My Arrogant CEO

My Arrogant CEO
BAB 239 : Kepulangan Indra


__ADS_3

Mama menatap Andro dengan kening berkerut. Tidak pernah dalam sepanjang hidupnya, Andro berani berkata dengan nada menekan seperti itu kepada Mama. Sementara itu, Marisa yang merasa tidak nyaman segera mengambil Baby Syailendra dari gendongan Mama dan memilih pergi dari tempat itu.


"Maaf, Mam. Aku mau bawa Baby Syailendra istirahat dulu. Dia juga harus minum obat" kata Marisa seraya bergegas pergi sebelum Mama sempat menjawab perkataannya.


"Sejak kapan kamu bisa berkata seperti itu pada Mama?" tanya Mama pada Andro.


"Maaf, Mam. Tapi saya hanya tidak ingin Mama menyalahkan Marisa atas kepulangan saya yang langsung ke rumah sakit. Saya hanya ingin menemani Syailendra yang sedang sakit karena Indra tidak bisa melaksanakan kewajibannya sebagai seorang Papa!" jawab Andro tegas.


"Kamu tidak boleh mengatakan kalau Indra tidak bisa melaksanakan kewajibannya! Indra sedang pergi tugas ke luar kota! Maka nya dia tidak berada di samping Marisa untuk menjaga Syailendra!"


"Saya juga sedang dalam tugas, Mam. Bahkan saya bukan hanya di luar kota melainkan di luar negeri! Tapi saya bisa memaksakan diri untuk segera pulang ke Indonesia!"


"Jadi kamu melakukan semua itu demi Marisa?!"


"Bukan demi Marisa, Mam! Tapi demi Syailendra!"


"Jangan pernah berbohong di depan Mama! Kalau Syailendra bukan anak dari Marisa, belum tentu kamu sebegitu perhatian kepadanya! Bahkan kamu merasa pantas untuk menggantikan posisi Indra menjaga Syailendra?! Kamu sadar, Ndro! Kamu punya kehidupan sendiri dan tidak usah berlebihan kepada Marisa! Marisa milik Indra!"


"Saya juga tahu, Mam. Saya juga perduli kepada Marisa karena dia adalah istri Indra"


"Ya, dia istri Indra! Tapi Mama merasa kalau kamu masih begitu memperhatikan Marisa karena kamu masih mencintai dia!"


"Ya Allah, Mama... Kalaupun saya masih mencintai Marisa, lalu apa bedanya? Marisa tidak pernah mencintai saya! Kalau dia mau membalas perasaan cinta saya, dia tidak mungkin berpaling kepada Indra!"


"Pokoknya Mama peringatkan kamu, Andro! Jangan terus menerus mendekati Marisa apalagi memperhatikannya! Bahkan kamu ternyata sering meneleponnya tanpa sepengetahuan Indra!"


"Oke, oke! Saya minta maaf, Mam" Andro akhirnya memilih untuk mengalah daripada terus berdebat dengan Mama.


"Sebaiknya kamu segera melupakan marisa dan mencari pendamping hidup! Biarkan Marisa bahagia bersama Indra! Jangan campuri urusan rumah tangga mereka! Apalagi sampai menemani Marisa saat Indra tidak ada!"


"Mam, saya tidak punya pikiran sedikitpun untuk mencampuri rumah tangga mereka! Tapi apakah Mama yakin kalau Marisa bahagia?"


Mama terperangah mendengar kata-kata Andro. "Kenapa kamu berkata seperti itu?! Tentu saja Marisa bahagia bersama Indra! Mereka pasangan yang sangat serasi dan sempurna!"


"Oke, Mam. Semoga perkataan Mama benar adanya"

__ADS_1


"Kamu seperti yang berharap kalau rumah tangga Marisa dan Indra tidak bahagia!"


"Kita lihat saja nanti. Apakah benar Indra bisa membahagiakan Marisa? Saya merasa ada yang tidak beres antara Indra dengan Melati. Sejak kapan Indra ada urusan di luar kota pada akhir pekan? Bahkan sudah sejak kemarin Marisa tidak bisa menghubunginya! Indra saat ini sedang bersama Melati, Mam. Apa saja bisa terjadi di antara mereka!"


"Kamu sudah berburuk sangka, Andro!" Mama kali ini membentak Andro!


"Maaf, Mam. Saya mau istirahat dulu" Andro melangkah cepat meninggalkan Mama.


"Andro! Tunggu! Mama belum selesai bicara!" bentak Mama lagi!


