My Arrogant CEO

My Arrogant CEO
BAB 99 : Aku Masih Sayang


__ADS_3

Fero menggeleng kemudian berucap. "Aku bukannya main-main sama Mbak Niki. Tapi kan kita harus pikir-pikir dulu sebelum melangkah ke jenjang yang lebih serius. Jadi saat ini aku masih dalam tahap penjajakan. Lagipula kan kalau aku menikah sama dia, aku juga akan langsung punya dua anak yang masih kecil! Aku harus benar-benar mapan dulu! Belum lagi orang tuaku, apakah mereka akan setuju kalau aku menikah dengan seorang janda?!"


"Itu terserah kamu! Aku gak mau ikut campur urusan kamu sama Mbak Niki. Dan masalah permintaan maaf kamu, aku udah maafin kok. Sekarang kamu lebih baik pindah duduk ke tempat lain! Jangan satu meja sama aku! Aku gak mau kalau sampai nanti ada yang bilang sama Mbak Niki tentang kita makan bersama disini!" kata Marisa.


"Kamu jangan gitu dong, Mar. Kamu masih marah ya sama aku?! Kalau kamu sudah memaafkan aku, artinya kita bisa bersahabat. Kita bisa dong makan bersama disini. Aku yang traktir! Gimana?!"


Marisa menggeleng "Ya gak bisa begitu! Walaupun kita sudah berbaikan dan aku udah maafin kamu, kita gak bisa dekat lagi. Kamu sudah ada yang punya, aku juga sama. Aku yakin Mbak Niki juga gak akan rela kalau tahu kita makan bersama disini"


"Tapi Mar, aku udah bela-belain nunggu kamu di depan gang dari pagi mula dan ngikutin kamu sampai kesini! Aku mau dekat lagi sama kamu!"


"Maaf, aku gak bisa!" Marisa mulai kesal!


"Marisa, please!" Fero memohon dan kini malah memegang tangan Marisa di atas meja. Tentu saja Marisa langsung menarik tangannya dari genggaman Fero!


"Mau kamu apa sih?! Aku udah maafin malah ngelunjak pegang-pegang tangan aku!"


"Oke, kamu mau tahu apa mau aku?! Aku masih sayang sama kamu, Marisa! Selama kita berpisah, aku gak bisa melupakan kamu! Aku masih selalu merindukan dan memikirkan kamu! Aku benar-benar menyesal telah melepaskan kamu! Kamu juga masih punya perasaan sama kan? Kamu juga masih mencintai aku, kan?! Aku gak percaya kalau kamu udah gak ada perasaan apa-apa sama aku!" Fero akhirnya mengungkapkan perasaannya kalau dia belum bisa melupakan Marisa dan masih mencintai gadis itu!


Mata Marisa membelalak. "Ini sudah keterlaluan! Aku minta kamu pergi sekarang!"


"Aku gak mau pergi! Aku mau kamu kembali sama aku! Kita mulai lagi dari awal! Aku akan mutusin Niki! Kalau perlu besok aku bawa kamu pindah kos-an agar Niki gak bisa ganggu kamu!"


"Kamu pikir aku pelakor?!"


"Kamu bukan pelakor! Karena pada awalnya aku adalah milik kamu! Dan sampai sekarang pun hatiku masih milik kamu!"


"Pergi sekarang juga! Atau aku yang pergi!"

__ADS_1


"Marisa, please! Kamu gak cinta kan sama cowok bernama Andro itu?! Memang kamu sudah menghapus semua foto kebersamaan kita di Instagram kamu, tapi kamu tidak pernah memposting foto kamu dan Andro!"


"Gak posting bukan berarti gak cinta!"


"Tapi aku tahu kamu! Kalau cinta kamu pasti berbagi kebahagiaan kami di Instagram kamu seperti hubungan kita dulu!"


"Gila banget, sumpah!" rutuk Marisa dan kini Marisa sudah benar-benar kehabisan kesabaran! Di banting nya sendok dan garpu ke atas piring ketoprak yang belum habis di makan hingga suaranya memekakkan telinga!


Abang penjual ketoprak sampai kaget dan menegur Marisa! "Neng, jangan di banting dong sendok dan garpu nya! Kalau piring nya pecah gimana?!" katanya.


