
Marisa merasa dadanya sakit dan telinga nya panas! Apakah pantas Kayla menceritakan bagaimana brutal nya Indra saat bercinta dengannya?! Padahal Kayla tahu kalau Marisa adalah calon istri Indra! Dasar wanita tidak tahu malu!
"Sudah cukup kamu menceritakan tentang pengalaman ranjang kamu dengan Indra?" tanya Marisa.
"Oh, kamu tidak enak hati ya? Aduh... Maaf ya... Aku soalnya masih belum bisa melupakan saat-saat itu. Sekujur tubuhku terasa bergetar kalau ingat hal itu" jawab Kayla.
"Ada lagi yang perlu aku tahu tentang kamu dan Indra?"
"Bagaimana ya... Sebenarnya ini tidak ada sangkut pautnya dengan kamu. Tapi karena kebetulan kita bertemu disini, aku rasa ini memang harus aku ceritakan kepada kamu. Agar kamu tidak kaget lagi nantinya"
"Ya Allah kuatkan hati ku apapun yang akan Kayla ceritakan kepada ku" batin Marisa berdoa dalam hatinya.
"Marisa, apakah kamu tahu? Anak yang saat ini sedang aku kandung adalah anak dari Pak Indra?"
Mata Marisa membelalak lebar saat mendengar kata-kata Kayla itu! Walaupun dalam hati Marisa sudah berdoa dan mencoba untuk menyiapkan hatinya untuk mendengar apapun ceritan Kayla, tapi tetap saja Marisa merasa seolah ada petir yang menyambar tepat di hadapannya!
"Apa kamu bilang?! Anak yang sedang kamu kandung itu adalah anak Indra?!" tanya Marisa dengan suara bergetar.
"Iya... Sebelum pergi meninggalkan ku, Pak Indra sudah menitipkan benih nya didalam rahim ku..." jawab Kayla sedih.
"Ya Allah... Apakah kamu saat ini sudah menikah dan memiliki suami?"
Kayla menggeleng. "Aku belum menikah. Siapa yang mau menikahi wanita hamil seperti ku?"
__ADS_1
"Kamu tidak berdusta?!"
"Untuk apa aku berdusta?! Aku selama tujuh bulan membesarkan dan memelihara kandungan ku ini seorang diri! Pak Indra mencampakkan aku setelah dia puas dengan tubuh ku! Pasti setelah itu dia mengejar kamu! Laki-laki memang begitu! Sebaik apapun aku melayaninya, dia masih saja bosan dan terpikat dengan mu! Padahal kita berdua tahu sendiri bagaimana dia selalu berkata di hadapan ku kalau kamu hanya seorang bawahan yang tidak penting!
Kok bisa ya akhirnya Pak Indra mengejar kamu dan malah menjadikan kamu sebagai tunangannya?! Bahkan kalian akan segera menikah! Luar biasa, Marisa! Pasti ada sesuatu yang spesial dari kamu sehingga Pak Indra bisa kamu taklukan!"
"Saya tidak punya apa-apa!"
"Alah...! Tidak usah munafik! Mungkin ada satu gaya bercinta kamu yang bikin Pak Indra ketagihan! Saya tahu kamu itu orang kampung! Biasanya kan orang kampung itu lebih berpengalaman! Buktinya sekarang sedang musim majikan yang kepincut dengan baby sitter atau asisten rumah tangga nya karena mungkin pelayanannya lebih spesial dari istrinya"
Marisa semakin merasa jengah dengan sikap Kayla yang menyebalkan. "Cukup, Kayla! Aku tidak mau ikut campur dalam urusan kehamilan kamu. Mau itu anak Indra ataupun bukan, aku tidak perduli!"
"Oh! Mana bisa begitu! Kamu harus perduli! Karena kamu akan menjadi istri Pak Indra! Ya aku harap saja kamu bisa cukup lama untuk menjadi istrinya karena aku tidak yakin kalau Pak Indra itu seorang pria yang setia! Buktinya walaupun sudah memiliki Bu Sofie yang cantik dan kaya raya, dia masih tertarik padaku yang hanya seorang karyawan biasa. Eh sekarang dia malah tertarik padamu, seorang wanita yang berasal dari kampung yang sedang praktek kerja lapangan di perusahaan nya!"
