My Arrogant CEO

My Arrogant CEO
BAB 175 : Pertemuan Kembali Dengan Kayla


__ADS_3

Senin pagi itu Marisa sudah berada di sebuah rumah sakit ternama untuk memeriksakan kesehatannya sebagai syarat untuk memperoleh surat sehat sebagai pelengkap administrasi pernikahan.


Seminggu lagi adalah hari pernikahannya dengan Indra. Mengingat hal itu membuat Marisa merasa hatinya berdebar-debar. Seminggu lagi Marisa akan melepaskan masa lajangnya dan menyandang status sebagai Nyonya Indra Perdana.


Marisa mendaftarkan dirinya untuk menjadi pasien di bagian poli OBGYN. Saat itu Marisa mendapat antrian pendaftaran no 5.


"Mau periksa apa, Bu? Periksa hamil atau KB?" tanya petugas yang melayani Marisa saat itu.


"Saya mau memeriksakan kesehatan untuk syarat membuat administrasi pernikahan" jawab Marisa.


"Oh, boleh. Nanti dengan dokter Rivaldi. Anda akan memeriksa golongan darah, lab untuk cek Hb, cek HIV, dan juga mendapatkan imunisasi Catin"


"Oh ya"


"Antrian pemeriksaan no 5. Silahkan tunggu di poli OBGYN. Nanti perawat akan memanggil nama Anda"


"Oh ya, terima kasih banyak"


"Sama-sama"


Marisa melangkahkan kakinya menuju poli OBGYN, ada beberapa orang yang sudah menunggu disana diantaranya ada wanita hamil dan ada juga yang membawa balita.


Hari itu sebenarnya Indra ingin sekali mengantarkan Marisa untuk memeriksakan kesehatannya, tapi ada metting penting dengan klien sehingga Marisa memutuskan untuk pergi sendiri ke rumah sakit.


Marisa duduk di kursi tunggu pasien sementara saat itu sedang di mulai pemeriksaan untuk pasien no 1. Tak lama kemudian kursi-kursi tunggu pasien yang masih kosong pun mulai terisi oleh pasien-pasien yang baru datang.


Sekitar satu jam kemudian tibalah giliran Marisa. Marisa bertemu dengan dokter Rivaldi dan mendapatkan imunisasi Catin. Marisa juga di ambil darah untuk pemeriksaan lab.


"Hasil lab akan keluar sekitar tiga puluh menit. Silahkan Ibu menunggu di depan. Nanti perawat akan memanggil nama Ibu lagi" kata dokter Rivaldi.


"Oh ya, dokter. Terima kasih" kata Marisa.


"Sama-sama Bu"


Marisa keluar dari ruangan dokter dan kembali menunggu di kursi pasien sambil melemaskan lengan nya yang masih terasa pegal karena di suntik.


"Tiga puluh menit masih lama. Apa gak sebaiknya aku keluar sebentar untuk cari makanan ya? Tadi aku cuma sarapan roti sedikit karena buru-buru kesini" batin Marisa dan hendak berdiri dari duduknya.


Tapi belum sempat Marisa berdiri, satu sosok wanita duduk di sebelahnya dan menyapa nya dengan lembut.

__ADS_1


"Marisa, kamu disini?"


Marisa menoleh ke samping dan mendapati seorang wanita yang tidak mungkin bisa dia lupakan karena pernah menjadi bagian yang membuat rasa sakit dalam hatinya.


Senyum manis wanita itu, make-up nya yang berlebihan, pakaian yang seksi. Kayla! Wanita itu adalah Kayla! Kayla yang pernah menjadi duri di mata Marisa karena selalu bermesraan dengan Indra di depan matanya sewaktu Marisa masih menjadi asisten pribadi Sang CEO!


"Kayla?" ucap Marisa.


"Ya, apa kabar?" Kayla mengulurkan tangannya dan saat itulah Marisa menyadari bahwa ada perbedaan dari sosok Kayla. Kayla tampak berperut buncit tanda dia sedang mengandung.


"Alhamdulillah aku baik-baik saja. Kamu bagaimana?" Marisa balik menanyakan kabar Kayla.


"Aku juga baik. Dan kamu lihat sendiri, aku sedang hamil! Aku selalu memeriksakan kehamilan ku disini"


"Berapa bulan kandungan nya? Sepertinya sudah besar"


"Tujuh bulan"


"Oh ya? Alhamdulillah. Sudah USG?"


