
Indra tidak perduli pada penolakan Marisa. Kedua tangannya malah semakin aktif menggerayangi tubuh Marisa. Dengan posisi memeluk dari belakang, Indra begitu leluasa bergerak. Di ciumi nya tengkuk Marisa sambil di jilati dengan penuh nafsu.
"Ya ampun, Indra! Kamu kenapa sih bernafsu sekali? Saya tidak akan menyerahkan kehormatan saya sebelum waktunya!" sergah Marisa.
"Kamu sendiri kenapa sih begitu teguh memegang prinsip seperti itu?! Saya kan sudah berjanji akan menikahi kamu!" desak Indra.
"Gak mau, Dra! Jangan lakukan ini pada saya!"
"Kamu juga yang salah! Kenapa kamu begitu cantik?! Begitu putih?! Begitu seksi?!"
"Saya seksi bagaimana?! Saya kan tidak memakai pakaian yang terbuka!"
"Tapi pakaian kamu tidak bisa menyembunyikan bentuk tubuh kamu yang sempurna! Apalagi kedua buah dada kamu ini! Saya suka sekali! Begitu kenyal dan padat!" Indra meremas gemas kedua buah dada Marisa secara berbarengan hingga Marisa memekik sakit sekaligus nikmat!
"Akh...! Indra...! Ampun! Sudah..."
Indra menekankan bagian bawah tubuhnya ke belahan bokong Marisa. Di gesekan-gesek nya dengan perlahan bagian tubuhnya yang sudah menegang itu di bokong Marisa yang padat dan berisi.
"Ugh! Marisa...!" desah Indra merasakan kenikmatan saat melakukan gesekan-gesekan ke bokong Marisa. Saking nikmatnya Indra sampai menggigil dan giginya bergemeletuk.
"Indra! Jangan! Kamu sama saja melakukan pelecehan kepada saya!" sergah Marisa sambil mencoba melepaskan dirinya dari dekapan Indra.
Tapi sia-sia saja. Indra saat itu benar-benar di kuasai oleh nafsu hingga hilang akal sehatnya! Malahan semakin Marisa mencoba melepaskan diri, yang ada tubuhnya dan tubuh Indra semakin bergesekan!
"Marisa, Sayang! Tubuh kamu sangat luar biasa! Bagaimana kamu bisa memberikan kenikmatan padahal celana kamu saja belum saya buka?!" gumam Indra dengan gemas.
"Saya tidak mau kamu perlakuan seperti ini, Dra... Lepaskan saya!" pekik Marisa karena merasakan bagaimana bagian tubuh Indra yang menekan di bokong nya menjadi semakin keras!
"Saya tidak bisa berhenti, Marisa! Saya sudah tidak tahan! Saya sudah memendam perasaan ini kepada kamu sekian lama! Saya mohon, Marisa... Izinkan saya untuk melakukannya...! Kalau tidak, saya bisa sakit! Kamu tidak mau kan saya jadi sakit?!" Indra terus merayu Marisa.
"Saya tidak mau! Saya belum siap!" kata Marisa setengah meratap.
__ADS_1
"Saya tidak akan menyakiti kamu. Saya akan melakukannya secara perlahan-lahan..."
Marisa tetap menggeleng dan Indra tidak tega kalau sampai memaksa Marisa. Akhirnya Indra mendapatkan satu inisiatif untuk melampiaskan nafsunya tanpa harus memaksa Marisa untuk menyerahkan kehormatannya secara terpaksa.
"Baiklah, Marisa. Saya tidak akan melepaskan pakaian kamu. Tapi izinkan saya untuk meminjam bokong kamu. Saya bisa mendapatkan kenikmatan dengan cara menggesek-gesekkan tubuh saya seperti ini. Bagaimana? Apakah kamu bersedia?" tanya Indra.
Marisa diam dan di rasakan nya kedua tangan Indra mulai bergerak lagi di kedua buah dadanya.
"Kamu mau kan, Sayang?" bisik Indra.
"Apakah tidak akan lama?"
"Tidak, saya jamin tidak akan lama! Karena saya sudah tidak tahan lagi. Saya siap melepaskannya!"
"Ya sudah... Cepatlah!" akhirnya Marisa mau meminjamkan bokong nya untuk memuaskan hasrat Indra.