"Amin..." Kayla mengucapkan amin tapi dengan bibir di runcing kan.
"Kalau begitu aku pamit dulu. Aku mau keluar sebentar untuk cari makanan" Marisa berdiri dari duduknya tapi Kayla menarik lengan Marisa dan mencekal nya agar duduk kembali.
"Aku belum selesai bicara dengan kamu!" hardik Kayla.
"Apalagi yang mau kamu katakan?!" Marisa merasa jengkel sekali!
"Aku akan melahirkan seorang anak laki-laki yang adalah darah daging dari Pak Indra Perdana! Aku pastikan kalau anakku kelak akan mendapatkan hak nya sebagai pewaris Perdana Enterprise! Anak ku adalah putra mahkota karena dia merupakan anak laki-laki pertama dari CEO Perdana Enterprise!"
__ADS_1
Marisa menggeleng-gelengkan kepalanya. "Sejak kapan seorang anak yang lahir diluar pernikahan bisa mendapatkan bagian dari kekayaaan ayah biologisnya?"
Wajah Kayla memerah! "Pokoknya aku akan datang kembali untuk meminta pertanggungjawaban dari Pak Indra! Kalau perlu aku akan menuntut tes DNA! Kalau Pak Indra tidak mau bertanggung dan malah berbelit-belit, aku akan menyeret masalah ini ke media! Akan aku adalah konferensi pers yang mengundang semua media massa! Kalau perlu aku adakan siaran langsung agar semua orang tahu siapa sebenarnya pengusaha muda sukses bersama Indra Perdana itu! Tidak lain hanyalah seorang ba ji ngan yang tidak mau mengakui darah dagingnya! Karir Pak Indra akan hancur dan dia akan kehilangan semuanya!"
"Kalau seandainya hal itu terjadi, aku berharap aku masih berada di sampingnya untuk menguatkan Indra dan mendampinginya untuk melawan semua tuntutan kamu!"
"Cih! Kamu ini masih saja sok suci! Pasti kamu akan mempertahankan posisi kamu sebagai istri dari seorang Indra Perdana karena kamu ingin hidup kamu terjamin! Aku jadi ingat bagaimana kamu dulu pernah berkata kalau kamu tidak tertarik pada Pak Indra dan lebih memilih Pak Andro! Tapi sekarang kamu malah akan menikah dengan Pak Indra! Dasar munafik!"
"Aku memang pernah berkata seperti itu. Tapi bagaimana aku bisa menjalani hubungan ku dengan Andro kalau Indra terus saja mengejar ku! Bukan aku yang memilih Indra, tapi Indra yang memilih ku!"
"Ya terserah kamu saja! Yang jelas aku tidak akan pernah melepaskan Pak Indra dari tanggung jawab! Aku dan anakku akan menjadi duri dalam kehidupan rumah tangga kalian! Aku tidak akan membiarkan kalian hidup tenang! Apalagi kamu yang sudah merebut Pak Indra dari tanganku! Juga dari Bu Sofie! Bu Sofie sampai jatuh sakit dan meninggal karena kamu merebut Pak Indra secara terang-terangan! Pasti kamu bahagia kan, Bu Sofie meninggal sehingga kamu bisa hidup dengan Pak Indra tanpa gangguan?!"
"Astagfirullah! Jaga mulut kamu, Kayla! Kamu sekarang sedang hamil! Bagaimana kalau ada apa-apa dengan anak kamu! Amit-amit!"
"Kamu menyumpahi anakku?!"
"Bukannya begitu! Tapi seorang wanita yang sedang hamil harus bisa menjaga sikap dan kata-katanya!"
"Alah sok tahu, kamu!"
Saat itulah terdengar suara perawat memanggil Kayla untuk memasuki ruang pemeriksaan. Terpaksa Kayla melepaskan Marisa! "Awas kamu, Marisa! Urusan kita belum selesai!" ancam Kayla sebelum dia masuk ke ruang pemeriksaan.
Marisa tidak bicara apa-apa. Marisa hanya bisa mengelus dadanya yang terasa sesak. Pernikahan dengan Indra tinggal seminggu lagi dan kini ada Kayla yang datang dengan membawa ancaman.
__ADS_1