My Arrogant CEO

My Arrogant CEO
BAB 50 : Jeritan Hati


__ADS_3

Marisa memelototkan matanya. "Jangan berani macam-macam, Pak Indra! Atau saya akan berteriak!" ancamnya.


Indra terkekeh pelan. "Berteriak?! Kamu mau seisi rumah ini datang dan memergoki kita berusaha di dalam toilet?! Ini kawasan kekuasaan saya! Kamu bukan siapa-siapa disini! Tidak ada yang akan mempercayai kamu disini termasuk Andro! Kamu mau membuat kegaduhan disini?! Mau membuat heboh dan drama?! Kamu tahu?! Saya penguasa disini! Dan kamu harus tahu satu kenyataan kalau seorang penguasa itu bisa memutar balikan fakta!"


"Apalagi yang Anda inginkan dari saya?! Salah saya pada Anda itu apa, sih?!"


"Salahnya karena kamu terlalu cantik malam ini! Saya tidak mau keduluan Andro untuk mencium kamu! Sekarang sebaiknya kamu pejamkan mata kamu! Biarkan saya mencium kamu seperti apa yang pernah saya lakukan di luar kota waktu itu!"


"Kurang ajar sekali Anda, Pak Indra! Saya pacar adik Anda dan saat ini di ruang makan juga ada tunangan Anda!"


"Saya tidak pernah kalah dari Andro dalam hal apapun!"


"Kakak macam apa Anda ini! Kakak yang serakah dan mau merebut apa yang menjadi milik adik Anda sendiri?!"


"Banyak bicara kamu!" Indra maju dan menghimpit tubuh Marisa yang sudah tersudut. Tidak ada jarak lagi di antara mereka!


Dada Indra menekan dada Marisa yang padat! Dua tangan Marisa juga di genggam erat dan wajah Indra berada tepat di depan wajah Marisa.


Nafas Indra memburu dan menghembus hangat di wajah Marisa yang pucat pasi ketakutan. Tanpa bisa di cegah lagi, bibir Indra melahap habis bibir Marisa yang ranum dan manis.


"Hmph..! Hmph..!" Marisa gelagapan menghadapi ciuman Indra yang begitu ganas dan membabi buta.


Marisa tidak bisa membiarkan ini semua terus menerus! Dengan sekuat tenaga diinjak nya sepatu Indra dengan satu hentakan kuat! Berharap sepatu hak nya bisa menginjak dan menembus sepatu Indra dan menyakitkannya walau sedikit!


Indra merasa sakit menyengat di kakinya akibat dari hentakan sepatu hak Marisa! Ciumannya terlepas dan tubuhnya mundur dua langkah dari tubuh Marisa, memberikan Marisa sedikit ruang untuk berkelit dan melayangkan satu tamparan keras di pipi Indra!


'Plak!'


Indra melotot dan terkejut karena tidak menyangka kalau Marisa sampai berani melayangkan tamparan di wajahnya! Indra memegangi pipinya yang panas dan kebas!


"Berani kamu menjatuhkan tangan di wajah saya!" hardik Indra murka.


Marisa tidak menjawab melainkan langsung meraih handel pintu toilet dan membuka pintu untuk kabur keluar!


"Marisa!" panggil Indra.

__ADS_1


Marisa tidak berhenti, menoleh pun tidak! Marisa berjalan cepat dan kembali ke ruang makan dimana Mama, Andro dan Sofie masih berada disana.


Marisa mengatur nafasnya yang tersengal sebelum kembali duduk di sisi Andro. Marisa berusaha untuk tidak memperlihatkan kepanikan di wajahnya. Di ulasnya satu senyuman di bibirnya yang baru saja tadi di lahap bibir Indra Perdana.


"Kamu lama sekali ke toilet nya. Baru saja saya akan menyusul kamu." kata Andro.


"Maaf, saya agak tidak enak perut," bisik Marisa.


"Kenapa? Apa kamu perlu obat?" tanya Andro khawatir.


"Tidak, saya ingin pulang!"


"Lho, kamu kan baru selesai makan. Kita belum mencicipi hidangan cuci mulutnya. Ada es buah, salad, dan cake. Kamu mau apa?"


"Saya mau pulang..." ucap Marisa memelas.


