
Baru kali ini selama memegang Perdana Enterprise, Indra tidak datang ke kantor padahal tidak sedang dalam perjalanan dinas keluar. Sudah pukul delapan lebih tiga puluh menit tapi Indra belum terlihat datang ke kantor.
Bella sudah beberapa kali memasuki ruangan CEO untuk memastikan keberadaan Indra, tapi Indra belum juga muncul. Bella menjadi bingung karena hari ini ada metting dengan salah satu klien penting yaitu Pak Setiawan yang mettingnya minta di schedule ulang karena pada Senin lalu Indra tidak fokus. Sementara metting di jadwalkan pada pukul sepuluh pagi ini.
"Aduh! Pak Indra kemana sih?! Aku sudah kirim WA tapi tidak dibaca! Aku telepon tidak di angkat! Ini metting nya mau di cancel apa bagaimana?!" batin Bella.
Akhirnya Bella menemui Pak Rafi di ruangannya dan membicarakan masalah metting pagi itu. Bella meminta pendapat Pak Rafi tentang apa yang seharusnya dia lakukan karena Indra tidak bisa di hubungi.
"Jadi bagaimana, pak? Saya bingung menangani masalah ini" kata Bella pada Pak Rafi.
"Apakah Pak Indra ada jadwal fitness?" tanya Pak Rafi.
"Tidak ada. Beliau ada jadwal fitness kemarin. Makanya saya membuat jadwal metting hari ini"
"Aneh, tidak biasanya Pak Indra seperti ini!"
"Saya juga heran. Sejak hari Senin Pak Indra kelihatan sangat kacau. Hari Selasa beliau tidak mengecek semua berkas yang saya serahkan, di tandatangani juga tidak! Padahal saya sudah ingatkan. Selanjutnya, dua hari berturut-turut beliau datang ke kantor menjelang waktu pulang! Dan hari ini sudah hampir jam sembilan tapi beliau tidak datang ke kantor padahal ada metting penting!"
"Apakah Pak Indra ada masalah pribadi? Sejak kejadian pemukulan atas diri Herman?" duga Pak Rafi.
"Entahlah. Yang jelas beliau uring-uringan sejak di tinggalkan oleh Marisa! Semua pekerjaan kacau balau! Saya juga yang repot karena saya yang berhubungan langsung dengan para klien!" kata Bella.
"Apakah ada masalah dengan Marisa? Mungkin mereka ada hubungan gelap yang kini sudah berakhir dan berubah menjadi masalah"
"Saya pikir tidak ada hubungan apa-apa diantara mereka berdua. Marisa juga kan berhubungan dengan Pak Andro. Tapi Bu Sofie yang merasakan kalau ada sesuatu antara mereka. Ya kalau saya duga, sepertinya Pak Indra memang tertarik pada Marisa. Tapi Marisa tidak menanggapinya. Mungkin juga kepergian Marisa karena sudah tidak tahan di curiga oleh Bu Sofie"
Bella dan Pak Rafi malah asyik membicarakan kehidupan pribadi atasan mereka. Hingga Bella akhirnya ingat lagi pada metting dengan Pak Setiawan.
"Jadi bagaimana acara metting dengan Pak Setiawan?! Saya harus melakukan apa, Pak Rafi?!" tanya Bella panik.
"Pak Indra masih belum bisa di hubungi?!"
__ADS_1
Bella memeriksa HP nya. "Belum!"
"Bagaimana kalau kamu hubungi Marisa?!"
"Marisa?!"
"Ya, Marisa yang awalnya mengurusi metting dengan perusahaan Pak Indra! Marisa pasti bisa menangani masalah ini!"
"Tapi kan Marisa sudah bukan lagi bagian dari Perdana Enterprise. Kalau Pak Indra nanti tahu, saya bisa di marahi habis-habisan!"
"Ini darurat! Ini untuk masa depan perusahaan! Projek dengan perusahaan Pak Setiawan ini adalah bisnis besar! Mega bisnis! Bernilai milyaran rupiah dan sangat prestisius!"
"Saya takut..." Bella ragu.
"Saya yakin Pak Indra tidak akan marah! Beliau pasti mengerti! Saya yang akan menghubungi Marisa! Kalaupun Pak Indra marah, saya yang akan bertanggung jawab!" kata Pak Rafi dan mencoba menelpon Marisa.