"Sudah, saat usia kehamilan ku empat bulan. Bayinya laki-laki" Kayla mengelus perutnya sendiri.


"Kamu sendiri ada keperluan apa disini?"


"Aku baru memeriksakan kesehatan untuk syarat membuat administrasi pernikahan. Tadi aku sudah di imunisasi Catin dan sekarang tinggal menunggu hasil pemeriksaan lab"


"Oh ya, aku juga mendengar kabar kalau kamu sudah bertunangan dengan Pak Indra dan sekarang kamu memeriksakan kesehatan karena akan menikah dengan nya?"


"Iya"


"Selamat ya, Marisa. Kamu akan menikah dimana?"


"Di Bali"


Kayla tersenyum tipis dan Marisa merasakan kalau senyuman Kayla sangat sinis. "Kenapa Pak Indra tidak mengirimkan undangan pernikahan kalian kepada ku?"


"Aku dan Indra tidak mengundang banyak orang. Kami ingin mengadakan acara pernikahan yang di datangi oleh orang-orang yang terdekat saja"


"Tapi kan aku bukan orang lain untuk Pak Indra" Kayla menghela nafas panjang sambil kembali mengelus perutnya sendiri.

__ADS_1


Marisa merasa hatinya tidak enak mendengar kata-kata Kayla. "Maksud kamu?"


Kayla menatap Marisa dengan tatapan mata yang tajam. Kayla seperti ragu-ragu untuk mengatakan sesuatu pada Marisa.


"Apa aku harus menceritakan semuanya pada kamu?" tanyanya dengan nada yang sedih.


"Ada apa? Apakah ada sesuatu yang harus aku tahu?" Marisa penasaran dan hatinya bertambah tidak enak.


"Aku ini bukan orang lain dalam kehidupan Pak Indra. Seperti yang kamu tahu, aku adalah bagian dari hidup Pak Indra. Kami pernah bersama, bercinta, bermesraan. Bahkan Pak Indra biasa melakukan hal itu di depan kamu, kan?!" kata Kayla seolah bangga dengan apa yang pernah terjadi antara dia dengan Indra.


Marisa merasakan hatinya berdenyut sakit. Teringat kembali masa-masa dimana Marisa pernah begitu terhina karena setiap hari harus menyaksikan langsung kemesraan antara Indra dan Kayla yang menurut Indra sebagai ajang untuk memanas-manasi Marisa yang saat itu masih menjadi kekasih Andro.


"Ya, aku tahu" kata Marisa datar.


"Masih ada yang belum kamu tahu, Marisa" kata Kayla.


Mata Marisa membesar. "Ada hal apa yang aku belum tahu?"


Kayla kembali menghela nafas panjang sehingga membuat Marisa semakin penasaran. "Apakah aku harus menceritakan tentang ini pada kamu? Dan apakah kamu juga mau percaya?"


"Ada apa? Ceritakan semuanya pada ku!" desak Marisa.


"Sebenarnya saat aku masih menjalin hubungan dengan Pak Indra saat itu, hubungan kami sudah terlalu jauh. Aku sudah menyerahkan diriku seutuhnya pada Pak Indra..."


"Aku sudah tahu tentang itu!" kata Marisa datar dan dingin.


"Oh ya? Pak Indra mengatakan hal itu kepada kamu?! Dia benar-benar belum bisa melupakan kenikmatan yang kami rasakan rupanya!"


"Dia tidak bicara seperti itu! Dia hanya mengatakan bahwa dia pernah tidur dengan kamu dan itu terjadi dengan tidak sengaja"


"Tidak sengaja?! Dia bicara kalau itu terjadi secara tidak sengaja?! Kalau tidak sengaja mana mungkin itu bisa terjadi berkali-kali?!"


"Apa?! Berkali-kali?!"


"Ya! Di apartemen! Di tempat fitnes!"


"Ya Allah!" Marisa tercekat!


"Ya, dia bahkan pernah meminta ku untuk melayaninya di tempat fitnes! Pak Indra itu maniak! Aku rasa kamu juga tahu! Kamu juga pasti sudah sering merasakan bagaimana rasanya bercinta dengan Pak Indra?! Dia sangat brutal seperti kuda liar! Dia juga sangat pandai mencari celah kenikmatan di tubuh seorang wanita agar wanita itu mabuk kepayang dan mau melakukan apa saja untuk nya! Kasar dan kuat luar biasa! Tapi sangat nikmat..." Kayla meleletkan lidahnya.

__ADS_1


__ADS_2