My Arrogant CEO

My Arrogant CEO
BAB 164 : Rencana Henry Adiputra


__ADS_3

Semenjak menggelar pesta pertunangan dengan Marisa, Indra Perdana kini mengalami banyak perubahan dalam kehidupannya sehari-hari terutama saat berada di kantor.


Indra kini lebih ramah, murah senyum dan jarang marah-marah. Hal ini tentunya membuat kantor Perdana Enterprise menjadi lebih nyaman bagi para karyawan. Apalagi kini Indra mendaftarkan semua karyawannya ke sebuah perusahaan asuransi agar mereka memiliki perlindungan baik secara segi sosial maupun segi kesehatan.


Setiap hari di sudut-sudut kantor selalu di warnai dengan karyawan-karyawan yang membicarakan tentang Indra yang berubah drastis semenjak bertunangan dengan Marisa.


"Alhamdulillah ya, kita sekarang masuk perusahaan asuransi yang sudah terjamin kualitasnya. Asuransi nya bisa di pakai sama keluarga kita juga" kata Bella.


"Iya, di tempatkan di rumah sakit yang bagus juga!" kata Pak Rafi.


"Semua ini berkat Marisa! Tidak di sangka anak PKL-an itu sekarang jadi calon istri Pak Indra dan membawa banyak perubahan pada sikap Pak Indra" kata Pak Nino.


"Betul sekali! Saya juga tidak menyangka kalau wanita yang jadi tunangannya Pak Indra itu adalah Marisa!" kata Bella.


"Dari awal juga saya sudah bisa membaca perasaan Pak Indra kalau dia memang menaruh perasaan pada Marisa!" kata Pak Rafi.


"Ya, tapi kasihan sama Pak Andro! Pak Andro kecewa berat! Dia yang deketin, eh kakaknya yang menerima cinta Marisa!" kata Pak Nino.


Saat itulah Indra muncul di ruangan itu bersama Marisa. Sejak pertunangan mereka Minggu lalu, baru kali ini Indra kembali masuk kantor dan baru kali ini juga Marisa ikut hadir setelah tidak lagi menjadi asisten pribadi Indra.


"St! St! Pak Indra!" bisik Bella dan segera berdiri rapi bersama Pak Rafi dan Pak Nino untuk menyambut kedatangan Indra bersama Marisa.


"Selamat pagi, Pak Indra" sapa mereka begitu Indra dan Marisa sampai di dekat mereka.


"Selamat pagi" sapa Indra yang biasanya hanya menggumam setiap kali ada yang mengucapkan sapaan.


"Selamat pagi, Bu Marisa" kali ini mereka menyapa Marisa.


Marisa segera menggeleng panik karena tidak biasa di panggil Bu Marisa. "Aduh, jangan panggil saya dengan panggilan seperti itu! Saya tetap Marisa sahabat kalian, kok!" katanya.


Bella, Pak Rafi dan Pak Nino benar-benar merasa kagum pada sikap Marisa yang selalu supel dan ramah seperti biasanya.


"Anda kan sekarang calon istri Pak Indra" kata Pak Nino.

__ADS_1


"Iya, Bu Marisa. Sudah selayaknya kami memanggil dengan sebutan Bu Marisa" kata Bella.


"Tapi kok telinga saya jadi geli ya" kata Marisa seraya tersenyum manis.


"Kamu memang harus membiasakan diri dengan panggilan Bu Marisa! Karena kamu adalah calon istri CEO utama di Perdana Enterprise!" kata Indra tegas.


Marisa mengangguk, "Iya, Sayang" katanya.


Indra memasuki ruangan CEO bersama dengan Marisa. Hari itu kebetulan Marisa memang tidak ada jadwal kuliah. Kuliahnya kini sudah selesai dan tinggal hanya menunggu waktu wisuda. Maka saat Indra memintanya untuk ikut ke kantor hari itu, Marisa tidak menolak.


Marisa merasa dejavu saat melihat meja kerjanya sewaktu masih menjadi asisten pribadi Indra. Marisa segera duduk disana dan senyum-senyum sendiri.


"Kenapa kamu senyum-senyum sendiri begitu?" tanya Indra.


"Rasanya baru kemarin saya ada disini. Bekerja untuk Sang CEO galak dan arogan bernama Indra Perdana" jawab Marisa.