Bella cuma angkat bahunya. Tapi dalam hatinya Bella juga sependapat dengan pak Rafi. Saat ini hanya Marisa yang bisa di andalkan. Andai saja ada Andro, pasti semua ini bisa di tangani dengan baik. Masalahnya Andro juga belum kembali dari luar negeri!
"Ya, selamat siang Pak Rafi" kata Marisa yang saat itu tengah sendirian di kos-annya. Makan mie instan sambil nonton TV.
"Saya minta bantuan kamu, Marisa!" kata Pak Rafi dengan nada yang mendesak.
"Ada apa?"
"Saya minta kamu sekarang juga datang ke Perdana Enterprise! Ada metting dengan perusahaan Setiawan Group! Saat ini Pak Indra tidak berada di kantor dan tidak bisa di hubungi! Metting akan di mulai pada pukul sepuluh siang ini dan saya minta kamu datang untuk menggantikan Pak Indra!"
Pak Rafi tidak perduli kalau dia terdengar memaksa Marisa. Apalagi ini adalah metting dengan salah satu klien penting! Indra tidak akan pernah melewatkan kesempatan baik seperti ini. Makanya Pak Rafi yakin kalau meminta bantuan Marisa adalah keputusan yang terbaik!
"Saya menggantikan Pak Indra?! Maaf, saya sudah resign dari Perdana Enterprise" kata Marisa.
"Saya mohon, Marisa! Ini proyek penting! Dan kamu adalah satu-satunya orang yang memegang proyek ini dari awal! Kalau kamu tidak datang, saya tidak tahu bagaimana kelanjutan Perdana Enterprise ini kedepannya! Pak Setiawan bisa marah dan menganggap Perdana Enterprise tidak kooperatif! Perdana Enterprise bisa di anggap melakukan penipuan karena beberapa kali meng-cancel metting!"
__ADS_1
"Tapi kan metting dengan Pak Setiawan sudah di jadwalkan Senin kemarin"
"Ya, tapi gara-gara kamu resign mendadak, Pak Indra tidak bisa menjalani metting dengan baik dan antara Perdana Enterprise dan Setiawan Group tidak mencapai kesepakatan"
"Ya Allah...! Sayang sekali! Ini kan projek besar!"
"Makanya kamu harus datang!"
"Baiklah, saya akan datang kesana. Bagaimanapun ini adalah projek saya! Saya yang akan menyelesaikannya sampai tuntas!"
"Alhamdulillah! Terima kasih, Marisa!"
"Saya akan segera kesana naik ojek online!"
"Hati-hati di jalan, Marisa!" Pak Rafi menutup teleponnya dan memandang Bella dengan senyuman lebar.
"Bagaimana, Marisa mau datang?" tanya Bella.
"Ya, Marisa mau datang dan menjalani metting dengan Pak Setiawan" jawab Pak Rafi dengan nada riang.
"Syukurlah! Saya yakin Marisa bisa di andalkan!"
Sementara itu Marisa bergegas mengganti pakaiannya dan berangkat menuju Perdana Enterprise. Dalam hatinya Marisa merasa khawatir juga mendengar kabar kalau Indra tidak bisa di hubungi. Tapi yang terpenting saat ini adalah metting dengan Pak Setiawan!
Marisa tahu benar kalau projek ini bernilai milyaran rupiah dan sangat di prioritaskan oleh Indra. Kalau projek ini gagal, bisa di pastikan kalau Indra akan mengalami kerugian bersama karena pihak Pak Setiawan akan menuntut Perdana Enterprise!
Pukul sembilan lebih tiga puluh menit Marisa sampai di Perdana Enterprise. Bagaikan mimpi bisa menginjakkan kaki disini lagi. Baru beberapa hari Marisa tidak datang kesini dan rasanya sudah lama sekali...
Marisa melangkah memasuki gedung perkantoran mewah itu dan pikirannya langsung tertuju kepada Indra Perdana. Sosok yang diam-diam selalu di rindukannya selama beberapa hari terakhir ini.
"Pak Indra, saya datang lagi... Semoga kita bisa bertemu hari ini walau hanya sesaat..." batin Marisa.
__ADS_1