Tapi Andro tidak menghentikan langkahnya dan tidak sedikitpun menoleh pada Mama. Andro tahu kalau tidak ada gunanya berdebat dengan Mama tentang Indra. Bagi Mama, Indra adalah raja, Indra adalah maha, dan Indra adalah segala-galanya!


Mama pun hanya bisa mengelus dada melihat bagaimana Andro bersikap seperti itu....


*******


Indra tiba di rumahnya pada sore hari. Saat Indra masuk kedalam kamarnya, Marisa baru selesai menyusui Baby Syailendra dan membaringkan nya di atas tempat tidur.


Indra segera menghampiri Marisa dan mencium keningnya. "Sayang, maaf. Saya kesorean. Tadi dapat pesawat nya yang agak siangan" kata Indra.


"Gimana Baby Syailendra sekarang?" tanya Indra sambil meraba dahi anaknya yang terasa sudah kembali ke suhu normal.


"Alhamdulillah sudah membaik" jawab Marisa singkat.


"Saya tadinya mau langsung ke rumah sakit, tapi Mama mengabarkan bahwa kamu sudah pulang dari rumah sakit"


"Ya, dokter sudah memperbolehkan Baby Syailendra dibawa pulang"


"Alhamdulillah. Syukurlah"


"Kamu mau minum apa?"


"Tidak usah, saya mau mandi dulu"


"Atau kamu mau makan setelah mandi?"

__ADS_1


"Tidak usah, saya belum lapar"


"Ya sudah" Marisa duduk di atas sofa yang ada didalam kamarnya. Wajahnya tampak dingin.


Indra segera duduk di samping Marisa dan memeluknya erat, di ciumi nya rambut panjang istrinya itu.


"Saya minta maaf ya, Marisa" kata Indra.


"Aku kecewa sama kamu, Ndra"


"Kan saya sekarang sudah ada di samping kamu"


"Tapi kamu tidak ada saat saya sangat membutuhkan kamu! Saya sudah merelakan kamu untuk tidak langsung pulang kemarin karena kamu bilang kamu akan pulang paginya. Tapi yang ada kamu malah bangun di siang hari! HP tidak aktif! Dan bahkan kamu tidak memesan tiket pesawat sedari kemarin hingga akhirnya membuat kamu pulang sore hari seperti ini!"


"Iya, saya minta maaf. Saya lupa tidak memesan tiket sedari kemarin"


Marisa menghela nafas panjang karena merasa sakit hati. "Lupa?! Lupa kata kamu?! Sejak kapan kamu lupa dengan hal yang sangat penting seperti ini?! Selama aku mengenal kamu, kamu adalah seorang yang sangat memperhatikan secara detail sampai ke hal-hal yang tidak penting!"


"Saya kan sedang tidak enak badan kemarin"


"Kamu kan bisa meminta Melati untuk memesan tiket pesawat paling pagi untuk hari ini! Aku juga selalu melakukan hal itu selama menjadi asisten pribadi kamu! Aku akan mengurus semua keperluan kamu dari saat pergi sampai pulang kembali jika kita ada perjalanan ke luar kota! Lalu gunanya Melati itu apa?! Apakah cuma menjadi teman seperjalanan kamu saja?!"


Wajah Indra agak berubah mendengar kata-kata Marisa. Matanya berlatih dari mata Marisa dan hanya menunduk memandangi lantai kamar.


"Aku telepon pun, Melati tidak mau mengangkat telepon ku!" kata Marisa lagi.


Indra mendongak. "Apa?! Melati tidak mau mengangkat telepon kamu?!" tanyanya.


"Ya! Entah apakah yang sedang di lakukan oleh Melati selama berada disana bersama kamu?! Sesibuk apakah dia?! Dia tidak sedang sakit juga kan?!"


"Ya sudahlah, Marisa. Kita lupakan saja masalah ini. Yang penting sekarang saya sudah pulang dan akan menjaga Baby Syailendra bersama kamu! Saya mau mandi dulu sekarang!" Indra melepaskan jas nya dan melangkah menuju kamar mandi.


Saat itulah Marisa mengambil jas Indra dan mendekatkannya ke hidung. Tercium aroma wangi yang khas dari seorang wanita! Marisa tahu betul itu bukan wangi Indra! Juga bukan wanginya! Lalu wangi parfum siapa?!


Marisa merasa hatinya semakin tidak enak...

__ADS_1


__ADS_2