"Oke, saya akan antar kamu pulang." akhirnya Andro menyerah.


Saat itulah Indra muncul di ruang makan dan menatap tajam ke arah Marisa. Tanpa sadar tubuh Marisa menggigil...


"Pak Andro, saya mau pulang..." bisik Marisa lagi.


"Oke, saya akan bilang Mama dulu."


"Iya..."


"Mam, aku mau antar Marisa pulang dulu, ya?" kata Andro pada Mama.


"Lho, ini kan baru jam sembilan? Nanti dulu saja. Atau Marisa mungkin mau menginap disini? Besok baru pulang. Biar kita bisa ngobrol lebih lama lagi?" kata Mama.


Marisa menggeleng. "Tidak Ma, lain kali saja. Saya gak enak sama ibu kos kalau pulang kemalaman."


"Oh gitu... Tapi kamu besok main lagi kesini, ya? Besok kan libur."


"Insya Allah, Ma."

__ADS_1


"Ya sudah. Hati-hati di jalan, ya? Andro, kamu jagain Marisa, ya!"


"Oke Mam, Andro akan antar Marisa sampai tujuan dengan selamat!" kata Andro.


"Ayo Mama antar ke depan." Mama pun menggandeng tangan Marisa.


Marisa melayangkan pandangan pada Indra dan Sofie. "Mari semuanya." kata Marisa.


"Mari, selamat malam." kata Sofie sementara Indra diam saja.


Sofie menatap Indra saat mereka tinggal berdua di ruang makan itu. "Kenapa kamu kayak gak suka kalau Marisa sama Andro?" tanyanya.


"Saya tidak suka pada Marisa dari awal dia muncul di hadapan saya!" jawab Indra.


"Kenapa?"


"Dia menyebalkan, ceroboh, kampungan dan sekarang dia malah mendekati Andro! Saya yakin dia hanya ingin menguasai Andro untuk mendapatkan uang dan barang-barang berharga dari Andro!"


"Aku rasa Marisa tidak seperti itu."


"Sudahlah! Saya tidak mau membicarakan Marisa! Dia tidak penting! Sekarang kita pergi saja, saya ingin membawa kamu ke apartemen saya." Indra menatap Sofie penuh arti, dan Sofie sudah paham dengan arti tatapan itu.


"Kamu mau kita melakukannya malam ini?" bisik Sofie.


"Iya, sayang! Saya sedang ingin bercinta dengan kamu!" Indra mendekatkan wajahnya ke wajah Sofie.


"Aku gak bisa, Dra... Aku, aku lagi dapat..."


Raut wajah Indra berubah kecewa. Indra benar-benar merasa panas saat ini apalagi setelah dia mencium Marisa tadi. Indra ingin mengajak Sofie bercinta di apartemen miliknya untuk mengobati kegelisahan hatinya karena melihat Marisa begitu cantik malam ini!


"Sial sekali aku! Marisa yang ku inginkan begitu sulit aku dapatkan! Sekarang malah Sofie yang sedang datang bulan!" rutuk Indra dalam hatinya.


Sementara Sofie merasakan ada sesuatu yang beda pada diri Indra. Sofie mulai menyadari kalau Indra tidak suka Marisa dekat dengan Andro bukan karena Marisa tidak pantas untuk Andro melainkan karena Indra menyukai Marisa!


"Apa benar Marisa tidak penting bagi kamu, Dra..? Kamu gak akan pernah bisa bohong sama aku. Aku tahu kamu menginginkan Marisa, karena itu kamu tidak mau Andro memilikinya. Aku juga tahu kalau tadi kamu menyusul Marisa ke toilet, bukan untuk mengisi daya baterai HP kamu seperti yang kamu bilang padaku! Aku melihat ada merah di pipi kamu, apakah Marisa menolak kamu?

__ADS_1


"Kapan aku bisa memiliki hati kamu seutuhnya, Dra? Apa kamu tidak bisa mendengar jeritan hatiku?! Padahal aku sudah menyerahkan semuanya sama kamu... Tapi malam ini aku gak bisa, Dra... Bukan karena aku sedang datang bulan, tapi karena aku tidak mau hanya kamu jadikan pelampiasan nafsu karena kamu tidak bisa memiliki Marisa..." batin Sofie penuh kesedihan.


__ADS_2