"Maaf, Bang. Ini saya bayar aja sekarang. Ambil sekalian kembalinya!" Marisa meletakkan selembar uang dua puluh ribuan di atas meja dan langsung pergi meninggalkan warung ketoprak itu.


"Marisa, tunggu!" seru Fero dan langsung mengejar Marisa.


Tapi Marisa segera berlari ke arah pangkalan ojek dan segera memerintahkan tukang ojek itu yang di naiki nya untuk tancap gas!


"Neng mau kemana?!" tanya si Abang tukang ojek.


"Pokoknya ngebut aja dulu! Jauh dari sini! Nanti saya arahkan harus kemana!" jawab Marisa.


"Siap, Neng! Berangkat!" seru Abang tukang bakso dan langsung mengebut motornya!


Marisa sesekali melirik ke belakang dan merasa lega karena tidak melihat motor Fero mengikuti dari belakang.


"Neng lagi menghindari cowok ya?! Siapa Neng? Mantan ya?!" tanya Abang tukang ojek saat motornya sudah jauh meninggalkan pangkalan.


"Apaa sih?! Kepo!" rutuk Marisa kesal.

__ADS_1


Kekesalan Marisa benar-benar menumpuk di hari Selasa itu! Pagi-pagi sudah di tegur Mbak Niki, Siangnya mau makan ketoprak malah di ganggu Fero, eh sekarang harus di hadapkan dengan seorang tukang ojek kepo!


Lama berputar-putar naik ojek, akhirnya Marisa malah meminta antar ke kos-annya lagi! Marisa merasa tidak ada tujuan lagi. Semangatnya hilang bersama dengan suasana hati yang tidak enak!


"Bagaimana bisa Fero mengajak aku balikan setelah dia duluan yang meninggalkan aku?! Dulu saja dia tidak mau mendengarkan penjelasan ku, sekarang malah dengan mudahnya ngajak balikan! Dia pikir aku ini wanita apaan?! Bahkan dia bersedia meninggalkan Mbak Niki untuk bisa balikan sama aku?! Memangnya dia pikir wanita itu layang-layang?! Bisa tarik ulur seenaknya!" batin Marisa kesal!


"Segala bilang kalau aku gak cinta sama Andro karena tidak memposting foto Andro di Instagram! Aku cinta ataupun tidak ada Fero kan bukan urusan dia lagi!"


"Tapi kata-kata Fero ada benarnya juga. Aku memang tidak mencintai Andro... Aku mencintai Pak Indra... Kalau saja aku seorang wanita yang tidak punya malu, mungkin sudah aku post foto Pak Indra dan aku beri caption bucin! Tuh kan, aku mikirin Pak Indra lagi!"


Baru saja berpikir tentang Indra, tiba-tiba HP Marisa berbunyi dan banyaknya pesan WA masuk dari Indra. Tanpa pikir panjang Marisa langsung membuka pesan WA itu! Tidak terpikir oleh Marisa kalau semua pesan Indra akan langsung jadi centang biru di HP yang bersangkutan, yang menandakan kalau Marisa langsung membacanya!


"Marisa!"


"Sedang apa kamu?!"


"Apa kamu tidak punya kesopanan sedikitpun?! Setelah mengirimkan surat pengunduran diri pada Bella, kamu tidak ada inisiatif untuk menemui saya?!"


"Apakah kamu sudah tidak membutuhkan rekomendasi bagus untuk nilai praktek kerja lapangan kamu di Perdana Enterprise?!"


"Dasar orang tidak tahu terima kasih! Saya sudah berikan pekerjaan dan fasilitas enak untuk kamu selama bekerja di Perdana Enterprise, tapi kamu pergi tanpa bicara terlebih dahulu pada saya!"


"Datang baik-baik, pergi juga harus baik-baik!"


Marisa membaca semua pesan WA dari Indra dengan perasaan yang campur aduk! Ada rasa sedih, kesal, tapi ada perasaan senang juga!


"Akhirnya Pak Indra mengirimkan pesan buat aku! Walaupun pesan nya seperti ini, entah kenapa aku merasa bahagia..."

__ADS_1


__ADS_2