Indra bukan main senangnya! Saat Marisa bergerak untuk menelungkupkan tubuhnya, Indra segera menindih tubuh Marisa dan menekan bokong Marisa dengan penuh nafsu!
"Aduh... Berat, Dra...! Angkat sedikit badannya" rintih Marisa.
"Iya, Sayang... Maaf!" desah Indra dan mengangkat tubuhnya dari tubuh Marisa. Marisa kini bisa bernafas lega. Tapi hanya sesaat karena Indra kembali menindihnya dan kini Marisa merasakan bagian bawah tubuh Indra semakin keras dan seolah tidak ada penghalang lagi!
Marisa tercekat dan memekik. "Pak Indra! Kenapa terasa keras sekali?! Apakah kamu melepaskan celana?!"
"Iya, Sayang. Hanya celana saya! Jangan khawatir! Saya tidak akan melepaskan celana kamu!"
"Saya tidak mau! Hentikan! Saya takut!" pekik Marisa ketakutan karena merasa kalau celana tidurnya seolah-olah akan sobek terkoyak oleh karena gesekan Indra!
"Diam, Marisa. Sebentar lagi!" bisik Indra gemas dan gerakannya semakin menggila menghimpit tubuh Marisa dari belakang!
Marisa meronta-ronta tapi tidak bisa melepaskan diri. Malahan kini di rasakan nya kalau kedua tangan Indra kembali menyusup dan menggerayangi tubuhnya! Tangan kanan Indra masum kedalam baju dan *******-***** dada Marisa sementara tangan kirinya merayap ke bawah dan mulai memasuki celana tidur Marisa di bagian depan! Terus menyusup dan meraba bagian paling intim dari tubuh Marisa!
__ADS_1
"Ahk...! Indra... Indra...!" Marisa merintih dan sekujur tubuhnya menggelinjang hebat dan seolah mengimbangi gerakan Indra yang menggesek di belakang nya!
"Sebentar lagi, Sayang...! Saya hampir meledak!" desah Indra dengan gerakan yang semakin liar dan cepat!
"Akkhhh!" Marisa tidak tahan lagi dan memekik histeris karena perlakuan Indra! Saat itulah Indra melepaskan seluruh nya! Indra sampai di puncak kenikmatan dan menumpahkan segalanya di atas celana tidur Marisa!
Tubuh Indra telungkup mandi keringat di atas tubuh Marisa dengan nafas terengah-engah. Baru kali ini Indra bisa mencapai puncak kenikmatan hanya tanpa harus melepaskan pakaian seorang wanita dan hanya menikmati permainan dari luar saja.
Sepi dan yang terdengar hanya ******* nikmat Indra dan isakan pelan Marisa.
Perlahan Indra sadar kalau Marisa yang masih telungkup di bawah tindihan nya ternyata sedang menangis terisak-isak. Indra segera menarik tubuhnya dari atas tubuh Marisa dan menaikan celana pendek nya yang tadi di turunkan sampai sebatas lutut.
"Marisa, kamu menangis?!" tanya Indra.
Marisa tidak menjawab melainkan suara isakan nya semakin keras terdengar.
Hati Indra terasa perih dan sebuah penyesalan muncul didalam hatinya.
Indra sudah membuat Marisa menangis lagi!
Apakah tidak ada yang bisa Indra lakukan selain membuat Marisa menangis?!
Dengan perasaan bersalah, Indra mengulurkan tangannya untuk membelai rambut Marisa. "Marisa, maafkan saya. Saya khilaf" bisik Indra.
Saat itulah Marisa bangkit dari telungkup nya dan Indra melihat bagaimana wajah Marisa yang bersimbah air mata.
"Marisa, maaf..." Indra mencoba mengusap air mata yang menetes di pipi Marisa tapi gadis itu menghindar dan berlari keluar kamar dengan terisak-isak!
"Marisa! Sebentar! Izinkan saya membersihkan belakang celana tidur kamu yang basah!" teriak Indra!
Tapi Marisa tetap berlari dan masuk ke kamar sebelah yang adalah kamar tidur nya di vila itu. Bahkan terdengar suara pintu di banting dan di kunci dari dalam!
__ADS_1
Tinggal kini Indra yang mematung dengan tubuh yang masih lemas.