS_2