"Saya galak sekali ya?"


"Ya! Galak, kasar dan agak kurang ajar!"


"Ya, saya akhirnya jatuh cinta pada Anda" Marisa mengakuinya.


*******


Sementara itu di perusahaan asuransi tempat Henry Adiputra bekerja, saat itu Henry baru saja selesai mengikuti metting penting dengan Pak Tio yang adalah CEO di perusahaan itu. Mereka membicarakan tentang keberhasilan perusahaan mereka dalam menjalin kerjasama dengan Perdana Enterprise.


Pak Tio sangat senang sekali karena Perdana Enterprise telah mendaftarkan seluruh karyawan nya untuk menjadi anggota asuransi sekaligus membayar seluruh biaya iuran bulanan nya. Maka itu Pak Tio memberikan bonus kepada para karyawan yang sudah ambil bagian dari proyek ini termasuk Henry Adiputra.


Setelah selesai metting, Pak Tio meminta Henry untuk tetap bersamanya di ruangan itu untuk membahas satu hal berdua saja. "Henry, kamu jangan pergi dulu. Saya ada satu hal yang ingin di bahas berdua saja dengan kamu" katanya.


"Ada apa, Pak?" tanya Henry.


"Saat acara pertunangan Pak Indra Perdana beberapa hari lalu, saya lihat kamu mengobrol banyak dengan adiknya Pak Indra"

__ADS_1


"Oh, Pak Andro?"


"Ya, kamu mengenal dia dengan baik?"


Henry mengangguk. "Saya mengenal Pak Andro cukup baik"


"Apakah kamu juga mengenal baik Pak Indra?"


Henry tersenyum sinis, mana mungkin Henry bisa lupa kepada Indra! Orang yang telah menghancurkan karir nya! "Saya kurang mengenal Pak Indra tapi saya adalah sahabat dari Marisa, tunangannya"


"Oh ya?!"


"Iya, Pak. Tapi sekarang tidak lagi, karena dulu Pak Indra sempat merasa cemburu kepada saya dan melarang Marisa untuk dekat dengan saya. Padahal saat itu Marisa masih menjadi asisten pribadi nya"


"Wah wah! Saya tidak menyangka kalau seperti itu ceritanya"


"Ya begitulah. Sejak itu saya lose contacts dengan Marisa"


"Tapi kamu tentu tahu apakah yang kira-kira di senangi oleh Pak Indra?"


"Saya tahu!"


"Nah, saya harap kamu mau membantu saya untuk mencari ide untuk hadiah apa yang akan saya berikan kepada Pak Indra atas bentuk penghargaan atas kerjasama perusahaan kita dengan Perdana Enterprise. Bagaimanapun juga Perdana Enterprise telah memberikan keuntungan besar kepada perusahaan kita karena telah mempercayai asuransinya kepada kita"


"Ya, saya mengerti. Saya rasa kalau Bapak ingin memberikan hadiah kepada Pak Indra, hadiah yang cocok untuk dia hanyalah wanita! Pak Indra itu sangat menyukai wanita! Berikan saja wanita muda untuknya! Saya jamin dia akan suka!"


"Wanita?..." Pak Tio tampak berpikir beberapa saat sampai akhirnya dia menyetujui gagasan Henry. "Baiklah! Saya serahkan tugas ini kepada kamu! Kamu atur hadiah wanita untuk Pak Indra! Pastikan dia senang!"


"Baiklah, Pak! Serahkan saja kepada saya!"


"Oke!"


Henry meninggalkan ruangan metting itu dengan satu gagasan yang sudah ada di benaknya. Gagasan memberikan hadiah wanita untuk Indra Perdana sebagai bentuk terimakasih atas kerjasama dengan perusahaan nya.

__ADS_1


"Hm... Aku akan menyiapkan tiga orang wanita sekaligus untuk Indra Perdana! Pria sepertinya tidak akan bisa puas walaupun sudah memiliki seorang kekasih cantik seperti Marisa! Dan yang lebih menarik adalah aku akan membawa Marisa ke hotel dimana aku akan menyiapkan tiga wanita itu untuk Indra Perdana! Biar Marisa menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri bagaimana bejad nya kelakuan tunangannya itu!"


__ADS_2